Tesis penulis bertujuan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian Program Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak/Ibu dan Asisten/Konsultan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tanpa lelah banyak memberikan ilmunya kepada penulis selama perkuliahan.
ABSTRACT
Latar Belakang
Adanya permasalahan sumber daya manusia akan mempengaruhi kinerja pegawai pada organisasi tersebut. Oleh karena itu, perusahaan harus menyadari kebutuhan dan hak setiap sumber daya manusia di lembaga tersebut.
Rumusan Masalah
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan merupakan satuan kerja daerah yang berperan besar dalam pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: Pengaruh Manajemen Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai Di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini merupakan referensi tambahan atau referensi untuk penelitian selanjutnya khususnya bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang sama.
Tinjauan Teori
- Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia (MMSDM)
- Sumber Daya Manusia
- Manajemen Mutu
- Pengertian Kinerja Pegawai
- Karakteristik Penilaian Kinerja Yang Efektif
- Lingkungan Kerja
Semua organisasi didirikan untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan tersebut diterapkan sistem pendekatan manajemen berbasis tujuan melalui penguatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkinerja tinggi. Untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar dapat berkinerja dengan baik, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan melalui pimpinan puncak harus mampu memanfaatkan secara optimal seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk dikembangkan dan dimanfaatkan. Tentu saja semua itu tidak lepas dari cara pengelolaan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga terdapat keterkaitan dan pengaruh yang kuat terhadap kinerja organisasi. staf.
Lebih lanjut Gasper (2005:71) menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) adalah suatu cara peningkatan kinerja secara terus-menerus (continuous performance enhancement) pada setiap tingkat operasi atau proses, pada setiap area fungsional suatu organisasi, dengan melibatkan seluruh manusia. dan sumber daya modal yang tersedia. Zainun (2001:6) menyatakan bahwa personel yang berkualitas tinggi dalam arti sebenarnya pekerjaan yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh karyawan. Sumber daya manusia dalam keberadaannya menduduki posisi yang paling menentukan dalam peningkatan kualitas suatu sistem organisasi.
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, selain faktor lain seperti aktivitas dan modal, oleh karena itu sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, salah satu fungsi dalam suatu organisasi disebut dengan sumber daya. mengelola tenaga manusia. Kualitas kerja merupakan suatu hasil yang dapat diukur dari efektivitas dan efisiensi kerja yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan atau sasaran perusahaan dengan baik dan efektif.
Tinjauan Empiris
Z-tabel (2,575) menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia (MMSDM) dengan kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak. Dari hasil pengujian diketahui bahwa kualitas manajemen sumber daya manusia mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis penelitian berdasarkan Koefisien Korelasi Spearman sebesar +0,7859 yang menunjukkan adanya hubungan. berbanding lurus) dan cukup kuat antara pengelolaan kualitas sumber daya manusia, kinerja pegawai dan hasil analisis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel kualitas sumber daya manusia, profesionalisme dan komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Motivasi Terhadap Kinerja Perawat di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Pengaruh Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Hotel Santika Premiere Jogja).
Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan 5). manajemen kinerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai, 6). hubungan antar pegawai tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, 7). Pengaruh pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pada Perum Bulog Subbagian Wilayah Kabupaten Sindereng Rappang.
Kerangka Pikir
Untuk mengetahui permasalahan yang akan dibahas diperlukan adanya kerangka berpikir yang menjadi landasan dalam meneliti permasalahan yang bertujuan untuk mencari, mengembangkan dan menguji kebenaran seorang peneliti, yang dapat diuraikan sebagai berikut.
Hipotesis Penelitian
Jenis Penelitian
Lokasi Dan Waktu Penelitian
- Pengukuran Variabel
- Instrument Skala Likert
- Sampel
Pengelolaan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, oleh karena itu sumber daya manusia harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Kinerja pegawai adalah prestasi kerja seorang pegawai atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, yang terlihat dari beberapa aspek kualitas, kuantitas dan waktu kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. . Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah umum yang terdiri dari obyek dan subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan (UKM) yang berjumlah 156 orang. Menurut Sugion (2011), sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai karakteristik yang relatif sama dan dianggap mewakili populasi tersebut. Dari populasi sebanyak 156 orang dan menggunakan margin of error sebesar 10%, maka besar sampel penelitian ini adalah 60 orang.
Tehnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan secara langsung dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan penelitian secara langsung di lokasi penelitian. Teknik bibliografi ini dilakukan dengan cara membaca buku, laporan, artikel dan jurnal yang dapat dijadikan referensi dalam penelitian ini.
Tehnik Analisis Data 1. Uji validitas
Analisis deskriptif merupakan metode analisis yang digunakan untuk memperoleh gambaran obyektif tentang objek penelitian dan untuk mengetahui berapa banyak responden yang menyatakan hal yang sama tentang suatu objek pernyataan. Dalam penelitian ini pengujian hipotesis bertujuan untuk mengukur pengaruh manajemen sumber daya manusia yang berkualitas terhadap kinerja karyawan. Dimana jika nilai f < 0,5 maka dikatakan variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tersebut.
Uji T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh pengelolaan suatu variabel terikat secara bersama-sama dengan individu dalam menjelaskan variasi variabel terikat.
