ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH KOPRA SEBAGAI HASIL OLAHAN KELAPA DI DESA KECAMATAN BILA AMALI. Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Kopra Sebagai Produk Olahan Kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone adalah benar dan merupakan hasil karya yang belum pernah diajukan ke perguruan tinggi manapun dalam bentuk apapun. Analisis Pendapatan dan Nilai Tambah Kopra Sebagai Produk Olahan Kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan nilai tambah kopra sebagai produk olahan kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 210 orang petani kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Dari hasil penelitian di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone yaitu dengan menganalisis pendapatan petani kelapa dan nilai tambah kelapa pada kopra maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan yang diterima petani kelapa di lokasi penelitian rata-rata Rp sekitar tiga bulan.
Kepada Pemerintah Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bona khususnya Bapak Agustang selaku Kepala Desa Bila beserta jajarannya yang telah memungkinkan penulis melakukan penelitian di daerah tersebut dan membantu, melayani dengan baik serta memberikan informasi baru dan wawasan selama peneliti sedang melaksanakan kegiatan penelitian di lokasi.
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
Luas perkebunan, produksi dan produktivitas kelapa di Kecamatan Amali Kabupaten Bone selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 1. 3 Pengolahan Kelapa menjadi Kopra merupakan usaha yang potensial untuk dikembangkan di Kecamatan Amali Kabupaten Bone mengingat produksi kelapa cukup besar setiap tahunnya.. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian agar dapat mengetahui lebih jauh mengenai pendapatan dan nilai tambah kopra sebagai produk olahan kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
Berapa pendapatan petani dari usahatani kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone? Berapa nilai tambah yang diperoleh petani dari pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone? Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
Untuk menganalisis nilai tambah yang dicapai petani dengan pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
TINJAUAN PUSTAKA
- Deskripsi Tanaman Kelapa
- Deskripsi Kopra Sebagai Produk Olahan Kelapa
- Konsep Nilai Tambah
- Konsep Tentang Biaya
- Konsep Tentang Penerimaan
- Konsep Tentang Pendapatan
Daging kelapa juga enak dimakan langsung (terutama kelapa muda), atau bisa diolah lebih lanjut. Kopra atau daging kelapa merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa mentah (CCO) dan produk turunan lainnya. Kopra merupakan zat putih (endosperma) buah kelapa yang telah dijemur atau dipanaskan secara buatan.
Buah kelapa yang masih mempunyai tempurung dibelah dua dengan menggunakan parang atau kapak. Jadi pengeringan awal dapat dihentikan jika daging kelapa (endoperm) mudah dikeluarkan dari tempurungnya. 9 4) Pelepasan Daging Buah. Pengeluaran daging kelapa dilakukan dengan cara sebagai berikut: tangan kiri memegang kelapa dengan daging menghadap ke atas, pisau ditusukkan (ditusuk) pada kulit kelapa (di antara kulit luar endosperma dan tempurung).
Perusahaan Pengolahan Kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone merupakan perusahaan pengolahan kopra yang bahan baku utamanya adalah daging kelapa.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Teknik Penentuan Sampel/Informan
- Jenis Data
- Sumber Data
- Teknik Analisis Data
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka melainkan keterangan verbal yaitu identitas responden dan permasalahan yang ditemui di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Analisis pendapatan (Pd) untuk mengetahui pendapatan petani pengolahan kelapa hingga kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone dihitung berdasarkan pendapatan dikurangi biaya yang dikeluarkan. Kopra merupakan produk olahan dari buah kelapa yang dikeringkan di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone.
Pengolah kopra adalah masyarakat yang menjalankan usaha kopra yang dimulai dengan memetik atau membeli kelapa dengan cara mengolah kelapa menjadi kopra untuk diproduksi di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone. Nilai tambah merupakan peningkatan nilai buah kelapa setelah diolah lebih lanjut menjadi kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone (Rp/Kg). Produksi adalah banyaknya kelapa yang diolah menjadi kopra yang diperoleh pengusaha kopra di Desa Bila Kecamatan Bone Kabupaten Bone (Kg).
Tenaga Kerja adalah jumlah seluruh tenaga kerja yang dikerahkan pada pengolahan kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone (Org). Tenaga kerja keluarga merupakan tenaga kerja yang berasal dari anggota keluarga petani di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone (Org). Biaya produksi merupakan total nilai yang dikeluarkan oleh para pengusaha selama melakukan kegiatan kopra di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone (Rp).
Biaya bahan baku merupakan nilai seluruh masukan usaha pengelolaan kopra yang ditukarkan ke dalam rupiah di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone (Rp). Pendapatan total merupakan jumlah produksi dikalikan harga produksi kopra yang berlaku di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone (Rp). Biaya variabel merupakan biaya yang meningkat sebanding dengan peningkatan jumlah produksi di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone (Rp).
Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tetap dalam jangka waktu tertentu dan tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap jumlah produk yang dihasilkan di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone (Rp). Harga kopra merupakan nilai/harga jual produk kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone (Rp).
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
- Sejarah Desa
- Demografi
- Kondisi Sosial
- Kondisi Ekonomi
Terlihat jumlah penduduk terbanyak berdasarkan jenis kelamin di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone sebanyak 453 jiwa dengan persentase 52,19 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terendah terdapat pada kelompok umur 57 – 69 tahun yaitu sebanyak 109 orang dengan persentase sebesar 12,85%. Keadaan penduduk desa berdasarkan ijazah terakhir atau tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 5.
