REVIEW JURNAL KUALITATIF
MPLEMENTATION OF HOSPITAL HEALTH PROMOTION AT PKU MUHAMMADIYAH WONOSOBO HOSPITAL: A QUALITATIVE STUDY
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Dosen Pengampu :
Dr. Nurmala Sari, SKM., M.Kes., MA
DISUSUN OLEH:
JUMLENI K022241001
MUH. AKHRAM K022241002
HUMAIRAH FAHMI MA’RUF K022241003 SANNY YANISYAH CUTFRIANA K022241005
AHMAD ASY’ ARIE K022241006
ARWAENA K022241007
PROGRAM STUDI MAGISTER ADMINISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN 2024
Judul Implementation of Hospital Health Promotion at PKU Muhammadiyah Wonosobo Hospital: A Qualitative Study
Jurnal Jurnal Eduhealt
Volume & Halaman Volume 14, No. 03 & Halaman (1-8)
Tahun 2023
Penulis Kartina Catur Agung Suprapto, Sitti Nurdjannah, dan Lina Handayani
Abstrak Jurnal ini berjudul ”Implementation of Hospital Health Promotion at PKU Muhammadiyah Wonosobo Hospital:
A Qualitative Study” di dalam abstrak ini menekankan bahwa kebijakan manajemen adalah standar paling signifikan untuk promosi kesehatan rumah sakit. Ini memainkan peran penting dalam mempengaruhi standar lain, menunjukkan bahwa kebijakan manajemen yang kuat sangat penting untuk kegiatan promosi kesehatan yang efektif di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan promosi kesehatan rumah sakit di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Evaluasi ini sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan dan area untuk perbaikan dalam praktik promosi kesehatan rumah sakit saat ini.
Pengantar Promosi kesehatan adalah salah satu pilar utama dalam pengembangan sistem kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka. Di Indonesia, pelaksanaan promosi kesehatan di rumah sakit diatur melalui Permenkes No. 44 Tahun 2018, yang menekankan pentingnya rumah sakit sebagai pusat edukasi kesehatan untuk pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar.
Melalui penelitian ini, dilakukan evaluasi terhadap implementasi promosi kesehatan di RS PKU
Muhammadiyah Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana promosi kesehatan telah dilaksanakan serta menganalisis hambatan yang dihadapi berdasarkan teori Edward III. Teori ini mengidentifikasi empat faktor kunci dalam keberhasilan suatu program, yaitu komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada rumah sakit dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan efektivitas program promosi kesehatan, mengoptimalkan sumber daya, serta memperbaiki sistem manajemen agar mampu memberikan dampak positif bagi pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar.
Pembahasan Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo pada bulan Maret - April 2023. Penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi sebagai teknik pengumpulan data utama.
Instrumen : Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peneliti sebagai instrumen utama, panduan wawancara mendalam, daftar periksa observasi berdasarkan "Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2018", kamera foto, kertas dan alat perekam, serta perekam suara
Prosedur : Prosedur penelitian melibatkan beberapa tahap, yaitu pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, pengolahan data dengan cara penyortiran, pengklasifikasian, dan analisis konten. Data yang diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi kemudian disimpulkan dan disajikan sesuai dengan tujuan penelitian.
Desain dan Analisis : Desain penelitian ini melibatkan analisis data berdasarkan teori Edwards III yang mencakup empat poin utama: komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi. Data yang dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan karakter masing-masing responden seperti pasien, pejabat rumah sakit, pemimpin rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dilakukan melalui pertemuan yang sering dan terstruktur, serta melalui media sosial dan web rumah sakit.
Pertemuan ini diadakan beberapa kali dengan tim promosi kesehatan rumah sakit dan unit terkait.
Diskusi : Dalam penelitian ini berfokus pada implementasi promosi kesehatan rumah sakit yang terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan.
Meskipun sudah ada prosedur operasional standar, masih diperlukan perbaikan dalam pelaksanaan Promosi Kesehatan.
Simpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi promosi kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo masih kurang dikelola dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan promosi kesehatan meliputi dukungan kepemimpinan yang kuat, penganggaran yang memadai, dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten. Tantangan yang dihadapi termasuk beban kerja staf, mobilitas terbatas untuk kegiatan luar, dan tema pelatihan yang berulang. Selain itu, kurangnya pedoman, pelatihan yang tidak memadai, dan tanggung jawab pekerjaan yang beragam bagi petugas promosi kesehatan juga menghambat pelaksanaan yang efektif.
