• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SELADA ( Lactuca sativa L ) SISTIM POLYBAG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SELADA ( Lactuca sativa L ) SISTIM POLYBAG"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SELADA ( Lactuca sativa L ) SISTIM POLYBAG

(Feasibility of polybag system lettuce ( Lactuca sativa L )cultivation)

Ari Jumadi Kirnadi1*, Ana Zuraida2, Hj. Ilhamiyah3

1,2,3Program Studi Agribisnis, Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Jalan Adhyaksano.2 Kayu Tangi Banjarmasin

*Penulis korespondensi: [email protected]

Naskah Diterima : 21-08-2023 Naskah Disetujui : 14-09-2023 Naskah Diterbitkan: 07-10-2023

This is an open-access article under the CC-BY 4.0 License. Copyright © 2023 by authors

ABSTRACT

The research aimed to know lettuce production from the polybag cultivation system and the farming's business feasibility (R/C ratio). The research was conducted using the Action Method.

Data collection is done by observation. To answer the purpose of knowing the production of lettuce using the polybag system, 200 polybags were used containing mixed media of soil, manure, and rice husk (2: 1: 1). Polybags are laid out with a spacing between polybags of 20 cm x 30 cm. The results showed that this study's average fresh weight of lettuce was 66.67 g per tree/polybag, so the total production of two hundred polybags produced 13.33 kg. or 2.2 tonnes per ha, is good enough. The polybag lettuce cultivation system is feasible because it has an R/C ratio value = 1.27.

Keywords: Lettuce, feasibility, polybag system

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk mengetahui produksi selada dari budidaya sistem polybag dan mengetahui kelayakan usaha (R/C Rasio) dari usahatani tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan Metode Tindakan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi. Guna menjawab tujuan mengetahui produksi selada sistim poloybag, maka digunakan 200 buah polybag yang berisi media campuran tanah, pupuk kandang dan sekam padi (2 : 1 :1). Polybag ditata berbaris dengan jarak tanam antar polybag 20 cm x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi bobot segar selada pada penelitian ini adalah 66,67 g per pohon/polybag, sehingga produksi total 200 polybag menghasilkan 13,33 kg atau 2,2 ton per ha, sudah cukup baik. Budidaya selada sistem polybag layak karena memiliki nilai R/C Rasio = 1,27.

Kata Kunci : Selada, kelayakan usaha, sistem polybag

(2)

PENDAHULUAN

Salah satu sayuran daun bernilai ekonomis tinggi di Indonesia adalah tanaman selada (Lactuca sativa L.), selain digemari juga mempunyai nilai gizi yang baik. Data yang dikemukakan USDA National Nutrient Data Base (2018), kandungan dari 100 g selada terdapat energi 15 kalori, karbohidrat 2,87 g, protein 1,36 g, dan lemak 0,15 g.Prospek bisnis tanaman selada saat ini sangat baik, mengingat minat konsumen cukup tinggi terhadap tanaman ini sehingga dapat memperoleh keuntungan yang baik. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian Febronius Nana, Simon Juan Kuneb, dan Adeline Norawati Hutapea, A.N (2018) menunjukkan nilai R/C ratio sebesar 7,103.

Budidaya tanaman selada hidroponik seperti yang sudah banyak dilakukan selama ini, membutuhkan modal awal yang relative tinggi. Bagi petani tentunya kondisi demikian cukup memberatkan, sementara penaman di lapangan membutuhkan penanganan dan perawatan yang teliti karena selada pertumbuhannya sangat terganggu jika curah hujan tinggi. Penelitian terdahulu dengan perawatan yang baik di lapangan telah di lakukan Kirnadi,A.J.Ana Zuraida dan Hairun Nikmah (2021) budidaya selada memang bisa mengasilkan produksi 7,17 ton per hektar.dengan nilai R/C Ratio 1,59.

Tetapi kondisi ini memerlukan lahan yang luas dengan biaya relatif besar.

Alternatif budidaya selada bisa dilakukan dengan sistim polybag.

