• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen KABUPATEN PINRANG (Halaman 71-76)

BAB I PENDAHULUAN

4.2 Analisis dan Pembahasan .1 Analisis

4.2.2 Pembahasan

a. Penentuan harga jual dengan menggunakan cost plus pricing pada PT Rak Prima Kabupaten Pinrang

Dari data analisis yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa perhitungan harga jual dengan menggunakan cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variabel costing, dimana dengan menggunakan full costing harga jual lebih tinggi jika dibandingkan dengan variabel costing.

Untuk membuktikan hal tersebut maka dapat dilihat dari hasil analisis perbedaan harga jual dengan menggunakan metode pendekatan full costing dan variabel costing

Tabel 4.17 Akumulasi tingkat harga jual dengan menggunakan cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variabel costing pada

PT Rak Prima tahun 2012-2016

Sumber : Hasil olahan data

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan data metode penentuan harga jual dengan pendekatan full costing dan variabel costing. Akumulasi tingkat harga jual yang ditentukan perusahaan dengan perbandingan metode cost plus pricing sehingga outputnya adalah hasil dari tingkat harga jual terhadap hasil penjualan yang di dapatkan pada PT. Rak Prima Kabupaten Pinrang. Dimana pada tahun 2012 dengan penentuan harga jual dengan pendekatan full costing sebesar Rp.39.687 dengan hasil penjualan Rp.11.143.514.295 jika dibandingkan dengan menggunakan pendekatan variabel costing maka harga jual lebih rendah sebesar Rp. 30.738 maka hasil penjualan sebesar Rp.8.630.769.330. pada tahun 2013 dengan penentuan harga jual dengan pendekatan full costing sebesar Rp.

39.687 dengan hasil penjualan Rp.6.445.922.853 jika dibandingkan dengan menggunakan variabel costing maka harga jual lebih rendah sebesar Rp. 30.738

T a h u n

Harga jual perusah

aan

Metode cost plus pricing

Unit yang terjual

Hasil penjualan Total selisih

Harga jual perusahaan

Metode cost plus pricing Metode cost plus pricing Full

costing

Variable

costing Full costing Variabel

costing

Full costing Variabel costing

(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

(Rp) (Rp) (Rp)

2012 80.000 39.687 30.738 280785 22.462.800.000 11.143.514.295 8.630.769.330 11.319.285.705 13.832.630.670 2013 60.000 39.687 30.738 162419 9.745.140.000 6.445.922.853 4.992.435.222 3.299.217.147 4.752.704.778 2014 45.000 39.687 30.738 187129 8.420.805.000 7.426.588.623 5.751.971.202 994.216.377 2.668.833.798 2015 55.000 39.687 30.738 29415 1.617.825.000 1.167.393.105 904.158.270 450.431.895 713.666.730 2016 100.000 39.687 30.738 90982 9.098.200.000 3.610.802.634 2.796.604.716 5.487.397.366 6.301.595.284

maka hasil penjualan Rp. 4.992.435.222. dan pada tahun 2014 dengan penentuan harga jual dengan pendekatan full costing sebesar Rp. 39.687 dengan hasil penjualan Rp.7.426.588.623 jika dibandingkan dengan pendekatan variabel costing dengan harga jual sebesar Rp. 30.738 maka hasil penjualan Rp.

5.751.971.202. dan pada tahun 2015 dengan penentuan harga jual dengan pendekatan full costing dengan harga jual sebesar Rp. 39.687 dengan hasil penjualan Rp. 1.167.393.105 jika dibandingkan dengan pendekatan variabel costing dimana pada tahun 2015 dengan harga jual sebesar Rp. 30.738 maka hasil penjualan sebesar Rp. 904.158.270 dan pada tahun 2016 dengan penentuan harga jual dengan menggunakan pendekatan full costing dengan harga jual sebesar Rp. 39.687 dengan hasil penjualan Rp. 3.610.802.634 jika dibandingkan dengan menggunakan metode variabel costing dengan harga jual sebesar Rp.30.738 maka hasil penjualan sebesar Rp.2.796.604.716.

