• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KATA PENGANTAR"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja perempuan di Pabrik Mini Suppa dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Apa motivasi perempuan bekerja di Pabrik Mini Suppa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

“Memotivasi Kerja Perempuan di Pabrik Mini Suppa Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang”, yaitu. Sedangkan subjek penelitian yang dilakukan peneliti adalah perempuan pekerja rajungan di Pabrik Mini Suppa. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah para pekerja di Pabrik Suppa Mini yang berjumlah 10 orang perempuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja perempuan di pabrik Suppa Mini dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga Kecamatan Suppa Kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Berikut hasil observasi dan wawancara mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja perempuan di Pabrik Mini Suppa dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja perempuan di Mini Plant Suppa dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini termasuk dalam faktor obyektif.

Tujuan paling mendasar yang mempengaruhi motivasi kerja perempuan di Mini Plant Suppa adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Faktor lain yang memotivasi karyawan perempuan di Pabrik Suppa Mini adalah metode kerja. Motivasi kerja perempuan di pabrik Suppa Mini untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.

Berikut uraian hasil wawancara dengan pekerja perempuan di Suppa Minifabrik, motivasi kerja dalam kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan keluarga. Keluarga Sejahtera Tahap I (KS I) telah dicapai oleh seluruh pekerja di Suppa Minifabrik yaitu 10 orang yang telah diwawancarai. Indikator tambahan pengukuran kesejahteraan keluarga berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja perempuan di Pabrik Mini Suppa sebagai berikut.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Motivasi Kerja Perempuan
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Motivasi Kerja Perempuan

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Tinjauan Teoretis

  • Teori Kebutuhan Abraham Maslow
  • Teori Herzberg

Dalam kaitannya dengan pekerjaan, seseorang perlu menyadari bahwa apa yang dilakukannya bermanfaat, agar mendapat rasa hormat dari orang lain.15 Kebutuhan ini mencakup reputasi, gengsi, serta kebutuhan akan rasa percaya diri dan kekuatan. Maslow membagi kebutuhan akan rasa harga diri atau respek, yaitu harga diri dan rasa hormat dari orang lain.16 Harga diri adalah harga diri, seperti keinginan untuk memperoleh kompetensi, kepercayaan diri, kekuatan pribadi, pendidikan. , prestasi, kemandirian dalam hidup, melakukan sesuatu dan kebebasan.

Tinjauan Konseptual

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa motivasi kerja merupakan suatu rangsangan yang datang baik dari dalam maupun dari luar seseorang, sehingga membuatnya rajin dan aktif dalam bekerja. Hal yang mendorong individu untuk selalu bersemangat dan rajin dalam melakukan pekerjaannya adalah motivasi kerja. Uno, Teori motivasi dan pengukurannya (analisis dalam bidang pendidikan), hal. 69. .. 33Ananto Pramandhika, Tesis: “Motivasi Kerja dalam Islam, Studi Kasus TPQ di Kabupaten Semarang Selatan)” (Semarang: Universitas Diponegoro Semarang, 2011).

39 Kementerian Agama Republik Indonesia, Transliterasi dan Terjemahan Al-Quran, (Surabaya, Halim Publish & Distributing, 2013), hal. Ayah mereka sudah tua sehingga tidak bisa lagi beternak. Klasifikasi tingkat keluarga sejahtera menggunakan metode regresi logistik ordinal dan fuzzy K-nearest neighbour (Studi kasus Kabupaten Tamggung 2013, Jurnal Gaussian, Vol.3 No.4, 2014, hal. 646. . kesejahteraan sosial seperti penghargaan dan dukungan sosial, serta Kesejahteraan psikologis yaitu fungsi emosional dan fungsi kepuasan hidup Keluarga sejahtera adalah keadaan dinamis keluarga yang terpenuhinya seluruh kebutuhan jasmani, materil, mental, spiritual, dan sosial yang memungkinkan keluarga dapat hidup. hidup normal selaras dengan lingkungan dan memungkinkan anak tumbuh dan berkembang serta memperoleh perlindungan yang diperlukan. membentuk sikap mental dan kepribadian yang matang sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.45.

46Sri Sediyaningsih, dkk., eds., Analisis model komunikasi pembentukan konsep keluarga sejahtera di Indonesia (Studi Sosialisasi Program BKKBN di Kota Depok dan Kota Bogor), Jurnal Organisasi dan Manajemen, Vol. . . Indikator keluarga yang dapat dikategorikan keluarga sejahtera menurut tingkat kesejahteraan menurut BKKBN yaitu.

