LANGKAH PENYUSUNAN ALAT UKUR PSIKOLOGI
Shirley Melita, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Atribut Psikologis Sebagai Konstrak Hipotetik
• Atribut psikologis bersifat abstrak
• Batasan dari suatu atribut psikologis tidak selalu dapat diterima dan diberlakukan secara umum
• Bentuk perilaku yg menggambarkan suatu atribut psikologis sering tumpang-tindih dengan bentuk perilaku dari atribut psikologis yg lain
• Atribut psikologis yg bernama sama dapat berbeda batasan
konsepsionalnya
Atribut Psikologis Sebagai Konstrak Hipotetik
SOLUSI??
• Identifikasi tujuan & kawasan ukur secara tegas
• Pemilihan konsep yang hendak digunakan harus mengacu kepada teori mengenai atribut ybs
• Teori → karakteristik & dimensi teoritik yg membentuk atribut → dasar perumusan indikator perilaku yg operasional
TEORI
DIMENSI / ASPEK / KOMPONEN
ATRIBUT
INDIKATOR PERILAKU YG OPERASIONAL
PENULISAN AITEM SKALA
Contoh Kasus
Anda dan teman2 sepakat untuk menonton film bersama pada Sabtu depan. Karena suatu hal, tiba-tiba semua teman Anda memutuskan untuk memajukan hari nonton menjadi Kamis malam, padahal Anda harus belajar karena pada Jumat pagi Anda akan UTS. Apa yg akan Anda lakukan?
a. Karena sudah janji, saya akan ikut nonton bersama
b. Semoga pulang nonton tidak larut sehingga masih sempat belajar
c. Saya nonton sendirian saja pada hari Sabtu
Semakin banyak dimensi / aspek / indikator
perilaku dari suatu atribut, semakin banyak aitem
pada skala yg harus ditulis
Karakteristik Skala Psikologi
• Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yg tidak langsung mengungkap atribut yg hendak diukur
• Berisi banyak aitem
• Respon subyek tidak diklasifikasikan sebagai
jawaban “benar” atau “salah”
SKALA VS ANGKET
SKALA ANGKET
Data berupa konstrak/konsep
psikologis Data berupa fakta
Pertanyaan merupakan stimulus dari indikator perilaku untuk memancing jawaban yg merupakan refleksi dari
keadaan diri subyek
Pertanyaan langsung terarah kepada informasi yg hendak diungkap
Responden biasanya tidak menyadari
apa yg hendak diukur Responden mengetahui apa yg hendak diukur
Respon diberi skor melalui proses penskalaan / scalling
Jawaban tidak dapat diberi skor (harga/nilai), melainkan coding Satu skala hanya mengungkap satu
atribut tunggal Satu angket dapat mengungkap informasi mengenai banyak hal Reliabilitas harus diuji terlebih dulu
secara psikometris Reliabilitas tergantung pada kejujuran responden saat menjawab
Validitas ditentukan oleh kejelasan konsep psikologis yg hendak diukur &
operasionalisasinya
Validitas ditentukan oleh kejelasan tujuan & lingkup informasi yg hendak
diungkap
Format Aitem
01
Format Respon
02
Kaidah Penulisan Aitem
03
Topik
Pembahasan
FORMAT AITEM
Contents Here Contents
Here Contents
Here Contents
Here Contents
Here
Bentuk pernyataan
dengan pilihan respon Bentuk pertanyaan
Kombinasi keduanya
Disertai gambar atau figur
Stimulus berisi
permasalahan, keadaan,
atau situasi
FORMAT RESPON
MENJAWAB
DENGAN KATA- KATA
MEMILIH GAMBAR
MEMILIH PILIHAN JAWABAN YANG DISEDIAKAN
MENGGAMBAR
(pada skala
proyektif)
01
Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS) Ya - Tidak
MENANDAKAN TINGKAT PERSETUJUAN
02
Tidak Pernah, Jarang, Kadang- kadang, Sering, Selalu
MENANDAKAN FREKUENSI KEJADIAN
VARIASI BENTUK MEMILIH JAWA-
BAN
Hal penting untuk diperhatikan…
Pilihan dgn jenjang yg terlalu banyak akan mengaburkan
perbedaan di antara jenjang2 tsb
(membingungkan subyek)
Pilihan berjumlah ganjil dengan
‘Netral’ sebagai pilihan tengah Jenjang ke arah
positif sama banyak dgn jenjang
ke arah negatif
Pilihan tengah harus diwujudkan
sebagai Netral / tidak menentukan pendapat, BUKAN sebagai Ragu-Ragu
BEBERAPA KAIDAH PENULISAN
AITEM
Kaidah Penulisan Aitem
Aitem tidak boleh
menimbulkan penafsiran ganda
Aitem harus memiliki daya beda (discriminating
power)
Aitem tidak langsung menanyakan atribut yg hendak diungkap
Mengacu pada indikator perilaku atau komponen atribut
Kecuali pada skala yg khusus bagi budaya tertentu
Mengikuti tata tulis &
tata bahasa Indonesia yg berlaku
Gunakan kata-kata & kalimat yg sederhana, jelas, dan mudah dimengerti
Kaidah Penulisan Aitem
Isi aitem tidak boleh mengandung social desirability
Untuk
menghindari stereotipe
jawaban, aitem dibuat dalam arah favorabel dan
unfavorabel
Ringkas :
menghindari kata- kata yg tidak
diperlukan
Setiap aitem berisi hanya satu ide (gagasan) yang lengkap
Kaidah Penulisan Aitem
Hindari aitem yg berisi kata negatif ganda
Jangan menulis aitem yg berupa fakta atau aitem yg sangat besar
kemungkinannya akan disetujui/ tidak disetujui oleh hampir semua orang
Misal : tidak pernah, semuanya, selalu, tak seorangpun, dsb
Hindari aitem yg berisi unsur universal
Kata-kata seperti “hanya”,
“sekedar”, “semata-mata” dan sejenisnya digunakan seperlunya saja