Keuntungan dari sistim ini antara lain tidak memerlukan lahan yang luas, modal kecil sehingga bisa di jangkau oleh petani dan ibu ibu rumah tangga tani. Sistim ini juga bisa dijadikan budidaya lahan pekarangan di pemukiman yang halamannya sempit, tidak mengenal musim. Keunggulan lain sistim polybag ini berdasarkan pengalaman kami

adalah kesegaran pasca panennya lebih lama karena media tanamnya berasal dari tanah, berbeda dengan yang di budidayakan secara hidroponik yang media tumbuhnya air.

Penanganan serangan hama penyakit juga lebih mudah karena dinamis dan mudah di lokalisir. Meski memiliki berbagi keunggulan dari penerapan sistim ini, namun belum banyak diterapkan di masyarakat sebagai salah satu alternatif usaha.

Usatani tanaman, selain faktor produksi yang diperhatikan, juga perlu menganalisa apakah usaha tersebut layak diusahakan. Selama ini penelitian khusus mengenai kelayakan usaha budidaya selada sistim polybag belum ada penelitian yang menyebutkan secara langsung layak atau tidak diusahakan. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana produksi dan Kelayakan usaha budidaya selada yang dibudidayakan sistim polybag.

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan penelitian ini berlokasi di Jalan Irigasi No.1 Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara. Lama waktu yang diperlukan selama 4 (empat) bulan, yaitu mulai bulan Maret sampai Juli 2023.

Penelitian dilakukan menggunakan tindakan, dimana menurut Sugiyono (2015) Metode penelitian tindakan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menguji,

mengembangkan. Menemukan

dan menciptakan tindakan baru, sehingga tindakan tersebut kalau diterapkan dalam pekerjaan, maka proses pelaksanaan kerja akan lebih mudah, lebih cepat, dan hasilnya lebih banyak dan berkualitas, Lebih lanjut Suharsimi Arikunto (2006) ciri utama penelitian tindakan merupakan suatu upaya untuk memecahkan masalah, sekaligus mencari dukungan ilmiahnya.

(3)

Pengumpulan data dilakukan secara observasi, dimana Hasyim Hasanah (2016) menegaskan observasi itu salah satu kegiatan ilmiah empiris yang mendasarkan fakta - fakta lapangan maupun teks dan pengalaman panca indra tanpa perlakuan apapun.

Metode budidaya selada sisitim Polybag pada penelitian ini dengan menyiapkan 200

buah polybag yang berisi media campuran (Andra Farm, 2023) tanah, pupuk kandang dan sekam padi (2 : 1 :1). Polybag ditata berbaris dengan jarak tanam antar polybag 20 cm x 30 cm. (Gambar 1).

Gambar 1. Denah Penataan polybag

Variabel yang di amati meliputi :

1). Teknik budidaya tanaman selada meliputi Pembuatan Media, Persemaian,

Penanaman, Pemeliharaan dan Pemanenan

2). Biaya Total merupakan biaya tunai dan biaya diperhitungkan yang ikeluarkan dalam melakukan kegiatan usahatani selada (Saragih, 2021)

3) Penerimaan (jumlah dan harga)

merupakan, nilai uang yang diterima dari penjualan produk

usahatani dalam satuan rupiah (Saragih, 2021).

Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani meliputi :

1. Biaya Total (Kasim, 2004).

Total Biaya (TC) = Biaya Eksplisit (TCe) + Biaya Implisit (TCi)

2. Penyusutan Alat ( Suratiyah, (2015). dalam Listiana Dewiet.et.al (2017)

Biaya Penyusutan = Nilai Beli (Rp)- Nilai Sisa (Rp) Usia Ekonomis (Thn) 3. Penerimaan (Soekartawi, 1986).

