• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN PINRANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KABUPATEN PINRANG "

Copied!
78
0
0

Teks penuh

Penerapan Cost Plus Pricing dan Target Costing di PT Rak Prima Pinrang Regency Nama Mahasiswa : Muhammad Awal. Judul : Analisis Penentuan Harga Jual Menggunakan Cost Plus Pricing dan Target Costing Pada PT Rak Prima Regency. Analisis Penentuan Harga Jual Menggunakan Cost Plus Pricing dan Target Costing Pada PT Rak Prima Kabupaten Pinrang dibawah bimbingan Dr. Muhtar Sapiri, SE., MM., M.Kes.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan harga jual dengan menggunakan cost plus pricing dan untuk menentukan harga jual dengan menggunakan target costing di PT Rak Prima Kabupaten Pinrang. Skripsi ini merupakan tugas akhir bagi Sarjana Ekonomi (S.E) Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Bosowa Makassar yang berjudul “Analisis Harga Penjualan Menggunakan Cost Plus Pricing dan Target Costing Pada PT Rak Prima Kabupaten Pinrang”.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Harga jual adalah sejumlah imbalan (uang atau barang) yang diperlukan untuk memperoleh suatu kombinasi barang atau jasa tertentu. Hansen dan Mowen (2001) mendefinisikan harga jual sebagai jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit bisnis kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan. Menurut Mulyadi (2001) pada prinsipnya harga jual harus mampu menutupi seluruh biaya ditambah keuntungan yang wajar.

Dalam hal ini harga jual adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kombinasi barang dan jasa beserta jasanya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa, ditambah persentase keuntungan yang diinginkan perusahaan. Untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan perusahaan, salah satu cara untuk menarik minat konsumen adalah dengan menentukan harga yang tepat atas produk yang dijual. Agar perusahaan tetap mampu bersaing di pasar dan perusahaan tidak mengalami kerugian, maka perusahaan harus dapat menentukan harga jual produknya dengan tepat.

Cara penentuan harga jual normal sering disebut dengan Cost-plus pricing, yaitu penentuan harga jual dengan cara menjumlahkan keuntungan yang diharapkan di atas seluruh biaya masa depan untuk memproduksi dan memasarkan produk, karena harga jual ditentukan. dengan menambahkan. biaya-biaya yang akan datang dengan persentase markup (tambahan biaya terhadap total) yang dihitung dengan rumus tertentu, oleh karena itu ada unsur-unsur yang diperhitungkan dalam penentuannya. Cara menentukan harga jual yang paling sederhana adalah dengan menambahkan markup atau harga pokok produk yang akan dijual menurut unsur-unsurnya.Pendekatan ini disebut dengan pendekatan cost plus markup. Untuk jenis usaha ini kurang tepat menggunakan biaya konvensional plus karena selisih harga jual dan biaya produksi sangat jauh berbeda.

Tarif ini dihitung dengan memuat bersama-sama tiga elemen harga jual yang terdiri dari (Samryn). Metode Penentuan Harga Jual Berdasarkan Pesaing atau Competitor Pricing dilakukan dengan menggunakan harga pesaing sebagai bahan acuan. Strategi harga jual ini misalnya menetapkan harga di bawah harga pasar dengan tujuan memperoleh pangsa pasar.

Tentukan harga pokok produk berdasarkan target harga jual, yaitu harga yang dapat dibayar pelanggan. Target harga jual - Target keuntungan = Biaya yang dibutuhkan (target harga jual) (target keuntungan) (biaya yang diperbolehkan).

Penelitian Terdahulu

Target harga yang dihitung dengan menggunakan informasi dari pelanggan dan pesaing menjadi dasar penghitungan target biaya. Target pendapatan operasional per satuannya adalah pendapatan operasional yang merupakan tujuan yang ingin dicapai perusahaan per produk atau jasa yang dijual. Harga target per unit adalah perkiraan biaya jangka panjang per unit produk atau jasa yang memungkinkan perusahaan mencapai target pendapatan operasional per target harga adalah perkiraan harga suatu produk atau jasa yang bersedia dibayar oleh pelanggan. Perkiraan ini didasarkan pada pemahaman tentang nilai yang dirasakan pelanggan terhadap suatu produk dan seberapa besar harga yang akan diberikan pesaing terhadap produk pesaing tersebut.

