• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KATA PENGANTAR "

Copied!
131
0
0

Teks penuh

Jika perkataan yang berakhir dengan tā 'marbū ṭ ah diikuti dengan perkataan menggunakan perkataan sandang al- dan kedua-dua perkataan itu dibaca secara berasingan, maka tā'marbū ṭ ah ditransliterasikan dengan ha (h). Jika nama diri didahului dengan kata sandang (al-), yang ditulis dengan huruf besar tetap menjadi huruf pertama nama pribadi, bukan huruf pertama kata sandang.

ABSTRAK

Kemudian asas keseimbangan dikatakan tidak tepat karena keuntungan yang diperoleh tidak merata, dimana pihak Murtahin mempunyai kekuasaan penuh dari hasil panen sawah yang dijadikan jaminan, sedangkan pihak Rahin harus mencari pekerjaan lain untuk melunasi utang-utangnya, karena tidak lagi mempunyai kewenangan atas sawah yang dijadikan jaminan. Masyarakat Indonesia sangat kaya akan budaya, tradisi dan adat istiadat, dimana jauh sebelum hukum Islam menjadi norma dalam kehidupan bermasyarakat, hukum adat sudah lama berlaku di tanah air kita.

م كَلا َوْمَا ِ

Islam memberikan batasan dari segi mencari rezeki di dunia ini, batasan tersebut tidak terlepas dari kepentingan umum dan mendapat keberkatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

لِطاَبْلاِب ِ

ة َراَجِت ِ

ضا َرَت ِ

اللّ ِ

ناَك ِ

ناَك َو ِ ۗ

اللّ ِا رْيِسَيِ

Rumusan Masalah

  • Landasan Penelitian Terdahulu

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan terbesarnya adalah bagaimana menerapkan praktek jual beli gadai sawah pada masyarakat Kec. Kecamatan Patampanua. Dari kelima penelitian di atas berkaitan dengan judul yang akan penulis teliti, namun berbeda dengan penelitian yang akan penulis teliti mengenai praktik jual beli sawah dalam kaitannya dengan gambaran etika bisnis Islam, maka fokus penelitian ini adalah stand up. .

Landasan Teori 1. Teori Jual Beli

  • Teori Etika Bisnis Islam

Imam Asy-Syatibi berpendapat bahwa hukum jual beli yang semula diperbolehkan, bisa menjadi wajib. Mayoritas ulama menyatakan rukun jual beli ada empat, yaitu: 29 1) Adanya pihak yang mengadakan perjanjian (penjual dan pembeli). Menurut mereka jual beli dibedakan menjadi dua, yaitu jual beli sah dan jual beli tidak sah.

Berdasarkan harganya, jual beli juga dibedakan menjadi empat bagian, yaitu: 45 1) Jual beli yang menguntungkan (al-murabahah). Oleh karena itu, praktik jual beli yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat harus ditinggalkan karena tidak sesuai dengan syariat Islam.

Definisi Oprasional

Komunitas lokal adalah wilayah kehidupan sosial yang dicirikan oleh adanya hubungan sosial pada derajat tertentu. Yang mendasar dari komunitas lokal adalah lokalitas dan peran komunitas lokal. Secara umum, komunitas lokal adalah komunitas yang hidup bersama, bercampur dalam jangka waktu yang lama dan mereka menyadari bahwa mereka adalah satu kesatuan dan sistem untuk hidup bersama. Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (suatu karangan atau tindakan) untuk mengetahui keadaan sebenarnya (sebab atau situasi masalah). Analisis juga diartikan sebagai memecah suatu subjek menjadi berbagai bagiannya dan mengkaji bagian-bagian tersebut serta hubungan antar bagian yang ingin dicapai. Etika bisnis Islam merupakan norma-norma yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits yang dijadikan pedoman dalam bertindak, bersikap, bersikap dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam menjalankan kegiatan bisnis.78.

