• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN "

Copied!
117
0
0

Teks penuh

Di PT Adira Finance sendiri, Corporate Social Responsibility (CSR) dilaksanakan karena berperan penting dalam mengatur hubungan CSR eksternal perusahaan dengan masyarakat di provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara yaitu Desa Satria, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, dan subjek penelitiannya adalah Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adira Finance. Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bentuk tanggung jawab setiap perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat, tidak dapat dipisahkan dari PT Adira Finance itu sendiri.

PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHA PEREMPUAN MUDA PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI

KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN

Sampel penelitian terhadap remaja putri, yaitu perempuan berusia 15 hingga 30 tahun dari keluarga miskin di kabupaten tersebut, tidak diketahui. Karena dalam sudut pandang makro, pengembangan sumber daya manusia adalah suatu proses peningkatan kualitas atau kemampuan manusia yang meliputi perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia (Notoatmodjo, 1998: 2-3). Khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang menyangkut peningkatan seluruh potensi keterampilan yang dimiliki.

IMPLEMENTASI PENGAWASAN TAHAPAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH (DPT) DALAM PEMILU

KEPALA DAERAH KOTA MEDAN TAHUN 2010 (STUDI KASUS KELURAHAN PUSAT PASAR

Variabel Struktur birokrasi, sudah berjalan maksimal

Faktor-faktor penghambat kinerja Panwaslu dalam tahapan pemutakhiran data Pilkada Kota Medan dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2010. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan faktor penghambat kinerja Panwaslu dalam tahapan pemutakhiran data pemilih. Faktor pendukung kinerja Panwaslu dalam tahap pemutakhiran data dan daftar pemilih tetap (PRL) Pilkada Kota Medan Tahun 2010.

Upaya Panwaslu Kota Medan bertujuan untuk memaksimalkan peran dan fungsi tahapan Pemutakhiran Data dan Daftar Akhir Pemilihan (DPT) pada Pilkada Kota Medan Tahun 2010. Dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya pada setiap tahapan pemilu kota Medan. Medan dalam hal ini tahap Pemutakhiran Data Pemilih (DPT). 4. Melakukan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi Anggota Panwaslu Kota Medan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai tugas dan wewenang Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan.

Penerapan pembahasannya menggunakan teori implementasi kebijakan terkait dengan pelaksanaan pengawasan pada tahap pemutakhiran data pemilih (DPT) pada Pilkada Kota Medan. Faktor penghambat yang mempengaruhi kinerja Panwaslu Kota Medan tahun 2010 khususnya pada tahap pemutakhiran data dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah terbatasnya jumlah anggota Panwas, terbatasnya waktu pembentukan (peraturan/undang-undang yang mengatur Panwas/ Bawaslu), ketidaksetaraan sumber daya manusia (tingkat pendidikan) antara Panwas kota, kecamatan dan kelurahan sehingga anggota Panwas belum mengetahui tugas dan fungsinya dengan baik, keterbatasan anggaran. Faktor pendukung yang mempengaruhi kinerja Panwaslu Kota Medan tahun 2010 khususnya pada tahap pemutakhiran data dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah dukungan seluruh elemen masyarakat, DPRD Kota Medan, instansi terkait seperti Kota Medan. Kota. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BPS Kota Medan, Pemerintah Kota Medan (Kabupaten, Kecamatan, Kepling) yang membantu dalam tahapan pilkada khususnya dalam pemutakhiran data DPT.

Upaya Panwaslu Kota Medan tahun 2010 khususnya pada tahap pemutakhiran data dan tahap Daftar Pemilihan Tetap (DPT) antara lain melakukan BIMTEK bagi seluruh anggota Pawas, membuat MOU dengan kepolisian dan kejaksaan atas tindak pidana tahap Pilkada, dan bekerja sama dengan instansi Kementerian Kependudukan dan Catatan Sipil, BPS Kota Medan.

PERAN LURAH DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF, PEMILIHAN UMUM PRESIDEN/WAKIL

PRESIDEN, DAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH/WAKIL KEPALA DAERAH DI KOTA TEBING TINGGI

12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Mengingat dimensi pembangunan politik mencakup banyak hal, maka penelitian ini akan fokus pada salah satu dimensinya, yaitu rekrutmen lembaga legislatif dan eksekutif melalui Pemilihan Umum dan Pilkada. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan permasalahan yaitu bagaimana peranan kepala desa dalam Pemilihan Umum Legislatif, Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden dan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati di Kota Tebing Tinggi. .

