KATALOG PENELITIAN TINGGI 2022 AREA FOKUS: KULIAH PENYEDIA PELATIHAN AKADEMIK MAKANAN, KESEHATAN DAN OBAT. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Jalan Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan. Saya sangat senang dengan terbitnya buku “Katalog Riset Perguruan Tinggi dalam Fokus Area Pangan, Kesehatan, dan Obat Tahun 2022” yang disusun oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiritek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya meningkatkan kapasitas riset dan menciptakan berbagai teknologi dan inovasi yang berdaya saing industri dan berperan penting peran. berperan dalam kemajuan dan daya saing bangsa.
KATA PENGANTAR
Faiz Syuaib
DIKTIRISTEK DRTPM
PENDAHULUAN
- menghasilkan riset sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020
- menjamin pengembangan riset unggulan spesifik;
- meningkatkan kapasitas riset;
- mencapai dan meningkatkan mutu sesuai target dan relevansi hasil riset bagi masyarakat Indonesia;
- memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang
- meningkatkan diseminasi hasil riset dan perlindungan kekayaan intelektual secara nasional
Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional, perguruan tinggi wajib menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian di perguruan tinggi ditujukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing negara, sebagaimana dijelaskan dalam pasal 45 dan 46 undang-undang no. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Salah satu tujuan SINAS IPTEK adalah untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa, artinya perguruan tinggi didukung oleh lembaga penelitian dan pengembangan, seperti Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Lembaga Pemerintah Kementerian (LPK) dan Badan Usaha. serta tenaga pendidikan tinggi yang berkualitas sehingga mampu berkontribusi dalam memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat kedudukan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi modal investasi pembangunan nasional jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
RISET BIDANG FOKUS PANGAN TAHUN 2022
Bahkan untuk memenuhi produksi pertanian dalam negeri, Indonesia masih mengimpor bahan baku pokok seperti beras, susu, garam, daging, gula, dan kedelai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2022), impor gandum Indonesia pada tahun 2021 mencapai 11,2 ribu ton dengan nilai total 3,4 miliar dollar AS. Selain itu, impor gula Indonesia akan mencapai 5,5 juta ton senilai US$2,4 miliar pada tahun 2021, dengan volume impor gula India menjadi pemasok terbesar bagi india sebesar 1,9 juta ton senilai US$857 juta.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka strategi pemenuhan kebutuhan pangan pokok dan menjaga ketahanan pangan menjadi semakin penting bagi Indonesia, mengingat jumlah penduduknya yang sangat besar dan cenderung meningkat dengan cakupan geografis dan sebaran yang luas.
DRTPM 2023
TKT 3 TKT 4 TKT 5 TKT 6 TKT 7 TKT 8 TKT 90,5%0,3%
Apalagi, jumlah kajian bidang pangan terbanyak di antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya dihasilkan oleh Universitas Halu Oleo (UHO) sebanyak 26 kajian, Universitas Syiah Kuala (USK) sebanyak 23 kajian, dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebanyak 21 kajian. studi. riset. Pada tahun yang sama, jumlah kajian bidang pangan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbanyak dihasilkan oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebanyak 10 kajian, Universitas Al-Muslim (UMUSLIM) sebanyak 7 kajian, dan Universitas Islam Nasional (UMUSLIM) sebanyak 7 kajian. UMI). Universitas Indonesia (UNIKI) dengan 7 studi. Sebaran penelitian pangan perguruan tinggi berdasarkan ruang lingkup Koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) pada tahun 2022 terutama didominasi oleh perguruan tinggi di wilayah Jawa sebanyak 110 perguruan tinggi dengan jumlah penelitian 608 penelitian, disusul wilayah Sumatera sebanyak 51 perguruan tinggi. perguruan tinggi dengan 237 studi, dan wilayah Kalimantan dengan 237 studi. Perguruan Tinggi wilayah 11 dengan 24 kajian, wilayah Sulawesi 33 perguruan tinggi dengan 181 kajian, wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat 9 perguruan tinggi dengan 21 kajian, wilayah Nusa Tenggara Timur 5 perguruan tinggi dengan 13 kajian, wilayah Maluku dan Maluku Utara 4 perguruan tinggi dengan 7 kajian, dan Papua dan wilayah Papua Barat dengan 5 perguruan tinggi dengan 11 studi.
