PENDAHULUAN
Latar Belakang
Budaya sirik na pacce sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan merupakan budaya luhur nenek moyang kita yang harus dijaga kelestariannya. Dengan sirik na pacce ini nenek moyang kita membangun peradaban yang cukup besar pada masanya. Semua itu menjadi bukti betapa sirik na pacce merupakan sebuah prinsip agung, sumber kekuatan yang dahsyat untuk menjadi penggerak menuju tujuan yang telah digariskan.
Namun seiring berjalannya waktu, di era globalisasi ini terjadi pergeseran pengertian sirik na pacce. Hal ini merupakan langkah untuk lebih mengenal dan memahami siri'na pacce di tengah keterbukaan sosial budaya akibat modernisasi dan globalisasi. Salah satu cerita rakyat atau cerita yang menghiasi khazanah sastra Indonesia khususnya Sulawesi Selatan yang mengandung budaya sirik na pacce adalah kisah perjalanan I Makdi Daeng Ri Makka.
Kisah ini sangat mengharukan karena tokoh I Makdi Daeng Rimakka gugur demi membela sirik na pacce (harga diri dan martabat keluarga). Sirik na pacce dalam cerita I Makdi Daeng Rimakka sebagai produk budaya yang mencerminkan budi pekerti luhur sehingga dapat dijadikan sebagai media pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Die betekhens van siri' na Pacce in die reisverhaal van I Makdi Daeng Rimakka, oor Siri', appakasiri'-siri', Siri'-siri', appaka siri', nipaka siri', tutinggi siri'na, mate siri', teemaat siri', appaenteng siri', nipassiriki en Pacce, minder pacce, luide pacce, lompo pacce, nipapaccei, tau nia'paccena.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian untuk meningkatkan apresiasi masyarakat dalam memahami dan mengapresiasi karya sastra Indonesia khususnya karya sastra Makassar. Sebagai bahan informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam pengembangan nilai-nilai budaya lokal di sekolah. Menjadi kontributor bagi pengembangan profesi konseling khususnya mengenai budaya sirik na pacce sebagai budaya lokal (Bugis-Makassar) yang dapat dijadikan sebagai terapi budaya bagi siswa/siswi.
Membantu meningkatkan apresiasi sastra di kalangan masyarakat pembaca dan pecinta karya sastra baik pelajar maupun masyarakat umum untuk memahami kajian sirik na pacce dalam Perjalanan I Makdi Daeng Rimakka karya Muh.Faisal. Untuk memberikan informasi yang jelas kepada para pecinta sastra khususnya mengenai kajian nilai-nilai kearifan lokal siri na pacce dalam kisah perjalanan I Makdi Daeng Rimakka. Memberikan pemahaman dan memperluas wawasan para pecinta sastra dan masyarakat pada umumnya bahwa sirik na pacce merupakan produk budaya yang harus dilestarikan agar tidak terkikis oleh zaman.
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Tinjauan Pustaka
Tinjauan Teori dan Konsep
Penelitian ini dikatakan deskriptif kualitatif karena mencoba mendeskripsikan nilai irama siri'na dalam Kisah Perjalanan I Makdi Daeng Rimakka. Sikap dan pandangan I Makdi Daeng Rimakka menunjukkan bahwa seseorang yang mendukung Suriah tidak takut meski nyawanya terancam. Di bawah ini akan kami sajikan temuan mengenai irama yang terdapat dalam Perjalanan I Makdi Daeng Rimakka.
Penelitian ini membahas tentang gambaran makna sirik na pacce dalam kisah perjalanan I Makdi Daeng Rimakka. Sikap dan sikap I Makdi daeng Rimakka merupakan gambaran orang yang mengagungkan sirikna dan teguh pada keyakinannya. I Rambu Daeng Rimoncong dan I Manja Daeng Manyarrang, I Makdi Daeng Rimakka, sendiri dikatakan sebagai orang yang kurang siri' dan kurang kecepatan.
Persepsi atau makna sirik na pacce dalam Perjalanan I Makdi Daeng Rimakka dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu :. Sikap dan pembawaan I Makdi daeng Rimakka merupakan gambaran orang yang mengagungkan Sirikna, dan tegas dalam sikapnya.
