• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEL.6 SUBSISTEM MENEJEMEN REGULASI

N/A
N/A
by weel

Academic year: 2025

Membagikan "KEL.6 SUBSISTEM MENEJEMEN REGULASI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Anggota Kelompok :

Erli Widiastuti (6411418079) Puri Indrasuari (6411418082) Refina Satya Riani (6411418096)

Anna Nugrahani (6411418105)

Fatma Ayu Wahyuningtyas (6411418110)

Kelompok 6

Subsistem Manajemen, In-

formasi dan Regulasi

(2)

1 2 3

5 4 4

Definisi Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Tujuan Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Unsur dan Prinsip Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Penyelenggaraan Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Perkembangan Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

(3)

Definisi Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Subsistem manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan adalah pengelolaan yang menghimpun berbagai upaya kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, pengaturan hukum kesehatan,

pengelolaan data dan informasi kesehatan yang mendukung subsistem lainnya dari SKN guna menjamin tercapainya derajat

kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya

(4)

Tujuan Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Terwujudnya kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan,

berbasis bukti dan operasional

Terselenggaranya fungsi administrasi kesehatan yang berhasil guna,

berdaya guna, dan akuntabel, serta didukung oleh hukum kesehatan dan

sistem informasi kesehatan untuk menjamin terselenggaranya

pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya

1 2

(5)

Hukum kesehatan

Sumber daya Manajemen ke-

sehatan Informasi

kesehatan Administrasi ke-

sehatan

01 02 03 04 05

Kebijakan kesehatan

Unsur-Unsur Subsistem Manajemen, Infor-

masi, dan Regulasi

(6)

Prindip- Prinsip Subsistem Manajemen, Informasi, dan Regulasi

Inovasi atau Kreativitas

Kepemimpinan yang Visioner Bidang

Kesehatan

Sinergisme yang Dinamis

Kesesuaian dengan Sistem Pemerintahan Negara

Kesatuan Republik Indonesia

(7)

Koordinasi

Integrasi

Regulasi

 Sinkronisasi

 Harmonisasi berbagai subsistem SKN agar efektif, efisien, dan transparansi dalam penyelenggaraan SKN

 

Peranan Subsistem Manajemen, Informasi, dan

Regulasi

(8)

Kebijakan Kesehatan

Penyelenggaraan proses kebijakan kesehatan

dilakukan secara optimal dengan mengacu kepada kebijakan pembangunan kesehatan nasional

01

Hukum Kesehatan

03

Administrasi Kesehatan

02

Informasi Kesehatan

04

Penyelenggaraan administrasi

kesehatan meliputi perencanaan, pengaturan dan pembinaan,

serta pengawasan dan

pertanggungjawaban didasarkan

atas urusan wajib bidang kesehatan

Penyelenggaraan hukum kesehatan meliputi penyusunan peraturan

perundang-undangan, dokumentasi dan informasi hukum, sinkronisasi,

dan harmonisasi di tingkat pusat dan daerah,

Tujuan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan adalah untuk

menyediakan data dan informasi terkini, akurat, valid, cepat, transparan serta

berhasil guna dan berdaya guna

Penyelenggaraan Subsistem Manajemen, Informasi,

dan Regulasi

(9)

01 02

03

05 04 06

Pemerintah belum sepenuhnya dapat menyelenggarakan

pembangunan kesehatan

Hukum kesehatan belum tertata secara sistematis dan harmonis serta belum mendukung

pembangunan kesehatan secara utuh

Sistem informasi kesehatan menjadi lemah setelah menerapkan

kebijakan desentralisasi

Siknas yang berbasis fasilitas sudah mencapai tingkat

kabupaten/kota namun belum dimanfaatkan secara optimal

Surveilans yang belum

dilaksanakan secara baik dan menyeluruh

Perencanaan pembangunan kesehatan antara pusat dan daerah belum sinkron

Perkembangan Subsistem Manajemen, Informasi,

dan Regulasi

(10)

Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan terjadinya peningkatan kinerja sistem kesehatan telah berhasil meningkatkan status kesehatan

masyarakat di Provinsi Riau antara lain:

 Angka Kematian Bayi (AKB) telah mencapai 7.8 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2016.

Berdasarkan laporan rutin dari fasilitas kesehatan dapat dilihat bahwa jumlah kematian bayi pada tahun 2016 mengalami penurunan hingga 1% menjadi 7,8% dibandingkan dengan tahun 2015 (8,81%).

 Penurunan Angka Kematian Ibu dari 106,90 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi 101,90 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2016.

 Selama periode tahun 2010-2016, Riau telah berhasil meningkatkan Usia Harapan Hidup (UHH) saat lahir sebesar 0,82 tahun. Rata-rata UHH Provinsi Riau tumbuh sebesar 0,19%

per tahun. UHH Provinsi Riau pada tahun 2016 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya menjadi 70,97%;

 Terjadi peninigkatan prevalensi kekurangan gizi pada balita dari 1.03%  pada akhir tahun 2015 menjadi sebesar 1,10% pada tahun 2016.20

.

Copyright@2017. PKMK FK UGM

(11)

Berdasarkan hasil pengumpulan data dan telaah data sekunder, masih ditemukan beberapa permasalahan seperti perencanaan kegiatan dan program yang belum sinkron antara provinsi dan kabupaten-kota, penganggaran yang masih berorientasi pada pembangunan fisik, belum memiliki inovasi dalam pemberian pelayanan sesuai dengan konteks dan kebutuhan daerah, distribusi data dan informasi antara pemerintah dan RS Swasta dan BUMN belum berjalan

sebagaiman mestinya, masih terjadi assymetris informasi kesehatan khususnya tentang JKN di kalanangan masyarakat, belum memiliki regulasi tentang survailance wilayah perbatasan dan transit.

Selain itu tidak adanya peraturan daerah tentang sistem kesehatan menyebabkan implementasi peraturan kepala daerah tentang STBM dan kebijakan rujukan masih terbentur pada

permasalahan kapasitas dan kesiapan pemerintah untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik karena belum ada regulasi yang mengatur tentang hubungan antar aktor dalam

penyelenggaraan pembangunan di Provinsi Riau.

Analisis

(12)

Referensi

Perpres. 2012.

Sistem Kesehatan Nasional.

Jakarta: Kementerian Kesehatan Repulik Indonesia, diakses tanggal 19 Mei 2019.

http://jurnal.kebijakankesehatanindonesia.net/

(13)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait