Strategi Pengembangan Usahatani Vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Dibimbing oleh MOHAMMAD NATSIR dan NOERFITRYANI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal, alternatif strategi dan prioritas strategi budidaya vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.
PENDAHULUAN
Latar belakang
Tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan tanaman rempah-rempah yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi dan berorientasi ekspor. Tentu saja hal serupa tidak diinginkan oleh semua kelompok petani vanili di wilayah utama.
Rumusan Masalah
Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
Menetapkan strategi pengembangan prioritas budidaya vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar.
TINJAUAN PUSTAKA
Ilmu Usahatani
Vanili
Buah vanila dikikis dengan sangat hati-hati memanjang dari satu ujung ke ujung lainnya menggunakan jarum. Pengemasan buah vanili dilakukan dengan cara mengikat buah vanili kering, tiap tandan bervariasi 50-100 buah.
Staregi Pengembangan
Analisis SWOT
Kemudian menghitung bobot relatif masing-masing indikator yang terdapat pada kelebihan dan kekurangannya sehingga total nilai bobotnya menjadi 1 atau 100%. Nilai total skor faktor internal menunjukkan bahwa semakin mendekati nilai 1 maka semakin banyak kelemahan internal dibandingkan dengan kekuatan.
Faktor Produksi
Strategi alternatif yang mempunyai nilai total terbesar pada matriks QSP merupakan strategi terbaik. Enam tahapan pembuatan matriks QSP yang dilakukan adalah sebagai berikut (1) Mencantumkan peluang/ancaman dari faktor eksternal dan kekuatan/kelemahan dari faktor internal (2) Memberi bobot pada setiap faktor mulai dari 0, 0 (tidak penting) hingga 1,0 (sangat penting). Dalam ilmu ekonomi (Daniel Moehar, 2002), tenaga kerja mengacu pada pelaksanaan kekuatan fisik dan otak manusia, yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan terfokus pada usaha produksi.
Kerja seekor sapi atau traktor bukanlah suatu faktor kerja, melainkan modal yang menggantikan tenaga kerja. Sebagian kekayaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dan sebagian lagi digunakan untuk memproduksi barang-barang baru, dan inilah yang disebut modal komunitas atau modal sosial. Yang dimaksud dengan keahlian atau keterampilan adalah manajemen atau kemampuan petani dalam mengidentifikasi manfaat penggunaan faktor-faktor produksi dalam perubahan teknologi sehingga kegiatan pertanian yang dikelolanya dapat memberikan hasil (output) yang lebih baik.
Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal
Sumber daya manusia adalah orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi (disebut juga staf, pekerja, karyawan atau karyawan). Sumber daya manusia merupakan potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non-materi/non-finansial) dalam suatu organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan secara fisik dan non-fisik menjadi potensi nyata dalam mewujudkan eksistensi organisasi. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia merupakan suatu proses dimana manusia dimanfaatkan sebagai pekerja secara manusiawi, agar potensi fisik dan psikisnya berfungsi secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi (lembaga).
Pada hakikatnya produksi adalah penciptaan atau penambahan manfaat atau bentuk, waktu dan tempat terhadap faktor-faktor produksi agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia. Pengertian produksi secara luas adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan yang dapat menghasilkan manfaat dari sesuatu. Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian sumber daya khususnya sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.
Pada saat yang sama, perusahaan melihat apakah faktor-faktor seperti kebijakan pemerintah, teknologi politik, sosial budaya mempunyai pengaruh positif atau negatif terhadap perusahaan. Sedangkan apabila kebijakan pemerintah diambil oleh pemerintah daerah maka akan dihasilkan surat keputusan (SK), peraturan daerah (Perda) dan lain-lain (Anonim, 1992).
Kerangka pemikiran
Kerangka Strategis Pengembangan Usahatani Vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Tempat
- Teknik Penentuan Informan
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Definisi Operasional
Teknologi merupakan alat yang digunakan dalam usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, berupa bahan-bahan yang lahir dari kreativitas manusia untuk menjadikan sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup. Pemasaran adalah suatu kegiatan yang ditujukan pada usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran produk. Produksi merupakan proses penciptaan produk yang dilakukan oleh pelaku usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kondisi perekonomian menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Faktor sosial budaya mempengaruhi kelancaran usaha budidaya vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Kebijakan pemerintah berperan dalam perizinan dan mendukung pengembangan usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pesaing merupakan faktor eksternal yang harus dihadapi oleh pelaku usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kondisi alam menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi jalannya produksi usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Kondisi Geografis
Kondisi Demografis
Dari total penduduk Desa Bonea Makmur laki-laki lebih sedikit yaitu 687 jiwa dibandingkan perempuan 741 jiwa.
Kondisi Pertanian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Identitas Informan
Usia sangat mempengaruhi kemampuan fisik dan cara berpikir, sehingga mempengaruhi pengambilan keputusan dan kemampuan menyerap informasi dan pengetahuan yang diperoleh. Tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah informan usahatani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar berada pada kelompok umur < 53 tahun. Tingkat pendidikan juga sangat mempengaruhi pola pengolahan petani vanili yang dilakukan informan di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pendidikan dapat mempengaruhi kemampuan pola pikir petani dalam mengembangkan usahanya, terutama dalam pengambilan dan penerapan strategi baru untuk mencapai tingkat produksi yang optimal. Semakin banyak anggota keluarga yang mendapat dukungan maka semakin besar pula tuntutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Klasifikasi jumlah keluarga yang dinafkahi informan di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar dapat dilihat pada tabel 4.