Kerangka Fikir
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Data dan Sumber Data
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
I Makdi Daeng Rimakka mengatakan bahwa sikap dan sikap tersebut merupakan rasa diri yang harus dijaga dengan segenap jiwa. Perhatikan juga kutipan berikut yang menggambarkan bahwa I Makdi Daeng Rimakka sebenarnya adalah nipakasirik dari Karaeng Bontotannga. Perlakuan Karaeng Bontotannga terhadap I Makdi Daeng Rimakka memberikan gambaran bahwa I Makdi Daeng Rimakka adalah nipakasiriki ri Karaeng Bontotannga.
Sikap dan sikap I Makdi Daeng Rimakka tidak mudah tergoyahkan oleh siapapun, tidak terkecuali ayahnya sendiri. Mimpi yang saya dan ayah saya, istri Mulik Daeng Massayang, menandakan akan terjadi sesuatu yang buruk pada diri I Makdi Daeng Rimakka. Ketika Rambu dan Manja gemetar menghadapi pasukan Karaeng Bontotangnga dan meminta I Makdi Daeng Rimakka menarik pasukannya.
Kutipan berikut menggambarkan I Makdi Daeng Rimakka yang tidak gentar menghadapi Karaeng Bontotannga yang selalu menyanjungnya. Kedua kutipan tersebut menggambarkan bahwa I Jakkolo Daeng Manrangka bersedia membantu I Muliku Daeng Massayang membalas kematian I Makdi Daeng Rimakka.
Pembahasan
Melalui penelitian sirik dalam Cerita I Makdi Daeng Rimakka diperoleh data antara lain appaka siri'-siri', appaka siri', nipaka siri', tutingngi siri'na, mate siri', appaenteng siri', tea mate siri', mate ri siri 'tidak. Appaka sirik-siri', seseorang dapat dikatakan appakasiri'-siri' apabila ia melakukan perbuatan tercela. Kisah I Makdi Daeng Rimakka akan selalu dikenang sebagai seorang raja yang gugur demi Sirik na Pacce.
Jadi menjaga harga diri (siri') merupakan respon terhadap pelanggaran harga diri dan merupakan tindakan balas dendam sebagai bentuk pemulihan siri'. Di Makdi Daeng Rimakka mempunyai nipakasiri sehingga ia dan keluarganya harus mengembalikan siriken sebagai pemulihan harga diri. Siri'nipakasiri' berperan sebagai serangan dan pertahanan masyarakat Bugis dan Makassar terhadap rasa malu yang mereka terima.
Sesuai dengan hasil penelitian dalam catatan perjalanan I Makdi Daeng Rimakka, ternyata yang tau lantang paccena adalah I Mulik Daeng Massayang. Mempertahankan budaya siri'na pace di lingkungan keluarga dapat dilakukan melalui pemahaman dan keteladanan. Pemahaman siri'na tempo yang diperoleh di lingkungan keluarga dan sekolah hendaknya diterapkan atau diterapkan di masyarakat.
Oleh karena itu, istilah siri'na pace mewarnai seluruh aspek tingkah laku masyarakat Makssar baik dalam ucapan, tindakan maupun tingkah laku. Appaka Siri' mengandung makna perbuatan mempermalukan seseorang atau perbuatan yang menyebabkan malu atau hina seseorang. Nilai-nilai Siri'na pacce merupakan payung bagi seluruh aspek nilai kehidupan masyarakat Makassar.
Oleh karena itu, istilah siri' na pacce mewarnai seluruh aspek perilaku masyarakat Makssar, baik dalam ucapan, tindakan, dan perilaku. Kepada pihak sekolah agar menjadikan budaya Siri’ na Pacce sebagai salah satu materi muatan lokal bidang kajian Antropologi Budaya dan akhlak keseharian siswa di sekolah. Diharapkan dapat menginternalisasikan secara positif nilai-nilai budaya Siri' na Pacce agar dapat menjadi pribadi yang utuh, berkarakter, dan menunjang keberhasilan akademik di sekolah tempat ia belajar.
Begitu juga dengan Karaeng Bontotangnga, yang buta di tengah-tengah kumpulan I-team Makdi Daeng Rimakka.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan