• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok 13 ANALISIS KESILAPAN BERBAHASA ARAB

N/A
N/A
akun download

Academic year: 2024

Membagikan "Kelompok 13 ANALISIS KESILAPAN BERBAHASA ARAB "

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KESILAPAN BERBAHASA ARAB

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Tarjamah 1”

Dosen Pengampu :

Riska Eliyana Maslihah, M.Pd.I Disusun oleh :

Lapina Ria Saputri 202210046 Nisa Faricha Aimanillah 202210066

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2024

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Analisis Kesilapan Berbahasa Arab. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Tarjamah I. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, yang telah merintis umatnya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang, seperti zaman yang kita rasakan saat ini, sehinnga kami dapat menjadi generasi yang berakhlak.

Kami sebagai penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada Ibu Riska Eliyana Maslihah, M.Pd.I. Selaku dosen pengampu mata kuliah Tarjamah I yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

Kami menyadari, makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sekalian dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Ponorogo, Februari 2024

Kelompok 13

(3)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan Pembahasan ... 1

BAB II ... 3

PEMBAHASAN ... 3

A. Pengertian Kesilapan dalam Berbahasa Arab ... 3

B. Tujuan Analisis Kesilapan Berbahasa Arab ... 4

C. Sumber Kesilapan Berbahasa Arab ... 4

D. Klasifikasi Kesilapan Berbahasa Arab ... 5

E. Prosedur dan Implikasi ... 8

F. Problematika Analisis ... 9

BAB III ... 13

PENUTUP... 13

A. Kesimpulan ... 13

DAFTAR PUSTAKA ... 15

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Internasional yang digunakan oleh umat manusia untuk berkomunikasi antar satu sama lain. Di Indonesia, bahasa Arab udah menjadi salah satu mata pelajaran dalam proses belajar mengajar di sekolah, mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyyah (MI) yang setingkat dengan SD (Sekolah Dasar) sampai ke perguruan tinggi.

Bahasa pada prinsipnya digunakan oleh para pemakainya sebagai pembawa pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Kebutuhan pemakai bahasa adalah agar mampu merujuk objek ke dunia nyata, misalnya mampu menyebutkan nama, keadaan, peristiwa dan ciri-ciri benda dengan kata-kata tersebut ke dalam kalimat-kalimat sehingga ia mampu menyusun proposisi yaitu rangkaian kata yang membentuk prediksi tentang benda, orang atau peristiwa.1

Adapun kesalahan dalam berbahasa masih sering terjadi yang mana hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada makna bahasa itu sendiri. Terutama pada penutur bahasa kedua setelah bahasa ibu, akan tetapi kesalahan-kesalahan tersebut bisa diminimalisir bahkan dihilangkan jika diketahui pola kesalahan yang dilakukan oleh penutur bahasa.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian dari kesilapan dalam berbahasa Arab?

2. Apa tujuan dari analisis kesilapan berbahasa arab?

3. Apa saja sumber dari kesilapan berbahasa Arab?

4. Bagaimana klasifikasi dari sumber kesilapan dalam berbahasa Arab?

5. Bagaimana prosedur dan implikasi dari kesilapan berbahasa arab?

6. Bagaimana problematika analisis dalam kesilapan berbahasa arab?

C. Tujuan Pembahasan

1. Untuk mengetahui pengertian dari kesilapan dalam berbahasa Arab.

1 Lady Farah Aziza dan Ariadi Muliansyah. Keterampilan Berbahasa Arab Dengan Pendekatan Komprehensif , Vol. 19, No. 1, 2020. Hal. 28

(5)

2

2. Untuk mengetahui tujuan dari analisis kesilapan berbahasa arab.

3. Untuk mengetahui saja sumber dari kesilapan berbahasa Arab.

4. Untuk mengetahui klasifikasi dari sumber kesilapan dalam berbahasa Arab.

5. Untuk mengetahui prosedur dan implikasi dari kesilapan berbahasa arab.

6. Untuk mengetahui problematika analisis dalam kesilapan berbahasa arab.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Kesilapan dalam Berbahasa Arab

