• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kanvas BAGJA Model Budaya literasi

N/A
N/A
Slamet Wiyono Wahyu Utomo

Academic year: 2024

Membagikan " Kanvas BAGJA Model Budaya literasi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

● Pertanyaan utama dibuat untuk menentukan arah penyelidikan

kekuatan/aset/potensi/pelua ng; mendefinisikan tujuan, memprovokasi atau

menginisiasi perubahan (prakarsa). Biasanya hanya 1 atau 2 saja. Secara

redaksional menyertakan dengan prakarsa perubahan yang telah ditulis.

● Tindakan yang diharapkan pada tahap ini dapat dilakukan untuk menggalang atau

membangun tim perubahan, mendapatkan dukungan, serta konfirmasi tingkat prioritas (urgensi) dari prakarsa perubahan yang dibuat

 Melakukan dialog dengan murid, rekan sejawat, kepala sekolah tentang program budaya literasi di sekolah berkaitan dengan dukungan dan urgensinya.

1

Mengapa kita perlu

mewujudkan budaya literasi yang berkelanjutan di kelas?

Bagaimana mewujudkan budaya literasi yang berkelanjutan di kelas?

PERTANYAAN

DAFTAR

TINDAKAN/PENYELIDIKAN

yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan utama (Define)

BAGJA | Mewujudkan Budaya Literasi yang Berkelanjutan di Kelas

(2)

●Pertanyaan di tahap ini adalah pertanyaan-

pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/

aset/potensi/peluang lewat kegiatan penyelidikan;

mengidentifikasi/mengapresi asi yang terbaik dari apa yang telah ada, menemukan

"inti positif". Tiap pertanyaan dibuat dengan hati-hati dan bernada positif.

●Tindakan yang diharapkan pada tahap ini adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk menggali fakta, memperoleh data, apakah lewat diskusi kelompok

kecil/besar, survei/kuesioner, bagaimana melibatkan

beragam dan berbagai pihak (multi unsur).

PERTANYAAN

 Mencaritahu siapa guru yang pernah dan

berpengalaman melakukan program budaya literasi

 Menggali harapan dan cita- cita setiap peserta didik

 Mendiskusikan dengan peserta didik tentang buku bacaan atau sumber literasi lain yang disukai peserta didik

 Melibatkan peserta didik untuk menemukenali

kekuatan, potensi diri yang dimiliki

Siapakah rekan guru di sekolah yang pernah menerapkan program budaya literasi di sekolah?

Apa pengalaman

menyenangkan dan berhasil yang pernah dialami guru dalam melaksanakan program budaya literasi di sekolah?

Apa saja buku bacaan yang disukai anak-anak selama ini?

Bagaimana pengadaan buku dan sumber belajar lain yang berhasil dilakukan dalam mendukung program budaya literasi selama ini?

DAFTAR

TINDAKAN/PENYELIDIKAN

yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

A-mbil pelajaran

(Discover)

(3)

 Menanyakan pendapat setiap anggota kelas tentang

kemauan dan harapan mereka

 Membuat desain dan suasana pojok baca di kelas secara menarik

DAFTAR TINDAKAN/PENYELIDIKAN

yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

G-ali mimpi

(Dream) PERTANYAAN

Apa saja kegiatan yang dapat dilakukan di program budaya literasi ini?

Bagaimana perasaan saya ketika sudah mampu mengimplementasikan budaya literasi ini di kelas?

Apa yang harus dilakukan untuk terus merawat keberlanjutan dan terus menarik minat peserta didik terhadap budaya literasi?

● Diharapkan, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pada tahap ini dapat

digunakan untuk menyusun narasi kolektif bilamana prakarsa perubahan telah terwujud, membuat

bayangan, dan gambaran masa depan yang membumi karena digali dari masa lalu yang positif.

● Tindakan dalam tahap ini dilakukan untuk membuka lebih banyak kesempatan menjawab pertanyaan yang telah dibuat dan berproses untuk memaknai hasil temuan, menggali mimpi bersama-sama, kapan, di mana, dan dengan siapa saja.

(4)

Apa langkah yang dilakukan untuk menyiapkan program budaya literasi yang

diimpikan dan berkelanjutan?

Berapa lama target waktu untuk menyiapkan program budaya literasi di kelas?

Bagaimana pengaturan agar pojok literasi tetap nyaman dan dapat digunakan

dengan baik?

Apa hal pertama yang dapat dilakukan untuk

mewujudkan program budaya literasi dan berkelanjutan?

 Membuat capaian yang realistis di setiap

minggunya.

 Menyediakan fasilitas buku- buku secara lengkap

maupun sumber literasi lain yang relevan

 Menyusun aturan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan peserta didik dalam pelaksanaan program

DAFTAR

TINDAKAN/PENYELIDIKAN

yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

● Pertanyaan di tahap ini

diharapkan dapat membantu mengidentifikasi tindakan konkret atau menjabarkan langkah-langkah yang

diperlukan. Baik langkah kecil sederhana yang dapat

dilakukan segera, atau langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan proses pencapaian.

● Tindakan yang diharapkan pada tahap ini dilakukan untuk membantu terciptanya organisasi yang ideal dalam pencapaian mimpi,

mempertahankan proses perubahan positif,

menetapkan kriteria kesuksesan pencapaian tahap demi tahap.

J-abarkan Rencana

(Design) PERTANYAAN

(5)

 Menyusun siapa saja tim kerja yang terlibat dan job deskripsinya

 Menentukan tenggat waktu untuk penyelesaian tugas

Siapa yang bisa saya libatkan dan membantu saya dalam mewujudkan rencana ini?

Apa saja peran yang

dibutuhkan dan siapa yang mengisi peran tersebut?

Siapa saja yang

bertanggungjawab atas keberlangsungan program ini agar tetap lancar dan

berkelanjutan?

Kapan program ini dapat dimulai?

● Pertanyaan pada tahap ini diharapkan dapat

menentukan siapa yang akan berperan dalam pengambilan keputusan, memulai ‘budaya belajar yang apresiatif’ secara berkelanjutan;

menyelaraskan interaksi setiap orang (unsur) terlibat (termasuk

mengelola konflik/resiko), memonitor/ mengambil pembelajaran dari proses yang telah dilakukan.

● Tindakan di tahap ini

dilakukan untuk mendesain pola komunikasi dan

pengelolaan rutinitas (misal: protokol (SOP), budaya belajar (monitoring, evaluasi, refleksi).

5

DAFTAR

TINDAKAN/PENYELIDIKAN

yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

A-tur eksekusi

(Deliver) PERTANYAAN

Referensi

Dokumen terkait

Variabel ingin diketahui melalui angket mencakup; dokumen kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran, proses pembelajaran, fasilitas, kemampuan peserta didik dan

• Peserta didik diminta untuk meningkatkan pemahamannya mengenai konsep, prinsip, atau teori yang telah dipelajari dari buku-buku pelajaran atau sumber informasi lain yang relevan.

Dengan demikian budaya literasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam peserta didik SMP Negeri 22 Surabaya pendidik menerapkan membaca skimming dengan model pembelajaran

1805 sekolah seharusnya menyediakan fasilitas untuk membantu peserta didik dan guru dalam menyalurkan inovasi media dalam pembelajaran, dengan memberikan ruang untuk mengembangkan