UJIAN TENGAH SEMESTER
Nama Lengkap : Dio Rizky Alamsyah NIM/Kelas : 11220920000114 / B Program Studi : Agribisnis
Mata Kuliah : Pembiayaan dan Investasi Syariah Dosen : Dewi Rohma Wati, SP, M.Si Hari/Tanggal :
……/……PERTANYAAN:
Pilih satu komoditi unggulan Indonesia lalu jelaskan secara komprehensif karakteristik dan permasalahannya lalu kebijakan dan regulasi apa saja yang dikeluarkan oleh pemerintah serta dalil yang menguatkan. Kemudian dari sisi lembaga keuangan, jelaskan lembaga yang cocok untuk mengakomodir kebutuhan pembiayaan/investasi usaha agribisnis tersebut!
JAWABAN:
NAMA KOMODITI Kunyit
KABUPATEN/PROVINSI Wonogiri, Jawa Tengah
Komoditas Kunyit di Wonogiri, Jawa Tengah
1. Karakteristik Komoditas Kunyit di Wonogiri
• Jenis: Kunyit (Curcuma domestica L.)
• Iklim: Tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun dan suhu 20-30°C.
• Ketinggian: Tumbuh optimal di ketinggian 0-1.000 mdpl.
• Lama Panen: 7-8 bulan setelah tanam.
• Ciri fisik: Batang semu berwarna hijau kekuningan, daun lancip berwarna hijau tua, rimpang berwarna kuning oranye, aroma khas.
2. Jumlah Petani dan Produksi Kunyit di Wonogiri
• Jumlah Petani: Data BPS tahun 2021 menunjukkan terdapat 12.054 rumah tangga petani kunyit di Wonogiri.
• Jumlah Produksi: Pada tahun 2021, produksi kunyit di Wonogiri mencapai 5.112.379 kg, menjadikan Wonogiri sebagai daerah penghasil kunyit terbesar di Jawa Tengah.
• berdasarkan data BPS tahun 2020, terdapat 88.638 ha lahan tegalan di Wonogiri. Lahan tegalan ini berpotensi untuk ditanami kunyit
Foto Ini oleh Penulis Tidak Diketahui
3. Permasalahan pada Komoditas Kunyit di Wonogiri
• Produktivitas rendah: Produktivitas kunyit di Wonogiri masih tergolong rendah, yaitu sekitar 10-15 ton/ha, dibandingkan dengan potensi yang bisa mencapai 30-40 ton/ha.
• Harga yang berfluktuasi: Harga kunyit di pasaran seringkali berfluktuasi, sehingga berdampak pada pendapatan petani.
• Akses pasar yang terbatas: Petani masih kesulitan mengakses pasar yang lebih luas, sehingga mereka terpaksa menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga yang lebih rendah.
• Serangan hama dan penyakit: Kunyit rentan terhadap serangan hama dan penyakit, seperti penyakit daun bercak dan busuk batang.
4. Kebijakan dan Regulasi Pemerintah Terkait Komoditas Kunyit di Wonogiri
• UU No. 19 Tahun 2014 tentang Pangan: UU ini mengatur tentang jaminan ketersediaan pangan, termasuk kunyit.
• Peraturan Menteri Pertanian No. 26 Tahun 2018 tentang Pedoman Budidaya Kunyit:
Peraturan ini memberikan panduan terperinci untuk praktik budidaya kunyit, yang mencakup aspek-aspek seperti persiapan lahan, penanaman, pengendalian hama dan penyakit, panen, dan penanganan pasca panen.
• Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri No. 10 Tahun 2023 tentang Pengembangan Budidaya Kunyit: Peraturan daerah ini secara khusus berfokus pada pengembangan budidaya kunyit di Wonogiri, yang menguraikan strategi untuk meningkatkan produksi, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat akses pasar.
5. Dalil yang Menguatkan
• Permintaan pasar yang tinggi: Permintaan kunyit di pasaran terus meningkat, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat kunyit untuk kesehatan dan kecantikan.
• Potensi agroklimat yang mendukung: Wonogiri memiliki agroklimat yang mendukung untuk budidaya kunyit, seperti curah hujan dan suhu yang sesuai.
• Adanya dukungan pemerintah: Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung pengembangan komoditas kunyit, termasuk di Wonogiri.
6. Jelaskan lembaga yang cocok untuk mengakomodir kebutuhan pembiayaan/investasi usaha pada komoditi
Lembaga Keuangan untuk Komoditas Kunyit di Wonogiri
Para pelaku usaha kunyit di Wonogiri memiliki beberapa pilihan lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan atau investasi mereka. Berikut beberapa lembaga yang potensional:
Lembaga Pemerintah:
• Kementerian Pertanian (Kementan): Kementan menawarkan berbagai program dan skema pembiayaan melalui lembaga terkait, seperti Direktorat Jenderal Prasarana Pertanian (Ditjen Prasarana Pertanian) dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen Tanaman Pangan).
Program tersebut bertujuan untuk mendukung usaha pertanian, termasuk produsen komoditas.
Lembaga Keuangan Mikro:
• Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM): Lembaga ini menyediakan pinjaman mikro dan layanan keuangan kepada petani skala kecil, koperasi, dan usaha mikro lainnya yang terlibat dalam sektor komoditas.
• Dana Desa: Dana Desa yang dialokasikan pemerintah pusat ke desa dapat digunakan untuk mendukung proyek produksi pertanian dan komoditas berbasis masyarakat.
- JAWABANMAKSIMAL1000KATA
- JANGAN MENGUBAH FORMAT SEDIKIT PUN. ISIKAN SAJA LANGSUNG MELALUI TEMPLATE INI!
Daftar Pustaka
Purwanti, D. R., & Widjajanti, I. S. (2020). Analisis Potensi dan Kendala Pengembangan Usaha Kunyit di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 118-125.
Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri. Diakses April 28, 2024, dari https://dinaspertanian.wonogirikab.go.id/
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri. Diakses April 28, 2024, dari https://wonogirikab.bps.go.id/