Istilah Analisis Kesalahan Berbahasa dapat dipahami dari rangkaian tiga kata yang digunakan. Analisis berarti proses membahas dan mengurai yang memiliki tujuan untuk mengetahui sesuatu sehingga memungkinkan dapat mengetahui inti permasalahannya. Kesalahan berbahasa bisa saja terjadi karena beberapa hal. Maka analisis kesalahan berbahasa yang dimaksud adalah penyeledikan permasalahan dalam berbahasa baik dari segi tata bahasa maupun frasa dan lain sebagainya. Permasalahan yang ditemukan kemudian dikupas, diselidiki sebabnya, dikritik, dan diulas lalu disimpulkan untuk dipahami.2

Dalam bukunya yang berjudul “Common Error in Languange Learning” George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan (unwanted form) khususnya suatu bentuk tuturan yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan guru pengajaran bahasa.3

Bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus dipikirkan sebelum mengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis kesalahan berbahasa adalah menetapkan standar penyimpangan atau kesalahan.4

Bahasa Arab merupakan bahasa kedua. Pengajaran bahasa Arab dimulai sejak taman kanak-kanak. Ini berarti bahwa pembinaan bahasa telah dimulai sejak dini. Namun ternyata masih banyak terdapat kesalahan dan persoalan dalam berbahasa Arab.

Persoalan kebahasaan yang dihadapi dalam pengajaran bahasa Indonesia ialah adanya pengaruh bahasa Ibu. Pengaruh itu ada yang berkaitan dengan tata bunyi, tata bentuk kata, dan ada pula yang berhubungan dengan tata kalimat.

2Haniah. Analisis Kesalahan Berbahasa Arab Pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Bahasa Dan Sastra Arab, Vol. 3. No. 1. Juni 2018. Hal. 24-34.

3 Nurkholis. Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Bahasa Arab, Vol. 01 Edisi Januari-Juni 2018 Hal. 11

4 Ibid, hal 11-12

(7)

4 B. Tujuan Analisis Kesilapan Berbahasa Arab

Terkait dengan tujuan analisis kesalahan berbahasa, Corder mengatakan “Error analysis has to object: one thoretical and another applied”. Analisis kesalahan berbahasa memiliki dua tujuan, yaitu tujuan teoretis dan tujuan praktis.5

Senada dengan pendapat Corder, Tarigan mengatakan bahwa tujuan dari analisis kesalahan berbahasa itu bersifat aplikatif dan teoritis, aplikatif mengurangi dan memperbaiki kesalahan berbahasa siswa. Teoritis mengharapkan pemerolehan bahasa siswa yang pada gilirannya dapat memberikan pemahaman kearah pemerolehan bahasa secara umum. Terlepas dari berbagai tujuan di atas, yang terpenting bagi seorang guru adalah bahwa melalui analisis kesalahan berbahasa dapat mengetahui kesalahan yang dibuat pembelajar bahasa tentang daerah kesalahan, sifat kesalahan, sumber kesalahan dan penyebab kesalahan berbahasa. Apabila seorang guru telah menemukan kesalahan- kesalahan pembelajar, maka guru dapat merubah metode atau teknik mengajar yang digunakan, dapat menekan prioritas aspek kesalahan yang perlu diperjelas, dapat menyusun rencana pengajaran remedial, dan dapat menyusun program pengajaran itu sendiri.6

C. Sumber Kesilapan Berbahasa Arab

Sebab dan sumber dari kesalahan berbahasa itu sendiri ada tiga hal yaitu:

pertama, Pengaruh bahasa pertama sebagai contoh kalimat

كيلإ ناأ لأسأ

yang sering diucapkan para pelajar adalah satu bentuk kesalahan inferensi dari segi kosakata karena adanya penerjemahan harfiah terhadap “Aku bertanya Kepadamu” dengan menambah kata

لىإ

yang biasa diartikan “ke/kepada”. Kalimat yang benar dalam bahasa Arab untuk

“Aku bertanya kepadamu “adalah

ناأ كلأسأ

, tanpa penambahan

لىإ

. Kedua, faktor internal bahasa target seperti halnya bahasa Arab yang mempunyai banyak karakteristik yang relatif rumit sehingga tidak mudah untuk dikuasai.

