Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SENASTEK-2016), Kuta, Bali, INDONESIA, 15 – 16 Desember 2016
KEANEKARAGAMAN KEONG SAWAH (GASTROPODA:
MOLLUSCA) DI WILAYAH KLUNGKUNG-BALI
Ni Made Suartini
Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam email: [email protected]
P000
Metode Penelitian
Sampel keong diambil pada tiga lokasi sawah berbeda termasuk pada saluran irigasinya di wilayah klungkung dengan ketinggian di bawah 100m dan masing- masing diulang sebanyak tiga kali. Sampel keong diambil pada sawah dengan umur tanaman padi kurang dari satu bulan dengan membuat kwadrat 1mx1m yang diletakkan di masing-masing sudut petak sawah dan di bagian tengah sawah.
Sampel keong diambil dan dimasukkan kedalam botol berisi alkohol 70% sebagai pengawet. Substrat sisa ayakan dimasukkan kedalam kantung plastik dan dibawa ke Laboratorium untuk mengantisipasi terbuangnya keong berukuran kecil. Sampel di saluran irigasi yang mengairi sawah tersebut diambil dengan metode eksplorasi untuk mengetahui jenis lain yang tidak ditemukan di petak sawah.
Kesimpulan
Keong (Gatropoda) yang ditemukan di petak sawah adalah Lymnaea rubiginosa, Digoniostoma truncatum, M. tuberculata, M. maculata dan P.
canaliculata sedangkan jenis yang ditemukan di saluran irigasi adalah Terebia granifera, M. tuberculata, M. maculata. Jenis T. granifera hanya ditemukan di saluran irigasi.
Daftar Pustaka
Budiyono, S. 2006. Teknik Mengendalikan Keong Mas Pada Tanaman Padi.
Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 2 (2): 128-133.
Djajasasmita M. 1993. Catatan Tentang Moluska di Sawah-Sawah Sekitar Bogor: Komposisi Jenis, Potensi dan Peranannya. Jurnal Biologi Indonesia Vol 1 (1): 48-53.
Djajasasmita M. 1999. Keong dan Kerang Sawah. Seri Panduan Lapangan.
Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.
Noerdjito, dkk. 2005 Kriteria Jenis Hayati yang Harus Dilindungi oleh dan u ntuk Masyarakat Indonesia. Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bekerjasama dengan World Agroforestry Centre-ICRAF
Yusa YT, Wada, and S Takahashi. 2006. Effects of Dormant Duration, Body Size, Self-burial and Water Condition on the Long-term Survival of the Apple Snail, Pomacea canaliculata (Gastropoda: Ampullariidae).
Applied Entomology and Zoology 41(4), 627–632.
Ucapan Terima Kasih
Terimakasih disampaikan pada Universitas udayana melalui Fakultas MIPA dengan dana DIPA BLU Universitas Udayana dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Hibah Unggulan Program Studi Nomor: 2733/UN14.1.28/LT/2016, tanggal 27 Juni 2016 yang telah mendanai penelitian ini.
Hasil dan Pembahasan
Gastropoda yang ditemukan
Pendahuluan
Keanekaragaman hayati Indonesia sangat tinggi sehingga mendapat sebutan sebagai negara megabiodiversity (Noerdjito dkk, 2005). Keanekaragaman hayati tersebut termasuk keanekaragaman hayati perairan tawar yang meliputi danau, rawa, sungai, waduk dan sawah dengan saluran irigasinya. Sawah sebagai salah satu perairan tawar kadang dialiri dan tergenang air sehingga berbagai fauna dapat hidup di habitat tersebut. Gastropoda adalah salah satu fauna yang dapat ditemukan di sawah (Djajasasmita, 1993; Djajasasmita, 1999). Gastropoda merupakan anggota dari filum Mollusca. Siput atau keong merupakan kelompok dari Gastropoda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman keong yang terdapat di habitat sawah di wilayah Klungkung dan hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Gastropoda sawah yaitu jenis-jenis Gastropoda apa saja yang ada, peran dari masing-masing jenis apakah merugikan atau dapat diambil manfaatnya dari keberadaannya di sawah tersebut.
Pomacea canaliculata Melanoides tuberculata
Digoniostoma truncatum Terebia granifera
Melanoides maculata
Lymnaea rubiginosa
P. canaliculata merupakan salah satu jenis dimana secara umum diketahui sebagai jenis yang sering merugikan petani karena menurut Budiyono (2006) dan Puspita, dkk (2005), jenis tersebut biasanya memakan padi yang masih muda dan lunak misalnya bibit padi sehingga merupakan hama tanaman padi yang berbahaya karena memakan padi yang baru ditanam. Yusa et al. (2006) menyatakan bahwa jenis-jenis dari famili Ampullariidae mampu bertahan hidup dalam kondisi tanpa air sekalipun dalam waktu yang relatif lama
:@
8U
o\o
z
i
dz
a
I
V
\o
oN
o .fi ..
Or!
Z.-<)z N-s-i:
<a
\o-
zo
u
o._
d z g.{ oG;
i: if E
F€iE.6
FF -! T
:o -Lo€
iiNiil';=
e
=
Ef;
;3.- .=. a(,
S E
:.E
Eii?
EP:;
z
z
s! :9
ar t! !=9
Y', Sl'J
?-iflE
2 ';t
EI EE!
zth
ElJl
5
=
II
Y\!.
a0 irJla
z
o il
I
*r
o z
H t
-
o 4
I
FI Oi4 zl
3z 3
<.:
v: i,:
<:
<=
r! _-
V:
g.i :
zi <:
z=
i!:z7-
4=
di >;
z 1
!\
it
a
F
a
Ll"l
z
Doz
Fz
z!!
z
O
.l o
'z
E]F
El
z
dt!
Fz
.a
r!lz