• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Untuk Memperkuat Workforce dan Ekonomi

N/A
N/A
Efrizal Adil Lubis

Academic year: 2024

Membagikan " Cara Untuk Memperkuat Workforce dan Ekonomi"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

5 PRIORITAS KERJA TAHUN KEDEPAN

Membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita.

Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dgn kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, mengakselerasi nilai tambah

perekonomian rakyat.

Segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, harus dipotong, harus dipangkas. Pemerintah akan mengajak

DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM.

Eselonisasi harus disederhanakan.disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi.

Agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

1 Harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam

menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(2)

Arah Kebijakan dan Strategi ASN di Daerah

Arah Kebijakan

Meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan

dasar, daya saing, serta kemandirian daerah,

Sasaran

Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi khusus

(Provinsi Aceh, Papua, dan Papua

Barat) melalui peningkatkan kapasitas daerah

otonom dan daerah khusus/daerah istimewa

untuk pemenuhan standar pelayanan minimum, pengelolaan keuangan daerah dan pemenuhan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien

Strategi

Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah dengan peningkatan kapasitas pemerintah

daerah melalui:

e) Peningkatan kapasitas aparatur daerah dalam manajemen penyelenggaraan pemerintahan daerah dan keahlian khusus

lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah termasuk perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah.

Polhukhankam

(Narasi RPJMN 2020-2024 Bab 8)

1. Konsolidasi Demokrasi

2. Optimalisasi Kebijakan Luar Negeri

3. Penegakan Hukum Nasional Yang Mantap

4. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 5. Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional

Profesionalitas ASN

Penyederhanaan Eselonisasi dan Perluasan Jabatan Fungsional (dengan kompetensi spesifik)

Perbaikan sistem kesejahteraan ASN dan Pensiunan ASN

Perlunya Percepatan Penerbitan PP UU ASN

• Kompetensi dan Tingkat Pendidikan ASN rendah

•Tenaga Spesialis ASN masih kurang

Distribusi ASN dengan keahlian fungsional/tertentu belum mengacu pada sektor unggulan kewilayahan

Kelembagaan

Tumpang tindih tugas dan fungsi antar lembaga karena belum adanya penataan tugas dan fungsi

Pembangunan Kewilayahan Tahun 2020-2024

(Narasi RPJMN 2020-2024 Bab 3)

(3)

MANDAT

PRESIDEN & WAPRES “Perlu dilakukan penyederhanaan birokrasi

pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.”

(Pidato Presiden pada Sidang Paripurna MPR RI, 20 Oktober 2019)

ASPEK PENYEDERHANAAN BIROKRASI PEMDA

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia

(4)

REFORMASI BIROKRASI

KELEMBAGAAN

SUMBER DAYA MANUSIA

KETATALAKSANAAN

Pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap Sistem Penyelenggaraan

Pemerintahan berkaitan dengan aspek:

(5)

KOMPETENSI SDM BERUBAH

EFISIENSI: SDM, PERJALANAN, INFRASTRUKTURUR

CARA KERJA CEPAT

MANAJEMEN KINERJA DAN PRODUKTIVITAS

PENGGUNAAN IT YANG MASIF

BIROKRASI BIROKRASI

DI ERA

DI ERA

NEW NORMAL NEW NORMAL

(6)

Kebutuhan SDM di Era New Normal

Dukungan SDM Dalam E-Learning

Sumber Daya Manusia

a. Web & Security Support

b. IT/Networking System Support c. Administrator

d. Instructional Designer

e. Instructional Media Developer f. Widyaiswara

g. Penyelenggara

(7)

NEXT ???

UU 5 TAHUN 2014

Kompetensi Teknis

Kompetensi Sosio Kultural

Kompetensi Pemerintahan Kompetensi

Manajerial

KOMPETENSI ASN KOMPETENSI ASN

Spesialisasi Pendidikan

Pelatihan Teknis Fungsional

Pengalaman Kerja

Tingkat Pendidikan

Pelatihan Struktural/ Manajemen

Pengalaman Memimpin

Pengalaman Kerja berkaitan dengan Masyarakat Majemuk dalam hal Suku, Agama & Budaya sehingga memiliki Wawasan Kebangsaan

(8)

1.Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang terkait dengan kebijakan Desentralisasi;

2.Hubungan Pemerintah Pusat dengan Daerah;

3.Pemerintahan umum;

4.Pengelolaan keuangan Daerah;

5.Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah;

6.Hubungan Pemerintah Daerah dengan DPRD; dan 7.Etika Pemerintahan.

UU 23 TAHUN 2014 tentang Pemerintahan Daerah

... Lanjutan ...

... Lanjutan ... Kompetensi Pemerintahan

(9)

KOMPETENSI TEKNIS

KOMPETENSI MANAJERIAL

KOMPETENSI

PEMERINTAHAN

KOMPETENSI SOSIO KULTURAL

KOMPETENSI ASN

UU No. 5 THN 2014 TTG ASN

UU No. 23 THN 2014 TTG PEMERINTAHAN DAERAH

HARUS

PROPORSIONAL

(10)

KOMPETENSI TEKNIS

KOMPETENSI MANAJERIAL

KOMPETENSI

PEMERINTAHAN

KOMPETENSI SOSIO KULTURAL

PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN

KEBUTUHAN DAERAH

PROGRAM PRIORITAS DAERAH VISI MISI KEPALA DAERAH

PENGEMB KOMPETENSI SDM ASN DAERAH

 HARUS SEJALAN

 TIDAK

BERTENTANGA N

 ADA SINERGI

(11)

