PENDAHULUAN
Permasalahan dan Ruang Lingkup Penelitian
- Permasalahan Penelitian
- Ruang Lingkup Penelitian
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
Secara teoritis penelitian ini bermanfaat sebagai upaya mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memahami bidang hukum yang dipelajari dan meningkatkan keterampilan dalam menulis karya ilmiah serta memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan hukum perbankan khususnya yang berkaitan dengan undang-undang tentang Tiket Giro.
Kerangka Pemikiran
Bilyet giro adalah perintah dari Bank Tertarik kepada Bank Tertarik untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening Penerima. Bank Tertarik adalah Bank yang diinstruksikan oleh Pihak Tertarik untuk mentransfer sejumlah dana dengan menggunakan Bilyet Giro;
Metode Penelitian
Prosedur pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan baku untuk memperoleh data yang berkaitan dengan metode pengumpulan data dan masalah yang dipecahkan. Untuk melengkapi data pengujian penelitian ini digunakan prosedur pengumpulan data yang terdiri dari: Pengumpulan data sekunder.
HUKUM PERBANKAN DI INDONESIA
Pengertian Bank
Bagi masyarakat yang tinggal di negara-negara maju seperti negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang, mendengar kata bank bukan lagi hal yang asing. Secara sederhana, bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat serta menyelenggarakan jasa perbankan lainnya. Sesuai dengan Pasal 1, ayat Undang-Undang Perbankan. 2, Bank adalah suatu perusahaan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
Lebih lanjut pada Pasal 1 ayat 3 dijelaskan bahwa bank umum adalah bank yang melakukan kegiatan. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas, Undang-Undang Perbankan pada dasarnya adalah serangkaian peraturan (undang-undang) yang mengatur tentang badan usaha dan kegiatan usaha perbankan. Dapat disimpulkan bahwa bank merupakan lembaga perantara keuangan antara masyarakat yang mempunyai kelebihan dana dan masyarakat yang tidak mempunyai dana.
Yang dimaksud dengan orang yang kelebihan dana adalah orang yang pernah menyimpan uangnya di bank atau orang yang mempunyai uang dan akan menggunakannya untuk investasi di bank. Bank-bank menyalurkan kembali simpanan masyarakat tersebut kepada masyarakat yang tidak mempunyai uang.18 Prinsip-prinsip hukum bagi industri perbankan ini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan dunia perbankan yang sehat dan memulihkan kepercayaan masyarakat yang pada tahun 1997 telah menurun akibat banyaknya Bank-bank yang mengalami kesulitan menyulitkan perbankan di Indonesia dan mengakibatkan tindakan likuidasi, pembekuan kegiatan usaha/operasional bank-bank yang bermasalah, dan pengambilalihan kepemilikan beberapa bank oleh pemerintah.
Pengertian Hukum Perbankan
Azas-Azas Hukum Perbankan
Asas tersebut ditegaskan dalam Pasal 2 UU Perbankan yang menyatakan: Bahwa perbankan Indonesia dalam menjalankan usahanya didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi dengan menggunakan asas kehati-hatian. Asas kepercayaan merupakan asas yang menyatakan bahwa usaha suatu bank dilandasi oleh hubungan saling percaya antara bank dengan nasabahnya. Hubungan bank dengan nasabah debitur juga merupakan hubungan fidusia yang membebankan kewajiban fidusia bank terhadap nasabahnya.
Dari konsep kredit (credere = kepercayaan), hubungan antara bank dan debitur bukan hanya hubungan kontraktual, tetapi juga hubungan kepercayaan. Asas kehati-hatian merupakan asas yang menyatakan bahwa bank wajib memperhatikan asas kehati-hatian dalam melaksanakan tugas dan kegiatan usahanya guna melindungi dana masyarakat yang dipercayakan kepadanya. Hal ini sesuai dengan Pasal 2 UU Perbankan yaitu perbankan Indonesia berlandaskan demokrasi ekonomi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.
Tujuan penerapan prinsip kehati-hatian tidak lain adalah agar bank selalu dalam keadaan sehat, atau bank selalu dalam keadaan likuid dan solven. Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap tinggi sehingga masyarakat mau dan tidak ragu menyimpan dananya di bank.
