• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus Gugatan Kesultanan Yogyakarta terhadap PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)

N/A
N/A
fransintaanggraini

Academic year: 2025

Membagikan "Kasus Gugatan Kesultanan Yogyakarta terhadap PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Kasus Gugatan Kesultanan Yogyakarta terhadap PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)

Mata Kuliah:

Hukum Perdata Dosen Pengampu:

Dr. Adhiputro Dr. Adhiputro Pangarso Wicaksono, S.H., M.H.

Kelompok: 6

1. Dimas aska s (E2406103501031) 2. Dimas bayu ardiansya (E2406103501018) 3. Bagus Tri Prasetyo (E2406103501023) 4. Ahmad Asyhab R (E2406103501038) 5. Salsabila Halena D (E2406103505034)

UNIVERSITAS BOYOLALI 2025/2026

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada bapak Dr. Adhiputro Pangarso Wicaksono, S.H., M.H. sebagai dosen pengampu mata kuliah Hukum Perdata yang telah membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.

Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Boyolali, 17 Juni 2025

Kelompok 6

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1. Latar Belakang...1

1.2. Rumusan Masalah...1

1.3. Tujuan Penulisan...1

BAB II PEMBAHASAN...2

BAB III PENUTUP...3

3.1. Kesimpulan...3

3.2. Saran...3

DAFTAR PUSTAKA...4

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Bekalang

Kasus gugatan yang melibatkan Kesultanan Yogyakarta dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) berakar dari sengketa kepemilikan tanah di area Stasiun Tugu Yogyakarta. Tanah seluas 297. 192 meter persegi ini terdaftar sebagai aset milik PT KAI, namun Kesultanan Yogyakarta menyatakan bahwa tanah tersebut merupakan bagian dari Sultan Ground (SG), yang merupakan warisan budaya Kesultanan yang telah ada selama berabad-abad.

Kesultanan Yogyakarta berpendapat bahwa tanah tersebut secara historis dan hukum adalah milik mereka. Di sisi lain, PT KAI menganggap bahwa tanah itu termasuk dalam aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah dikelola sejak masa nasionalisasi tanah pada era kolonial dan kemerdekaan. Sengketa ini bukan sekadar pertikaian lahan, melainkan juga menyangkut persoalan administratif dan legalitas kepemilikan atas aset bersejarah yang memiliki nilai budaya dan historis yang sangat tinggi bagi Kesultanan.

1.2. Rumusan Masalah:

•Apakah secara hukum Kesultanan Yogyakarta atau PT KAI memiliki tanah Sultan Ground di emplasemen Stasiun Tugu Yogyakarta?

•Apakah tindakan PT KAI untuk mencatat tanah Sultan Ground sebagai aset tetap perusahaan sesuai dengan undang-undang? •Berdasarkan Perdais No. 1 Tahun 2017 dan UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, apa konsekuensi hukum dari pencatatan aset tanah Sultan Ground oleh PT KAI?

1.3.Tujuan dari tulisan Tujuan dari makalah ini adalah: memberikan penjelasan tentang alasan di balik sengketa jual beli tanah.

Menguraikan prosedur hukum perdata untuk penyelesaian sengketa.

(5)

Memberi tahu para pihak tentang hak dan tanggung jawab hukum mereka dalam kasus sengketa jual beli tanah.

BAB II PEMBAHASAN

A)Status kepemilikan lahan Sultan Ground di lokasi Stasiun Tugu Yogyakarta secara resmi adalah milik Kesultanan Yogyakarta.

Hal ini didasarkan pada:

UU No. 13 Tahun 2012 mengenai Keistimewaan DIY yang menetapkan bahwa Kasultanan Yogyakarta adalah entitas yang berhak atas tanah Sultan Ground.

Pernyataan resmi dari BPN Yogyakarta yang menyebutkan bahwa tanah tersebut adalah milik Kesultanan, bukan milik PT KAI.