Organisasi penjualan dan pemasaran suatu perusahaan, melalui kontak dekat dan interaksi dengan pelanggan, biasanya berada pada posisi terbaik untuk mengenali kebutuhan pelanggan dan menghargai pendapat mereka tentang suatu produk. Dalam menentukan harga pokok produksi oleh pemilik hanya digunakan perkiraan dan perhitungan sederhana saja tanpa adanya klasifikasi biaya-biaya yang dikeluarkan, sehingga biaya-biaya tersebut dihitung secara keseluruhan. Andre Henri Slat (2016) meneliti “Analisis biaya produk dengan menggunakan metode full cost dan penentuan harga jual”.

Cost plus pricing adalah penentuan harga jual berdasarkan biaya harga jual yang ditetapkan untuk menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan produk dan menghasilkan keuntungan yang diinginkan. Dalam menentukan harga jual ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu biaya dan keuntungan. Dalam hal ini, untuk keuntungan yang diharapkan, perusahaan mengambil kebijakan sebesar 35% dari total biaya per unit.

Penerapan metode target costing sebagai alat manajemen dalam optimalisasi perencanaan laba (Studi kasus pada PT XYZ) Himawan dan Pendajaya (2005) mengatakan dengan membandingkan metode Driving Costing dan Target Costing untuk melihat apakah Driving Costing dapat mencapai target. biaya maka proses rekayasa nilai dilakukan untuk mengurangi biaya. Melalui proses rekayasa nilai, penerapan metode target cost dapat menghasilkan penghematan biaya produksi sebesar Rp. Tropica Cocoprima Gerungan (2013) menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran target costing dapat digunakan sebagai alat penelitian efisiensi dalam proses produksi, dengan cara membandingkan total biaya menurut perusahaan dan menurut target biaya, menurut Peneliti dengan target costing diketahui lebih efisien menggunakan target costing, dimana perusahaan mampu mencapai penghematan biaya sebesar 18,21% pada tahun 2011 dan 2,70% pada tahun 2012.

Kerangka Pikir

Hipotesis

Jenis dan Sumber Data

Data Primer yaitu data yaitu data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan sejumlah informasi atau fakta melalui wawancara kepada karyawan PT. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui literatur, laporan, jurnal, karya ilmiah dan sumber tertulis lainnya.

Metode Pengumpulan Data

Dokumentasi, yaitu pengumpulan data melalui dokumen atau catatan perusahaan yang kemudian diolah terkait dengan masalah yang sedang dibicarakan.

Metode Analisis Data

Definisi Operasional

Jadwal Penelitian

Gambaran Umum Perusahaan .1 Kondisi geografis PT.Rak Prima .1 Kondisi geografis PT.Rak Prima

  • Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
  • Struktur Organisasi Perusahaan

Dari tahun ke tahun PT.Rak Prima Kecamatan Pinrang mengalami naik turun secara berkala, sehingga setiap tahunnya mempunyai penentuan harga jual suatu produk atau setiap unit mempunyai fluktuasi yang berbeda-beda setiap tahunnya. Pada awal berdirinya perusahaan pada tahun 2008, perusahaan mempunyai 2 (dua) unit mesin pabrik yang beroperasi setiap hari hingga malam hari juga tetap beroperasi sehingga penjualan otomatis terus meningkat, sasaran pemasarannya antara lain Barru, Sidrap, Pinrang , Parepare, Mamuju, Polmas sudah merambah ke luar provinsi, misalnya di wilayah Sultra yakni Kendari dan Manado, hingga ke luar pulau misalnya Kalimantan. Pada awal berdirinya PT.Rak Prima Kecamatan Pinrang mengalami kemajuan pesat dalam pendapatan penjualan dari tahun 2012-2014 kemudian mengalami kemunduran sejak tahun 2015, saat itu mesin mulai macet dan hingga akhir tahun 2016 mesin pabrik mengalami kerusakan. sehingga hanya 1 (satu) unit mesin pabrik saja yang beroperasi, hal ini mengakibatkan penurunan volume penjualan yang dicapai, penurunan volume.

Sebenarnya mesin pabrik tidak 100% rusak, hanya ada kerusakan pada mesin atau bagian material mesin yang ingin diperbaharui. Permintaan pasar yang tidak dapat dipenuhi mengakibatkan pengurangan jumlah karyawan harian yang semula sekitar 100 karyawan menjadi 20 karyawan di PT.Rak Prima. Cuaca buruk berupa hujan berkepanjangan dapat mengakibatkan turunnya produksi di rak, namun penjualan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan harga jual menjadi tinggi sehingga berdampak pada volume penjualan yang berdampak negatif bagi pelanggan dan perusahaan itu sendiri. , hal ini juga akan mempengaruhi volume penjualan yang akan diperoleh perusahaan.

Gambaran umum mengenai struktur organisasi, gambaran dan fungsinya, peneliti akan memaparkan struktur organisasi PT.Rak Prima yang mana. Wakil direktur adalah manajer perusahaan dengan pangkat tertinggi setelah direktur, dan wakil direktur juga menjalankan semua tugas direktur jika direktur perusahaan berhalangan. Chief Financial Officer bertanggung jawab untuk membantu perencanaan bisnis dan pengambilan keputusan dengan memberikan nasihat dan informasi keuangan kepada Direktur dan Wakil Direktur.

Bagian ini mempunyai tugas pokok yaitu sebagai jembatan untuk menjalin hubungan antara konsumen dengan calon konsumen serta melaksanakan strategi pemesanan pada PT.Rak Prima kabupaten Pinrang.

Analisis dan Pembahasan .1 Analisis

  • Pembahasan

Pada tahun 2013, unit yang diproduksi perseroan sebanyak 222401 unit dengan jumlah unit terjual 162419 unit, hal ini mengalami penurunan karena banyaknya kompetitor, pada tahun ini harga jual dipatok sebesar Rp60.000/bola sehingga volume penjualan sebesar Rp. Pendekatan biaya produksi penuh sebagai dasar penentuan harga jual menekankan pada pengklasifikasian biaya menurut fungsinya. Untuk membuktikan hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis selisih harga jual dengan menggunakan metode akuntansi biaya penuh dan akuntansi variabel.

Berdasarkan tabel di atas ditampilkan rincian metode penentuan harga jual dengan pendekatan full cost dan biaya variabel. Dimana pada tahun 2012 pada penentuan harga jual dengan pendekatan full cost sebesar Rp39.687 dengan pendapatan sebesar Rp, dibandingkan dengan menggunakan pendekatan biaya variabel harga jual lebih rendah sebesar Rp. 39.687 dengan hasil penjualan Rp. Dibandingkan dengan penggunaan biaya variabel, harga jual Rp lebih rendah.

39.687 dengan hasil penjualan sebesar Rp dibandingkan dengan pendekatan biaya variabel dengan harga jual sebesar Rp. dan pada tahun 2016 dengan menentukan harga jual berdasarkan pendekatan full cost dengan harga jual Rp. Berdasarkan tabel diatas terlihat tingkat harga jual menggunakan target biaya tahun 2012 sampai dengan tahun 2016.

Sedangkan pada tahun 2012 dengan harga jual sebesar Rp 32.000, hasil penjualan yang dicapai perusahaan sebesar Rp. Dimana dengan menggunakan metode cost plus pricing dengan pendekatan full cost diperoleh harga jual sebesar Rp. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga jual ditentukan dengan menggunakan metode cost plus pricing, yaitu menggunakan cost plus pricing dengan pendekatan full cost sebesar Rp.

Berdasarkan hasil analisis penentuan harga jual dengan metode cost plus price dan metode target cost pada PT Rak Prima Kabupaten Pinrang lebih efisien dan akurat dibandingkan dengan harga jual yang ditentukan perusahaan. Dengan demikian, ketika menentukan harga jual dengan menggunakan cost plus price dan target cost, perusahaan dapat melihat biaya-biaya yang dikeluarkan sehingga dapat terjadi penghematan biaya.

Tabel 4.7 Biaya Bahan Baku
Tabel 4.7 Biaya Bahan Baku

Saran

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Jadwal penelitian
Tabel 4.7 Biaya Bahan Baku
Tabel 4.8 Biaya Tenaga Kerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan perhitungan beberapa biaya seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik, maka menghasilkan harga pokok produksi dan harga