BAHAN AJAR
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BASOM
Mata Kuliah:
Pengampu:
Jemmy Lontaan, M.Th Batam 2017
A. Pendahuluan
Salah satu pelayanan yang paling tua dan yang paling banyak dipakai oleh Gereja-Gereja di Indonesia ialah pelayanan katekese. Hampir-hampir tidak ada Gereja disini yang tidak mengenal pelayanan ini. Hal itu nyata antra lain dalam tata gereja-tata gereja yang dimiliki oleh gereja-gereja kita di Indonesia.
Sungguhpun demikian Gereja-Gereja kita tidak (belum) mempunyai pendapat yang sama tentang apa itu katekese. Ada Gereja yang menganggapnya sama dengan “pengajaran agama Kristen” (yang diberikan di sekolah-sekolah), ada pula yang menganggapnya lebih dari pada itu: sebagai “pendidikan agama Kristen”.
Katekese gerejawi berasal dari Israel. Dalam Perjanjian Lama (Ul 6:20-25; Mzm 78:1-7; dan lain-lain) kita membaca, bahwa kepada orangtua ditugaskan untuk memberikan pengajaran tentang “perbuatan-perbuatan Allah yang besar”.
Denagn jalan itu maksudnya: denagan jalan memberikan pengajaran secara lisan, tradisi tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar diteruskan dari generasi ke generasi.
Dalam Perjanjian Baru bahwa “mengajar” dalam “rumah-rumah ibadah”
(sinagoge-sinagoge) adalah suatu kebiasaan lama pada hari sabat. Menurut Kisah Para Rasul 15:21 hukum Musa (Torah) sejak zaman dahulu diberitakan di tiap-tiap kota, karena hukum itu dibacakan tiap-tiap hari sabat di “rumah-rumah ibadah” (sinagoge-sinagoge).
Bahan pengajaran (bimbingan) terdiri dari beberapa bagian. Pertama:
pengakuan-iman (syema). Nas pengakuan iman terdiri dari Ulangan 6:4-9, 11, 13-21 dan bilangan Bilangan 15:37-41. Kedua: doa-utama (syemone Esre), yang harus didoakan oleh orang-orang Israel, yang tua dan yang muda, tiga kali sehari. Doa ini adalah puji-pujian kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub, dan suatu permohonan untuk pemulihan Yerusalem dan kerajaan Daud. Ketiga:
pembaca Torah, pembaca ini mendapat tempat yang sentral. Torah adalah bagian yang fundamental dari Perjanjian Lama.