Bagan Kerangka Pikir

Jumlah pekerja di Pabrik Mini Suppa sebanyak 17 orang, namun yang diwawancarai sebanyak 10 orang. Pekerja perempuan di Pabrik Mini Suppa sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan ada pula yang masih belum menikah. Berikut faktor pendorong atau kemauan yang mempengaruhi motivasi perempuan bekerja di Pabrik Mini Suppa, antara lain:

Tak hanya mencari penghasilan, para pekerja perempuan di Pabrik Mini Suppa juga mengaku ingin mengisi waktu luang yang dimiliki. Kebanyakan dari mereka memilih mencari pekerjaan mudah, salah satunya bekerja di pabrik Mini Suppa. Dari hasil observasi yang dilakukan terlihat bahwa para pekerja perempuan di Pabrik Mini Suppa sudah mempunyai rasa persaudaraan dan kekeluargaan dalam bekerja.

Para pekerja di Pabrik Mini Suppa ada yang tidak memiliki keterampilan atau pekerjaan sampingan sehingga tetap bekerja di pabrik tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan karyawan perempuan di Pabrik Suppa Mini, diketahui bahwa perempuan di Pabrik Suppa Mini jarang sekali menghabiskan waktu di luar rumah atau berlibur.

Gambar 4.1 Struktural Organisasi Mini Plant Suppa  a.  Pengelolah Mini Plant Suppa
Gambar 4.1 Struktural Organisasi Mini Plant Suppa a. Pengelolah Mini Plant Suppa

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Teknik Keabsahan Data

Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap perempuan di Pabrik Mini Suppa, beberapa pekerja mengaku ingin membantu suami untuk mencari nafkah. Dari pernyataan di atas dan beberapa jawaban lain yang juga sama dengan jawaban di atas, terlihat jelas bahwa sebagian dari perempuan tersebut bekerja di Pabrik Mini Suppa. Kalimat “enak di sini” menunjukkan adanya perasaan nyaman pada para pekerja selama bekerja di Pabrik Mini Suppa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sistem Kerja Mini Plant Suppa

Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Perempuan di

Dari keterangan seluruh pekerja terlihat jelas bahwa jenis pekerjaan di Pabrik Mini tidak sesulit yang dikatakan salah satu pekerja seperti dibawah ini. Aksi duduk berkepanjangan para pekerja tersebut tidak menyerah dan berhenti bekerja di pabrik Mini, namun justru bertahan dan terus bekerja di pabrik tersebut. Seperti halnya para pekerja di pabrik Suppa Mini, mereka yang menjadi orang tua tunggal terhadap anak-anaknya wajib membiayai dan menyekolahkan anaknya.

Selain faktor-faktor sebelumnya, ada beberapa hal yang menjadi faktor pendukung sehingga perempuan di Mini Plant Suppa tetap memilih untuk terus bekerja di sana, antara lain sebagai berikut. Dia suka bekerja dan senang bergaul dengan teman-teman pekerja keras lainnya. Alasan lain yang mendorong para pekerja untuk tetap bekerja di Pabrik Mini Suppa adalah karena mereka senang bersosialisasi dengan sesama pekerja. Dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi motivasi kerja perempuan di Pabrik Mini Suppa dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang, dapat digolongkan menjadi beberapa jenis kebutuhan menurut Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow masing-masing.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja perempuan di pabrik Suppa Mini, motif atau motivasi dasar mereka bekerja dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga adalah pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti pangan, sandang, papan, dan biaya pendidikan anak. Hal ini juga terjadi pada pekerja perempuan di Pabrik Mini Suppa, mereka menikmati kehadiran pekerja lain sehingga suasana dalam bekerja terasa sangat seru.