Penerimaan (TR) selada (Rp) = Harga (P) x Jumlah l produksi (Kg) 4. Keuntungan ( Kasim , 2004)

Keuntungan (π) = Total penerimaan (Rp) - Total biaya usahatani (Rp) 5. Tingkat Kelayakan Usaha (Kasim , 2004)

Total penerimaan (TR) Kelayakan usaha (R/C rasio) =

Total Biaya (TC) Kriteria dari analisis ini antara lain :

(1) R/C > 1 dikatakan layak,

(2) R/C < 1 dikatakan tidak layak, dan

(4)

(3) R/C = 1 dikatakan impas

HASIL DAN PEMBAHASAN Budidaya Selada

Pembersihan Lahan dan Penyiapan areal tanam

Pembersihan lahan dilakukan agar tanah bersih dari rerumputan (gulma) dan meratakan tanah. Selain pembersihan lahan juga pemasangan paranet guna mengurangi pencahayaan matahari langsung. Keberadaan gulma menurut Dela Yusuf Efendy, Prapto Yudono, Dyah Weny Respatie (2020), dapat mengganggu pertumbuhan, produktivitas tanaman akibat kompetisi pemanfaatan hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh. Selain itu gulma

menghasilkan metabolit sekunder untuk menghambat pertumbuhan tanaman sebagai peristiwa alelopati.

Pembuatan Media dan pengisian polybag Media pesemaian terdiri dari tanah : pupuk kandang : Abu bakaran serasah (2: 1 :1), berbeda dengan pendapat Sunarjono (2014) yang menyatakan hanya berupa tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Pembesaran tanaman menggunakan tanah : pupuk kandang : Sekam padi dengan perbandingan 2 : 1 : 1 (Andra Farm, 2023) seperti pada Gambar 2.

Gambar 2. Media Tanam

Pengisian polybag baik kecil maupun polybag besar di lakukan 2 minggu setelah Pengadukan media. Setelah polybag terisi tanah, di susun di areal yang agak naung tidak terkena cahaya matahari langsung dan di biarkan selama 1 bulan untuk polybag besar maupun polybag kecil. Media yang sudah dalam polybag selalu di siram agar tetap lembab agar proses penguraian pupuk kandang lebih sempurna.

Penyemaian Benih Selada

Penyemaian Benih selada dilakukan 4 minggu setelah pengisian polybag (Gambar 3). Penyemaian dilakukan langung di dalam polybag kecil sebanyak 300 polybag. Benih yang digunakan dalam persemaian ini adalah benih selada merk Ta Fung. Setelah benih di semai dalam polybag, di tempatkan di tempat yang teduh dan hanya terkena sinar matahari tidak langung (matahari pagi). Penyiraman

(5)

dilakukan 2 kali sehari dengan menggunakan Sprayer.

Gambar 3. Persemaian bibit selada

Pemindahan Bibit dan Pemeliharaan Pemindahan bibit selada semaian dalam polybag kecil di pindahkan ke polybag besar setalah semaian berumur 3 minggu ( terbentuk daun lebar). Proses pemindahan semaian ke polybag besar dilakukan tanpa mencabut tanaman, melainkan memasukkan bibit beserta seluruh tanah dalam polybag kecil ke polybag besar.

Pemeliharaan Tanaman (Gambar 4) di lakukan dengan cara menyiram tanaman 2 kali sehari jika tidak ada hujan sampai

panen tiba. Selain penyiraman, pemeliharaan dilakukan terhadap tanaman selada adalah dengan pemupukan, pembumbunan dan pembersihan gulma.

Pemberian pupuk dilakukan dengan 2 cara, yaitu saat 2 minggu sebelum penanaman dengan cara menaburkan pupuk NPK dengan dosis 5 g per polybag.

Kemudian 3 hari setelah tanaman di tanam dalam polybag besar dilakukan Penyiraman cairan pupuk dengan selang waktu pemberian 3 hari sekali sebanyak 4 kali pemupukan hingga menjelang panen.

Gambar 4. Pemeliharaan tanaman Selada

(6)

Pupuk yang di berikan adalah pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis 10 g/l air. Dosis pupuk tanaman selada dalam polybag (Jurus Tani, 2023) dengan menanam 1 tanaman per polybag, diberikan pupuk organik cair disemprotkan dengan dosis 2 cc/l setiap satu minggu sekali. Pemupukan berikutnya umur 21 hst, dengan perlakuan Urea 0,75

gram/polybag, KCL 0,44 gram/polybag, Pupuk Organik Padat 0,02 gram/polybag . Panen dan Pemasaran

Panen tanaman selada dilakukan setelah tanaman mencapai pertumbuhan maksimal dan berumur yang cukup. Pada penelitian ini tanaman di panen setelah tanaman berumur 21 hari di polybag besar atau

umur 42 hari sejak ditanam dari biji. Rata-rata berat segar tanaman selada penelitian ini adalah 66,67 g per pohon/ polybag, dengan demikian untuk 200 polybag di hasilkan 13.33 kilo gram atau 2,2 ton per ha.

