• Tidak ada hasil yang ditemukan

“Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "“Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing” "

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya tercinta, Bapak. Zaini Sulaiman dan Ny. Hayati Nufus yang tak kenal lelah memberikan saya motivasi baik moril maupun materiil. Saya sangat bersyukur, setelah melalui perjuangan yang panjang dan proses yang cukup melelahkan, akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan koreksi yang diperlukan demi kesempurnaan skripsi ini di masa yang akan datang.

Disertasi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan akademisi di bidang Ilmu Tata Negara. Hukum pada khususnya. Thamtowi, M.Ag, selaku pembimbing skripsi penulis yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan yang sangat berharga selama penyusunan disertasi ini. Bapak/Ibu guru ujian yang membimbing penulis dan memberikan masukan agar skripsi ini dapat diperbaiki.

Penulis tidak dapat menyebutkan satu persatu pihak-pihak yang telah memberikan dukungan materil maupun moril dalam penyelesaian skripsi ini. Akhir kata, karena tidak ada gading yang tidak retak, penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan.

Konsonan Tunggal

Konsonan Rangkap karena Syaddah Ditulis Rangkap

Ta Marbutah

Bila dimatikan ditulis h ةبه

Bila ta marbutah dihidupkan karena berangkaian dengan kata lain maka ditulis t

Vokal Panjang fatḥah + alif

Vokal Rangkap fatḥah + ya' mati

Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata Dipisahkan dengan Apostrof

Kata Sandang Alif + Lam a. Bila diikuti huruf Qamariyah

Penulisan Kata-Kata dalam Rangkaian Kalimat ضورفلا يوذ

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Secara teori, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan memperkaya wawasan bagi mereka yang berminat mengkaji permasalahan hukum tata negara. Secara praktis, kami berharap penelitian ini bermanfaat dan bermanfaat sebagai kajian penelitian dimasa yang akan datang serta sebagai penunjang untuk menambah wawasan keilmuan penulis terhadap publikasi nama-nama dakwah oleh Kementerian Agama.

Telaah Pustaka

“Perkembangan Kualitas Sumber Daya Da’i Korps Dakwah Mahasiswa (KODAMA) Krapyak Yogyakarta Periode Tinjauan Sumber Daya Manusia 2002-2004”. Penelitian ini berupaya menjelaskan bahwa keberadaan organisasi dakwah dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap penyebaran agama Islam. Upaya pengembangan sumber daya da'i yang dilakukan KODAMA melalui peningkatan wawasan dan keterampilan dakwah diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme da'i yang akan terjun di bidang dakwah.

Para da'i terlebih dahulu dilatih untuk menjadi da'i yang beriman, berilmu dan bertakwa. 7 Yusuf Ambari, “Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Terkait Pemblokiran Dua Puluh Dua Situs Radikal Dalam Perspektif Siyasah,” Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016. Ketiga: Penelitian jurnal Kholid Noviyanto tahun 2014 yang berjudul “Retorika dan Perilaku Gaya Da'i dalam Memilih Guru”.

Kholid menjelaskan dalam tesisnya bahwa kecenderungan jamaah kajian al-Istiqomah dalam pemilihan penceramah adalah dua hal, yaitu (1) sifat pemilihan penceramah dan (2) banyaknya jamaah yang memilih penceramah. Adapun sifat responden ketika memilih pembicara hanya memilih saja, artinya tidak ada pertimbangan lebih lanjut. Sebaliknya responden dalam memilih dosen walaupun kurang menyukai gaya dosen yang dipilih, namun mereka lebih menyukai isi perkuliahan dan aktif menerapkan apa yang dianjurkan dosen tersebut.

8 Itaurrohmah, “Pengembangan Kualitas Sumber Daya Da’i Oleh Korps Dakwah Mahasiswa (KODAMA) Krapyak Yogyakarta Kajian Sumber Daya Manusia Periode 2002-2004”, Tesis Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005. Pelanggaran prinsip kesantunan dalam berceramah berpotensi menimbulkan resistensi bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia.10. Kelima, penelitian pada jurnal Musa Rumbaru, dkk pada tahun 2016 tentang “Radikalisme Agama, Legitimasi Interpretasi Kekerasan di Ruang Publik”.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan lebih lanjut kesalahan-kesalahan yang dilakukan umat beragama dalam menyikapi agamanya, sehingga tindakannya memaksa orang lain untuk menuruti keinginannya. 9 Kholid Noviyanto, “Gaya Retorika dan Perilaku Khatib dalam Memilih Dosen”, Jurnal Komunikasi Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, 2014. 10 Ali Kusno, “Bentuk-Bentuk Pelanggaran Asas Santun dalam Ceramah Keagamaan " ", Jurnal Lingua vol 11, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, 2016.