KATEGORISASI BIDANG FOKUS PANGAN
Misalnya judul penelitian “Harmoni Varietas Hibrida Jagung Manis Unggul dengan Beta Karoten dan Antosianin Tinggi untuk Mendukung Biofortifikasi Pangan” akan dikelompokkan dalam kategori Budidaya dengan 5 kata kunci antara lain: (K1) Pangan, (K2) Budidaya, (K3) Jagung, (K4) Pemuliaan dan (K5) Varietas Unggul. Kata kunci ketiga (K3) dibagi berdasarkan komoditas pangan seperti beras, cabai, bawang merah, daging sapi, udang, buah-buahan, sayur-sayuran, kopi, kelapa sawit, dan lain-lain, yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan para peneliti perguruan tinggi. Untuk kata kunci kedua (K2), sesuai hasil kategorisasi pencarian bidang pangan seperti tergambar pada gambar 1.12, judul.
“Produksi” merupakan kategori penelitian pangan terbesar yang dilakukan oleh peneliti universitas sebesar 59%, diikuti oleh pengolahan pangan sebesar 29%, pascapanen sebesar 7%, kebijakan dan regulasi pangan sebesar 4%, dan konsumsi pangan sebesar 2%.
SUB SECTION COVER HIGHLIGHT PENELITIAN PANGAN
HIGHLIGHT RISET PERGURUAN TINGGI BIDANG FOKUS PANGAN TAHUN 2022
Perbaikan Varietas Padi Aceh Sigupai dan Tinggong melalui Insersi Beberapa Gen Potensial Universitas Syiah Kuala
Fenotipe berbasis citra dapat digunakan untuk menganalisis sifat-sifat tumbuhan dengan menganalisis citra yang berkaitan dengan pengukuran tumbuhan seperti anatomi, pertumbuhan, bentuk, luas permukaan berbagai organ tumbuhan seperti daun dan akar. Penelitian ini berupaya mengembangkan metode pencitraan fenotip yang sederhana dan mudah digunakan di Indonesia untuk menyaring padi yang toleran terhadap kekeringan dan cekaman salinitas. Penelitian ini akan menggunakan 5 (lima) varietas padi yang akan diuji secara artifisial menggunakan hidroponik, pot atau pengujian langsung di sawah kering salin untuk mengetahui sifat-sifat penting toleransi padi terhadap kekeringan dan cekaman salinitas.
Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi karakter seleksi terbaik sebagai acuan toleransi varietas padi berdasarkan parameter morfologi, fisiologis, dan fenotipik, yang selanjutnya digunakan untuk mengembangkan metode seleksi padi berdasarkan fenotipe citra.
Pengembangan Teknologi dan Kelembagaan Usaha Tani Padi Kawasan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Faktor Pendorong dan Penghambat Penggunaan Platform Digital sebagai Pemotong Jalur Distribusi Ikan Laut dari Nelayan Langsung kepada Konsumen di Masa dan Paska Kenormalan Baru
Peningkatan Produktivitas Cabai melalui Penggunaan Varietas Unggul IPB untuk Mendukung Pertanian Presisi
Optimasi Strategi Ekspor Produk Olahan Ikan untuk Memasuki Pasar ASEAN
Pengembangan Marka Molekuler Berbasis Bioinformatika dan Teknologi Sekuensing untuk Mendukung Pemuliaan Ubi Kayu dengan Masa Simpan Panjang
Pengembangan Model Prediksi Berbasis Teknologi Sinar Inframerah (Nirs) untuk Penentuan Unsur Hara Makro dan Mikro sebagai Dasar Desain Spot Fertilizer Lahan Pertanian
Aplikasi Analisis Genomik dan Proteomik untuk Seleksi Kapasitas Kesuburan Pejantan Sapi Unggul di Balai Inseminasi Buatan
Model Blockchain untuk Halal Supply Chain Integrity di Indonesia
Pengembangan Beras Analog untuk Ibu Hamil dan Menyusui Berbasis Bahan Baku Lokal
Pengembangan Teknologi Smart Grading dan Packaging Pascapanen untuk Ketahanan Pangan dan Keadilan Harga dalam Meningkatkan Taraf Hidup Petani Kentang berbasis Agroindustri 4.0
Teknologi Carbon Capture and Storage Microalgae (CCS-MA) sebagai Solusi Lingkungan dan Alernatif Kesediaan Pakan yang Berkelanjutan
Pengembangan Alat untuk Deteksi Kandungan Fosfor Tanah untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Cabai berbasis Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Pengembangan Produksi Probiotik Halal Berbasis Bahan Baku Lokal untuk Pangan Fungsional
Hilirisasi Kultur Starter Indigenous untuk Pengembangan Produk Pangan
Pengembangan Smart Evaporative Irrigation untuk Pertanian Presisi yang Ramah Lingkungan Berbasis Kecerdasan Buatan
Pengembangan Produksi dan Aplikasi Teknologi Formulasi Ekstrak Bahan Alami Bioaktif Tanaman (EBABT) sebagai Pengendali OPT dan Meningkatkan Pertumbuhan Padi
Pengembangan alat deteksi fosfor tanah untuk meningkatkan produksi tanaman cabai berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung ketahanan pangan nasional Cabai berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini dilakukan sebagai solusi permasalahan deteksi dini gejala konsentrasi fosfor tanah untuk meningkatkan produksi cabai guna mendukung pertumbuhan pangan di Indonesia. Tujuan dari penelitian tersebut adalah produksi dan pengujian alat pendeteksi fosfor tanah berbasis IoT pada skala industri untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas tanaman cabai di Indonesia.
