1
HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
(Studi: di Kelas XI SMA N 1 Kinali Kabupaten Pasaman Barat)
Widya Putri, Erningsih, Sri Rahayu
Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This research is conducted by extracurricular activities in schools such as football, volleyball and basketball where students who participate in extracurricular activities often do not attend school because they follow competitions both at school level and district or city level, so the researcher want to see how the results of student learning that follows extracurricular activities in SMA N 1 Kinali West Pasaman District. The purpose of this study is to describe Student Learning Outcomes Following Extracurricular Activities Study In SMA N 1 Kinali West Pasaman District. The theory used is the theory of behaviorism proposed by Thordike. This research uses quantitative research approach with descriptive type. The population in this study is all students who follow the extracurricular activities footballs, volly and basketball in SMA N 1 Kinali as many as 67 students. The sample in this research is the students of class XI who follow the. The type of data used in this study is the primary data that is data directly taken from the respondents of research students of class XI who follow extracurricular activities in SMA N 1 Kinali through the observation sheet.
Technique of collecting data in this research is using observation and observation sheet.
Keywords: Learning Outcomes, Students, Extracurricular
PENDAHULUAN
Pendidikan menurut UU No.
20 th 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
2 masyarakat, bangsa, dan negara
(Hasbullah, 2006:4).
Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Jelasnya bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complement) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan / kalender pendidikan satuan pendidikan (Salinan Permendikbud, 2013: 81A).
Proses pendidikan dikenal ada dua kegiatan yang cukup elementer, yaitu kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Yang pertama, kurikuler, merupakan kegiatan pokok pendidikan yang didalamnya terjadi proses belajar mengajar antara peserta didik dan guru untuk mendalami materi-materi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tujuan pendidikan dan kemampuan yang hendak diperoleh peserta didik. Sedangkan
yang kedua, merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan aspek-aspek tertentu dari apa yang ditemukan pada kurikulum yang sedang dijalankan, termasuk yang berhubungan dengan bagaimana penerapan sesungguhnya dari ilmu pengetahuan yang dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup mereka maupun lingkungan sekitarnya (Daryanto, 2013:145)
Pendidikan juga terdapat kegiatan di sekolah seperti kegiatan kokurikuler, intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program, berupa penugasan-penugasan atau pekerjaan rumah yang menjadi pasangan kegiatan intrakurikuler.
Kegiatan ini dimaksudkan agar siswa lebih mendalami dan menghayati apa yang dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler (Djamarah, 2014:185).
Kegiatan intrakurikuler itu sendiri ialah kegiatan yang dilakukan di sekolah dengan penjatahan waktu sesuai dengan struktur program.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk
3 mencapai tujuan minimal yang perlu
dicapai dalam tiap-tiap mata pelajaran atau bidang pengembangan. Pada prinsipnya kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan tatap muka antara siswa dan guru. Yang termasuk kegiatan intrakuler ini ialah kegiatan perbaikan dan pengayaan (Djamarah, 2014:185).
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan / kalender pendidikan satuan pendidikan (seperti disebutkan pada pasal 53 ayat (2) butir a Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) serta dievaluasi pelaksanaannya setiap semster oleh satuan pendidikan (seperti disebutkan pada Pasal 79 ayat (2) butir B Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) (Salinan Permendikbud, 2013:81A). Dengan demikian dapat dipahami bahwa pengembangan kurikulum dalam pelaksanaan pendidikan bertujuan untuk memberi kesempatan pada peserta didik
mengembangkan dan
mengekspresikan diri yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan peserta didik dan juga membina bakat serta minat dalam mengembangkan berbagai kemampuan dan biasanya dilaksanakan diluar jampelajaran, namun tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan di sekolah karena program ekstrakulikuler berguna untuk mencapai suatu tujuan yang selaras dengan tujuan pendidikan dan terdiri dari beberapa bentuk aktivitas seperti : kegiatan pramuka, palang merah remaja, seni budaya, kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya.
