• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kehidupan Humanis Jati Diri Bangsa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kehidupan Humanis Jati Diri Bangsa"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Zulkarnain Lubis

Kehidupan Humanis Jati Diri

Bangsa

(2)

Istilah jatidiri diciptakan

masyarakat dan budaya Indonesia sendiri, yang maknanya adalah

suatu multikarakter dan kesadaran yang ada dalam manusia Indonesia sendiri

Istilah jatidiri memiliki makna yang lebih luas dan lengkap dari sekedar istilah karakter, yaitu dikaitkan

dengan nilai-nilai religious dan

ketuhanan yang sangat dalam

(3)

Saling menghormati & saling menghargai

Rasa kebersamaan & tolong menolong

Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa

Rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara

Adanya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama

Adanya perilaku dalam sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati &

saling menguntungkan

Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya

Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.

Ciri-ciri Karakter Bangsa Indonesia

(4)

Sifat baik manusia Indonesia (Muchtar Lubis)

masih kuatnya ikatan saling tolong

pada dasarnya berhati lembut

suka damai

punya rasa humor

dapat tertawa dalam penderitaancepat belajar dan punya otak encer

mudah dilatih keterampilan

punya ikatan kekeluargaan yang mesra serta penyabar.

(5)
(6)

• Humanis, orang yang mendambakan dan

memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas

perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia

• Kehidupan humanis berarti terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas

kemanusiaan untuk kepentingan bersama, sesama ummat manusia

Ciri-ciri Karakter

Bangsa Indonesia

Jati Diri Bangsa Kehidupan

humanis

(7)

Ciri manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis yang juga menghambat kehidupan

humanis

manusia Indonesia adalah hipokrisi atau munafik

segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya

berjiwa feodal

masih percaya takhayul

hidup lebih banyak dengan

naluritidak hemat, boros, serta

senang berpakaian bagus dan

berpesta

(8)

Fakta yang bertentangan dengan jati diri bangsa dan susah terwujudnya kehidupan humanis

Maraknya tingkat kekerasan

Kecenderungan ketidakjujuran makin meningkat

Rasa tidak hormat terhadap orang tua, guru, dan pemimpin

Sikap rasa curiga dan ekspresi kebencian satu sama lain

Kurang menghargai bahasa Indonesia

Perilaku menyimpang makin berkembang (narkoba,pornografi, pornoaksi dan lainnya)

Cenderungan menggandrungi budaya asing

Menurunnya idealisme, patriotisme,serta mengendapnya semangat kebangsaan.

Meningkatnya sikap konsumerisme, pragmatisme, dan hedonisme

Menurunnya ketaatan menjalankan agama

(9)
(10)

Upayakan untuk meningkatkan EQ dan SQ bukan semata-mata mengandalkan IQ

Kecerdasan Emosional Kecerdasan Spritual

seseorang mampu mengatasi masalah hidupnya dan berdamai dengan masalah tersebut

mampu mengenal dan memahami diri sepenuhnya sebagai makhluk spiritual

maupun sebagai bagian dari alam semesta.

memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang dijalani dan ke mana akan pergi

memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkannya dengan Sesuatu yang Maha Tanpa Batas atau Maha Tak Terhingga

kesadaran diri sendiri (self- awareness)

mengatur diri sendiri (self- regulation)

motivasi

empati

keterampilan sosial (social skill)

(11)

Seimbangkan naluri, nalar, dan nurani

Naluri merupakan pembawaan alami berupa dorongan nafsu yang menuntut untuk berbuat sesuatu, dalam

mewujukannya oleh manusia dilakukan dengan nalar , namun nalar atau akal pikiran juga tanpa dikontrol akan merugikan orang lain yang bisa menjadi akal-akalan, mengakali, atau menggunakan akal bulus. Jadi dalam menggunakan akal untuk memenuhi naluri kita, harus dikendalikan dengan nurani yang selalu disebut dengan hati nurani.

Jika nurani sudah mati, pada, atau meredup, maka akan muncul kelakuan dan perbuatan yang tidak sejalan

dengan karakter bangsa dan jati diri bangsa

Kata kunci untuk

menjaga karakter

bangsa dan jati diri

bangsa

(12)

Kehidupan Humanis Jati Diri Bangsa

(Hati) Nurani

Naluri

Nalar

(13)

Dalam menghidupkan hati nurani perlu

diseimbangkan juga logika, etika, dan estetika

Agama

Logika Etika

Estetika

(14)

Orang yang menggunakan hati nurani adalah

T

orang yang memiliki rasa malu,

Malu untuk berbuat dosa

Malu untuk berbohong

Malu untuk ingkar janji

Malu untuk menipu

Malu untuk curang

Malu untuk berbuat zalim

Malu untuk berbuat tidak adil

Malu untuk menjadi orang yang hipokrit

Malu untuk berkhianat

Malu untuk berbuat tega menyakiti

(15)

Kebahagiaan spiritual pada intinya adalah

Bahagia melihat orang lain bahagia dan susah melihat orang lain susah

Berbuat secara tulus dan ikhlas

Memiliki prinsip “baik menjadi orang penting tapi merasa lebih penting menjadi orang baik”

Berjiwa besar, suka meminta maaf dan memaafkan, selalu

meminta tolong, dan terbiasa mengucapkan terima kasih

(16)

Apa yang terjadi pada bangsa ini, susah terwujudnya kehidupan humanis, adalah karena sudah lama matinya hati nurani, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui:

Menumbuhkan kembali rasa cinta dan kasih sayang

Menumbuhkan kembali rasa saling percaya

Menggalakkan kepemimpinan dengan hati, bekerja dengan hati, dan melakukan segala sesuatu dengan hati

Ikhlas dalam berbuat, tanpa pamrih dan tidak semata-mata mementingkan diri sendiri

Mengutamakan substansi daripada asesori, mementingkan isi dari pada kulit

Mengembaikan perilaku halus dan santun serta meninggalkan cara kasar dan kekerasan

Menjaga kelakuan untuk tidak tega menyakiti orang lain demi kepentingan diri dan

kelompoknya

Memiliki rasa malu berbuat dosa,

menyimpang, menyalah, dan melanggar aturan

Selalu introspeksi, tahu diri dan tahu posisi

Memiliki rasa malu dan menjaga martabat dan harga diri

Tidak semata-mata mengejar materi, tetapi jika nilai-nilai spiritual dan emosional

Membangun persahabatan melalui ketulusan dan kkasih sayang

(17)

Terima kasih, semoga bermanfaat,

Dari hati, Zulkarnain Lubis

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Risiko Kredit, Risiko Likuiditas dan Risiko Pasar terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia BEI Periode 2013-2017 Doctoral