5 Nandang Sarip Hidayat. Analisis Kesalahan Dan Konstrastif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab, Jurnal Penelitian sosial keagamaan, Vol.17, No.2 Juli-Desember 2014. Hal. 166

6 Ibid, hal. 167

(8)

5

Dikemukakan oleh Tarigan dalam bahwa kualitas keterampilan berbahasa seseorang tergantung pada kuantitas kosakata yang diilikinya. Semakin banyak kosakata seseorang, semakin besar pula keterampilan berbahasanya. Dapat disimpulkan bahwa kurangnya kosa kata siswa juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya kesalahan.

Seseorang yang sedikit menguasai kosakatanya akan mengalami kesulitan dan menentukan kata yang tidak tepat untuk menyampaikan gagasannya. Kurangnya kosakata disebabkan oleh kebiasaan membaca siswa yang rendah.

Evaluasi kesalahan berbahasa dilakukan ketika ada kesalahan. Evaluasi merupakan komponen yang penting dalam pendidikan terutama evaluasi pembelajaran.

Penting karena kegiatan evaluasi paling tidak untuk mengetahui. Pertama, keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Kedua, kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Ketiga, sebagai feedback bagi guru/dosen untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Evaluasi tersebut sangat beperan penting dalam kegiatan analisis kesalahan bebahasa. Penting disebut karena dengan adanya sistem evaluasi yang baik maka akan mampu merekontruksi pembelajran bahasa yang lebih baik kedepannya.7

D. Klasifikasi Kesilapan Berbahasa Arab

Sebelum masuk pada klasifikasi kesalahan berbahasa arab terlebih dahulu klasifikasi kesalahan dalam berbahasa secara umum yakni meliputi:

1. Berdasarkan tatanan linguistik, kesalahan berbahasa diklasifikasikan menjadi:

kesalahan berbahasa pada bidang fonologi, morfologi, sintaksis (frasa, klausa, kalimat), semantik, dan wacana.

Contoh : Kesalahan tanda I’rob pada akhir kata seperti

ةبتكلما في ينباتك تيترشا

Dalam

bahasa Arab kata yang berkedudukan sebagai objek tanda i'rabnya mansub dan setiap kata yang berbentuk dua tanda i'rabnya adalah ( ي)

Jadi, yang benar kalimatnya sesuai kaidah nahwu yaitu

ةبتكلما في نبااتک تيترشا

7 Muhammad Thohir dan Juliantika Imannisya, Analisis Kesalahan Berbahasa Arab Pada Percakapan Sehari Hari di Pondok Modern Asy-Syifa Balikpapan, Vol. 9. No. 2 . Desember 2020. Hal 15-19

(9)

6

2. Berdasarkan kegiatan berbahasa atau keterampilan berbahasa dapat diklasifikasikan menjadi kesalahan berbahasa dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Contoh kesalahan dalam penulisan huruf seperti shad diganti dengan sin pada kata

يفطصم

ditulis

يفطسم

atau huruf dhad ditulis dengan huruf dal pada kata

مهضارغأ

ditulis

مهدارغأ

3. Berdasarkan sarana atau jenis bahasa yang digunakan dapat berwujud kesalahan berbahasa secara lisan dan secara tertulis.

4. Berdasarkan penyebab kesalahan tersebut terjadi dapat diklasifikasikan menjadi kesalahan berbahasa karena pengajaran dan kesalahan berbahasa karena interferensi.