Kerangka Pikir

Penjelasan kerangka di atas adalah bahwa praktek jual beli sawah yang digadaikan merupakan dua akad dalam satu transaksi, yang dilakukan oleh pihak rahin dan murtahin, dan hal ini sudah menjadi adat istiadat yang sering dilakukan oleh masyarakat di Patampanua. kecamatan, kabupaten. Pinrang, dimana apabila pihak rahin tidak dapat menyelesaikan akad gadai yang telah ditetapkan pada saat itu, maka pihak murtahin berhak membeli sawah yang digadaikan kepadanya dengan menaikkan harga hitungan sawah tersebut sejumlah uang yang diterima oleh pihak rahin. rahin, selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan etika bisnis Islam. Apakah praktek jual beli sawah yang digadaikan sudah sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam, yaitu prinsip persatuan, prinsip keseimbangan, prinsip kehendak bebas, prinsip tanggung jawab, dan prinsip kejujuran, atau justru sebaliknya. tidak sesuai dengan prinsip di atas. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini mencakup beberapa hal, yaitu jenis penelitian, lokasi penelitian, fokus penelitian, jenis dan sumber data yang digunakan, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Jenis Penelitian

Dari luas wilayah Kecamatan Patampanua yang luasnya 136,85 km2, wilayah dominannya berupa persawahan dan perkebunan. Jika dilihat dari kehidupan masyarakat Kabupaten Patampanua, bisa dikatakan masih sangat selaras dengan adat istiadat Bugis. Gambaran tersebut mencerminkan situasi masyarakat Kabupaten Patampanua yang memiliki tradisi budaya saling tolong menolong.

Fokus Penelitian

Tradisi gotong royong ini tertanam dalam diri masyarakat Kecamatan Patampanua yang merupakan warisan masyarakat secara turun temurun dari dulu hingga sekarang. Acara adat yang masih sering dilakukan oleh masyarakat di kabupaten Patampanua adalah acara penyelamatan baik itu kehamilan bulan ke 7 bagi seorang wanita, haqiqah kelahiran bayi, ucapan selamat atas pernikahan dan kematian, acara penyelamatan tersebut masih kuat. dilakukan oleh masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh budaya nenek moyang masyarakat tersebut.

Sumber Data yang di Gunakan

Acara adat yang masih sering dilakukan oleh masyarakat di kabupaten Patampanua adalah acara penyelamatan, jika seorang wanita hamil bulan ke 7, haqika untuk kelahiran anak, ucapan selamat menikah dan kematian, acara penyelamatan tersebut masih ada. Hal ini sangat dipaksakan oleh masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh budaya leluhur masyarakat tersebut. wawancara), observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang yang sering melakukan transaksi ganda akad gadai. Peneliti juga akan mewawancarai pemerintah setempat terkait jual beli sawah yang digadaikan yang terjadi di wilayahnya. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen resmi, buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian, hasil penelitian berupa laporan, tesis dan jurnal disertai peraturan perundang-undangan, dan lain-lain.

Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

Wawancara merupakan proses pengumpulan data yang sangat populer dan banyak digunakan oleh para peneliti. Wawancara akan dilakukan kepada masyarakat Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang yang ikut serta dalam akad gadai, serta dengan para saksi pada saat akad gadai tersebut dibuat. bangunan, sandera. sawah. Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting terkait dengan masalah yang diteliti guna memperoleh data yang lengkap, valid, dan tidak berdasarkan opini.79 Data yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi cenderung berupa data sekunder, sedangkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik lain observasi, wawancara dan angket cenderung merupakan data primer atau data yang diperoleh langsung dari pihak pertama 80 Dalam data tersebut peneliti telah mengumpulkan dokumen-dokumen dan telah memotret kegiatan-kegiatan serta catatan-catatan yang berkaitan dengan masalah yang dimaksud.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Kegiatan ini bertujuan untuk menghapus data-data yang tidak diperlukan atau mengelompokkannya ke dalam hal-hal pokok yang menjadi fokus permasalahan yang diteliti. Penyajian data dilakukan dengan menggabungkan informasi yang diperoleh dari wawancara dengan berbagai sumber data dan studi dokumentasi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara membandingkan dan mengelompokkan data-data tertulis kemudian merumuskannya menjadi kesimpulan sementara.

