• Tidak ada hasil yang ditemukan

“ Jangan pernah ada kata menangis dalam mencapai mimpimu dan mimpi- mimpi mereka. Dan buatlah dia menangis bukan dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "“ Jangan pernah ada kata menangis dalam mencapai mimpimu dan mimpi- mimpi mereka. Dan buatlah dia menangis bukan dengan"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Operasional

KAJIAN PUSTAKA

Masalah Sosial dan Usaha Rehabilitasi Sosial (Rehabilitatif)

Permasalahan sosial yang menjadi perhatian para sosiolog belum tentu sama dengan apa yang oleh orang lain disebut sebagai “masalah sosial”. Terakhir, perlu dicatat bahwa pasti akan ada reaksi terhadap metode baru karena persoalan sosial menyangkut nilai dan perasaan sosial. Bentuk usaha rehabilitatif yang lebih ideal adalah menangani penyandang masalah sosial yang berorientasi pada pengembangan kapasitas.

Disabilitas Tubuh

  • Definisi Disabilitas Tubuh
  • Jenis-Jenis Disabilitas
  • Faktor Penyebab Disabilitas Tubuh

Di antara miliaran orang di dunia ini, terdapat orang-orang yang mengalami disabilitas, yaitu disabilitas fisik dan mental atau kelainan manusia. Ada berbagai jenis masalah atau situasi yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Penyandang tunanetra biasanya mempunyai kemampuan mendeteksi objek disekitarnya dengan memaksimalkan kemampuan pendengarannya.

Selain buta total, ada juga orang yang buta sebagian dan tidak bisa mengenali tes hitung jari pada jarak tiga meter. Orang yang bisu biasanya disebabkan oleh gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak lahir sehingga membuat anak sulit belajar berbicara secara normal. Penyandang cacat jasmani adalah orang yang mengalami cacat fisik, luka badan, kelainan, luka, dan lain-lain yang disebabkan oleh cedera otak, cedera tulang belakang, kecelakaan, cacat lahir, dan lain sebagainya.

Contoh cacat fisik yang paling mudah adalah seseorang yang tangannya gemuk, kakinya gemuk, lumpuh, kakinya kecil di satu sisi, dan sebagainya. Penyandang disabilitas intelektual adalah orang yang mengalami disabilitas intelektual sehingga memiliki tingkat kecerdasan yang umumnya di bawah rata-rata. Penyandang disabilitas intelektual adalah orang yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri, misalnya sulit mengendalikan emosi, sulit bersosialisasi, suka menyendiri, rendah diri, suka berbuat jahat, malu tampil di depan umum, dan lain sebagainya.

Misalnya saja orang yang tangannya memar dan buta permanen, atau orang yang mengalami keterbelakangan mental (idiot) dan mempunyai gangguan pendengaran (tuli) dan sebagainya.

Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar

  • Latar Belakang Panti Panti Sosial Bina Daksa Wiraya Makassar 23
  • Visi dan Misi Panti Sosial Bina Daksa Wiraya Makassar
  • Tugas dan Fungsi Panti Sosial Bina Daksa Wiraya Makassar

Lembaga ini khusus menangani permasalahan sosial yaitu rehabilitasi sosial terhadap penyandang disabilitas fisik. Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar yang dikenal dengan sebutan "PSBDW" Makassar terletak di Jl. PSBD Wirajaya Makassar menangani proses rehabilitasi penyandang disabilitas fisik di wilayah timur Indonesia, yang sebelumnya bernama Lembaga Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Fisik (LRPCT) kemudian berubah menjadi Rumah Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Fisik (PRPCT) ).

Dalam perkembangan selanjutnya menjadi Panti Sosial Bin Daks (PSBD) Wirajaya Makassar, sehingga saat ini menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial. Republik Indonesia. PSBD Wirajaya Makassar didirikan antara lain karena dipimpin oleh tanggung jawab utama kemanusiaan setelah berakhirnya revolusi di Indonesia. Diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan desa penyandang disabilitas korban perang oleh Bapak. Kepala Staf Angkatan Darat Gatot Subrot dan di bawah pimpinan DR.