Alat yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan di tingkat petani sehingga dapat memantau secara akurat konsentrasi unsur hara khususnya fosfor pada tanaman cabai.
Rancang Bangun Pneumatic Conveying Ring Dryer Skala Komersial Kapasitas 1 Ton Menggunakan Tungku Gasifikasi Biomassa untuk Meningkatkan Produksi Tepung dan Pati Kering
Berbasis Sagu dan Umbi-umbian di Papua Barat
Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu untuk Agroeduwisata Berbasis Artificial Intelligence
RISET TAHUN 2022: BIDANG FOKUS KESEHATAN & OBAT
Dari segi status perguruan tinggi, penelitian di bidang kesehatan dan kedokteran pada tahun 2022 sebagian besar akan dihasilkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTNBH) dengan kontribusi sebesar 46% dari total 1.881 penelitian dengan pendanaan sebesar 56% yaitu Rp 172 miliar, disusul oleh perguruan tinggi swasta (PTS) sebesar 45% dengan pendanaan 28,8% dan perguruan tinggi negeri (PTN) 9%. Berdasarkan data yang ada, PTNBH terbanyak melakukan penelitian di bidang kesehatan dan kedokteran pada tahun 2022, antara lain Universitas Airlangga (UNAIR) sebanyak 164 penelitian, Universitas Indonesia (UI) sebanyak 126 penelitian, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 126 penelitian. 117 penelitian. Universitas Syiah Kuala (USK) menghasilkan penelitian kesehatan dan kedokteran terbanyak diantara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya dengan 17 penelitian, Universitas Riau (UNRI) 16 penelitian dan Universitas Sriwijaya (UNSRI) 13 penelitian; lihat Gambar 2.7.
Pada tahun yang sama, penelitian bidang pangan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbanyak dihasilkan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) sebanyak 17 penelitian, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) 17 penelitian, dan Universitas Bhakti Kencana (UBK) 14 penelitian. riset;
KATEGORISASI BIDANG FOKUS KESEHATAN & OBAT
- Penelitian Dasar dan Etiologi Penyakit
- Deteksi, Skrining, dan Diagnosis
- Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Penelitian dalam bidang Promosi Kesehatan dan
- Pengembangan dan Evaluasi Treatment Terapi Penelitian dalam bidang Pengembangan dan
- Kebijakan, Administrasi, dan Pelayanan Kesehatan
- Penyakit Pandemi Covid-19, penyakit akibat infeksi virus SARS-
- Penyakit Metabolik dan Degeneratif, seperti: Penyakit
- Dari 1.881 judul riset bidang kesehatan dan obat yang didanai anggaran BOPTN Penelitian DRTPM tahun 2022, terdapat
- Riset tentang Stunting sebanyak 61 judul dengan total pendanaan sebesar 4,5 miliar rupiah
- Riset tentang Penyakit Metabolik dan Degeneratif sebanyak 149 judul dengan total pendanaan sebesar 25,3 miliar rupiah, yang
- Riset tentang Pengembangan Teknologi Alat Kesehatan sebanyak 117 judul dengan total pendanaan sebesar 16,7 miliar rupiah
- Riset lainnya sebanyak 1.321 judul dengan total pendanaan sebesar 104,62 miliar rupiah
Pengkategorian wilayah fokus kesehatan dan pengobatan dilakukan dengan memperhatikan nama penyakit dan/atau organ tubuh tertentu yang menjadi objek penelitian yang dilakukan. Merujuk pada kategorisasi penelitian di bidang kesehatan dan pengobatan seperti terlihat pada Gambar 2.9, kata kuncinya adalah 'Pengembangan dan evaluasi pengobatan/. Terapi" adalah kategori penelitian terbesar di sektor kesehatan dan kedokteran, yang dilakukan oleh peneliti universitas, sebesar 59,3%; diikuti oleh promosi kesehatan dan pencegahan penyakit 20,2%; Deteksi, skrining dan diagnostik 9,3%; Kebijakan, administrasi dan layanan kesehatan 6 .3 % dan penelitian dasar serta etiologi penyakit 4,9% (lihat Gambar 2.10).