Proses pelaksanaan gadai sawah pada masyarakat Kec. Patampanua Kab

Murtahin) maka hasil sawah yang dijadikan jaminan tetap menjadi hak penuh Murtahin, dan apabila jangka waktu yang disepakati kedua belah pihak telah habis maka Rahin atau pemilik tanah harus segera mengembalikan dana yang diambil dari Murtahin. atau pemilik modal. Dari hasil wawancara dengan Bpk. Bahar selaku pemilik modal, hal yang sering menyebabkan terjadinya hipotek sawah pada masyarakat Kec. Patampanua salah satunya, karena mendesaknya kebutuhan biaya pendidikan yang cukup besar, pelaksanaan gadai sawah selain membantu Rahin (pemilik sawah), juga secara tidak langsung menguntungkan Murtahin (pemilik modal) karena bisa menikmati. itu menyerahkan hasil panen sawah yang dijamin kepadanya. .

Pelaksanaan jual-beli sawah gadai pada masyarakat Kec. Patampanua Kab

Seperti gadaian sawah sebagai jaminan pinjaman, tetapi akhirnya ia terpaksa dijual kerana tidak dapat memenuhi akad gadaian untuk memulangkan pinjaman tepat pada masanya seperti yang dipersetujui di awal kontrak. Dan menurut sumber, harga jual beli ditentukan oleh pemilik tanah dan Rahin, kemudian harga yang dipersetujui oleh kedua-dua pihak ditambah dengan pinjaman Rahin kepada Murtahin. Daripada kenyataan ibu Yusma di atas, yang menyatakan bahawa dalam perjanjian gadaian yang mereka persetujui pada awal akad iaitu untuk 6 kali tuaian, ibu Yusma menambah pinjamannya dengan jaminan yang sama untuk sawah kerana perjanjian gadaian yang dimeterainya. belum tamat tempoh, dan gadai janji juga tidak ada.

Jika kita melihat dari keterangan sumber-sumber di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan jual beli sawah digadaikan oleh masyarakat Kec. Dapat dimanfaatkan dan bermanfaat bagi manusia, maka bangkai anggur dan darahnya bukanlah barang yang sah untuk diperjualbelikan. Selanjutnya jika kita analisa dengan menggunakan etika bisnis Islam terhadap praktek jual beli gadai sawah yang ada di kabupaten tersebut.

لاَم ِ

مْيِتَيْلا ِ

يِتَّلاِب ِ

لْيَكْلا ِ

نا َزْيِمْلا َو ِ

طْسِقْلاِب ِ

م كىٰص َو ِ

Oleh karena itu, keseimbangan alam dan keseimbangan sosial harus dijaga bersamaan dengan jual beli sawah yang terbebani, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-An'am ayat 152:. Oleh karena itu, praktek jual beli sawah lapis baja dinilai tidak sesuai dengan asas keseimbangan, sebab ketika jatuh tempo tanggal gadai, maka tidak ada toleransi lagi untuk memperpanjang jangka waktu gadai, meskipun jika dilihat dari keuntungan yang diperoleh pegadaian. penerimanya, ia telah menerima hasil panen dari sawah yang dijadikan jaminan, maka penerima gadai ini secara tidak langsung tidak akan menderita kerugian jika diberikan penangguhan hukuman agar pemilik tanah tersebut dapat melunasi hutangnya, meskipun yang bersangkutan harga dalam transaksi jual beli ditentukan sesuai dengan harga jual umum di masing-masing desa/kelurahan, harga jualnya juga tergantung luas sawah yang ingin dijual. Berdasarkan hasil penelitian penulis, praktek jual beli tanah padi yang dibebani antara Rahin dan Murtahin dilakukan dengan transaksi lisan dan diakhiri dengan kesepakatan antara kedua belah pihak.

ةَك لْهَّتلا ِ

نْيِنِسْح مْلا ِ

SARAN

Liyo Kab, Polewali Mandar (Perspektif Etika Bisnis Islam), Sulawesi Barat: Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Al-Asyariah Mandar, 2016. Kedudukan Perjanjian Sewa Jual Beli Terhadap Penarikan Barang Kredit di Kota Columbus Metro Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penyelesaian Gadai Berakhirnya Jual Beli Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Inraloka 1 Kecamatan Tulang Bawang Barat), Lampung: Fakultas Hukum Ekonomi Syariah IAIN METRO, 2017.

PEDOMAN WAWANCARA

DAFTAR NARASUMBER

S2 PASCA SARJANA IAIN PAREPARE PADA TAHUN 2019 s/d 2021

Referensi

Dokumen terkait

Buss that costs in the appeal should be met from the estate that as the late Samson the father of the parties was responsible for the position which led the Appellant to believe that he