Gambaran Umum Objek Penelitian
- Sejarah Singkat Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan
- Visi dan Misi a. VISI
- Struktur Organisasi dan Job Desription Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Untuk mewujudkan tujuan diatas, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen pada sebuah visi. Untuk mewujudkan visi tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Selatan akan didukung oleh Misi, Tugas dan Fungsi sebagai berikut. Kepala Dinas mempunyai tugas mengarahkan, mengoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah.
Melaksanakan pembinaan dan rencana serta program pengembangan koperasi dan UKM sesuai dengan kebijakan Gubernur. Kepala Sudin Usaha Koperasi mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan rencana, penyiapan bahan perumusan dan penjabaran kebijakan teknis, pemberian bimbingan dan pengawasan usaha koperasi di bidang pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan, peternakan. , perdagangan, industri, berbagai jasa dan simpan pinjam. Kepala Sub Dinas Kelembagaan Koperasi Sub Dinas ini dipimpin oleh seorang Kepala Sub Dinas yang tugas pokoknya melaksanakan penyusunan rencana, penyiapan bahan perumusan dan penjabaran kebijakan teknis, serta pemberian bimbingan kelembagaan koperasi dalam bidangnya. bidang. organisasi dan pengurus, hukum dan peraturan perundang-undangan, pengendalian dan pengawasan, penyuluhan, konsultasi dan advokasi, proses pendirian, pembubaran dan perubahan anggaran dasar koperasi.
Kepala Suku Dinas Usaha Kecil dan Menengah Kepala Suku Dinas Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan perencanaan, penyiapan bahan perumusan dan penyusunan kebijakan teknis, pemberian bimbingan kepada pengusaha kecil dan menengah di bidang pertanian. , industri non pertanian, perdagangan dan berbagai perusahaan serta kemitraan dan jaringan usaha. Kepala Suku Dinas Pembiayaan, Promosi dan Fasilitasi Simpan Pinjam Kepala Suku Dinas Pembiayaan, Promosi dan Fasilitasi Simpan Pinjam mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan rencana, penyiapan bahan perumusan dan penyusunan kebijakan teknis, pemberian pembinaan , pembinaan, pengembangan dan pengendalian koperasi dan usaha kecil dan menengah di bidang fasilitasi pembiayaan, kampanye dan simpan pinjam.
Hasil Penelitiaan
- Hasil Penyebaran Kuesioner
- Hasil Uji Validilitas
- Hasil Uji Reliabilitas
- Uji Regresi Linear Sederhana
- Uji Satatistik F (Uji Simultan)
- Uji t
Dari tabel di atas terlihat responden laki-laki sebanyak 27 orang dengan persentase 45% dan perempuan sebanyak 33 orang dengan persentase 55%. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan yaitu sebanyak 33 responden dengan persentase 55%. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok umur 41 – 50 tahun dengan persentase sebesar 50%.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa responden dominan telah mempekerjakan tidak kurang dari 30 orang selama lebih dari 10 tahun dengan persentase sebesar 50%. Dengan demikian dapat dikatakan uji kualitas data yang terungkap dari uji validitas menunjukkan bahwa variabel Manajemen Kualitas Sumber Daya Manusia (X) valid. Hasil persamaan diatas menunjukkan konstanta sebesar 15,743 yang berarti nilai konstanta variabel kinerja karyawan sebesar 15,743 dan koefisien regresi bertanda positif.
Oleh karena itu, berdasarkan nilai signifikansi pada pengujian diatas 0,002 < 0,05 maka disimpulkan bahwa variabel manajemen kualitas sumber daya manusia (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan signifikansi antara variabel independen manajemen kualitas sumber daya manusia (X) terhadap variabel dependen kinerja karyawan (Y).
Pembahasan hasil penelitian
Untuk menentukan persamaan analisis regresi linier sederhana, sebelumnya dilakukan uji validitas dimana seluruh kuesioner dari variabel X yaitu Manajemen Kualitas Sumber Daya Manusia dan variabel Y yaitu Kinerja Pegawai dinyatakan valid setelah diperoleh data dan dianalisis menggunakan SPSS. Untuk memastikan item kuesioner Manajemen Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kinerja Karyawan kembali diuji reliabilitasnya, terbukti item kuesioner Variabel X Manajemen Kualitas Sumber Daya Manusia dan Variabel Y Kinerja Karyawan dikatakan reliabel karena nilai alpha-nya lebih besar. dari r tabel. 0,380
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen kualitas sumber daya manusia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andreas Suwani, Sry Maryumi, Abdul Rahim (2014) yang menyatakan bahwa manajemen kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh tersebut berarti semakin rendah kualitas pengelolaan sumber daya manusia maka semakin tinggi pula kinerja pegawai.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tiwi Hartanti (2020) yang menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah karyawan. pelanggan dari tahun ke tahun dan dengan penerapan manajemen BPRS MITRA Agro Usahaa Bandar.Lampung. Dan hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Meidy Bugies Sapoetra (2021) bahwa pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Perum Bulog.
Kesimpulan
Saran
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Bprs Mitra Agro Usaha Bandar Lampung Dalam Perspektif Islam. Pengaruh manajemen kepegawaian terhadap kualitas pekerjaan administrasi pegawai pada Kantor Kecamatan Cikijin Kabupaten Majalengka. Pengaruh kualitas sumber daya manusia, profesionalisme, komitmen dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai (studi empiris pada Badan Usaha Milik Daerah, Objek Wisata Taman Kyai.