4 SMA N 1 Kinali merupakan
salah satu lembaga pendidikan yang terdapat di Pasaman Barat. Dalam melaksanakan proses pendidikan terus berusaha meningkatkan pengetahuan peserta didik melalui kegiatan pembelajaran, dan memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dengan cara membimbing peserta didik melalui aktivitas sesuai program ekstrakulikuler yang ada disekolah.
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2015:13)
Berdasarkan permasalahan yang diteliti, jenis penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif jenis penelitian deskriptif kuantitatif.
Riduwan (2010:61) menyatakan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk memberikan uraian mengenai fenomena atau gejala sosial yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih berdasarkan indikator-indikator dari variabel yang diteliti tanpa membuat perbandingan guna untuk eksplorasi dan klasifikasi dengan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenan dengan masalah variabel yang diteliti.
Penelitian deskriptif yang dilakukan ini untuk mendeskripsikan secara presentase tentang hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler studi di SMA N 1 Kinali Kabupaten Pasaman Barat.
Populasi merupkan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syrat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian, atau keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang akan diteliti. (Nanang 2012:73)
Menurut (Sugiyono, 2014:
215) populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas:
5 obyek/subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian yang dilakukan ini terdiri dari kelas X IPS-X IPA-XI IPS-XI IPA di SMA N 1 Kinali. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini:
Tabel 1 : Siswa Kelas XI di SMAN 1 Kinali Tahun Pelajaran 2017/2018
No Jenis
Ekstrakurikuler
Jumlah siswa
1 Bola Kaki 10
2 Bola Voly 12
3 Bola Basket 10
Total 32
Sumber: Data Tata Usaha SMA Negeri 1 Kinali, tahun 2018.
HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, akan diuraikan hasil penelitian dan pembahasan mengenai hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali. Berdasarkan hasil analisis responden Data di bawah ini merupakan nilai rapor siswa dan siswa yang mendapatkan kuesioner.
Gambaran penjelasan hasil pengolaan dapat dilihat di bawah ini :
A. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Pada Bidang Ekstrakurikuler Bola Kaki Kelas XI
Berdasarkan data yang diperoleh dari nilai rapor siswa yang didapatkan dari guru maka diperoleh deskripsi mengenai hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola kaki di SMA N 1 Kinali dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2 : Nilai Rata-Rata Lapor Siswa Yang Mengikuti Kegiatan
Ekstrakurikuler Bola Kaki
No Nama Nilai Kelas X Semester 2
Nilai Kelas XI Semester 1
Peringkat Kelas XI
1 Reqi 80,25 81,18 7
2 Fajri 71,52 72,15 10
3 Irfan 73,15 71,87 9
4 Ima 72,33 70,25 10
5 Asyraf TD 79,45 80,88 6
6 Hamanda 79,70 82,43 8
7 Rahmat 72,88 70,25 11
8 Randa Puta 76,82 78,15 10
9 Agusti 71,78 70,21 14
10 Yudi 72,31 71,08 15
Sumber: guru SMA N 1 Kinali
Dari hasil nilai rata-rata lapor diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola kaki ada yang mendapat peringkat 10 besar dan ada yang tidak, dari 10 orang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler siswa yang mendapat peringkat 10 besar ada sebanyak 7 orang siswa
6 yaitu Reqi Henrima Gumawan, Fajri,
Irfan, Ima Duddin nasid, Asyraf TD, Hamanda Rifai Butar, dan Randa Putra D. Terlihat pada tabel bahwa peringkat kelas yang mereka dapatkan di kelas XI berada pada peringkat 10 besar dapat disimpulkan bahwa mereka masih dapat membagi waktu latihan maupun belajar sehingga mereka dapat mendapatkan peringkat 10 besar meski mereka harus membagi waktu belajar.