Tuntutan hukum dari Keraton Yogyakarta yang menjelaskan bahwa PT KAI memiliki hanya Hak Guna Bangunan (HGB), tetapi tidak memiliki hak kepemilikan.

B) Langkah PT KAI yang mencatat tanah Sultan Ground sebagai aset tetap bertentangan dengan ketentuan yang ada karena:

Grondkaart (sertifikat kuno dari zaman kolonial) yang digunakan oleh PT KAI tidak diakui sebagai bukti kepemilikan yang sah dalam sistem hukum Indonesia setelah UUPA 1960.

PP No. 27 Tahun 2014 dan PP No. 28 Tahun 2020 yang mengatur bahwa aset tanah BUMN harus terdaftar atas nama negara, bukan atas nama perusahaan.

Perda DIY No. 1 Tahun 2017 menetapkan bahwa pengelolaan tanah Sultan Ground mesti dilakukan sesuai dengan otoritas Kesultanan.

C) Dampak hukum dari pendaftaran aset oleh PT KAI terhadap hak Kesultanan antara lain:

(6)

Pelanggaran hak eksklusif Kesultanan sebagai pemilik yang sah menurut UU No. 13/2012, yang mengakui Kesultanan sebagai badan hukum khusus yang memegang hak kepemilikan.

Kemungkinan pembatalan pendaftaran aset oleh pengadilan, mengingat BPN Yogyakarta telah menyatakan bahwa lahan tersebut tidak milik PT KAI.

Kewajiban PT KAI untuk menyesuaikan pengelolaan kepemilikan tanah berdasarkan keputusan pengadilan serta proses inventarisasi Sultan Ground yang sedang berlangsung.

(7)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Sengketa sipil yang muncul dalam transaksi pembelian tanah sering kali disebabkan oleh kelalaian dalam memeriksa status hukum properti dan kurangnya ketelitian dalam menyusun perjanjian. Hukum sipil Indonesia menawarkan solusi melalui negosiasi, mediasi, atau tindakan hukum di pengadilan. Semua pihak perlu berhati-hati dan melakukan pemeriksaan hukum sebelum melangsungkan transaksi jual beli tanah agar konflik bisa dihindari.

B. Saran

Untuk meminimalkan kemungkinan perselisihan dalam transaksi jual beli tanah:

Semua pihak perlu selalu melibatkan PPAT resmi saat melakukan transaksi tanah.

Pembeli diharuskan untuk memeriksa sertifikat di kantor pertanahan.

Kesepakatan harus disusun secara tertulis, rinci, dan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Hukumonline. (2023, Agustus 15). Sengketa lahan Sultan Ground antara Kesultanan Yogyakarta dan PT KAI.

[https://www.hukumonline.com](https://www.hukumonline.com )

Kompas.com. (2024, Januari 10). Kesultanan gugat PT KAI soal lahan Stasiun Tugu. [https://www.kompas.com]

(https://www.kompas.com)

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. (2017). Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tata Ruang.

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Kereta Api Indonesia (KAI) selaku regulator kereta api di Indonesia. Permasalahan yang dimunculkan adalah: 1.Bagaimana pertanggungjawaban pidana penjaga lintasan kereta api

yang akan menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah data dari. kasus-kasus yang terjadi pada sewa menyewa antara pihak PT KAI

Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai lembaga yang.. menaungi penulis dalam menuntut ilmu serta sebagai sarana sosial

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih, berkat dan penyertaanNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum yang berjudul Perlindungan Konsumen

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan e-business untuk meningkatkan pelayanan bagi para pelanggannya, yang didalamnya terdapat e-commerce untuk melakukan penjualan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI Divre I SU telah melakukan analisis SWOT dalam memformulasikan strategi yang akan disusun dalam meningkatkan

Ibu Sinta Uli S.H.,M.Hum selaku Ketua Program Kekhususan Perdata Dagang Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan selaku dosen pembimbing II yang telah banyak

Kereta Api Indonesia Dalam Mempublikasikan program Mudik Bareng KAI”, dengan konsep yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan Strategi Media Relations