Gambar 4.2 Diagram Faktor Tujuan
Gambar 4.2 Diagram Faktor Tujuan

Motivasi Kerja Perempuan di Mini Plant Suppa dalam

Dari jawaban di atas terlihat bahwa 2 orang pekerja di Pabrik Mini Suppa berusaha menambah ilmu agamanya dengan mengikuti pengajian yang diadakan seperti silaturahmi taklim dan ada juga yang mengikuti pelajaran Al Quran untuk orang dewasa atau yang disebut DIROSA atau Dewasa Pendidikan Al Quran. Berdasarkan jawaban diatas terlihat bahwa seluruh pekerja perempuan di Mini Plant Suppa dapat membeli barang dari pendapatan/gaji yang diperolehnya dari bekerja di Mini Plant Suppa. Dengan demikian terlihat terdapat 2 orang pekerja yang mencapai tahap ini karena dapat mencapai 1 indikator Keluarga Sejahtera tahap III yaitu penambahan dan pengembangan pengetahuan atau wawasan tentang agama, sedangkan 8 orang lainnya belum mencapai indikator tersebut namun indikator lain telah dicapai pada tahap ini.

Menurut BKKBN, keluarga sejahtera tahap III plus merupakan tahap akhir dari fase akhir keluarga sejahtera. Pada tahap ini, keluarga sejahtera adalah keluarga yang mempunyai kekayaan materi lebih banyak, sehingga dapat memberikan sumbangan materi dalam kegiatan sosial atau mempunyai anggota keluarga yang menjabat sebagai pengurus perkumpulan sosial/yayasan/lembaga masyarakat. Pabrik Mini Suppa mempunyai sistem kerja berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan pemasakan mentah di supplier yang dimulai dari pengukusan di supplier, proses deback yaitu pemisahan cangkang dari badan kepiting, proses pemetikan daging. atau proses memasukkan hasil olahan kepiting ke dalam toples, kemudian proses penyortiran yaitu memisahkan kepiting dari benda asing, kemudian proses pengemasan ke dalam kotak dan pengiriman daging ke pabrik.

Motivasi kerja dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yang diukur dengan indikator dan tahapan Keluarga Sejahtera BKKBN yaitu sebanyak 10 orang pekerja yang mencapai Keluarga Sejahtera Tahap I, 9 orang pada Keluarga Sejahtera Tahap II, 2 orang pada tahap keluarga Keluarga Sejahtera. keluarga tahap III, dan pada pekerja diketahui belum mencapai keluarga sejahtera tahap III Plus. Selain indikator keluarga sejahtera menurut BKKBN, kesejahteraan keluarga juga dapat dilihat dari segi kesejahteraan psikologis dan kesehatan. Saran atau saran yang peneliti berikan kepada pihak manajemen pabrik Suppa Mini adalah agar dapat memberikan tambahan fasilitas di pabrik bagi para pekerja seperti tempat beristirahat dan beribadah yang lebih luas karena diketahui jumlah pekerja cukup banyak, sehingga pekerja bisa makan bersama dan beribadah dengan lebih khusyuk.

Saran atau rekomendasi peneliti kepada peneliti selanjutnya adalah agar dapat mengkaji lebih mendalam mengenai pembagian peran ibu rumah tangga atau pekerja perempuan di pabrik Suppa Mini dengan cara membagi waktu antara bekerja dan mengurus rumah tangga.

PENUTUP

Simpulan

Saran

Tesis: “Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (Studi Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak Pada 5 Ibu Penjual Jambu Biji di Desa Bejen Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung)”. “Dia pertama kali dipanggil Ki na oom Messa karena dia pernah menjadi manajer di sini, tapi dia berhenti sekarang, dan dia suka bekerja di sini untuk waktu yang lama.” Ya bermanfaat sekali selama aku bekerja di sini, aku bisa membeli banyak mie dengan uangku sendiri dan juga membeli pakaian.”

Iya, kebutuhan sehari-hariku cukup, aku bisa membelikan anakku ponsel, aku bisa membeli pakaian untuk diriku sendiri, aku juga bisa membeli kulkas dari hasil bekerja di sini." "Kalau bekerja di sini, kamu tinggal menelepon saja." orang-orang terlebih dahulu, dan setelah beberapa saat akhirnya kamu menetap dan bekerja di sini." “Dia jarang pergi berlibur, itupun harus berlibur karena kita tidak ada hari libur, kecuali yang besar.”

Gambar

4.2  Diagram Faktor Tujuan  49
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Motivasi Kerja Perempuan
Gambar 4.1 Struktural Organisasi Mini Plant Suppa  a.  Pengelolah Mini Plant Suppa
Gambar 4.2 Diagram Faktor Tujuan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Boeat kaoa pllola aoak NESTLE'S KlNDERMEEL FARINE lACrtE Soap!. IIIOOdabdllDlllk