Banyaknya hasil kategorisasi penelitian bidang kesehatan dan pengobatan berdasarkan kata kunci keempat (K4) dapat dilihat pada tabel berikut.
Analisis Penyakit Covid-19 Berbasis Artificial Intelligence
Desain dan Pengembangan SMART (Sistem MAternal caRe Terintegrasi) dalam Mengawal Kesehatan Maternal di Masa Pandemik Covid-19
Ekstraksi Informasi Citra X-Ray Thorax pada Penderita Covid-19 Berbasis Segmentasi Citra
Sel punca mesenkim (MSCs) diketahui berperan dalam proses infeksi dengan mengeluarkan protein antimikroba seperti cathelicidin LL-37, human defensin-2, hepcidin dan lipocalin-2 yang telah diuji pada berbagai model infeksi paru. MSC yang diisolasi dari Wharton Jelly (WJMSCs) memiliki tingkat pembelahan yang tinggi, sehingga cocok untuk pengembangan terapi sel induk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan WJMSCs untuk memperbaiki kondisi patologis tubuh pasca infeksi CoVID-19 secara in vitro dan in vivo.
MSC segera terakumulasi dalam sel paru-paru setelah injeksi, dan kemudian memperbaiki lingkungan mikro paru-paru yang terinfeksi, melindungi sel epitel alveolar dan mencegah fibrosis paru. Selain itu, MSC juga dapat mengeluarkan zat antimikroba seperti indoleamine 2,3-diosygenase, interleukin-17, cathelicidin LL-37, defence, lipocalin-2. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan hWJMSCs untuk terapi CoVID-19 secara in vitro dan in vivo, sehingga dapat dihasilkan WJMSCs sebagai bahan terapi alogenik pada pagi hari pasien CoVID-19 yang mengalami ARDS. Sedangkan tujuan khusus pada tahun pertama adalah menguji potensi hWJMSCs dalam memperbaiki sel paru-paru tikus (L2) yang diinduksi virus corona tikus, tahun kedua menguji sekresi WJMSCs dalam membunuh virus corona tikus, dan tahun ketiga menguji potensi hWJMSCs dalam membunuh virus corona tikus. WJMSC untuk Menyembuhkan Tikus yang Diinduksi Lipo Poly Saccharide (LPS) sebagai Model ARDS.
NiMBang Balita” Sistem Antropometri Cerdas dan Ramah Anak Berbasis Internet of Things untuk Deteksi Dini Stunting di Posyandu
NiMBang Balita” Sistem Antropometri Cerdas dan Ramah Anak Berbasis Internet of Things untuk Deteksi Dini Stunting di Posyandu. Pengembangan Bahan Baku Etnomedis Daun Kelor Berbasis Nanoteknologi untuk Mencegah Stunting di Kawasan Teluk Tomini.
Pengembangan Bahan Baku Etnomedisin Daun Kelor Berbasis Nanoteknologi dalam Pencegahan Stunting di Kawasan Teluk Tomini
Suplementasi vitamin D dengan bubuk tiram aktif UVB dalam pencegahan stunting pada siswa sekolah dasar (meningkatkan tumbuh kembang anak sekolah usia dua tahun).
