Zulkarnain Lubis
Kehidupan Humanis Jati Diri
Bangsa
• Istilah jatidiri diciptakan
masyarakat dan budaya Indonesia sendiri, yang maknanya adalah
suatu multikarakter dan kesadaran yang ada dalam manusia Indonesia sendiri
• Istilah jatidiri memiliki makna yang lebih luas dan lengkap dari sekedar istilah karakter, yaitu dikaitkan
dengan nilai-nilai religious dan
ketuhanan yang sangat dalam
• Saling menghormati & saling menghargai
• Rasa kebersamaan & tolong menolong
• Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa
• Rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
• Adanya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama
• Adanya perilaku dalam sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati &
saling menguntungkan
• Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya
• Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.
Ciri-ciri Karakter Bangsa Indonesia
Sifat baik manusia Indonesia (Muchtar Lubis)
• masih kuatnya ikatan saling tolong
• pada dasarnya berhati lembut
• suka damai
• punya rasa humor
• dapat tertawa dalam penderitaancepat belajar dan punya otak encer
• mudah dilatih keterampilan
• punya ikatan kekeluargaan yang mesra serta penyabar.
• Humanis, orang yang mendambakan dan
memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas
perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia
• Kehidupan humanis berarti terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas
kemanusiaan untuk kepentingan bersama, sesama ummat manusia
Ciri-ciri Karakter
Bangsa Indonesia
Jati Diri Bangsa Kehidupan
humanis
Ciri manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis yang juga menghambat kehidupan
humanis
• manusia Indonesia adalah hipokrisi atau munafik
• segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya
• berjiwa feodal
• masih percaya takhayul
• hidup lebih banyak dengan
naluritidak hemat, boros, serta
senang berpakaian bagus dan
berpesta
Fakta yang bertentangan dengan jati diri bangsa dan susah terwujudnya kehidupan humanis
•
Maraknya tingkat kekerasan•
Kecenderungan ketidakjujuran makin meningkat•
Rasa tidak hormat terhadap orang tua, guru, dan pemimpin•
Sikap rasa curiga dan ekspresi kebencian satu sama lain•
Kurang menghargai bahasa Indonesia•
Perilaku menyimpang makin berkembang (narkoba,pornografi, pornoaksi dan lainnya)•
Cenderungan menggandrungi budaya asing•
Menurunnya idealisme, patriotisme,serta mengendapnya semangat kebangsaan.•
Meningkatnya sikap konsumerisme, pragmatisme, dan hedonisme•
Menurunnya ketaatan menjalankan agamaUpayakan untuk meningkatkan EQ dan SQ bukan semata-mata mengandalkan IQ
Kecerdasan Emosional Kecerdasan Spritual
• seseorang mampu mengatasi masalah hidupnya dan berdamai dengan masalah tersebut
• mampu mengenal dan memahami diri sepenuhnya sebagai makhluk spiritual
maupun sebagai bagian dari alam semesta.
• memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang dijalani dan ke mana akan pergi
• memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkannya dengan Sesuatu yang Maha Tanpa Batas atau Maha Tak Terhingga
•
kesadaran diri sendiri (self- awareness)•
mengatur diri sendiri (self- regulation)•
motivasi•
empati•
keterampilan sosial (social skill)Seimbangkan naluri, nalar, dan nurani
• Naluri merupakan pembawaan alami berupa dorongan nafsu yang menuntut untuk berbuat sesuatu, dalam
mewujukannya oleh manusia dilakukan dengan nalar , namun nalar atau akal pikiran juga tanpa dikontrol akan merugikan orang lain yang bisa menjadi akal-akalan, mengakali, atau menggunakan akal bulus. Jadi dalam menggunakan akal untuk memenuhi naluri kita, harus dikendalikan dengan nurani yang selalu disebut dengan hati nurani.
• Jika nurani sudah mati, pada, atau meredup, maka akan muncul kelakuan dan perbuatan yang tidak sejalan
dengan karakter bangsa dan jati diri bangsa
Kata kunci untuk
menjaga karakter
bangsa dan jati diri
bangsa
Kehidupan Humanis Jati Diri Bangsa
(Hati) Nurani
Naluri
Nalar
Dalam menghidupkan hati nurani perlu
diseimbangkan juga logika, etika, dan estetika
Agama
Logika Etika
Estetika
Orang yang menggunakan hati nurani adalah
Torang yang memiliki rasa malu,
• Malu untuk berbuat dosa
• Malu untuk berbohong
• Malu untuk ingkar janji
• Malu untuk menipu
• Malu untuk curang
• Malu untuk berbuat zalim
• Malu untuk berbuat tidak adil
• Malu untuk menjadi orang yang hipokrit
• Malu untuk berkhianat
• Malu untuk berbuat tega menyakiti
Kebahagiaan spiritual pada intinya adalah
• Bahagia melihat orang lain bahagia dan susah melihat orang lain susah
• Berbuat secara tulus dan ikhlas
• Memiliki prinsip “baik menjadi orang penting tapi merasa lebih penting menjadi orang baik”
• Berjiwa besar, suka meminta maaf dan memaafkan, selalu
meminta tolong, dan terbiasa mengucapkan terima kasih
Apa yang terjadi pada bangsa ini, susah terwujudnya kehidupan humanis, adalah karena sudah lama matinya hati nurani, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui:
•
Menumbuhkan kembali rasa cinta dan kasih sayang•
Menumbuhkan kembali rasa saling percaya•
Menggalakkan kepemimpinan dengan hati, bekerja dengan hati, dan melakukan segala sesuatu dengan hati•
Ikhlas dalam berbuat, tanpa pamrih dan tidak semata-mata mementingkan diri sendiri•
Mengutamakan substansi daripada asesori, mementingkan isi dari pada kulit•
Mengembaikan perilaku halus dan santun serta meninggalkan cara kasar dan kekerasan•
Menjaga kelakuan untuk tidak tega menyakiti orang lain demi kepentingan diri dankelompoknya
•
Memiliki rasa malu berbuat dosa,menyimpang, menyalah, dan melanggar aturan
•
Selalu introspeksi, tahu diri dan tahu posisi•
Memiliki rasa malu dan menjaga martabat dan harga diri•
Tidak semata-mata mengejar materi, tetapi jika nilai-nilai spiritual dan emosional•
Membangun persahabatan melalui ketulusan dan kkasih sayangTerima kasih, semoga bermanfaat,
Dari hati, Zulkarnain Lubis