Tujuan Dan Fungsi Perbankan Di Indonesia
Pengaturan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan perbankan serta kesehatan sistem keuangan secara keseluruhan, sehingga diharapkan bank dapat menerapkan praktik perbankan yang sehat dan menjaga persaingan yang sehat antar pelaku perbankan.
Kegiatan Usaha Perbankan Di Indonesia
Bank umum atau yang lebih dikenal dengan bank umum merupakan bank yang paling banyak distribusinya di Indonesia. Giro merupakan simpanan pada suatu bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau giro. Namun kini sudah ada bank yang menyediakan fasilitas simpanan yang penarikannya bisa dilakukan kapan saja.
Penyaluran harta kekayaan yang dilakukan oleh bank terjadi melalui pemberian pinjaman, yang dalam masyarakat lebih dikenal dengan istilah kredit. Berdasarkan ketentuan Pasal 5 UU Perbankan dijelaskan bahwa tergantung pada jenis banknya, terdiri atas bank umum dan bank perkreditan rakyat. Kegiatan perbankan di Indonesia pada dasarnya adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh bank umum sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Perbankan.
Memberikan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia; Melaksanakan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perlindungan Hukum Nasabah Bank
UU No. 24 Tahun 2004 tentang Perusahaan Penjaminan Simpanan mengatur bahwa penjaminan simpanan nasabah bank diharapkan dapat mengurangi risiko yang membebani anggaran negara atau risiko yang menimbulkan moral hazard. Tidak dapat dipungkiri memang terdapat kemauan politik dari pemerintah untuk melindungi kepentingan nasabah bank, terbukti dengan terbitnya UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan perlu diingat pula bahwa Undang-Undang Perlindungan Konsumen berfungsi sebagai undang-undang payung sekaligus undang-undang sektoral. Sebagai payung hukum, UU ini dapat digunakan untuk mencakup undang-undang lainnya, termasuk UU Perbankan.
Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen memberikan konsekuensi logis terhadap dimintanya jasa perbankan. Pengertian perlindungan konsumen dalam Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sudah cukup memadai. Meski undang-undang ini disebut Undang-Undang Perlindungan Konsumen, namun bukan berarti kepentingan pelaku usaha tidak diperhitungkan, apalagi keberadaan perekonomian kerakyatan sangat ditentukan oleh para pelaku kehidupan usaha.
Sebab segala upaya untuk menjamin jaminan keamanan hukum secara kualitatif telah ditentukan dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan undang-undang lainnya yang juga dimaksudkan dan masih berlaku untuk menjamin perlindungan konsumen, baik dalam bidang hukum privat (perdata) maupun dalam bidang hukum publik. . Hukum (Hukum Bisnis). Hukum Pidana dan Tata Usaha Negara). Integrasi berbagai disiplin ilmu sebagaimana disebutkan di atas menjelaskan kedudukan hukum perlindungan konsumen dalam kajian hukum dagang.
Pengertian Surat Berharga
- Pengertian Bilyet Giro
- Dasar Hukum Bilyet Giro
Abdulkadir Muhammad : Surat Berharga adalah surat yang dengan sengaja diterbitkan oleh penerbitnya dalam rangka pelaksanaan pemenuhan suatu prestasi berupa pembayaran sejumlah uang. Ribbus: Surat Berharga berarti surat-surat yang pada umumnya harus berada dalam penguasaan seseorang agar dapat melaksanakan hak yang terkandung di dalamnya. Purwo Sutjipto : Surat berharga merupakan bukti tagihan, mempunyai hak dan mudah ditawar.38.
37 Memberikan sejumlah uang tunai, tetapi cukup dengan menuliskan jumlah uang yang harus dibayarkan pada cek atau Bilyet Giro. Selain itu, apabila kedua fasilitas penarikan tersebut habis atau hilang, nasabah dapat menggunakan fasilitas penarikan lainnya, seperti surat pernyataan atau surat kuasa yang ditandatangani dengan materai.40 Bilyet Giro atau lebih dikenal dengan Giro adalah perintah dari nasabah kepada bank nasabah tersebut, untuk mentransfer sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada penerima yang namanya tercantum atau nomor rekening pada bank yang sama atau bank lain. Sama halnya dengan cek, penarikan Bilyet Giro juga dapat dilakukan di bank lain yang bukan penerbit rekening giro, proses penarikannya juga dilakukan melalui jalur.
Transfer ke rekening bank yang bersangkutan berarti ditransfer dari rekening nasabah pemberi Bilyet Giro kepada nasabah penerima Bilyet Giro. Muhammad Amin, Bilyet Giro sebagai surat berharga model baru, pada hakikatnya Bilyet Giro adalah jaminan tanpa syarat dari nasabah bank yang menyimpan dananya karena berminat.
OTORITAS JASA KEUANGAN SEBAGAI LEMBAGA PENGAWAS
Pengertian Otoritas Jasa Keuangan
Tugas Dan Fungsi Otoritas Jasa Keuangan Di Indonesia
Dasar Hukum Otoritas Jasa Keuangan
Mekanisme penerbitan giro sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro, bahwa Bilyet Giro merupakan perintah dari pengambil kepada bank yang berminat. Dalam mekanisme penerbitan Bilyet Giro, setiap bank menerapkan standar operasionalnya masing-masing. Keabsahan formulir pengambilan giro dibuktikan dengan persyaratan formulir pada formulir pengambilan giro sebagai berikut.
Persyaratan formal pernyataan on demand tidak terpenuhi, misalnya tidak disebutkan tanggal pencatatan dan/atau tanggal efektif. Persyaratan formal formulir permintaan langsung berupa jumlah uang yang ditransfer, baik dalam angka maupun huruf, belum sepenuhnya terpenuhi. Persyaratan formal formulir pengambilan giro berupa nama jelas penarik dan/atau tanda tangan penarikan tidak terpenuhi, yaitu tanda tangan basah yang dapat dibubuhi stempel atau stempel sesuai kesepakatan pada saat pembukaan giro. akun h.
Tanda tangan penarikan tidak sesuai dengan spesimen yang ditatausahakan oleh bank yang bersangkutan dan/atau persyaratan formal pada slip giro diduga diisi oleh pihak selain tertarik. Dalam penerbitan rekening bilyet giro, kantor cabang/cabang pembantu/kantor kas dilarang menerima nasabah untuk membuka rekening giro apabila nama nasabah tercantum dalam daftar hitam nasional Bank Indonesia yang sah.
ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BANK DAN TRANSAKSI
Perlindungan Hukum Terhadap Lembaga Perbankan Dan Nasabah Dalam
Giro adalah simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan cek atau giro. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro, diketahui bahwa: Pengertian Bilyet Giro adalah perintah dari Tertarik kepada Bank Tertarik untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening Penerima. Tanggal penarikan adalah tanggal yang tertera pada Tiket Giro dan merupakan tanggal penerbitan Tiket Giro;
PENUTUP
Saran
Dosen Fakultas Hukum (S1) dan Program Studi Hukum – Program Pascasarjana (S2) - Universitas Bandar Lampung - Bandar Lampung, tahun 1992 sampai sekarang. Pembicara/presenter dengan judul: “Membangun Kesadaran Perempuan untuk Berpolitik”. Makalah tersebut disampaikan pada seminar nasional satu hari bertajuk “Perempuan dan Partisipasi dalam Kegiatan Politik di Indonesia” yang diadakan oleh Pusat Ilmu Humaniora bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Bandar Lampung, 2013. Pembicara/presenter bertajuk “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Politik di Indonesia”, makalah yang dipresentasikan pada seminar nasional satu hari.
Makalah dipresentasikan pada 3rd International Multidisciplinary Conference on Social Sciences yang diselenggarakan oleh Universitas Bandar Lampung, 5-7 Juni 2015. Pakar hukum perbankan dalam kasus kejahatan bank berupa pemberian kredit melebihi batas di Polda Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Tahun 2015. Ahli Hukum Bisnis Kasus Sistem Penanaman Tanaman, Polda Lampung, Bandar Lampung, 2015.
Saksi Ahli Hukum Perdata dalam Sidang Perkara Perdata (Perbankan) di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, 06 September 2016. Dalam Kegiatan Operasional Lembaga Perbankan di Indonesia "; Penerbit Jurnal Ilmu Hukum Universitas Bandar Lampung; Jilid II 2 Juli 2007; ISSN X.