Suplementasi Vitamin D dengan Serbuk Jamur Tiram Teraktivasi UVB dalam Pencegahan Stunting pada Siswa Sekolah Dasar (Scale Up Growth Spurt Kedua Usia Anak Sekolah)
Implementasi Sensor Ba0.5Sr0.5TiO3 (BST) yang Didadah RuO2 sebagai Pendeteksi Dini Diabetes Militus dengan Metode Non-Invasive Berbasis Hembusan Bau Mulut
Kit Biosensor Elektrokimia untuk Mendeteksi Level Protein ENaC (epithelial sodium channel) sebagai Biomarker Hipertensi
Penggunaan Matriks Keratin Rambut Manusia dan Bioselulosa dari Limbah Kombucha dengan Zat Aktif Tamanu Oil (Minyak Nyamplung) sebagai Dressing untuk Membantu Regenerasi Kulit pada Luka Diabetes
Rancang Bangun Sistem Modalitas Ganda Tomografi Impedansi Elektrik dan Mamografi untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Evaluasi Potensi Jus Buah Ramania (Bouea macrophylla Griffith.) dalam Mencegah dan Mengatasi Penyakit-Penyakit Kardiovaskuler dan Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD)
Pengembangan Produksi Obat Herbal Antidiabetes dari Serbuk Ikan Gabus (Channa Striata) dan Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) dan Komersialisasinya
Pengembangan Medical Robot Berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things untuk Pelayanan Covid-19
KATALOG RISET BIDANG FOKUS PANGAN
235 YETTI MARLIDA Universitas Andalas Analisis Metagenom mikroba dari fermentasi ikan (Budu) sebagai campuran probiotik (cocktail) dan. 237 IRFAN SULIANSYAH Universitas Andalas Respon penerapan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi berbagai genotipe cabai merah lokal (Capsicum Annuum L.) Sumatera Barat. UCAPAN TERIMA KASIH Universitas Andalas Kajian Gen Katekin Unggul pada Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb) Sumatera Barat.
240 FUJI ASTUTI FEBRIA Universitas Andalas Inovasi pengembangan microbial starter sebagai bioaktivator degradasi sampah organik untuk meningkatkan kualitas pupuk organik hayati (POH) sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. 241 EFRIZAL Universitas Andalas Penerapan pakan berbahan kromium (Cr3+) buatan untuk mengurangi stres pada ikan Mahseer (Tor douronensis) dalam upaya pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan. 244 RUSFIDRA Universitas Andalas PEMBENTUKAN BENIH ITIK LOKAL BARU DI SUMATERA BARAT UNTUK MEMBANGUN KEAMANAN HEWAN DAN PANGAN.
Universitas Andalas MEMANFAATKAN PUNCAK TEBU, TITONIA DAN DAUN DAN LIMBAH BUAH APULASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN MENURUNKAN KOLESTEROL DAGING KAMBING. TEKNIK TERMAL Universitas Andalas MAKKY UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI KELAPA SAWIT BERBASIS TEKNOLOGI 4.0 YANG MENDUKUNG KEAMANAN PANGAN. 257 TRIZELIA Universitas Andalas KOLONISASI JAMUR ENTOMOPATOGENIK Beauveria bassiana (Bals.) Vuill PADA TANAMAN PADI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PENDUDUK CUKUR COKLAT (Nilaparvata lugens Stal).
258 ZOZY ANELOI NOLI Universitas Andalas Penerapan ekstrak makroalga Padina minor sebagai biostimulan dengan penambahan asam amino untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi gogo (Oryza Sativa (L.)) serta toleransi terhadap cekaman kekeringan Universitas Andalas POTENSI DAN KEGUNAAN TANAMAN MANGROVE (Rhizophora apiculata) SEBAGAI SUMBER PAKAN HIJAU YANG BERKELANJUTAN DAN AWAL LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR 268 LILI WARLY Universitas Andalas MENINGKATKAN KUALITAS DAN PENGAYAAN BLOK SAKURA SEBAGAI PENCEGAHAN BLOK SAKURA CAWS.
273 MIRNAWATI Universitas Andalas Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat (BAL) yang Memiliki Sifat Selulolitik dan Fitolitik dari Dadih Susu Kedelai Serta Pemanfaatannya Sebagai Pakan Unggas. 282 MIRNAWATI Universitas Andalas Peranan bakteri selulolitik dan mananolitik dalam peningkatan kualitas bungkil inti sawit melalui fermentasi sebagai bahan pakan unggas. 284 MANSYURDIN Universitas Andalas Analisis variasi morfologi dan genetik sagu (Metroxylon sagu Rottb) sebagai dasar seleksi plasma nutfah.