• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEHUTANAN HUTAN RAKYAT 20180212038 M.RIQO AG PPT

N/A
N/A
M. Riqo Al'Ghifari@INTANYOGYA

Academic year: 2023

Membagikan "KEHUTANAN HUTAN RAKYAT 20180212038 M.RIQO AG PPT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

HUTAN RAKYAT

Muhamad Riqo Al-Ghifari (20180212038) Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun 2021

Teknik Wawancara (Teknik pengambilan sampel) Accidental Sampling (Non Probality Sampling)

(2)

Kelembagaan Hutan Rakyat

Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Ranting Desa Cibitung Wetan

Lokasi Pengamatan : Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor

Luas Hutan : ± 900 m

2

(terdapat 3 lahan di daerah berbeda)

Elevasi : 754 mdpl

Jambu Kristal (Psidium guajava)

(3)

Jambu Kristal (Psidium guajava)

Pola Tanam :Hutan Monokultur

Hutan yang hanya ditanami dengan satu jenis pohon saja

Pola Pembangunan Hutan : Hutan Rakyat Tradisional

Cara penanaman tanamanan hutan pada tanah milik (lahan kering) yang diusahakan oleh masyarakat itu sendiri tanpa campur tangan pemerintah.

(4)

Pengelolaan

Pengadaan bibit : Rp. 25.000/Bibit (membeli ke petani bibit)

Jumlah Tanam : 300 Pohon (3 lahan)

Jarak tanam : 3 m X 3 m dan 2,5 m X 2,5 m

Perawatan : Penambahan pupuk, penyiraman, penjarangan cabang, pembungkusan buah muda dengan plastik dan pemberian pestisida serta insektisida

Biaya kelola : Biaya awal Rp 7.500.000 (1 bibit X 25rb) dan biaya perawatan pupuk kandang Rp 8.000/karung

(5)

Lahan Kelola

(6)

Kendala

Kendala : Daun terbakar (kekurangan air), busuk buah, gulma, hama ulat dan hama semut

(7)

Pemanenan

Pemanenan : 2 minggu sekali pemanenan dilahan

yang sudah siap panen (180 pohon menghasilkan ± 360 kg buah)

Hasil Pemanenan : Menghasilkan ± Rp 2.880.000/ 2

minggu (panen)

(8)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti di kawasan hutan rakyat Desa Aeng Panas Kabupaten Sumenep, diperoleh hasil bahwa karakteristik hutan rakyat di tempat tersebut

Asemrudung dan desa Jambangan. Sedangkan di tahun 2015 mencapai 1058,6 Ha, rata-rata setiap kelurahan mempunyai hutan dan luas hutan rakyat di setiap desa

Oleh karena itu, pengelolaan hutan rakyat di Desa Purasari saat ini terdiri dari dua kategori, yaitu pengelolaan hutan rakyat yang dilakukan petani pemilik dan

Usaha hutan rakyat yang dikembangkan oleh petani di Desa Karyabakti pada umumnya dikembangkan dengan pola agroforestri yaitu campuran antara tanaman kehutanan dan tanaman

Melia azedarach tumbuh baik di hutan rakyat di Jawa Barat. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas hutan rakyat adalah penggunaan benih yang

Berdasarkan sebaran arealnya, Bogor Barat merupakan wilayah kabupaten Bogor yang memiliki areal hutan rakyat terluas hampir untuk semua jenis tanaman yakni 7.362,27 ha atau

Maka dari itu, untuk menjamin kelestarian hasil hutan rakyat diperlukan penguatan kelembagaan diantara para kelompok tani sehingga terbentuk aturan- aturan internal

Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat selanjutnya disebut RKUPHHK HTR adalah rencana kerja untuk seluruh areal kerja IUPHHK-HTR