Menurut Indra Wardhana et al (2016), selada dapat dipanen ketika berumur antara 35 sampai 42 hari setelah tanam. Adapun ciri-cirinya daun bagian bawah sudah menyentuh tanah.

Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut kemudian mencuci bagian akar hingga berih dari tanah kemudian di kemas dan siap dipasarkan. Pengemasan di lakukan dengan cara membungkus separo bagian selada sampai akar agar tetap segar dan hieginis seperti Gambar 5 berikut.

Gambar 5. Panen selada

(7)

Setiap kemasan selada yang dipasarkan di isi 3 pohon (200g) per kemasan dan dipasarkan dengan harga Rp.10.000,-per kemasan. Mengingat jumlah produk yang terbatas, maka pemasaran hanya dilakukan ke konsumen langsung ke tetangga dan sekitar lokasi penelitian.

Analisis Ekonomi Budidaya Selada Sistim Polybag

Biaya yang dikeluarkan, Penerimaan, Keuntungan dan Tingkat kelayakan Usaha

Total biaya penyelenggaraan usahatani budidaya selada sistim polybag sebanyak 200 buah pada penelitian ini totalnya sebesar Rp.512.159,- yang terdiri dari Biaya bahan sepertibenih, polybag, pupuk dan lain lain sebesar Rp. 138.075,-untuk peralatan seperti skop. Cetok sprayer dan lain lain derngan cara menghitung biaya penyusutannya diperoleh sebesar Rp.32.084,- , sedang biaya tenaga kerja sebanyak Rp.342.159.

Penerimaan di dalam penelitian ini adalah hail perkalian antara jumlah produksi dengan harga. Jumlah produksi yang didapat dari 200 buah polybag adalah sebanyak 13.33 kg. Yang di jual sebanyak 65 ikat, dimana masing-masing ikatan di isi 3 tanaman.

Harga jual yang kami berikan untuk konsumen adalah Rp.10.000,-per ikat, sehingga di peroleh penerimaan sebesar Rp.650.000,-

Berdasarkan hasil analisis, penerimaan usahatani budidaya selada sistim polybag sebesar Rp.650.000,- di kurangi total biaya sebesar Rp.512.159,- sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp.137.841,-

Guna mengetahui layak tidaknya usahatani sistim polybag ini, analisis yang digunakan menggunakan R/C Rasio yang merupakan perbandingan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan dalam usahatani. Hasil analisis usahatani budidaya

selada sistim polybag yang kami lakukan adalah sebesar 1,27. Hal ini menunjukkan usahatani ini layakdiusahakan. Hasil ini lebih rendah di bandingkan budidaya di lapangan yang penulis lakukan terdahulu sebesar 1,59 (Kirnadi, A.J. et al (2021).

Dibandingkan hasil penelitian yang dilakukan Raden ayu Umi Kalsum (2019) pada budidaya sistim hidroponik R/C rasionya sebesar 2,12. Hasil penelitian Dian Novitasari dan Risqa Naila Khusna Syarifah (2020) pada tanaman hidroponik skala rumah tangga menghasilkan B/C rasio sebesar 3,51 layak diusahakan. Rekapitulasi analisis usahatani ini disajikan pada Tabel 1.

(8)

Tabel 1. Rekapitulasi Analisis Usaha Budidaya Selada Sistim polybag

No. Rincian Rumus Nilai Keterangan 1. Produksi (Kg) Total Berat (Q) 13,33 65 Ikat

2. Harga (Rp) P 10.000,- Harga Konsumen 3. Biaya Total (Rp) TC = T x C 512,159,-

4. Penerimaan (Rp) TR= Q x P 650.000,- 5. Keuntungan (Rp) π = TR – TC 137,841,- 6. Kelayakan Usahan(RCR) RCR=TR/TC 1,27

KESIMPULAN

Hasil penelitian budidaya selada sistim polybag dapat disimpulkan Produksi Rata-rata berat segar tanaman selada penelitian ini adalah 66,67 g per pohon/

polybag, atau 2,2 ton per ha, sudah cukup baik. Usaha budidaya selada sistim polybag ini layak di usahakan karena memiliki nilai RCR = 1,27.

