• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN MUSEUM ARSITEKTUR INDONESIA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KAJIAN MUSEUM ARSITEKTUR INDONESIA"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Berdasarkan pengertian di atas, maka kata arsitektur dan arsitek mengandung dua hal, yaitu sesuatu yang tidak berwujud berupa ilmu merancang keindahan bangunan, serta hal yang berwujud berupa “karya” fisik yang merupakan hasil dari penerapan desain ilmiah pada bangunan yang disebut karya arsitektur. Adapun hal-hal yang belum digali dalam literatur di atas, telah dilengkapi dengan Perpustakaan Sejarah Budaya Indonesia - Seri Arsitektur11 dengan enam bagian pembahasan, antara lain: (1) Pengantar Sejarah Arsitektur, (2) Hidup di Nusantara: Arsitektur kehidupan sehari-hari, (3) ) Perjumpaan dengan kebudayaan India dan Cina, (4) Perjumpaan dengan kebudayaan Islam, (5) Perjumpaan dengan kebudayaan Eropa, (6) Membangun karakter bangsa. Karya arsitektur di Indonesia, baik yang tertinggal maupun yang sudah mati, merupakan ekspresi peradaban Indonesia.

Pada masanya, Soekarno meninggalkan jejak Indonesia Baru yang modern melalui sejumlah karya arsitektur besar yang lebih dikenal dengan proyek Mercusuar Soekarno. Kebijakan deregulasi ekonomi Pakto 1988 dari Soeharto telah membawa perubahan besar dalam peradaban arsitektural di Indonesia, khususnya di ibu kota, dalam karya-karya arsitektural yang berorientasi pada keinginan investor asing yang didikte oleh pabrikan-pabrikan negeri asal, yang pada saat yang sama membawa kepentingan mereka sendiri. arsitek desain sendiri untuk praktek di Indonesia. Namun, di sisi lain, Suharto juga mendorong terciptanya karya arsitektur bernuansa lokal untuk gedung pemerintahan, mengadopsi keindahan atap arsitektur tradisional pada bangunan berarsitektur modern.

TANTANGAN DUNIA ARSITEKTUR DI MASA DEPAN

TEKS AKADEMIK 11 Dari waktu ke waktu Soeharto membuka pintu masuknya investasi asing melalui bisnis real estate pada pemerintahan SBY, peradaban Indonesia mengalami kemunduran dalam penelitian desain. Kemampuan mengakses informasi melalui internet memungkinkan arsitek Indonesia beradaptasi dengan gaya arsitektur asing yang digunakan di Indonesia. Kecanggihan interaksi melalui ruang maya melahirkan karya-karya imitasi, simulacra, yang secara alamiah kurang memiliki makna dibandingkan karya arsitektural karena tidak dirancang dengan ide yang jenius untuk mengatasi permasalahan keruangan Indonesia yang khas.

Di sisi lain, keikutsertaan dalam pameran arsitektur internasional dapat dipenuhi sebagai peserta paviliun Indonesia pada Pameran Biennial Arsitektur 2014 dengan menghadirkan catatan keterampilan pertukangan di Indonesia yang telah mengiringi kegiatan arsitektur dalam satu abad 'pertukangan' di Indonesia dari tahun 1914- 2014. Masa puncak pertukangan sekaligus penurunan karena tergantinya karya arsitektur kontekstual oleh karya arsitektur yang lebih didominasi oleh kepentingan para industrialis/produsen bahan bangunan. Situasi yang membuat arsitek mengorientasikan dirinya pada ketersediaan material otomatis mengabaikan pentingnya pentingnya kehadiran karya arsitektur.

TEKS AKADEMIK 12 lingkungan – keberlanjutan untuk membuat dan menulis teori baru, inovasi desain dan material baru yang lebih berkelanjutan. Sementara itu, kemajuan teknologi juga mempengaruhi gaya hidup penerus bangsa yang lebih mengandalkan budaya serba instan, praktis dan fleksibel, yang nantinya akan mempengaruhi konsep desain arsitektur. Sejumlah tantangan tersebut memerlukan pemetaan gagasan arsitektur secara terstruktur yang dapat divisualisasikan sebagai substansi Museum Arsitektur Indonesia, yang akan terekam sebagai jejak konstruktif dari pemikiran arsitek yang berupaya mencari jalan keluar untuk mengembalikan kemungkinan-kemungkinan keindonesiaan. arsitek untuk menenun peradaban mereka sendiri dengan gemilang di masa depan.