5. Kesalahan berbahasa berdasarkan frekuensi terjadinya dapat diklasifikasikan atas kesalahan berbahasa yang paling sering, sering, sedang, kurang, dan jarang.8

Kesalahan yang terjadi pada pembelajara bahasa kedua dapat dikategorikan sebagai kesalahan interlingual dan kesalahan intralingual yang dapat berbentuk kesalahan penulisan ejaan, kesalahan sintaksis, kesalahan morfologis dan kesalahan semantik.

Kesalahan yang tejadi pada pembelajar bahasa kedua ada yang dapat mempengaruhi komunikasi dan ada pula yang tidak berpengaruh pada proses komunikasi. Hendricson mengistilahkan dua bentuk kesalahan yaitu kesalahan global dan kesalahan lokal.

Kesalahan global adalah penyimpangan struktur kalimat secara keseluruhan yang berpotensi menghambat komunikasi dan tidak sampainya pesan kepada komunikan.

Kesalahan global juga merupakan kesalahan struktur bahasa kedua yang mempengaruhi makna atau maksud kalimat secara keseluruhan sehingga mempengaruhi aspek komunikasi. Sedangkan kesalahan lokal atau dikenal dengan kesalahan linguistik merupakan penyimpangan struktur kebahasaan yang tampak aneh dan janggal, tetapi tidak menyebabkan penutur bahasa sasaran tidak memahami makna yang terkandung dalam struktur suatu kalimat. Berdasarkan dari uraian tersebut bentuk kesalahan berbahasa dapat berupa kesalahan interlingual atau kesalahan developmental, kesalahan intralingual, kesalahan global dan kesalahan lokal.

8 Hery Guntur Tarigan, Pengajaran analisis kesalahan berbahasa, (Bandung: Angkasa, 2011), hlm. 48-49.

(10)

7

Kesalahan interlingual terjadi karena pengaruh bahasa ibu dalam mentransfer bahasa target seperti transfer dari bahasa bugis ke bahasa Arab. Lidah orang bugis hanya bisa menyebut huruf ‘s’ sehingga ketika membaca ayat

ْمِهْيَلَع َتْمَعْ نَا َنْيِذَّلا َطاَرِص

kata

َنْيِذَّلا

dibaca allasina. Kesalahan intralingual atau kesalahan yang terjadi dalam bahasa target.

Jadi sumber kesalahan pembelajar bahasa Arab dapat dilihat pada taksonomi linguistik bahasa Arab itu sendiri baik dalam tatanan bunyi/fonetik, kaidah imla, tatanan sintaksis, morfologis, dan semantik.

Selain bentuk kesalahan intralingual tersebut, berikut beberapa contoh kesalahan intralingual lainnya yang meliputi:

a. Penanggalan dan penambahan

ةديازلاو صقنلا

( seperti

ايسينودنا في روهشم ايسينودنا ةعماج

kata

روهشم

terjadi penanggalan huruf karena kedudukannya sebagai sifat yang harus mengikuti yang disifati yaitu kata

ةعماج

b. Persesuaian,

قباطم

seperti

لصفلا في ةيبرعلا ةغللا سردي بلاطلا

kata yang berkedudukan sebagai predikat atau khabar harus sesuai dengan subjeknya atau mubtada

بلاطلا

yang bentuknya jamak maka seharusnya

نوسردي بلاطلا

c. Kesalahan tanda i'rab pada akhir kata seperti

ةبتكلما في نبااتك تيترشا

. Dalam bahasa Arab kata yang berkedudukan sebagai objek tanda i'rab-nya manshub dan setiap kata yang berbentuk dua tanda i'rab-nya adalah

ي

jadi seharusnya kalimat yang benar adalah

ة بتكلما في ينباتک تيترشا

(11)

8

d. Ketepatan pemilihan diksi seperti

لجرلا ىلع ايشم ةعمالجا لىإ تبهذ (

saya ke kampus dengan berjalan kaki) kata yang tepat untuk menyatakan berjalan kaki adalah :

