PENDAHULUAN
Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka peneliti akan mempersempit permasalahan yang akan diteliti pada rasio CAMEL terhadap pertumbuhan laba pada bank umum syariah di Indonesia yang terdaftar di BEI. Periode tersebut antara lain: 8 Heva Amalia, ―Pengaruh Profil Risiko, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital terhadap Pertumbuhan Laba pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Data pertumbuhan laba yang digunakan merupakan data laporan keuangan tahunan seluruh bank umum syariah Indonesia yang terdaftar di BEI pada tahun tersebut.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
KAJIAN TEORI
Kajian Teori
Bank umum adalah bank yang beroperasi menurut cara konvensional atau menurut cara syariah dan melalui kegiatannya memberikan jasa dalam transaksi pembayaran. 19 Rangga Ranu Wijaya, “Dampak Rasio CAMEL Terhadap Financial Distress Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode.” 21 Heva Amalia, ―Pengaruh Profil Risiko, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital Terhadap Pertumbuhan Laba Bank Umum Syariah di Indonesia Periode.
22 Ikhwan Ridho Suwito Jati, “Dampak NPF, FDR, NI, BOPO dan CAR Terhadap Pertumbuhan Laba Bank Umum Syariah di Indonesia”. 24 Ikhwan Ridho Suwito Jati, “Dampak NPF, FDR, NI, BOPO dan CAR Terhadap Pertumbuhan Laba Bank Umum Syariah di Indonesia”. Status dasar bank tercantum dalam PBI no. 13/01/PBI/2011 tentang Kedudukan Bank Umum, Peraturan Lembaga Jasa Keuangan No.
Berorientasi risiko dan lanjutan Penilaian terhadap tingkat kondisi bank akibat kondisi bank dan dampaknya terhadap kemampuan bank secara keseluruhan. Penerapan parameter/indikator pada setiap tingkat penilaian kondisi bank dilakukan untuk melihat karakteristik dan kompleksitas upaya bank. Penetapan tingkat risiko inheren setiap jenis risiko didasarkan pada tonggak umum penilaian tingkat status bank umum syariah dan unit usaha syariah.
28 Heva Amalia, ―Pengaruh Profil Risiko, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital Terhadap Pertumbuhan Laba Bank Umum Syariah di Indonesia. Penilaian terhadap faktor profitabilitas antara lain memperhitungkan kehandalan bank, landasan profitabilitas dan keberlangsungan profitabilitas bank dengan meninjau posisi, tren dan stabilitas dengan mengendalikan kemampuan kelompok dan mengendalikan profitabilitas bank.29. 31 Siska Anggraini, ―Dampak Rasio CAMEL Terhadap Praktik Manajemen Laba di Era Bank Umum Syariah Indonesia.
Pertumbuhan laba diukur dengan mengurangkan laba periode berjalan dengan periode sebelumnya kemudian membaginya dengan laba periode sebelumnya. 34 Susanti, Nita Hari dan Fudianti, “Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba Perusahaan Otomotif di BEI.”. CAR merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan peningkatan usaha dan menutup persentase kerugian yang mungkin terjadi dalam kegiatan operasional bank. 35 Indikator CAR dihitung sebagai berikut.
35 Hidayatullah dan Febrianto, “Analisis Pengaruh Camel Ratio Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.” 37 Erros Daniaraga, “Pengaruh Camel Ratio Terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.”
Kerangka Pemikiran
Alat likuid meliputi uang tunai, giro, tabungan dan deposito pada bank syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Lokasi Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Sumber Dan Teknik Pengumpulan Data
- Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
- Intrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Variabel tersebut disebut dengan variabel Y yang merupakan variabel terikat dalam pengamatan ini yaitu Pertumbuhan Sisa Laba Hasil Usaha. Untuk mengetahui faktor-faktor pertumbuhan laba bank umum syariah Indonesia yang terdaftar di BEI, digunakan alat statistik analisis ketergantungan multivariat berupa analisis faktor. Total variance yang dijelaskan secara keseluruhan dapat menjelaskan persentase variance pada data variabel-variabel asli yang menjadi pendorong pertumbuhan laba Bank Umum Syariah Indonesia yang terdaftar di BEI, yang dapat dijelaskan sebagai faktor generatif.
