• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK 6 AK SYARIAH

N/A
N/A
Natasya Natalia

Academic year: 2024

Membagikan "KELOMPOK 6 AK SYARIAH"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

AKAD AL-HIWALAH /

HAWALAH (PENGALIHAN)

Presented by Kelompok 6

(2)

Anggota Kelompok

Natasya Natalia 2201036090

Priandarini Windi Yanti 2101036161

Cheche Candani Putri Couwindra 2201036096

Herawati 2101036221

Dhini Abizah

2201036171

(3)

DEFINISI

Hawalah secara harfiah berarti pengalihan, pemindahan, perubahan warna kulit atau

memikul sesuatu di atas pundak. Objek yang dialihkan dapat berupa utang atau piutang.

Jenis akad ini pada dasarnya adalah tabarru' yang bertujuan untuk saling tolong-menolong untuk menggapai rida Allah.

Jika yang dialihkan utang maka akad hawalah

merupakan akad

pengalihan utang dari satu pihak yang berutang kepada pihak lain yang wajib menanggung

(membayar) utangnya.

Jika yang dialihkan piutang maka akad

hawalah merupakan akad pengalihan piutang dari satu pihak yang

berpiutang kepada pihak lain yang berkewajiban menagih piutangnya.

Pihak yang menerima pengalihan utang atau piutang (muhal'alaih) dapat memperoleh

imbalan/fee/ujrah atas jasanya (berupa kesediaan dan komitmennya). Besarnya ujrah harus ditetapkan pada saat akad secara jelas, tetap dan pasti.

(4)

Jenis Akad Hiwalah

Apabila yang dipindahkan merupakan hak menagih piutang maka,

pemindahan itu disebut hiwalah al haqq (pemindahan hak/anjak piutang).

Apabila yang dipindahkan itu kewajiban untuk membayar utang maka, pemindahan itu disebut hiwalah ad-dain (pemindahan utang).

Ditinjau dari segi objek akad, hiwalah dapat dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut :

1.

2.

Hawalah al-muqayyadah (pemindahan bersyarat) yaitu, hawalah dimana muhil adalah pihak yang berutang sekaligus berpiutang kepada

muhal'alaih.

Hawalah al-muthlaqah (pemindahan mutlak) adalah hawalah dimana muhil adalah pihak yang berutang, tetapi tidak berpiutang kepada muhal/alaih.

Ditinjau dari sisi persyaratan, hiwalah terbagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut : 1.

2.

1.

2.

(5)

Sumber Hukum

Dasar hukum hiwalah adalah hadis Nabi Muhammad saw. sebagai berikut.

"Menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah kezaliman, dan jika salah seorang kamu

dialihkan (dihiwalahkan) kepada orang yang kaya yang mampu, maka turutlah (menerima pengalihan

tersebut)." (HR Bukhari Muslim).

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Akibat hukum apabila salah satu pihak melakukan wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa yaitu : bagi yang menyewakan wajib menanggung dan membayar segala

Pengalihan utang atau hawalah dapat juga dilakukan oleh bank syariah. Dalam praktiknya, perikatan ini biasanya dilakukan pada produk perbankan berikut ini :.. 1) Factoring

Debitur yang mempunyai lebih dari 1 (satu) kreditur yang tidak dapat, atau memperkirakan bahwa ia tidak akan dapat melanjutkan membayar utang- utangnya yang sudah jatuh tempo dan

kewajibannya membayar cicilan pembiayaan kepada pihak bank syariah, premi asuransi yang telah disetorkan pada awal akad dan menjadi salah satu bentuk jaminan

“ Pengalihan utang dari tanggungan muhil kepada pihak lain yang.. wajib menanggungnya (muhtal atau

perbedaan antara konsep anjak piutang syariah dalam fatwa DSN-MUI dengan konsep akad hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia berupa pengalihan utang dan pengalihan

1. Penerapan akad hawalah dalam transaksi over kredit mobil di Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, dalam penerapannya pihak muhil melimpahkan hutang kepada

3 Pembiayaan take over ini memakai jasa hawalah yang artinya pengalihan utang dari orang yang berhutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya 4 dengan