تبهذ

دقلأا ىلع ايشم ةعمالجا لىإ ا م

E. Prosedur dan Implikasi

Analisis kesalahan berbahasa muncul pada awal tahun 70-an yang merupakan bagian dari analisis konstrasktif. Langkah-langkah yang diajukan oleh beberapa linguis dapat dipahami bahwa prosedur analisis kesalahan itu meliputi:

a. Mengumpulkan data berupa kesalahan berbahasa yang dibuat oleh si pembelajar bahasa atau siswa misalnya berupa hasil ulangan, karangan atau percakapan.

b. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan dengan cara mengenali dan memilah-milah kesalahan berdasarkan kategori kebahasaan, misalnya kesalahan pengucapan, pembentukan kata, penggabungan kata dan menyusun kalimat.

c. Menyusun tingkat kesalahan seperti mengurutkan kesalahan berdasarkan frekuensinya.

d. Menjelaskan kesalahan, yaitu menggambarkan letak kesalahan, penyebab kesalahan dan memberi contoh yang benar.

e. Memprediksi atau meramalkan tataran bahasa yang dipelajari yang potensial menyebabkan kesalahan.

f. Remedial kesalahan seperti menguasai kesalahan, memperbaiki kesalahan, bila mungkin menghilangkan kesalahan melalui penyusunan bahan yang tepat, buku pegangan yang baik dan teknik pengajaran yang relevan.9

Ada tiga langkah dalam implikasi analisis kesalahan berbahasa yaitu:

a. Mengidentifikasi kesalahan; hal ini dimaksudkan untuk menentukan letak penyimpangan aturan bahasa yang dilanggar oleh penutur bahasa kedua.

b. Mendeskripsikan kesalahan; hal ini dimaksudkan untuk menjelaskan aspek penyimpangan yang terjadi seperti penanggalan seleksi salah urut dan penempatan

9 Nandang Sarip Hidayat, Analisis Kesalahan dan Kontrastif dalam Pembelajaran Bahasa Arab, Vol.17 No.2, Juli-Desember 2014, hal. 160-174.

(12)

9

c. Menafsirkan kesalahan; yaitu menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan berbahasa kemudian mengoreksi kesalahan dan menyebutkan yang benar10

F. Problematika Analisis

Analisis kesilapan berbahasa Arab merupakan bidang penting dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab. Ia merangkumi pengkajian kesilapan-kesilapan yang dibuat oleh pelajar-pelajar bahasa Arab yang bukan penutur asli semasa mereka menggunakan bahasa Arab. Proses ini memerlukan pemahaman mendalam terhadap struktur bahasa Arab serta persepsi terhadap bahasa Arab dari perspektif pelajar-pelajar yang belajar bahasa ini sebagai bahasa kedua atau bahasa asing.11

Problematika analisis kesilapan berbahasa Arab dapat dikategorikan menjadi dua, yakni problematika linguistik dan problematika non linguistik. Problematika linguistik analisis kesilapan berbahasa Arab merangkumi beberapa aspek yang kompleks, antaranya:

1. Kesilapan Fonologi

Kesalahan fonologi merupakan kesalahan menuliskan kata atau kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Contoh dari kesilapan fonologi adalah terdapat pada kata

راَعِشلا يَِتَْسَيٌدْيَز .

Kalimat tersebut menghendaki arti “Zaid membeli logo”, kata

membeli seharusnya berfonem

ش

bukan berfonem

س

. Maka kalimat yang benar adalah

َراَعِِّشلا يَِتَْشَيٌدْيَز .

2. Kesilapan Morfologi

Definisi morfologi adalah perubahan bentuk kata dari bentuk satu ke bentuk yang lainnya yang kemudian diikuti perubahan makna. Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari susunan gramatikal. Dalam bahasa Arab ilmu morfologi dikenal dengan ilmu sharf.