Meskipun terdapat 608 orang dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi, namun jumlah penduduk terbanyak berdasarkan tingkat pendidikan berada pada jenjang SD yaitu 514 orang dengan persentase 59,22. Berdasarkan tabel 6 terlihat sebagian besar penduduk desa menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani yaitu sebanyak 267 orang dengan persentase sebesar 30,76% dan sebagian besar penduduknya juga tidak mempunyai pekerjaan atau tidak bekerja yaitu sebanyak 278 orang dengan persentase sebesar 30,76%. 32.03. Untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sosial masyarakat Desa Bila dapat dilihat melalui aspek pendidikan, kesehatan, keamanan dan ketertiban, aspek keagamaan, seni dan olah raga serta gotong royong masyarakat yang menjadi ciri khas desa tersebut. komunitas desa. yang terus tumbuh dan berkembang.
31 Kondisi Desa Dari segi pendidikan dapat digambarkan berdasarkan sarana dan prasarana pendidikan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA dan seterusnya, masyarakat desa harus mencari sekolah di luar desa. Dari aspek kesehatan, kondisi Desa Bila dapat digambarkan berdasarkan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan hal-hal lain yang menggambarkan pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Bila.
PETERNAKAN Sapi, ayam kampung, kuda, kambing, angsa, bebek
- Pembagian Wilayah Desa
- HASIL DAN PEMBAHASAN
- Karakteristik Responden .1 Umur
- Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa .1 Produksi Kelapa
- Biaya Variabel
- Biaya Variabel a. Biaya Tenaga Kerja
- Biaya Tetap
- Bahan Baku
- Output
- Harga Output
- Input Tenaga Kerja
- Upah Rata-rata Tenaga Kerja
- Sumbangan Input Lain
- Nilai Tambah Kopra
Klasifikasi Umur Responden dalam Budidaya Kelapa dan Pengolahan Kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Tingkat pendidikan responden yang melakukan kegiatan pengolahan kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone dapat dilihat pada Tabel 11. Klasifikasi tingkat pendidikan responden yang melakukan kegiatan budidaya kelapa dan pengolahan kopra di Desa Bila Kecamatan Amali, Kabupaten Bone.
Sebanyak 37 orang melakukan kegiatan pengolahan kopra di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, dapat dilihat pada Tabel 12. Klasifikasi Pengalaman Bertani Responden yang Melakukan Kegiatan Pertanian Kelapa dan Pengolahan Kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Klasifikasi luas lahan responden petani kelapa terhadap kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
Total biaya yang dikeluarkan petani kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone dapat dilihat pada Tabel 15. Hasil Rekapitulasi Total Biaya (TC) Usahatani Kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. 42 yang dikeluarkan petani kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone yaitu Rp.
Pendapatan dalam penelitian ini adalah pendapatan petani kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Besarnya pendapatan yang diperoleh dari budidaya kelapa di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone disajikan pada Tabel 16. Alat-alat yang digunakan petani di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone dalam mengolah kopra adalah:
Biaya-biaya yang harus ditanggung petani pengolah kopra di desa Bila kecamatan Amali Kabupaten Bone adalah: Hasil rekapitulasi biaya-biaya variabel yang dikeluarkan petani kopra dalam proses kegiatan pengolahan kopra di desa Bila kecamatan Amali Kabupaten Bones. Hasil rekapitulasi total biaya (biaya variabel dan biaya tetap) pada proses kegiatan pengolahan kopra di desa Bila kecamatan Amali Kabupaten Bone.
Banyaknya bahan baku yang digunakan dalam proses pengolahan kopra di Desa Bila, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone.
DAFTAR PUSTAKA
Analisis Produksi dan Pendapatan Usahatani Kelapa Dalam di Desa Tindaki Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Analisis Manfaat dan Nilai Tambah Pengolahan Singkong (Manihot Esculenta) di Tela-Tela (Studi Kasus Usaha Steak Tela di Kelurahan Mandonga Kecamatan Mandonga Kota Kendari). Kontribusi usahatani kelapa terhadap pendapatan keluarga petani di Desa Naha dan Desa Beha Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bagaimana proses pengolahan serpihan kelapa yang sedang Anda coba, mulai dari pengadaan bahan baku hingga produksi produk kelapa. Apakah buah kelapa yang digunakan untuk membuat potongan tersebut berasal dari lahan sendiri atau dibeli dari luar negeri, dan jika iya, berapa harga setiap buah kelapanya? Upah buruh (Rp). 2) Tenaga Kerja dan Upah Pekerja Pengolah Kopra No Nama Penanggung Jawab Produksi.
Biaya variabel (tenaga kerja) pemanenan/pemanjatan pohon kelapa yang digunakan petani kelapa dalam pengolahan kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Biaya Tetap Penyusutan Alat (Kapak) yang Digunakan Petani Kelapa dan Pengolahan Kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Biaya Tetap Penyusutan Alat (Pryer) yang Digunakan Petani Kelapa dan Pengolahan Kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
Hasil rekapitulasi biaya tetap yang digunakan dalam proses pengolahan kelapa menjadi kopra di desa Bila kecamatan Amali Kabupaten Bone. Ringkasan Hasil Biaya Variabel yang Digunakan dalam Proses Pengolahan Kopra di Desa Bila Kecamatan Amali Kabupaten Bone.
RIWAYAT HIDUP