Oleh karena itu, diperlukan kebijakan manajemen yang
lebih baik, penganggaran yang kompeten, dan sumber daya manusia yang memadai untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan, yang penting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat dan kualitas layanan.
Kekuatan Penelitian 1. Pendekatan Kualitatif : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam mengenai implementasi promosi kesehatan di rumah sakit.
2. Instrumen yang Beragam : Penelitian ini menggunakan berbagai instrumen seperti panduan wawancara mendalam, daftar periksa observasi, dan alat perekam suara, yang mendukung pengumpulan data yang komprehensif
3. Analisis Data yang Sistematis : Data dianalisis menggunakan teori Edwards III, yang mencakup komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi, memberikan kerangka kerja yang jelas untuk evaluasi
Kelemahan Penelitian 1. Manajemen yang Kurang Optimal : Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi kesehatan di rumah sakit tersebut belum dikelola dengan baik, yang dapat mempengaruhi validitas hasil.
2. Keterbatasan Sumber Daya : Terdapat masalah seperti tidak tersedianya pedoman promosi kesehatan dan petugas yang memiliki pekerjaan ganda, yang dapat menghambat pelaksanaan penelitian.
3. Jumlah Partisipan Terbatas : Penelitian ini melibatkan hanya 7 partisipan, yang mungkin tidak cukup untuk mewakili seluruh populasi terkait Pembelajaran yang diperoleh Pembelajaran yang dapat diperoleh dari Jurnal ini adalah:
1. Pentingnya Komitmen Pimpinan dalam Implementasi Program
Keberhasilan promosi kesehatan rumah sakit sangat bergantung pada dukungan aktif dan perhatian dari pimpinan. Pimpinan perlu mengalokasikan sumber daya yang memadai (manusia, finansial, dan infrastruktur) agar program berjalan efektif.
2. Komunikasi yang Terintegrasi dan Efektif
Komunikasi lintas unit perlu diperkuat agar informasi tentang program promosi kesehatan sampai ke semua pihak terkait, termasuk pasien dan keluarga.
Penggunaan media sosial dan digital dapat dioptimalkan untuk menjangkau audiens lebih luas.
3. Pentingnya Sumber Daya Manusia yang Kompeten dan Fokus
Staf khusus untuk promosi kesehatan harus disediakan agar fokus kerja tidak terbagi dengan tugas lain. Pelatihan yang beragam dan relevan sesuai kebutuhan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas promosi kesehatan.
4. Signifikansi Edukasi Pasien dan Keluarga
Edukasi pasien dan keluarga mengenai hak mereka atas informasi kesehatan serta standar operasional rumah sakit (SOP) sangat penting. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan pasien dan kesadaran mereka terhadap layanan kesehatan.
5. Kreativitas dan Variasi dalam Pelatihan dan Program
Program pelatihan yang repetitif tanpa variasi cenderung kurang efektif. Pelatihan harus dirancang berdasarkan kebutuhan spesifik dan hasil evaluasi internal rumah sakit untuk meningkatkan kompetensi staf.
6. Perbaikan Sistem Birokrasi untuk Mendukung Program
SOP yang sudah tersedia perlu disosialisasikan secara optimal kepada staf, pasien, dan keluarga pasien. Struktur organisasi yang jelas dengan pembagian tugas yang spesifik juga berperan besar dalam mendukung keberhasilan program.
7. Pemanfaatan Media untuk Promosi Kesehatan
Media cetak dan elektronik, termasuk platform digital, dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi promosi kesehatan. Rumah sakit perlu meningkatkan penggunaan teknologi dalam mengedukasi masyarakat.
8. Evaluasi dan Monitoring Rutin
Monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program promosi kesehatan penting untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai target. Laporan rutin dapat membantu mengidentifikasi masalah lebih dini dan memberikan solusi yang tepat.
Referensi :
Suprapto, K. C. A., Nurdjannah, S., & Handayani, L. (2023). Implementation of Hospital Health Promotion at PKU Muhammadiyah Wonosobo Hospital: A Qualitative Study. Jurnal EduHealth, 14(03), 1295-1302.