10 Saidah, Tawakkal, Analisis Kesalahan Berbahasa Arab dan Implikasinya Pada Makna, Vol. 1 No. 1, Juni 2022, hal. 61.

11 Abdul Munip, Problematika Penerjemahan Bahasa Arab ke bahasa Indonesia; Suatu Pendekatan Error Analysis, Vol. 1 No. 2, Januari 2005, hal. 6.

(13)

10

Problematika analisis yang sering terjadi bagi penerjemah Arab-Indonesia adalah kesalahan memilih bentuk kata yang disebabkan karena kesalahan membaca (harakat/ syakl).

Contoh: Perubahan bentuk kata dari

َبَتَك – ب تْكَي – ٌباَتِك – ٌبَتْكَم – ْةَبَ تكَم

yang

memiliki makna berbeda-beda. Jika salah menuliskan maka akan berbeda pula maknanya. Untuk menyelesaikan permasalahan diatas seorang penerjemah harus menguasai ilmu sharf.12

3. Kesilapan sintaksis

Sintaksis merupakan cabang linguistik yang membahas tentang seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa. Dalam bahasa Arab ilmu sintaksis disebut dengan ilmu nahwu. Ilmu nahwu membahas peran sintaksis tertentu seperti mubtada, khobar, fi’il, dan maf’ul.

Problematika analisis sintaksis yang dapat terjadi seperti kesalahan dalam menentukan jenis kalimat dan kedudukan kata. Kesalahan tersebut dapat diwujudkan pada kesalahan I’rab, yakni kesalahan pemberian kesalahan harakat atau syakl huruf terakhir suatu kata karena kedudukan sintaksis yang diperankan.

Contoh: َُٔري ِّرسلأَ ُبِّ ت َرَٔاَنَٔ ا

Kata

ريِرسلا

berkedudukan sebagai maf’ul bih mufrad atau objek tunggal. I’rab maf’ul bih adalah nashob, tanda nashob mufrad adalah fathah. Maka yang benar bukan

ريِرسلا

tetapi

َرْ يِرَّسلا

.13

4. Problematika semantik

Semantik merupakan cabang linguistik yang mempelajari makna atau arti. Dalam bahasa Arab ilmu semantik biasa disebut dengan ilmu al-dilalah. Ilmu al-dilalah

12 Abdul Rahmadi, dkk, Analisis Kesalahan Morfologi Penerjemahan Arab-Indonesia pada Chat-GPT, Vol.

4 No.1, Januari-Juni 2023, hal. 61.

13 Yolanda Selviana, Analisis Kesalahan Berbahasa Arab; Studi Atas Kesalahan Penulisan Insya’ di MTsN XII Madiun, Vol. 2 No.1, Februari 2021, hal. 77.

(14)

11

mempelajari hubungan antara lambang dengan maknanya. Lambang makna dalam semantik di kategorikan menjadi tiga, yaitu; 1) makna leksikal, 2) makna gramatikal, 3) makna kontekstual.

Problematika semantik yang biasa dijumpai dalam pembelajaran bahasa Arab adalah berkaitan dengan kesalahan dalam menentukan padanan kata yang tepat dalam bahasa sasaran.

Contoh:

ِرْحَبْلا َنِم َفَدَّصلا دَجْو ي ٌبَا

Kalimat diatas merupakan contoh kalimat yang salah karena penggunaan huruf jer yang kurang tepat. Yang lebih tepat kalimat tersebut disusun demikian:

َفَدَّصلا د ِجْو ي بَاْلا ِْف

ِرْحَبْلا

5. Problematika restrukturisasi

Problematika restrukturisasi merupakan kesilapan dalam menyusun kembali makna dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang tidak efektif juga termasuk kedalam problematika restrukturisasi.14

Contoh:

َّوَفَ تَ ي ْنَاا عيِطَتْسَي اَهَّ نِكَلَو اَه سِِّرَد يٍةَداَم ِِّل ك ِْف مِِّلَعَ ت لما َعَبْ تَ ي ْنَََاا ِلْهَّسلا َنِم َسْيَلَو ِفاًرِهاَم َنو كَيَو َق

َساَرِد َلىِا لَِيََواَهُّ بِ يُ ِتَِّلا ِداَوَمْلا اَهِت

Hasil terjemahan yang salah:

Dan bukanlah suatu perkara yang mudah bahwa setiap materi yang ada dipelajari semua oleh pelajar, akan tetapi ini bisa unggul dan pintar pada salah satu materi yang disukainya dan cenderung untuk mempelajarinya.

Hasil terjemahan yang benar:

Tidaklah mudah bagi siswa untuk mendalami semua materi yang dipelajarinya, tetapi bisa saja siswa hanya (unggul) dan pandai dalam materi atau bidang yang dia sukai dan ingin mempelajarinya saja.

Problematika non linguistik dalam analisis kesilapan berbahasa Arab, diantaranya:

1. Isi atau materi yang diterjemahkan

14 Ibid, hal. 5-11

(15)

12

Materi yang bertema beda tentunya menggunakan gaya bahasa yang berbeda pula.

Teks sastra pastinya juga memiliki beberapa mufrodat yang berbeda dengan teks ilmiah. Perbedaan penggunaan gaya bahasa atau istilah-istilah dalam sastra itulah yang menjadi sumber kesalahan ketika menerjemahkan teks bahasa Arab.

2. Kondisi pada saat menerjemahkan

Menerjemahkan teks bahasa Arab ke Bahasa Indonesia memerlukan keahlian yang matang. Selain keahlian yang matang waktu yang digunakan untuk menerjemahkan juga berpengaruh pada hasil teks yang diterjemahkan. Hasil terjemahan yang diselesaikan dengan waktu panjang akan lebih akurat dibandingkan hasil terjemahan pada waktu yang sangat singkat.15

15 Ibid, hal. 11-12

(16)

13 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Analisis kesalahan berbahasa yang adalah penyeledikan permasalahan dalam berbahasa baik dari segi tata bahasa maupun frasa dan lain sebagainya. Permasalahan yang ditemukan kemudian dikupas, diselidiki sebabnya, dikritik, dan diulas lalu disimpulkan untuk dipahami.

Tujuan dari analisis kesalahan berbahasa itu bersifat aplikatif dan teoritis, aplikatif mengurangi dan memperbaiki kesalahan berbahasa siswa. Teoritis mengharapkan pemerolehan bahasa siswa yang pada gilirannya dapat memberikan pemahaman kearah pemerolehan bahasa secara umum. Melalui analisis kesalahan berbahasa dapat mengetahui kesalahan yang dibuat pembelajar bahasa tentang daerah kesalahan, sifat kesalahan, sumber kesalahan dan penyebab kesalahan berbahasa.

Ada beberapa sumber kesalahan dalam bahasa Arab; yang pertama adalah kesalahan karena penerjemahan secara harfiah; kedua karena rumitnya bahasa Arab sehingga tidak semua orang mudah untuk memahami; ketiga kurangnya kosa kata yang dipahami oleh siswa. Setiap kesalahan berbahasa dapat diketahui melalui evaluasi.

Kesalahan dalam berbahasa juga dikategorikan menjadi beberapa hal. Kesalahan berbahasa secara umum dikategorikan berdasarkan tatanan linguistik yakni fonologi, morfologi, dan sintaksis. Berdasarkan kegiatan berbahasa atau keterampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, dan menulis. Berdasarkan sarana atau jenis bahasa yang digunakan baik secara lisan maupun tertulis. Berdasarkan penyebab kesalahan yakni kesalahan karena pengajaran dan kesalahan karena interferensi. Kemudian yang terakhir yaitu berdasarkan frekuensi terjadinya kesalahan. Kesalahan yang terjadi pada pembelajara bahasa kedua dapat dikategorikan sebagai kesalahan interlingual dan kesalahan intralingual yang dapat berbentuk kesalahan penulisan ejaan, kesalahan sintaksis, kesalahan morfologis dan kesalahan semantik. Kesalahan interlingual terjadi karena pengaruh bahasa ibu dalam mentransfer bahasa target seperti transfer dari bahasa bugis ke bahasa Arab. Sedangkan kesalahan intralingual seperti penanggalan/

(17)

14

penambahan, persesuaian, kesalahan tanda I’rab diakhir kata, dan ketepatan pemilihan diksi.

Untuk mengetahui kesilapan dalam berbahasa maka harus melakukan beberapa prosedur dan implikasi. Prosedur analisis kesalahan berbahasa meliputi pengumpulan data, identifikasi dan deskripsi, penyusunan tingkat kesalahan, penjelasan kesalahan, prediksi atau peramalam, dan remedial kesalahan atau memperbaiki kesalahan.

Selanjutnya untuk implikasi dalam mengetahui kesilapan berbahasa terdiri dari; 1) mengidentifikasi kesalahan, 2) mendeskripsikan kesalahan, 3) menafsirkan kesalahan.

Dalam menganalisis kesilapan berbahasa Arab tentunya terdapat beberapa problematika. Problematika analisis kesilapan berbahasa Arab diantaranya adalah problematika linguistik dan problematika non linguistik. Problematika linguistik terdiri dari kesilapan fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan restrukturisasi. Problematika non linguistik terdiri dari isi materi yang diterjemahkan dan kondisi saat menerjemahkan.

(18)

15

DAFTAR PUSTAKA

Haniah, H. (2018). Analisis Kesalahan Berbahasa Arab Pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Arabi Journal Of Arabic Studies, 23.

Hidayat, N. S. (2014). Analisis Kesalahan dan Kontranstif dalam Pembelajaran Bahasa Arab . Al-Fathin Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 160-174.

Lady Farah Azizah, A. M. (2020). Keterampilan Berbahasa Arab dengan Pendekatan Komprehensif. El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, 28.

Muhammad Thohir, J. I. (2020). Analisis Kesalahan Berbahasa Arab Pada Percakapan Sehari Hari di Pondok Modern As-Syifa Balikpapan. El-Ibtikar Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 15-19.

Nurkholis. (2018). Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Bahasa Arab . Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 10.

Saidah, T. (2022). Analisis Kesalahan Berbahasa Arab dan Implikasinya Pada Makna. AJIE: Al- Ghazali Journal Of Islamic Education, 1.

Selviyana, Y. (2021). Analisis Kesalahan Berbahasa Arab. Aphroisme: Journal Of Arabic Language, Literature, and Education, 68-91.

Tarigan, H. G. (2011). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Referensi

Dokumen terkait

Analisa yang akan dilakukan dalam penelitian ini, menggunakan data sekunder yang berasal dari kata, frasa, dan kalimat berbahasa Arab yang tertera pada papan – papan

diminta menjawab dengan mengisi sejumlah tes kalimat bahasa Arab yang berjumlah 25 soal yang dibagi dalam 3(tiga) bentuk, yaitu 23 soal dalam bentuk pilihan ganda

Keterangan: Contoh-contoh di atas mengindikasikan bahwa baik bahasa Arab ataupun bahasa Inggris mempunyai aturan yang berbeda dalam menyatakan kalimat kondisional

Dari hasil analisis data diketahui bahwa kesalahan siswa dalam penerjemahan kalimat sederhana bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab sebanyak 591 kesalahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis kesilapan yang dilakukan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Malang dalam menerjemahkan teks

Sementara itu, pada serapan bahasa Arab pada budaya aqiqah ni daganak tubu berbahasa Angkola cenderung untuk mendeskripsikan serapan bahasa Arab yang ditemukan pada

Kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk bentuk tuturan berbagai kebahasaan yang meliputi, kata, kalimat, paragraf, yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku.. Pemakaian

Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis PAIKEM 23 c Pola Kalimat kata Ganti Milik Orang Pertama dengan Menggunakan Dhamir Muttasil Contoh Kalimat Kata Ganti Milik Orang Pertama dengan