Berdasarkan penjelasan teoritis dan hasil penelitian, diketahui bahwa NPM yang diciptakan oleh bank umum syariah dapat mempengaruhi pertumbuhan laba. Hasil pengujian ini sesuai dengan pengamatan Mahfudzotum Nahar (2017) yang menunjukkan bahwa NPM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan laba. Hasil pengujian ini sesuai dengan pengamatan sebelumnya yang dilakukan oleh Ervina Ulfie Setyo Fitri (2018) yang menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, kemungkinan disebabkan oleh laba.
Hasil pengujian ini sesuai dengan pengamatan Vivin Ulfintari Agustiana (2018) yang menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan penelitian mengenai faktor kinerja keuangan terhadap pertumbuhan laba bank umum syariah Indonesia yang terdaftar di BEI, disarankan hal-hal sebagai berikut. Bank Umum Syariah Indonesia yang terdaftar di BEI hendaknya meningkatkan kualitas aset produk dalam kinerja keuangan karena merupakan faktor pendorong pertumbuhan laba.
Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan rasio CAMEL terhadap pertumbuhan laba bank umum syariah Indonesia yang terdaftar di BEI, diharapkan dapat menambahkan variabel lain. Pengaruh Camel Ratio Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2012. Pengaruh Profil Risiko, Good Corporate Governance, Laba Dan Modal Terhadap Pertumbuhan Laba Bank Umum Syariah Di Indonesia UIN Syarif Hidahtullah Periode 2018 .
Analisis Pengaruh Camel Ratio Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia." Binus Business Review 3, No. Dampak NPF, FDR, NI, BOPO dan CAR Terhadap Pertumbuhan Laba Bank Umum Syariah di Indonesia." UIN Syarif Hidahtullah, 2018. Analisis Pengaruh Risk Based Rating Ratio Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI." .
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan Pembahasan
Pengujian yang dilakukan adalah uji Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan SPSS, dan hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 1. Berdasarkan uji normalitas tersebut, nilai Kolmogorov Smirnov menunjukkan signifikansi asimtotik (2-tailed) sebesar 0,500 nilai (nilai signifikansi asimtotik) >. Angka signifikansi pada tabel 4.2 diatas adalah sebesar 0,570 berdasarkan indikator tersebut, sehingga dapat dikatakan hasil data berasal dari sampel yang homogen.
KMO dan Uji Bartlett merupakan uji kecocokan data yang harus dilakukan sebelum menginterpretasikan hasil studi faktor. Measure of Sampling Adequacy (MSA) merupakan statistik yang menunjukkan keseimbangan variasi variabel yang digunakan sebagai dasar penggunaan penelitian faktor. Jika MSA > 0,50 maka disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan laba pada bank umum syariah di Indonesia terdaftar di BEI.
Terlihat angka MSA < 0,05 terdapat pada CAR yaitu pada angka MSA 0,489 dimana < 0,5 berarti CAR tidak memenuhi ketentuan MSA, FDR dengan angka MSA 0,439 dimana < 0,5 berarti FDR tidak memenuhi ketentuan MSA-, dan CASH RATIO dengan angka MSA sebesar 0,478 dimana < 0,5 berarti rasio kas tidak memenuhi persyaratan MSA. Dari 7 variabel terdapat 3 variabel yang nilai MSA<. Diwajibkan melakukan tes ulang tanpa menyertakan 3 variabel di atas (CAR, FDR, CASH RATIO). Karena terdapat 3 variabel yang tidak mempunyai nilai MSA yang cukup maka dilakukan pengujian ulang sebanyak 3 kali dan satu variabel di drop.