Pengalaman bertani dapat diartikan sebagai sesuatu yang dialami, dirasakan, dialami oleh petani dalam menjalankan kegiatan pertanian dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai tujuan usaha pertaniannya, yaitu memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup petani dan keluarganya. . Untuk mengetahui pengalaman bertani informan dalam bertani vanili dapat dilihat pada bentuk tabel pada tabel 5 dibawah ini.
Analisis Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE)
Evaluasi faktor internal (IFE) dan evaluasi faktor eksternal (EFE) usahatani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sebagai berikut. Kekuatan usaha pertanian vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sebagai berikut. Kerugian usahatani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sebagai berikut.
Peluang usaha budidaya vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sebagai berikut. Ancaman terhadap budidaya tanaman vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar adalah sebagai berikut. Matriks External Factors Evaluation (IFE) pada usahatani vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk mengetahui peluang dan ancaman yang mempengaruhi usaha pertanian vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, memberikan rating dan berat untuk masing-masing. Faktor eksternal yang telah ditentukan kemudian dikalikan sehingga diperoleh nilai tertimbang kekuatan dan kelemahan, kemudian nilai tertimbang tersebut dijumlahkan untuk mengetahui nilai tertimbang Evaluasi Faktor Internal (IFE) pertanian vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar seperti terlihat pada Tabel 9 dibawah ini.
Analisis External Factor Evaluation (EFE) usahatani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Dari Tabel 9 terlihat bahwa usahatani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar sudah merespon peluang dan mampu mengatasi ancaman dengan baik.
Matriks Eksternal dan Internal (IE)
Strategi ini fokus pada upaya mempertahankan kapasitas budidaya vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan posisi tersebut maka strategi yang dapat digunakan menurut David (2012) adalah strategi penetrasi pasar atau strategi pengembangan produk. Penetrasi pasar merupakan strategi yang digunakan perusahaan dalam upaya menjaga dan memelihara kolaborasi dengan lebih baik.
Penetrasi pasar bertujuan untuk menjaga kerjasama dengan eksportir dengan meningkatkan akses pasar internasional, menjaga dan memperluas jaringan pasar dalam negeri. Strategi penetrasi pasar bertujuan untuk meningkatkan nilai pangsa penjualan minyak nilam melalui mekanisme peningkatan pangsa pasar dengan memperkenalkan kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan setengah jadi yang memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Pengembangan produk merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk mengembangkan produk yang sudah ada dengan cara meningkatkan kualitas produk dan melakukan diversifikasi produk untuk mempertahankan pasar.
Dengan pengembangan produk, dilakukan upaya untuk mempertahankan konsumen agar tidak meninggalkan produk perusahaan yang sudah ada.
Alternatif Strategi Matriks SWOT
Alternatif Strategi Matriks SWOT Budidaya Tanaman Vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Tabel 10 menunjukkan terdapat delapan kombinasi yang menjadi alternatif strategi budidaya tanaman vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu. Pengembangan pemasaran produk vanili merupakan salah satu alternatif strategi yang efektif bagi pengembangan budidaya vanili di desa Bonea Makmur kecamatan.
Pemanfaatan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi merupakan salah satu alternatif strategi yang dapat dilakukan mengingat banyaknya permintaan pasar terhadap produk vanili dan mengingat harga jual vanili yang sangat tinggi tentunya tenaga kerja sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan produksi vanili. Mencari informasi pasar mengenai harga vanili merupakan salah satu alternatif strategi yang dapat digunakan untuk memanfaatkan permintaan vanili yang terus menerus. Oleh karena itu, informasi pasar sangat penting untuk mengetahui perkembangan harga vanili, karena pelaku usahatani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai , Kabupaten Kepulauan Selayar menjual hasil panen vanili secara tidak langsung ke konsumen namun menjualnya ke pedagang desa. Peningkatan informasi mengenai proses produksi serta hama dan penyakit dari penyuluh pertanian merupakan salah satu alternatif strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan harga jual produk vanili guna meningkatkan pendapatan petani vanili di Desa Bonea Makmur Kecamatan Bontomanai. maksimalkan, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Delapan alternatif akan dianalisis menggunakan matriks QSP untuk menghasilkan pilihan strategi yang paling efektif dalam pelaksanaan budidaya vanili di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar. 4.55, sehingga alternatif strategi yang dipilih didasarkan pada matriks alternatif strategi SWOT yaitu “Penggunaan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi” dan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Bagi pemerintah : Pemerintah sebaiknya lebih memberikan keringanan kepada petani vanili melalui peningkatan kinerja penyuluh pertanian dan pembelian benih premium bagi petani vanili, karena harga ekspor bahan baku vanili sangat tinggi dan dapat meningkatkan neraca devisa negara.
DAFTAR PUSTAKA
Perencanaan strategis, yaitu kerangka kelemahan, peluang dan ancaman. https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis SWOT. Theresia Militina dan Obeth Banni, 2015., Perencanaan strategis yaitu kerangka kelemahan, peluang dan ancaman. https://id.wikipedia.or g/wiki/SWOT_Analysis.
KUESIONER PENELITIAN
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI VANILI DI DESA BONEA MAKMUR KECAMATAN BONTOMANAI
KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Identitas Informan (Pemilik Usahatani Vanili )
Pemberian Nilai Bobot dan Rating
RIWAYAT HIDUP