Kerangka Teori

Menurutnya yang dimaksud dengan maslahah adalah terpeliharanya tujuan syara atau hukum Islam dan tujuan yang harus dicapai oleh Sang Pencipta Sira (Allah SWT), yaitu terpeliharanya agama, jiwa, akal, keturunan dan harta benda. .15. Pertama, maslahah dharuriyah adalah maslahah yang utama bagi kehidupan manusia, yang meliputi perlindungan atau pelestarian lima hal, yaitu: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda. Misalnya jihad wajib karena untuk menjaga agama, dan larangan meminum minuman beralkohol karena melindungi akal manusia.

Adanya maslahah ini akan menyempurnakan maslahah yang utama, namun bila tidak terpenuhi tidak akan menimbulkan masalah dan keterbatasan.

Metode Penelitian

Data primer yang diprioritaskan dalam penelitian ini berasal dari daftar nama mubaligh/pendakwah Islam Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Agama, himbauan Menteri Agama tentang ketentuan ceramah di rumah ibadah, dan peraturan perundang-undangan, serta situs resmi Kementerian Agama. Kementerian Agama. Sumber data sekunder berupa bahan bacaan seperti buku, karya ilmiah, internet dan media cetak yang berkaitan dengan pembahasan dalam skripsi ini. Data yang terkumpul disusun dan diuraikan dalam analisis rilis nama-nama da’i oleh Kementerian Agama dengan menggunakan teori maslahah murlah.

Sistematika Pembahasan

Bab kedua dalam bab ini memuatkan pembahasan tentang kajian teori yang digunakan, dalam hal ini teori maslahah mursalah. Ia mengandungi konsep maslahah, definisi maslahah, pelbagai jenis maslahah, dan syarat-syarat hujah dengan maslahah mursalah sebagai asas hukum, dan maslahah mursalah sebagai kaedah ijtihad. Bab ketiga dalam bab ini mengandungi perbincangan mengenai pelepasan nama mubaligh oleh Kementerian Agama, yang merangkumi gambaran umum Kementerian Agama, sejarah, visi, misi, struktur organisasi, tugas dan fungsi utama serta senarai pendakwah. Nama sebagai 'dokumen dari Kementerian Agama, dan kriteria untuk mubaligh yang disyorkan oleh Kementerian Agama, dan akhirnya pembebasan segera mubaligh di Indonesia.

Bab keempat, bab ini berisi pembahasan analisis maslahah murrasa pelepasan nama mubalig oleh Kementerian Agama. Meliputi faktor-faktor yang melatarbelakangi keluarnya nama pendeta, pemilihan kriteria/kriteria nama pendeta, serta implikasi keluarnya Kementerian Agama terhadap pendeta tersebut. Bab kelima, bab ini, merupakan bab terakhir dari disertasi ini dan memuat simpulan, saran, dan daftar pustaka.

Kesimpulan

Berdasarkan faktor tersebut, penulis memperkirakan pembebasan khatib tersebut tidak mampu mengurangi tingginya angka perilaku menyimpang, karena kedudukan pembebasan ini hanya sebagai dokumen, bukan produk hukum yang mengikat. Untuk faktor tersebut, nama-nama yang didaftarkan dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan para misionaris karena jumlahnya hanya 200 orang. Dan juga pemilihan nama yang belum merata di setiap daerah di Indonesia sehingga menghambat penyerapan aspirasi masyarakat.

Dan dalam pengumpulan nama, tidak ada prosedur (uji kompetensi) bagi para misionaris, melainkan hanya penerimaan nama oleh pihak yang diminta. Dan terakhir, tidak ada implikasi bagi para khatib yang namanya terdaftar dalam pemberitahuan Kementerian Agama.

Saran-saran

Kemenag tinggal menetapkan kriteria dakwah ideal seperti tiga kriteria yang telah ditetapkan, yaitu kompetensi ilmu agama, reputasi baik, dan ketaqwaan kebangsaan. Kemenag jangan ikut campur dalam pembahasan siapa yang paling layak memberi ceramah dan siapa yang tidak. Sodiqin, Ali, Fikh Ushul Fikh Sejarah Metodologi dan Implementasinya di Indonesia, Yogyakarta: Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga, 2014.

Daud Ali, Mohammad, Hukum Islam: Pengenalan Hukum Islam dan Tatanan Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015. Ubaidillah, Moh, Analisis Maslahah Murlahan Terhadap Penerapan Standardisasi Produk dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan dalam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jasa Provinsi Jawa Timur, Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, 2016. 31 32 Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.

46 39 Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat jalan yang benar. XX. solat berjemaah) maka hendaklah salah seorang di antara kamu yang paling banyak ingat (qari') menjadi imam.

48 41 Ada kebencian yang besar di sisi Allah karena kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan.

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL

DAFTAR NAMA

MUBALIGH / PENCERAMAH ISLAM INDONESIA

Referensi

Dokumen terkait

[r]

• Komparasikan VOLUMME RUANG umum BAB II dengan hasil diskusi dengan klien BAB IV sebagai dasar penetapan volume ruang yang direncanakan • Sajikan alternatif usulan • Kembangkan