Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Analisis Resiko Usahatani Komoditas Jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros” adalah karya nyata yang belum pernah diajukan ke perguruan tinggi manapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan risiko yang dihadapi petani dalam menanam komoditas jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani dalam satu tahun di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros sebesar Rp 6.394.034.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayahnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Analisis Risiko Budidaya Tanaman Jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros” pada kesempatan ini. Tesis ini ditulis sebagai salah satu syarat penyelesaian studi pada program studi sarjana (S1) agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Luas panen dan produksi bahan baku jahe di Kabupaten Maros Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 dan 2019. Luas panen dan hasil produksi bahan baku jahe di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini . Berdasarkan Tabel 2 terlihat bahwa produksi bahan baku jahe di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Jenis jahe yang ditanam petani di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros adalah jahe putih kecil. Seberapa besar risiko yang dihadapi petani dalam usahatani komoditas jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros.
Tujuan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Tanaman Jahe
- Usahatani
- Pendapatan
- Risiko Dalam Usahatani
- Penelitian Terdahulu yang Relevan
- Kerangka Pemikiran
Faktor ekonomi seperti permintaan pasar, pembiayaan, ketersediaan modal dan risiko yang dihadapi akan menjadi kendala bagi petani untuk bertani. Besar kecilnya potensi risiko yang akan timbul bergantung pada keberanian pelaku usahatani dalam mengambil keputusan, meskipun diketahui bahwa faktor risiko sulit ditentukan. Sebaliknya, semakin rendah nilai CV yang diperoleh maka semakin kecil pula risiko yang harus ditanggung petani.
Setiap usaha pertanian tidak lepas dari berbagai risiko yang dihadapinya, termasuk budidaya jahe. Terdapat beberapa risiko yang terkait dengan budidaya jahe, yaitu risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Teknik Penentuan Sampel
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Definisi Operasional
Data primer meliputi data yang diperoleh dari petani, misalnya data jumlah produksi pertaniannya, data jumlah dan biaya yang digunakan selama bertani. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari internet, jurnal ilmiah dan literatur dari lembaga atau lembaga terkait serta sumber lain yang dianggap relevan. Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung pada lokasi penelitian untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kegiatan pertanian.
Wawancara yaitu melakukan tanya jawab secara langsung kepada responden dengan menggunakan lembar survei yang berisi beberapa pertanyaan yang telah disiapkan. Untuk menjawab rumusan masalah yang lain yaitu mengetahui sejauh mana risiko yang dihadapi petani digunakan analisis Koefisien Variasi (CV). Koefisien variasi merupakan ukuran variasi yang dapat digunakan untuk membandingkan sebaran data yang mempunyai satuan berbeda.
Budidaya jahe merupakan kegiatan pertanian yang dilakukan oleh petani di Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Petani merupakan masyarakat yang memproduksi atau membudidayakan jahe di Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Jahe merupakan komoditas pertanian yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros sebagai bahan obat.
Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh petani di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros selama menjalankan usahatani jahe. Risiko pendapatan merupakan risiko yang terjadi karena kurangnya modal yang dimiliki petani untuk melakukan pertanian, selain juga disebabkan oleh perubahan harga. Koefisien variasi merupakan perbandingan antara risiko yang harus ditanggung petani dengan besarnya pendapatan yang akan diperoleh.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Letak Geografis
Secara administratif, Desa Laiya terbagi menjadi 7 dusun dengan jumlah penduduk 3.267 jiwa dengan 891 kepala keluarga dan mencakup wilayah seluas 69,70 km2 yang terdiri dari pemukiman (bangunan), persawahan, dan hutan. Desa Laiya merupakan salah satu desa di Kecamatan Cenrana dengan jumlah penduduk terbesar sebanyak 3.267 jiwa dengan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 891 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 7 dusun. Desa Laiya merupakan daerah yang terletak di dataran tinggi dimana masyarakatnya umumnya bekerja di sektor pertanian.