Dari Lembaga Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Fisik (LRPCT) menjadi Panti Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Fisik (PRPCT) dengan keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor: 41/HUK/KEP/ XI/1979, didirikan di Jl. PRPCT berubah nama menjadi Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBDW) Makassar berdasarkan keputusan Menteri Sosial Nomor: 41/HUK/1994 tanggal 23 April 1994 tentang pembukaan nama UPT di lingkungan Departemen Sosial dan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Republik Indonesia Nomor 06/KEP/BRS/IV/1994 tanggal 26 April 1994 tentang Nama Balai/Balai dan Lembaga Sosial di Lingkungan Direktorat Jenderal Pembangunan Sosial Republik Indonesia Indonesia Indonesia dengan alamat Jl. Jend. Nomor: 06/HUK/2002 tentang Susunan Organisasi Departemen Sosial RI. 59/HUK/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perumahan Sosial di Lingkungan Kementerian Sosial Rl. 3. Visi dan Misi Panti Sosial Bina Daksa Wiraya Makassara.

Menyelenggarakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial khususnya penyandang disabilitas fisik agar mampu berperan aktif, hidup bermasyarakat, rujukan daerah, mengkaji dan menyusun standar pelayanan, memberikan informasi serta berkoordinasi dan bekerja sama. dengan instansi terkait sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Landasan Teori

  • Teori Interaksionalisme Simbolik (George Herbert Mead)
  • Teori Fungsionalisme Struktural (Talcott Parsons)

Mead dengan jelas menyatakan bahwa individu bertindak berdasarkan pemikiran yang bersifat abstrak atau dapat disebut gagasan yang belum dapat diamati. Jadi, dalam proses rehabilitasi, proses interaksi tidak bisa dipisahkan dalam rangka mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami penyandang disabilitas. Menurut Parsons (Poloma, 2007), agar pekerjaan sosial dapat berfungsi dengan baik, setidaknya harus ada empat fungsi yang harus diintegrasikan.

Menurut Parsons, ada empat fungsi yang mutlak diperlukan bagi semua sistem sosial, yaitu adaptasi (A), pencapaian tujuan (G), integrasi (I) dan pemeliharaan pola laten atau pemeliharaan pola laten (L). Ada dua poin penting yang tercakup dalam persyaratan fungsional ini, yang pertama terkait dengan persyaratan sistem saat berinteraksi dengan lingkungannya. Kedua, berkaitan dengan sistem tujuan atau tujuan serta sarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut (Nanang Martono, 2012:50).

Jika kita berbicara tentang teori fungsionalisme struktural, teori ini mencakup seluruh aspek struktural yang meliputi Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar, bagaimana proses adaptasi antara penyandang disabilitas dengan lembaga tersebut, bagaimana integrasi dan pemeliharaan nilai-nilai yang ada. dalam lembaga tersebut dapat dimaknai dan dilaksanakan serta tujuan yang dicapai lembaga tersebut.

Kerangka Pikir

Jadi ini merupakan salah satu bentuk permasalahan sosial dimana penyandang disabilitas fisik biasanya merasa terpinggirkan dan kurang percaya diri dalam hidupnya. Dalam penanganan masalah sosial ini, khususnya bagi sejumlah besar penyandang disabilitas fisik, diperlukan adanya lembaga sosial agar penanganan masalah sosial ini dapat efektif dan ideal. Salah satu lembaga sosial yang menangani masalah rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat fisik adalah Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar.

Peran lembaga sosial ini untuk menangani permasalahan sosial dengan rehabilitasi sosial khususnya bagi penyandang disabilitas fisik agar dapat termotivasi dan melanjutkan siklus hidup sesuai keinginannya meskipun memiliki disabilitas fisik.

METODE PENELITIAN

Waktu dan Lokasi Penelitian

Sedangkan lokasi penelitian ini dilakukan di kota Makassar dengan judul Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (Studi Kasus Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar).

Fokus Penelitian

Dokumentasi berupa foto-foto terkait Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar yang diperoleh peneliti. Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Wirajaya Makassar merupakan panti sosial yang menangani penyandang disabilitas fisik di wilayah timur Indonesia. Sedangkan Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar yang dikenal dengan sebutan "PSBD" Makassar beralamat di.

Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBD) Makassar berkapasitas maksimal 120 penyandang disabilitas fisik dari Wilayah Timur Indonesia antara lain: Sulawesi, Maluku, Irian Jaya (Papua), Nusa Tenggara dan. Metode rekrutmen yang dilakukan Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar terhadap penyandang disabilitas fisik. Dalam hal ini, pemerintah menawarkan layanan dalam upaya memaksimalkan kinerja para penyandang disabilitas fisik, termasuk penyediaan Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar.