Sedangkan dari 10 orang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola kaki ada 3 orang siswa yang tidak mendapatkan peringkat 10 besar yaitu Rahmat Bakti Pratama, Agusti Randa, Yudi Andila Putra. Terlihat pada tabel diatas bahwa mereka tidak mendapatkan peringkat 10 besar dapat disimpulkan bahwa mereka kurang bisa membagi waktu untuk latihan dan belajar sehingga peringkat yang didapatkanpun tidak sesuai apa yang diharapkan dan mereka tidak mau mengejar materi yang tertinggal mereka hnya mementingkan kegiatan ekstrakurikuler saja sehingga pada saat pembelajaran disekolah nilai mereka pun tidak sesuai dengan apa
yang diharapkan, seharusnya dengan mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dapat menambah nilai keaktifan mereka tetapi malah sebaliknya mereka tidak memanfaatkan hal tersebut.
B. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Pada Bidang Ekstrakurikuler Bola Volly Kelas XI
Berdasarkan data yang diperoleh dari nilai rapor siswa yang didapatkan dari guru maka diperoleh deskripsi mengenai hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali pada bidang ektrakurikuler bola volly dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3: Nilai Rata-Rata Lapor Siswa Yang Mengikuti Kegiatan
Ekstrakurikuler Bola Volly
No Nama Nilai
Kelas X Semster 2
Nilai kelas XI Semester 1
Peringkat
1 Novella Susanti
82,1 83,20 7
2 Norma yeni 80,71 81,55 8
3 Nur Eliza 79,18 81,25 9
4 Yuni Rafika 72,80 71,65 10
5 Dirtama 75,21 77,55 9
6 Nanda 73,3 71,88 15
7 Wahyu A 77,5 76,33 9
8 Wanda P 72,64 70,21 10
9 Reza P 69,56 70,44 18
10 Rizki Dwi 71,23 70,7 16
11 Nasrul W 72,28 73,70 11
12 Sufi 75,21 75,88 12
Sumber : Guru SMA N 1 Kinali
7 Dari nilai rata-rata lapor diatas
dapat dilihat bahwa dari 12 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola volly ada 6 orang siswa yang mendapat rengking 10 besar yaitu Novella Susanti, Norma yeni, Nur Eliza, Yuni Rafikha Hadi, dirtama febrila Yinisa, Wahyu Andri Saputra, Wanda Putra. Terlihat pada tabel diatas bahwa mereka mendapatkan peringkat 10 besar, dapat disimpulkan bahwa mereka dapat membagi waktu dengan baik ketika latihan maupun ketika belajar sehingga mereka dapat meraih peringkat 10 besar meski mereka banyak kegiatan diluar sekolah.
Sedangkan dari 12 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola volly ada 6 orang siswa yang tidak mendapat peringkat 10 besar yaitu Nanda Saputra, Reza Pramana Putra, Rizki Dwi Wadyuda, Nasrul Wahit, dan Sufi. Terlihat pada tabel diatas bahwa mereka tidak mendapatkan peringkat 10 besar, dapat disimpulkan bahwa mereka tidak bisa membagi waktu ketika kegiatan ekstrakurikuler dan proses belajar disekolah sehingga menyebabkan mereka tidak
mendapatkan peringkat 10 besar seharusnya mereka dapat membagi waktu agar prestasi yang didapatkan pada saat perlombaan juga mereka dapatkan saat dikelas.
C. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Pada Bidang Ekstrakurikuler Bola Basket Kelas XI
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran lembar observasi yang didapatkan dari peserta didik maka diperoleh deskripsi mengenai hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMA N 1 Kinali dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
8 Tabel 4 :Nilai Rata-Rata Lapor
Siswa Yang Mengikuti Kegiatan
Ekstrakurikuler Bola Basket
No Nama Nilai Kelas X Semester 2
Nilai Kelas XI Semester 1
Peringkat
1 Rangga 78,25 80,03 6
2 Andre 73,33 73,90 9
3 Al
Izhar
74,02 75,45 7
4 Yusnit 78,70 79,55 7
5 Dian E 72,25 70,21 \
14
6 Novita 77,65 76,55 8
7 Welly 75,30 75,01 10
8 Aulia J 78,88 79,03 8
9 Radi Y 73,22 72,13 11
10 Rayhan 72,80 71,55 13
Sumber: Guru SMA N 1 Kinali
Dari nilai rata-rata lapor siswa diatas dapat dilihat bahwa dari 10 orang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket ada 7 orang siswa yang mendapatkan peringkat 10 besar yaitu Rangga Puja E, Andre Febriadi, Al Izhar Ahut Putra, Yusnita, Novita Sari, Welly Afrisa dan Aulia J Ilham IN. Terlihat pada tabel diatas bahwa nilai rata-rata lapor diatas mereka mendapatkan peringkat 10 besar dikelas, dapat disimpulakn bahwa mereka dapat membagi waktu dengan baik pada saat latihan dan belajar sehingga nilai yang mereka peroleh juga memuaskan.