80% penduduk Desa Laiya berprofesi sebagai petani, sedangkan sisanya berprofesi sebagai peternak, PNS, pedagang, dan wirausaha. Penduduk Desa Laiya sebagian besar berprofesi sebagai petani dengan tingkat pendidikan yang rendah, dimana masih banyak masyarakat yang belum mengenal huruf, namun saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin meningkat. Tingkat pendidikan petani di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros disajikan pada Tabel 7 berikut ini.
Secara umum sarana dan prasarana merupakan alat penunjang keberhasilan proses upaya yang dilaksanakan dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal tersebut tidak tersedia maka seluruh kegiatan yang dilaksanakan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai rencana dan kemampuan. . dan infrastruktur juga merupakan seperangkat alat yang digunakan. Dalam proses kegiatan, baik alat tersebut merupakan alat bantu maupun alat utama, dan keduanya berfungsi untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai (Hendrianus, 2017).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
- Umur
- Tingkat Pendidikan
- Lama Berusahatani
- Jumlah Tanggungan Keluarga
- Luas Lahan
Berdasarkan tabel 10 terlihat bahwa tingkat pendidikan petani yang paling dominan adalah SD yaitu 24 orang dengan persentase 70,6%, kemudian SMP merupakan jenjang pendidikan terbanyak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan petani masih rendah, karena sebagian besar petani lebih memilih menikah di usia muda sesuai keinginan dan tuntutan orang tuanya dibandingkan melanjutkan pendidikan. Petani yang berpendidikan tinggi lebih mengetahui permasalahan tanaman dibandingkan petani yang berpendidikan rendah.
Misalnya saja di bangku SMP dan SMA, mereka tentu lebih banyak memperoleh pengetahuan tentang tanaman, sehingga mereka lebih memahami berbagai jenis hama dan penyakit tanaman dibandingkan dengan petani yang hanya berpendidikan sekolah dasar. Selain itu, mereka juga harus mempunyai pemikiran yang berbeda-beda dalam menghadapi risiko dalam kegiatan pertanian, misalnya di sekolah dasar mereka mendapatkan informasi dengan bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman dalam mengelola kegiatan pertanian. Berbeda dengan mereka yang berpendidikan tinggi, mereka pasti memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas mengenai tanaman dan cara mengatasi risiko atau permasalahan yang muncul dalam kegiatan pertanian.
Petani yang sudah lama bertani akan memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan untuk diterapkan dalam proses bertaninya agar mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan Tabel 11 terlihat bahwa lamanya petani jahe dalam bertani di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros masih tergolong muda karena hanya berkisar 1 sampai 2 tahun saja. Terdapat 16 petani yang melakukan budidaya jahe dalam waktu 1 tahun dengan persentase 47,1% dan 18 petani yang melakukan budidaya jahe dalam waktu 2 tahun dengan persentase 52,9%.
Dari tabel 12 terlihat jumlah pencari nafkah keluarga yang berjumlah 2-3 orang sebanyak 16 orang dengan persentase 47,1% dan jumlah pencari nafkah keluarga yang berjumlah 4-5 orang sebanyak 18 orang dengan persentase dari 52, 9%. Dari Tabel 13 terlihat bahwa jumlah petani terbanyak terdapat pada lahan Ha yaitu 19 orang dengan persentase 55,9%, lahan 0,6 – 1 Ha sebanyak 14 orang dengan persentase 41,2%, dan lahan paling sedikit luasnya adalah 1,1. Apabila petani mempunyai lahan yang luas maka produksinya akan lebih besar dibandingkan petani yang mempunyai lahan kecil.
Analisis Pendapatan Petani
Resiko yang timbul dari pendapatan adalah harga jual yang tidak menentu sehingga berdampak pada pendapatan petani, walaupun mempunyai lahan yang luas namun jika harga jualnya murah tetap akan memperoleh pendapatan yang tidak terlalu tinggi. tanah, walaupun tanahnya sempit, ia pasti akan mendapat penghasilan yang tinggi jika harga jualnya tinggi. Berdasarkan Tabel 14 terlihat rata-rata jumlah produksi petani sebesar 918 kg dengan harga jual rata-rata sebesar Rp 8.912. Rata-rata total biaya tetap yang digunakan selama proses produksi adalah Rp 256.539, terdiri dari biaya NPA sebesar Rp 191.275 dan biaya pajak bumi sebesar Rp 65.559.