Proses rehabilitasi yang dilakukan Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar dalam menerima klien penyandang disabilitas fisik harus melakukan tahapan peninjauan dan deteksi masalah (assessment) serta tahapan intervensi sosial. Rekrutmen dilakukan oleh Panti Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Bina Daksa Wirajaya Makassar bekerja sama dengan Dinas Sosial di wilayah yang meliputi Indonesia Timur. Bagaimana cara Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar merekrut penyandang disabilitas fisik?

Bagaimana proses rehabilitasi atau pengobatan yang dilakukan Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar terhadap penyandang disabilitas fisik? Berapa lama proses rehabilitasi atau pengobatan penyandang disabilitas di Lembaga Kesejahteraan Bina Daksa Wirajaya Makassar? Beliau melakukan penelitian di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar dengan judul “REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS FISIK (STUDI KASUS DI Panti Sosial BINA DAKSA WIRAJAYA MAKASSAR)”.

Tabel 3.1: Informan penelitian
Tabel 3.1: Informan penelitian

Informan (Responden) Penelitian

Sumber Data

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara langsung dengan sumber tempat penelitian akan dilakukan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dengan mencari sumber informasi berupa buku, web dan catatan tertulis yang relevan dengan tujuan dan permasalahan penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung dengan informan, yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan penelitian. Sumber data dokumenter digunakan untuk memperkuat keberadaan data yang diperoleh di lapangan melalui observasi dan wawancara.

Teknik Analisis Data

“Rekrutmen dilakukan oleh Panti Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Bina Daksa Wirajaya Makassar bekerjasama dengan Dinas Sosial di wilayah yang meliputi Indonesia Timur.” Rekrutmen Panti Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Bina Daksa Wirajaya Makassar melibatkan pemerintah daerah dalam hal ini dinas sosial kota dan daerah untuk menjangkau penyandang disabilitas di wilayahnya. Penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas fisik dilakukan bekerja sama dengan dinas sosial di wilayah yang mencakup wilayah Indonesia bagian timur atau terdiri dari 15 provinsi.

Proses rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas fisik meliputi berbagai jenis bimbingan yaitu bimbingan jasmani yaitu menjaga kebugaran jasmani, olah raga, bimbingan gizi dan alat bantu kesehatan. Proses rehabilitasi ini berlangsung selama dua tahun atau lebih dari satu tahun, tergantung kedatangan dan kemauan pemeriksaan terhadap penyandang disabilitas fisik. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada penyandang disabilitas fisik, agar mereka memiliki keterampilan di bidang percetakan dan sablon. a) Teori dan praktek percetakan (b) Teori dan praktek sablon (c) Teori dan praktek penjilidan (d) Percetakan offset, percetakan duflo (2) Fasilitas.

Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat berkebutuhan khusus untuk memiliki keterampilan di bidang elektronika, yaitu kemampuan merakit barang elektronik dan memperbaiki barang elektronik seperti radio, televisi, lemari es dan lilitan trafo. a) Teori dan praktek kelistrikan. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi penyandang disabilitas fisik di bidang otomotif sehingga mampu memahami dan mengoperasikan peralatan las, membongkar dan merakit mesin otomotif. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat berkebutuhan khusus di bidang fotografi, sehingga mempunyai kesempatan untuk mengambil dan mencetak foto baik secara manual maupun komputer (digital).

Tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada penyandang disabilitas fisik agar memiliki keterampilan pertukangan dan dapat mengoperasikan peralatan modern (peralatan yang menggunakan mesin dan listrik). a) Dasar-dasar pertukangan (b) Teori dan praktek pembuatan mebel. Bagi pemerintah, kami berharap dengan adanya panti sosial ini, Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya Makassar akan selalu ada dan tetap maksimal pelayanannya setiap saat bagi saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas fisik, agar dapat terus berlanjut. roda kehidupan dapat mengatur seperti individu pada umumnya. Percaya diri dan percaya tidak menutup kemungkinan bahwa penyandang disabilitas fisik mempunyai kelebihan yang jauh melebihi kita.

Tabel 4.1: Sarana bangunan dan jumlah bangunan di di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBD) Makassar
Tabel 4.1: Sarana bangunan dan jumlah bangunan di di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBD) Makassar

Gambar

Tabel 3.1 : Informan penelitian.......................................................................
Tabel 3.1: Informan penelitian
Tabel 4.1: Sarana bangunan dan jumlah bangunan di di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBD) Makassar
Gambar L.1 gerbang masuk PSBD Wirajaya Makassar
+2

Referensi