Tujuan diadakannya forum Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan peneliti adalah untuk memperoleh rumusan dari berbagai sudut pandang pemangku kepentingan mengenai peran kepala desa dalam pembangunan politik daerah, khususnya pada saat pemilu legislatif, presiden, dan daerah. Pada tema peran kepala desa dalam dinamika masyarakat desa sebelum, pada saat dan setelah Pemilu dan Pilkada, para peserta FGD sepakat bahwa peran kepala desa tidak boleh ada. Pada sesi yang mengangkat tema penutup mengenai peran camat dalam penyelenggaraan pemilu, pemilu presiden, dan pilkada, para peserta FGD sepakat bahwa peran lurah cukup strategis dengan sarana dan prasarananya. dimiliki oleh camat. kabupaten untuk memfasilitasi penyelenggaraan pemilu dan Pilkada, termasuk fasilitas sosialisasi, penanganan logistik dan Sekretariat KPPS.

UU No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Pada forum FGD yang mempertemukan kepala desa dan pemangku kepentingan, dihasilkan beberapa kesepakatan dan rekomendasi mengenai peran kepala desa dalam pembangunan politik lokal sebagai berikut. Mekanisme pemilihan kepala desa dapat ditempuh melalui mekanisme Pilkada yang diakomodasi oleh peraturan perundang-undangan, khususnya revisi undang-undang no. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Untuk meningkatkan peran kepala desa dalam pembangunan politik lokal di kecamatan, sebaiknya model pemilihan kepala desa juga dilakukan langsung oleh warga, dengan mekanisme dan kualifikasi khusus yang jelas berbeda dengan pemilihan kepala desa.

ANALISIS KINERJA APARATUR KECAMATAN DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI DI KOTA MEDAN

Kinerja aparatur negara erat kaitannya dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan aparat birokrasi. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk melakukan penelitian yang secara khusus menganalisis kinerja aparatur kecamatan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan aparat kecamatan, kinerja aparatur secara umum mengacu pada tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan.

Kinerja perangkat kecamatan secara umum dilaksanakan berdasarkan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Medan periode 2010-2015. Kinerja yang dipahami oleh aparatur kecamatan kota Medan adalah kinerja pegawai pemerintah pada organisasi pemerintahan. Dapat dikatakan baik untuk mengukur kinerja aparatur daerah di Kota Medan dari sudut pandang masyarakat, karena aparat dapat membantu mewujudkan keinginan masyarakat yang semakin tinggi khususnya dalam pelayanan administrasi masyarakat.

Kinerja aparatur kecamatan di Kota Medan menurut tanggapan responden aparatur dan warga masyarakat sudah masuk dalam kategori tinggi, meskipun masih dapat ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang maksimal. Secara umum, kinerja pejabat daerah mengacu pada tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen, dimana kinerja adalah kinerja individu dan kelompok kerja. Dilihat dari tingkat kepuasannya, secara umum masyarakat merasa puas terhadap kinerja aparatur kecamatan di Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan disarankan untuk mengembangkan model penilaian yang dapat dijadikan acuan dalam menilai keberhasilan setiap satuan kelurahan dalam melaksanakan tugasnya melayani masyarakat.

ANALISIS KEMUNGKINAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN

KUALITAS PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI SERDANG

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah memberikan kemungkinan perubahan status desa menjadi kecamatan dengan menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pembentukan, Penghapusan dan/atau Penggabungan, serta Susunan Organisasi dan Tata Caranya. Pekerjaan Kecamatan. Sebab, banyak faktor yang harus berubah seiring dengan perubahan status desa di kecamatan. Apa saja langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mengubah status desa dalam kecamatan di Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang.

Perubahan status desa menjadi kelurahan merupakan upaya pemerintah untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketentuan lebih lanjut mengenai perubahan status kota menjadi kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dengan berpedoman pada Peraturan Menteri. Tidak adanya sosialisasi mengenai rencana kebijakan perubahan status desa menjadi kelurahan dapat menimbulkan persepsi yang beragam di masyarakat.

Oleh karena itu, dukungan masyarakat mutlak diperlukan dalam proses perubahan status desa menjadi subdaerah, selain 5 (lima) persyaratan lain yang harus dipenuhi sesuai Pasal 5 ayat (2) Peraturan Pemerintah. Peraturan no. 72 Tahun 2005. Kebijakan pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk meningkatkan pelayanan adalah dengan menetapkan 4 (desa) desa yang bersiap menjadi kelurahan dan diubah statusnya menjadi kelurahan. Adanya rencana kebijakan pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mengubah status desa menjadi kelurahan harus segera disusul dengan ditetapkannya peraturan daerah yang secara teknis mengatur perubahan status desa menjadi kelurahan - daerah.

Adanya dukungan sebagian masyarakat terhadap perubahan status desa menjadi kelurahan di Kecamatan Namo Rambe perlu disikapi dan dicermati secara positif.

POLITICAL MARKETING PARTAI POLITIK DALAM PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TAHUN 2009

Studi Pada Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara)

Penelitian ini akan menjawab permasalahan bagaimana pemasaran politik yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara menjelang pemilihan presiden tahun 2009. Dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden, partai politik seperti Partai Demokrat memperkuat kebijakannya untuk memenangkan jagoan Susila Bambang, Yudhoyono-Boediono, dimana Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai partai tersebut, yakni kemenangan. Pemilu 2009. Potensi kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada Pemilu 2009 tak lepas dari kinerja Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumut yang begitu gigih dan konsisten dalam tim pemenangan pasangan calon presiden. .

Namun perlu diketahui juga bahwa kemenangan Partai Demokrat pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada pemilu tahun 2009 tidak lepas dari pandangan partai tersebut. Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumut berkoordinasi dengan tim agar pemasaran politik terlaksana sesuai keinginan, yakni bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, tujuan utama penentuan segmentasi pasar Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara adalah hadir.

Kemampuan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat mengerahkan infrastruktur untuk meyakinkan masyarakat, khususnya panglima perang yakni Presiden BAPILU. Tujuannya agar pesan politik yang disampaikan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumut dapat tersebar luas di kalangan masyarakat Provinsi Sumut. Dalam upaya menarik simpatisan dan membangun basis massa, dewan pimpinan daerah Partai Demokrat menerapkan strategi memenangkan pemilu melawan tokoh-tokoh.

Namun, penting juga untuk mencatat kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden dan wakil presiden di parlemen

PEMASARAN POLITIK BASYIR PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA PEKALONGAN TAHUN 2010

KPUD Kota Pekalongan menunda jadwal pemilukada dan tahapannya pada tanggal 16 Juni 2010 dan menemukan 3 (tiga) pasangan calon yang mendaftarkan diri pada pemilukada pasca-konflik Kota Pekalongan. Konfigurasi dukungan partai politik di atas seharusnya berdampak positif terhadap keberhasilan pasangan Alma dan Masro, namun kenyataannya pasangan Basyir-Alex mampu memenangkan Pilkada Kota Pekalongan dengan perolehan suara. Saking suksesnya pasangan Basyir-Alex di Pilkada Kota Pekalongan, nyatanya sebagai calon dari Partai Golkar saat ini, strategi pemasaran politik yang diterapkan Basyir-Alex pada Pilkada Kota Pekalongan 2010 akan diusut.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan masalah yang ingin diteliti, yaitu: Bagaimana strategi pemasaran politik yang diterapkan pasangan Basyir-Alex pada pemilukada di kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2010. Periode -2015. Sebelum menjadi Wali Kota Pekalongan pada tahun 2005, pekerjaan sehari-hari Basyir adalah sebagai dokter umum yang membuka praktik di rumah pribadinya di Jalan Agus Salim di Pekalongan. Golongan Karya (Golkar) kemudian pada tahun 1998 hingga sekarang, Basyir menjadi Ketua DPD Golkar Kota Pekalongan.

Semasa berkarier di dunia politik kelembagaan, Basyir pernah bertugas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan pada tahun 1999-2005. Visi dan Misi Pasangan Basyir-Alex Visi yang dibawa Basyir pada Pilkada Kota Pekalongan Tahun 2010 adalah “Membangun masyarakat madani yang berlandaskan nilai-nilai agama melalui pengembangan kota jasa yang ramah lingkungan”. Media luar ruang berupa spanduk/baliho dan stiker selalu menampilkan gambar Basyir-Alex yang mengenakan pakaian batik masa perang sebagai pakaian khas Kota Pekalongan.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa pasangan Basyir-Alex tidak fokus pada pendekatan produk politik terhadap pasar, karena pasangan Basyir-Alex merupakan pasangan yang cukup dikenal warga Kota Pekalongan.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pada sektor industri KA sendiri memiliki dampak jangka pendek sebesar Rp1.451.716 juta di mana nilai tersebut merupakan nilai input terbesar yang terdampak atas kenaikan permintaan