BAGAIMANA KITA MERESPON

PENGEMBANGAN SDM YANG BERDAYA SAING

Training Needs Analysis

Mendorong pemerintah daerah agar memprioritaskan untuk menyusun Training Need Analysis (identifikasi kebutuhan diklat) dalam menentukan prioritas kebutuhan diklat

Inovasi

Senantiasa melakukan inovasi dalam delivery method dan materi program pendidikan dan pelatihan

Koordinasi Lintas K/L/D

Koordinasi dan sinkronisasi dengan K/L pusat terkait (e.g. LAN, Kemenpanrb) dan Pemda dalam penyusunan materi dan penyelenggaraan pengembangan kompetensi SDM aparatur daerah agar tidak terjadi tumpang tindih

Kebutuhan Daerah

Pengembangan kompetensi SDM Aparatur di daerah hendaknya menyesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi di daerah

Potensi Unggulan

Perlu dipertimbangkan prioritas untuk menyusun materi diklat yang sesuai dengan pengembangan potensi unggulan daerah

Kerja Sama Antar unit

Bekerja sama dengan UK lainnya di Kemendagri untuk penyusunan dan penyempurnaan materi

RB

BAGAIMANA KITA MERESPON

PENGEMBANGAN SDM YANG BERDAYA SAING

(12)

12

PROFESIONALISME SDM APARATUR

PERMASALAHAN

Perencanaan Kebutuhan Pegawai; Penerapan manajemen kinerja reward

& punishment belum konsisten

Jumlah, kualitas distribusi dan komposisi pegawai belum sesuai beban kerja dan

kebutuhan riil organisasi

Kompetensi belum sepenuhnya digunakan sebagai dasar pengadaan,

penempatan pengembangan pegawai dan remunerasi

KONDISI PENYEBAB

`

PENATAAN SDM APARATUR

AKIBATNYA : KINERJA DAN DISIPLIN DINILAI RENDAH

(13)

HARAPANNYA:

KESESUAIAN

KOMPETEN DAN KOMPETITIF LOYALITAS/DEDIKASI MORALITAS DAN INTEGERITAS

POTENSI

KINERJA DAN PRODUKTIF

POLA KARIER

(14)

PENYUSUNAN DAN PENETAPAN KEBUTUHAN

Setiap Instansi Pemerintah menyusun kebutuhan jenis jabatan dan jumlah PNS berdasarkan Anjab dan ABK, peta jabatan, dan ketersediaan

pegawai

14

ANALISIS JABATAN

PETA JABATAN

ANALISIS BEBAN KERJA

KEBUTUHAN ASN

KEKURANGAN

KEBUTUHAN PNS

Penetapan kebutuhan PNS secara nasional setiap tahun anggaran ditetapkan oleh Menteri PAN RB, setelah memperhatikan pendapat Menteri Keuangan dan pertimbangan teknis Kepala BKN

Dilakukan untuk jangka waktu 5 tahun dan

diperinci setiap tahun berdasarkan prioritas

kebutuhan dan Renstra

(15)

TANTANGAN MANAJEMEN SDM ASN DI DAERAH

Urusan Konkuren - Urusan Wajib - Urusan Pilihan

RENSTRA

Visi, Misi dan Program Pemerintah Daerah

 Pertanian

 Industri

 Pariwisata

 Kelautan

 Tambang

R P J M D

URUSAN PEMDA POTENSI DAERAH ARAH PEMBANGUNAN DAERAH

 Jasa

 Manufaktur

 Industri

 Pariwisata

 UKM

BAGAIMANA SDM ASN UNTUK MEWUJUDKAN RENSTRA DAERAH - SDM ASN melaksanakan tugas/urusan sesuai beban kerja

- SDM ASN melaksanakan tugas/urusan sesuai dengan potensi dan arah pengembangan daerah

(16)
(17)

AUDIT SDM ASN

1. Pemetaan Kebutuhan SDM (jabatan + jumlah) berdasar beban kerja jabatan 2. Pemetaan Persediaan Pegawai melalui UJK (kuadran 1, 2 3,4)

PENATAAN SDM ASN

1. Penataan ulang penempatan (Replacement) SDM yang kompeten dan berkinerja

2. Diklat bagi SDM yang masih potensial dikembangkan (kuadran 3) 3. Redistribusi antar Instansi

4. Penanganan SDM kuadran 4 (pensiun dini) PENGEMBANGAN SDM ASN

1 Pengaturan Sertifikasi kompetensi 2. Pengaturan Pendidikan Kedinasan 3. Pengembangan Kader (fast track)

PENATAAN SDM ASN

RPJM, Renstra

Urusan Pem,

Potensi Dan Arah

Pembangunan

(18)
(19)

 Sertifikasi Kompetensi Bagi Jabatan Fungsional Tertentu binaan Kemendagri, antara lain:

a. JF Pengawas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (PPUPD) b. JF Polisi Pamong Praja (POL-PP)

c. JF Pemadam Kebakaran

d. JF Operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan e. JF Administrator Database Kependudukan

 Sertifikasi Kompetensi Pemerintah Daerah sesuai dengan amanat Permendagri 108 Tahun 2017 tentang Kompetensi Pemerintahan yang memuat standar kompetensi bagi a. Pejabat Pimpinan Tinggi

b. Pejabat Administrasi c. Sekda

d. Camat e. Lurah

Kebutuhan Sertifikasi di Daerah

Referensi

Dokumen terkait

kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. 2) Mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap

Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan mendorong

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang

5 Tahun 2010 menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dengan