b. Penentuan harga jual dengan menggunakan metode target costing

Tabel 4.18 Akumulasi tingkat harga jual dengan metode target costing

Sumber: Hasil Olahan Data Tahun

Harga jual perusah

aan

Metode target costin

g

Biaya per ball

Unit terjual

Harga jual perusahaan

Metode target costing

Total Biaya per ball

2012 80.000 32.000 27.370 280785 22.462.800.000 8.985.120.000 7.685.085.450 2013 60.000 32.000 27.370 162419 9.745.140.000 5.197.408.000 4.445.408.030 2014 45.000 32.000 27.370 187129 8.420.805.000 5.988.128.000 5.121.720.730 2015 55.000 32.000 27.370 29415 1.617.825.000 941.280.000 805.088.550 2016 100.000 32.000 27.370 90982 9.098.200.000 2.911.424.000 2.490.177.340

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat harga jual dengan menggunakan target costing dari tahun 2012 sampai 2016. Dimana pada tahun 2012 dengan harga jual Rp.32.000 maka hasil penjualan yang didapat perusahaan sebesar Rp. 8.985.120.000, pada tahun 2013 dengan harga jual Rp.32.000 maka hasil penjualan yang didapat perusahaan sebesar Rp.

5.197.408.000, dan pada tahun 2014 dengan harga jual Rp.32.000 maka hasil penjualan sebesar Rp. 5.988.128.000, pada tahun 2015 dengan harga jual Rp.

32.000 maka hasil penjualan yang diperoleh perusahaan sebesar Rp.

941.280.000 dan pada tahun 2016 dengan harga jual Rp. 32.000 maka hasil penjualan sebesar Rp. 2.911.424.000

Setelah dianalisis berdasarkan data yang ada pada perusahaan mengenai akumulasi tingkat harga jual dengan menggunakan cost plus pricing dan target costing pada PT Rak Prima memperoleh hasil bahwa menggunakan metode cost plus pricing dalam menentukan harga jual lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode target costing dimana hal tersebut dapat dilihat dengan hasil penjualan pada PT Rak Prima Kabupaten Pinrang. Dimana dengan menggunakan metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing harga jual sebesar Rp. 39.687 jika dibulatkan menjadi Rp. 40.000 dan menggunakan metode target costing harga jual sebesar Rp. 32.000 maka hipotesis yang di ajukan penulis yaitu diduga bahwa harga jual dengan menggunakan cost plus pricing lebih tinggi jika dibandingkan dengan menggunakan target costing pada PT. Rak Prima Kabupaten Pinrang”

DITERIMA.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan:

1. Hasil analisis bahwa penentuan harga jual dengan menggunakan metode cost plus pricing, dimana dengan menggunakan cost plus pricing dengan pendekatan full costing sebesar Rp. 39.687 perball dan pendekatan variabel costing sebesar Rp. 30.738 perball lebih rendah jika dibandingkan harga jual yang dikeluarkan oleh PT Rak Prima. Disamping itu penggunaan metode target costing biaya target yang harus dikeluarkan perusahaan sebesar Rp.32.000 dimana harga jual yang dinginkan sebesar Rp.40.000 perball jika harga jual lebih tinggi atau lebih rendah maka laba yang diharapkan sebesar Rp. 18.000 tidak tercapai maka dari itu harga jual yang diharapkan tidak boleh lebih tinggi atau rendah agar target costing bisa tercapai sehingga perencanaan laba yang diharapkan bisa tercapai oleh PT Rak Prima Kabupaten Pinrang.

2. Berdasarkan hasil analisis mengenai penentuan harga jual dengan menggunakan metode cost plus pricing dan metode target costing pada PT Rak Prima Kabupaten Pinrang lebih efisien dan tepat jika dibandingkan dengan penentuan harga jual yang diterapkan perusahaan. Dimana PT Rak Prima menentukan harga jualnya dengan menggunakan berdasar pesaing dan berdasar pada pemesanan. Sehingga dalam penentuan harga jual dengan menggunakan cost plus pricing dan target costing perusahaan dapat melihat biaya yang dikeluarkan sehingga dapat terjadi penghematan biaya

yang dikeluarkan perusahaan dan dapat menghasilkan laba penjualan yang diharapkan perusahaan.

Dalam dokumen KABUPATEN PINRANG (Halaman 71-76)

Dokumen terkait