Rata-rata total biaya variabel sebesar Rp 2.797.353 yang terdiri dari biaya benih, pupuk dan pestisida. Pestisida yang digunakan ada dua yaitu Gramaxone seharga Rp 143.529 untuk 1.794 ml dengan harga Rp 80/ml. Dengan demikian, rata-rata pendapatan petani jahe per musim tanam di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros sebesar Rp6.340.578 dengan jumlah responden sebanyak 34 orang.
Risiko-Risiko Yang Dihadapi Petani Dalam Usahatani Jahe
- Analisis Risiko Produksi
- Analisis Risiko Harga
- Analisis Risiko Pendapatan
Resiko produksi yang dihadapi petani di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros adalah serangan hama dan penyakit tanaman seperti kepik yang menyerang daun tanaman dan busuk rimpang akibat cendawan serta tumbuhnya gulma yang menghambat pertumbuhan jahe. Nilai koefisien variasinya lebih besar dari gt; 0,5) sehingga risiko produksi jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros tergolong berisiko tinggi. Dikatakan resiko yang tinggi karena dalam proses budidaya jahe banyak kendala seperti serangan hama dan penyakit pada tanaman serta adanya bibit yang tidak tumbuh sehingga hasil produksi jahe rendah.
Koefisien variasi tersebut lebih kecil sehingga risiko harga budidaya jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros tergolong risiko rendah. 42 tergolong rendah karena saat ini permintaan jahe semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menjadikan jahe sebagai salah satu kebutuhan obat herbal di masa pandemi ini, sehingga walaupun harga jahe tinggi, para pedagang di desa tersebut tetap memproduksi jahe untuk dijual. membeli. oleh petani dan petani tetap memperoleh pendapatan dari segi harga yang tidak jauh berbeda antara jahe dengan rimpang kecil dan jahe dengan rimpang besar. Risiko yang dihadapi petani tidak hanya disebabkan oleh berbagai kendala, seperti hama dan penyakit tanaman, tetapi juga karena harga jual yang tidak menentu sehingga berdampak pada pendapatan.
Nilai koefisien variasinya lebih besar dari gt; 0,5) sehingga risiko pendapatan budidaya jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros tergolong berisiko tinggi. Petani jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros menjual hasil panen jahenya kepada pedagang di desa tersebut karena melihat kualitas jahe yang telah dipanen sehingga harga jahe tidak menentu. Jika produksi rendah karena serangan hama seperti kumbang daun dan busuk rimpang yang disebabkan oleh cendawan, maka pendapatan yang diperoleh petani berkurang sehingga resiko usahatani menjadi tinggi.
Jadi terlihat bahwa diantara ketiga risiko di atas, produksi dan pendapatan merupakan risiko yang tinggi. Hal ini disebabkan adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman sehingga merusak tanaman sehingga produksi menjadi rendah, sedangkan risiko pendapatan rendah. juga tinggi, dipengaruhi oleh hasil produksi. Risiko harga yang relatif rendah karena permintaan jahe meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menjadikan jahe sebagai salah satu kebutuhan obat herbal di masa pandemi ini. Walaupun harganya tinggi, para pedagang di desa tersebut tetap membeli jahe produksi petani, sehingga petani tetap memperoleh pendapatan dengan harga yang tidak jauh berbeda antara jahe rimpang kecil dan jahe rimpang besar.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Identitas Petani Responden
Biaya Tetap No Jenis
- Pengangkutan
Penerimaan
Risiko Usahatani Komoditas Jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros
Faktor-Faktor Risiko Usahatani Jahe di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros
RIWAYAT HIDUP