Tinjauan terhadap angka MSA yang juga menggantikan angka KMO dan Bartlett dapat dilihat pada Tabel 4.6. Sumber : Hasil data sekunder yang diolah pada tahun 2021. Dengan dilakukannya pemeriksaan ulang terhadap angka MSA, maka angka KMO dan Bartlett Test berubah menjadi 0,650 dari angka awal sebesar 0,561. Dari tabel 5.7 terlihat bahwa 4 (lima) variabel yang diuji memenuhi persyaratan uji Sampling Adequacy masing-masing di atas.
Sumber : Hasil pengolahan data sekunder tahun 2021. Pada Tabel 4.8 terlihat kolom Initial dan angka Communalities masing-masing variabel mempunyai angka awal sebesar 1,00. Angka-angka pada diagonal matriks korelasi menunjukkan seberapa baik faktor-faktor yang dihasilkan pada kolom ekstraksi dapat menjelaskan varians variabel. Sedangkan kolom ekstraksi menunjukkan berapa banyak faktor yang dibentuk untuk menginterpretasikan varians suatu variabel.
Pembahasan
Ketujuh variabel tersebut menjadi satu komponen yang disebut faktor 1 yang hanya mencakup KAP, NPM, ROA dan BOPO, dan faktor ini disebut faktor pertumbuhan laba. Faktor BOPO berguna untuk menjadi tolak ukur efisiensi perbankan, termasuk bank umum dan BPR. Hasil pengujian ini sesuai dengan pengamatan Widi Savitri Andriasari dan Siti Ummi Munawaroh (2020) yang menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh signifikan terhadap peningkatan laba karena hasil perhitungan tersebut tidak terdapat rasio BOPO.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor CASH RATIO mempunyai nilai MSA < 0,5 sehingga angka MSA sebesar 0,478, dimana jika angka MSA < 0,5 maka cash rasionya tidak. Hasil pengujian ini sesuai dengan pengamatan Febrianty (2017) yang menunjukkan bahwa cash ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, kemungkinan karena kemampuan industri dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tidak dapat memberikan penundaan kesiapan. aset kerja yang menunjang kegiatan fungsional industri yang ingin dicapai sehingga tidak sesuai harapan. Dari hasil analisis pengujian yang dilakukan terhadap 7 variabel sebagai faktor yang diduga mempengaruhi peningkatan laba bank, dengan menggunakan metode Bartett Sphericity Test dan analisis MSA (Measure of Sampling Adequacy), diketahui hanya ada 4 faktor yang mempengaruhi. pendapatan karena mempunyai nilai MSA > 0,5 yaitu Product Asset Quality (PAQ) mempunyai angka MSA > 0,5 yaitu 0,645, dan faktor lainnya yaitu Net Profit Margin (NPM) mempunyai angka MSA > 0,5 yaitu 0,792 , faktor return on asset (ROA) memiliki angka MSA > 0,5 yaitu 0,616, dan faktor lainnya (BOPO) Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional memiliki angka MSA > 0,5 yaitu masing-masing 0,564.
Pengaruh Rasio CAMEL (Capital, Asset, Management, Earning, Likuiditas), Komite Audit dan Dewan Pengawas Syariah terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia (Studi pada Bank Syariah di Indonesia mengetahui Pengaruh Kesehatan Bank Terhadap Pertumbuhan Laba di Indonesia Perbankan syariah di Indonesia dengan variabel moderasi size bank periode IAIN Salatiga, 2017. Pengaruh rasio CAMEL terhadap praktik manajemen laba pada bank umum syariah Indonesia periode UIN Sultha, 2021.
Analisis rasio keuangan untuk memprediksi pertumbuhan laba perusahaan otomotif di BEI.” Penelitian dan Ilmu Manajemen 3 (2014).
PENUTUP
Kesimpulan 65
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Berprestasi Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung.” Jurnal Pendidikan Islam Vol.7, no.