UCAPAN TERIMA KASIH

Berkenaan dengan selesainya penelitian hingga penulisan artikel ilmiah ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengurus Yayasan Uniska MAB atas pembiayaan dana APBU dan Pengelola Jurnal Ziraah Uniska yang memberi kesempatan terbitnya artikel ini.

DAFTAR PUSTAKA

1. Andra Farm. 2023. Cara Menanam benih/

Biji Selada diPot/Polibag.

https://m.andrafarm.com/_andra.php?_i

=0- tanaman-

kelompok&topik=menanam&kelompo k=Selada#6. 13 September 2023

2. Dela Yusuf Efendy, Prapto Yudono, Dyah

Weny Respatie (2020). Pengaruh Metode Pengendalian Gulma terhadap

Dominansi Gulma sertaPertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Jurnal Vegetalika.

2020. 9(3).

3. Dian Novitasari1dan Risqa Naila Khusna Syarifah. 2020. Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Selada dengan Hidroponik sederhana skala Rumah Tangga.Jurnal SEPA : Vol. 17 No. 1 September 2020 : 19 – 23

3.Elsa Christin Saragih, 2021. Analisis Pendapatan Usahatani Sayuran di Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera Kabupaten

Sumba Timur. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan

Agribisnis. Januari 2021. 7(1): 386-395

4. Febronius Nanaa , Simon Juan Kuneb , dan Adeline Norawati Hutapea (2018).

Analisis Pendapatan Usahatani Selada Air di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara. Agrimor 3 (1) 13-15 Jurnal Agribisnis Lahan Kering – 2018.

5.Hasyim Hasanah (2016) . Teknik-Teknik Observasi. Jurnal at- Taqaddum, Volume 8, Nomor 1, Juli 2016.

(9)

6 . Indra Wardhana, Hudaini Hasbi, dan Insan Wijaya (2016). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L .) pada Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Interval Waktu Aplikasi Pupuk Cair Super bionik. Jurnal Penelitian Agritrop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian.

Universitas Muhamdiyah Jember.

7. Kasim, S. 2004. Petunjuk Menghitung Keuntungan dan Pendapatan Usahatani.Universitas Lambung Mangkurat: Banjarbaru.

8 Kirnadi,A.J. Ana Zuraida dan Hairun Nikmah, 2021. Kelayakan Usahatani Selada di Laboratorium Lapangan Uniska Desa Bentok Kecamatan Bati–

Bati. Laporan Penelitian . Uniska MAB Banjarmasin.

9. Listiana Dewi, Dwi Putra Darmawan, I Ketut Suamba (2017). Analisis Sistem Agribisnis Padi Sawah di Kawasan Ekowisata (Studi Kasus Subak Sembung, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara). E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata. Vol. 6, No.

3, Juli 2017.

10.Raden Ayu Umikalsum (2019). Analisi Usahatani Tanaman Selada Hidroponik pada kebun EVE’S VEGGIES HYDROPONICS

Kota Palembang. Jurnal Penelitian agribisnis Societa Vol 8, No 1

(2019)

11.Suharsimi arikunto. 2006. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik.

Penerbit Rineka Cipta.

12.Sunarjono, H. 2014. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya.

Jakarta.204 hlm.

13.USDA National Nutrient Database for Standart Reference (2018), Lettuce Green Leaf, Basic Report, The National Agricultural Library.

14. Soekartawi, 1945.. Analisis Usahatani.

Universitas Indonesia Pers, Jakarta.

Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

15.Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan (Action Research).

Prosiding Seminar Nasional Jurusan PGSD FIP UNP Tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

Hasil aplikasi otomatisasi konversi dua basisdata yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu mengatasi segala keterbatasan yang dimiliki oleh basis data IMAGE/3000

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik budidaya selada hidroponik di Hidroponik Media, Kelurahan Pesantunan, Brebes dan menganalisis