Sedangkan dari 10 orang siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ada 3 orang siswa yang nilai lapornya menurun yaitu Dian Eka Janani, Radi Yazul Hidayat, dan Raihan Alfarizi. Terlihat pada tabel diatas bahwa mereka tidak mendapat peringkat 10 besar dikelas, dapat disimpulkan bahwa mereka tidak dapat membagi waktu latihan dengan belajar disekolah dengan baik sehingga mengakibatkan mereka tidak mendapat peringkat baik dikelas.
Rekapitulasi deskripsi hasil penelitian mengenai hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali diuraikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 5 :Rekapitulasi Hasil
Penelitian Mengenai Hasil Belajar Siswa Yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Berdasarkan Nilai Rapor.
Aspek yang dilihat
10 Besar
Dibawah 10 Besar
Kategori
Bola Kaki
7 Orang Siswa
3 Orang Siswa
Baik Bola
Volly
6 Orang Siswa
6 Orang Siswa
Cukup baik Bola
Basket
7 Orang Siswa
3 Orang Siswa
Baik
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan
9 ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali
Kabupaten Pasaman Barat dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola kaki termasuk kategori baik, hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola volly termasuk kategori cukup baik, hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket termasuk kategori baik.
Hasil dari ekstrakurikuler bola kaki yang peneliti dapatkan berada pada kategori baik dengan persentase 46,67%, ekstrakurikuler bola volly berada pada kategori cukup baik dengan persentase 46,67%, dan ekstrakurikuler bola basket pada kategori baik dengan persentase 53,33%.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil temuan dan analis dari bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Kabupaten Pasaman Barat adalah sebagai berikut:
1. Hasil belajar siswa yang
mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali kabupaten Pasaman Barat pada bidang ekstrakurikuler bola kaki berada pada kategori baik dengan persentase 46,67%. Dan siswa yang mendapat nilai rapor 10 besar dari 10 orang siswa ada sebanyak 7 orang siswa, ini dilihat dari penelitian bahwa siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dapat mengejar ketinggalan pelajaran dengan mengulang lagi pelajaran dirumah.
2. Hasil belajar siswa yang
mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Kabupaten Pasaman Barat pada bidang ekstrakurikuler bola volly berada pada kategori cukup baik dengan persentase 46,67%.
Dan siswa yang mendapat nilai rapor 10 besar dari 12 orang siswa ada sebanyak 6 orang siswa, ini dilihat dari wawancara bahwa sebagian siswa yang
mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler bola volly masih belum mau mengulang pelajaran dirumah.
10 3. Hasil belajar siswa yang
mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler di SMA N 1 Kinali Kabupaten Pasaman Barat pada bidang ekstrakurikuler bola basket berada pada kategori baik dengan persentase 53,33%. Dan siswa yang mendapat nilai rapor 10 besar dari 10 orang siswa ada sebanyak 7 orang siswa, ini dapat dilihat dari wawancara peneliti, bahwa siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket mempunyai strategi belajar sendiri yaitu belajar kelompok dengan teman- temannya agar tidak ketinggalan pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Hasbullah. 2006. Dasar-dasar Ilmu Penedidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.
Daryanto, M. 2013. Administrasi dan Manajemen Sekolah. Jakarta:
Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitattif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Nanang, Martono, 2012. Metode Kuantitatif. Jakarta: Rineka Cipta.