BAB III

PENDIRIAN MUSEUM ARSITEKTUR INDONESIA

NAMA MUSEUM, MAKNA, DAN ARTI PENTING MUSEUM ARSITEKTUR INDONESIA

  • Usulan Nama Museum
  • Makna
  • Arti Penting Museum Arsitektur Indonesia
  • Visi dan Misi
  • Tujuan
  • Kriteria dasar pemilihan lokasi
  • Alternatif lokasi dan justifikasinya Matrik 1

Pusat kajian dan pengembangan sejarah, pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan arsitektur sebagai ilmu/seni konstruksi; Media presentasi dan evaluasi karya arsitektur dari berbagai tokoh dan arsitek di Indonesia dan dunia. Menghadirkan kekayaan khazanah arsitektural yang dimiliki bangsa Indonesia dari masa ke masa sebagai bagian penting dalam pembangunan peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia;

Mendidik masyarakat untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal yang melekat pada karya arsitektur tersebut, yang akan memberikan kesadaran untuk diwariskan dan dilestarikan secara lintas generasi, serta memberikan inspirasi dalam membangun peradaban di masa depan; Menyajikan karya arsitektur Indonesia secara terpadu dengan cara penyajian yang atraktif, interaktif, menggunakan kemajuan teknologi (TIK) yang akan membangkitkan kebanggaan bangsa Indonesia. Jakarta sebagai ibukota memiliki akses yang sangat mudah dari pusat internasional, nasional dan regional, serta telah menjadi tujuan wisata 2. yang berkembang sebagai pusat budaya.

Banyak karya arsitektur Indonesia, seperti berupa karya arsitektur peninggalan kolonial, arsitektur pada masa awal. kemerdekaan, dalam arsitektur modern di Indonesia saat ini. a) Arsitektur Tradisional, (b) Warisan Klasik Indonesia. Banyak karya arsitektur Indonesia, terutama peninggalan arsitektur kolonial, seperti kota tua Semarang dengan Gereja Blendugnya, Lawang Sewu, dll. a) Arsitektur Tradisional – Arsitektur Tradisional, (b) Warisan Klasik Indonesia –. kolonialisme di kota Semarang, termasuk kawasan kota lama. Yogyakarta/Solo memiliki akses yang sangat mudah dari pusat-pusat nasional dan daerah, dan telah menjadi tujuan wisata.

Yogyakarta/Solo merupakan kawasan dengan ikon-ikon karya peradaban masa lalu (Borobudur, Prambanan dan Keraton), yang sekaligus dapat menjadi contoh langsung karya arsitektur pada masanya (sebagai museum hidup). Surabaya sangat mudah diakses dari hub nasional/regional dan telah menjadi tujuan wisata.

KONSEP MUSEUM ARSITEKTUR

  • Fungsi Museum (penelitian, preservasi, dan komunikasi)

Kegiatan konservasi ini lebih menitikberatkan pada sistem konservasi preventif, yaitu kegiatan preventif atau tindakan untuk mengintegrasikan koleksi dengan lingkungan tempat koleksi tersebut ditempatkan. dalam satu kesatuan dengan lingkungannya, yaitu lingkungan makro (gedung dan bangunan museum) dan lingkungan mikro (lemari penyimpanan koleksi dan etalase). Selain itu, lokasi koleksi juga menjadi faktor yang harus diperhatikan saat melakukan kegiatan konservasi.

Konservasi adalah tindakan yang menggunakan teknologi dan seni dalam pengawetan koleksi, sehingga pengertian pengawetan dan konservasi hampir sama yaitu dalam rangka menjaga koleksi agar tidak rusak atau terkena penyakit. Hal ini menyebabkan munculnya paradigma baru dalam konservasi yaitu konservasi preventif dengan pendekatan pengelolaan resiko berdasarkan faktor-faktor penyebab kerusakan sehingga terjadi perubahan nilai koleksi individu. Komunikasi meliputi diseminasi hasil penelitian berupa pengetahuan dan pengalaman dalam bentuk pameran dan program publik (layanan pendidikan bagi pengunjung).

Pada komunikasi tatap muka pengunjung dapat langsung berkomunikasi dengan pengelola museum, sedangkan pada komunikasi massa pengunjung tidak dapat melakukannya sehingga terkadang terjadi distorsi pesan yang ingin disampaikan jika metode komunikasi yang digunakan kurang tepat. Oleh karena itu, selain sebagai pusat informasi dan dokumentasi, museum juga berfungsi sebagai komunikator yang menyampaikan isi koleksi kepada masyarakat, melalui pameran dan program edukasi bagi pengunjung, serta publikasi museum.

MATERI KOLEKSI – STORYLINE

Menampilkan karya arsitektur tradisional yang mewakili berbagai wilayah budaya di Indonesia yang sarat akan kearifan lokal sebagai adaptasinya. Era perkembangan arsitektur yang ditandai dengan perkembangan kota dan masjid yang khas, sebagai ciri perkembangan kebudayaan Islam pada masanya, di berbagai tempat di Indonesia.

KONSEP PENYAJIAN MATERI KOLEKSI

Dalam hal ini, terdapat berbagai fasilitas dan resource yang dapat digunakan, antara lain ruang audiovisual yang menawarkan pemutaran berupa film pendek (dokumenter) tentang arsitektur Indonesia; pemberian barcode pada objek/koleksi khusus yang dilengkapi headset bagi pengunjung; komputer interaktif, LCD/layar, dinding grafis, dan sebagainya. Beberapa museum yang dapat dijadikan benchmark antara lain (1) Museum Gempa Bumi Great Hanshin Awaji, Kobe, Jepang; (2) Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda; Museum ini juga dikenal sebagai Pusat Pengurangan Bencana dan Renovasi Manusia, didirikan pada April 2002 oleh pemerintah Prefektur Hyogo (provinsi) dan pemerintah Jepang, merupakan pusat penelitian dan pelatihan pengurangan risiko bencana terbesar di dunia.

Ruang ini merupakan ruang transisi yang secara psikologis mengarahkan pengunjung ke ruang audiovisual tempat pengunjung dapat menonton film pendek yang dramatis; selama 15 menit dan menampilkan proses robohnya rumah penduduk, terlemparnya gerbong kereta, kecelakaan mobil beruntun di jalan raya, jembatan roboh dan kebakaran di sudut-sudut kota. Kedipan lampu dan getaran di lantai berkontribusi pada efek dramatis pertunjukan. Film pendek ditampilkan dalam bahasa Jepang, tetapi alat terjemahan disediakan untuk pengunjung asing. Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda merupakan salah satu museum yang memiliki koleksi etnik terlengkap di dunia.

Dalam mengembangkan koleksinya, pihak museum sangat memperhatikan perolehan material yang menggambarkan perkembangan sejarah dalam sejarah dunia, namun asal muasal koleksi museum berasal dari material yang diperoleh pada saat Jepang resmi tertutup dari dunia luar dan dibuka hanya melalui jalur kecil. pulau di teluk Nagasaki, Decima. Untuk mengetahui koleksi benda apa saja yang tersimpan di museum ini, Anda bisa melihat di database digital yang dimiliki museum ini. Museum ini memadukan cara/metode konvensional yang dipadukan dengan teknologi modern dalam memamerkan koleksinya.

Museum Arsitektur Indonesia adalah museum yang termasuk dalam kategori museum pendidikan (museum sains), yang mengkhususkan diri pada koleksi benda-benda arsitektur, seni, dan arkeologi. Direncanakan akan menampilkan/memamerkan karya arsitektur Indonesia berupa sejarah perkembangan arsitektur dalam bentuk alur cerita, miniatur dan replika yang akan disusun berdasarkan periode tertentu (perkembangan arsitektur di Indonesia) dan dibagi secara tematik dalam 5 (lima) ) kategori, yaitu: (a) Arsitektur Tradisional, (b) Warisan Klasik Indonesia – Bangunan Bersejarah Klasik Indonesia, (c) Kota, Masjid dan Istana – Kota, Masjid dan Istana, (d) Arsitektur dari abad 17 sampai 19 – 17 arsitektur abad ke-19, dan (e) Arsitektur dan identitas modern – Arsitektur dan identitas modern. Koleksi akan dipamerkan dalam bentuk koleksi permanen dan/atau koleksi temporer (termasuk koleksi pinjaman dari museum lain, baik dalam maupun luar negeri) dengan bekerjasama melalui World Museums Network (ICOM).

Berabad-abad – arsitektur abad ke-17 hingga ke-19, dan (e) Arsitektur dan identitas modern – arsitektur dan identitas modern.

Graphic Wall dan Audiovisual Sebagai Latar Belakang Benda Koleksi, Diciptakan dan  Dikreasikan Melalui Riset, Sesuai dengan Tema Tertentu
Graphic Wall dan Audiovisual Sebagai Latar Belakang Benda Koleksi, Diciptakan dan Dikreasikan Melalui Riset, Sesuai dengan Tema Tertentu

DEPARTEMEN

Bangunan museum akan dirancang berdasarkan program tata ruang yang akan dijabarkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan ruang yang ada. TEKS AKADEMIK 33 Dinas Konservasi dan Riset Ilmiah berfungsi melakukan konservasi terhadap benda-benda koleksi museum. Juga melakukan promosi dan publikasi melalui berbagai program, misalnya seminar/workshop termasuk kerjasama dengan museum lain baik di dalam maupun luar negeri terkait dengan peminjaman dan/atau peningkatan kualitas pengelolaan koleksi.

Sub Bagian Riset Ilmiah juga berfungsi mengelola dan melaksanakan pembangunan museum bekerja sama dengan International Network of Museums (ICOM). Sedangkan subbagian Arsip berfungsi untuk melaksanakan data dan informasi yang berkaitan dengan benda-benda koleksi museum.

PROGRAM RUANG DAN LUASAN

VISITOR AND

RUANG PAMER TEMPORAL

Ruang pamer anak merupakan ruang yang didesain khusus dimana interior dan sistem pamernya disesuaikan dengan skala/ukuran (ergonomi) anak.

RUANG KURATOR/

PENDUKUNG 1. RUANG TAMU VVIP DENGAN TOILET

  • RUANG
  • RUANG MEKANIKAL ELEKTRIKAL
  • RUANG PENYIMPANAN DAN LOADING DOCK

Gambar

Graphic Wall dan Audiovisual Sebagai Latar Belakang Benda Koleksi, Diciptakan dan  Dikreasikan Melalui Riset, Sesuai dengan Tema Tertentu

Referensi

Dokumen terkait

2, May 2018 Printed in Indonesia Pages: 339-358 FRAMEWORK FOR ANALYSING EDUCATIONAL EQUITY IN THE ENGLISH EDUCATION SYSTEM Dalida Agri1; Anthony Berry2; Juliette Arandia3;