• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK A PARIWISATA BUDAYA

N/A
N/A
Surya Mahesa

Academic year: 2023

Membagikan "KELOMPOK A PARIWISATA BUDAYA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PARIWISATA BUDAYA

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. I Made Arya Utama, SH.M.Hum Oleh :

I Ketut Mariana Purnama (2204551047) Pande Komang Surya Mahesa (2204551035) Anne Joyce Lauren Sirumapea (2204551072) Ngurah Dewa Suniantara (2204551038)

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS UDAYANA 2023

(2)

ABSTRAK

Pariwisata di Bali telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun internasional. Pulau ini terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, serta keramahan penduduk setempat. Selain keindahan alamnya, Bali juga terkenal dengan budayanya yang kaya. Pariwisata di Bali tidak hanya tentang pantai dan pemandangan alam, tetapi juga tentang pengalaman budaya yang autentik. Wisatawan dapat mengunjungi pura-pura (kuil), mengikuti upacara keagamaan, dan menyaksikan pertunjukan tari tradisional seperti Tari Kecak, Tari Barong, dan Tari Legong. Pengrajin lokal juga menawarkan kerajinan tangan yang unik, seperti patung kayu, tekstil, dan perhiasan perak. Budaya yang kaya ini memberikan pengalaman berharga bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan dan warisan budaya Bali.

Kata Kunci : Pariwisata, Budaya, Bali.

ABSTRACT

Tourism in Bali has become a major attraction for both domestic and international travelers.

The island is famous for the natural beauty, rich culture, as well as the hospitality of the locals. Besides its natural beauty, Bali is also famous for their rich culture. Tourism in Bali is not only about beaches and natural scenery, but also about authentic cultural experiences.

Tourists can visit temples, attend religious ceremonies, and watch traditional dance performances such as Kecak dance, Barong dance, and Legong dance. Local artisans also offer unique handicrafts, such as wooden sculptures, textiles and silver jewelry. This diverse culture provides a valuable experience for travelers who want to experience the life and cultural heritage of Bali.

Keywords : Tourism, Culture, Bali.

(3)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang unik. Kepariwisataan budaya di Bali sangat berkembang dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dasar hukum kepariwisataan budaya di Bali tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Pada Destinasi Pariwisata dan Usaha Pariwisata Dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pariwisata. Di Bali, terdapat banyak warisan budaya yang dilindungi, seperti tari kecak, tari barong, upacara ngaben, dan lain sebagainya. Pelestarian warisan budaya dilakukan oleh berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, dan penggiat seni budaya. Salah satu upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menetapkan sejumlah situs budaya sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO, seperti Subak System, Pura Besakih, dan Taman Nasional Bali Barat.

Selain itu, pemerintah juga mengadakan berbagai kegiatan untuk mempromosikan kepariwisataan budaya di Bali, seperti festival seni dan budaya, pameran, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi Bali dan memperkenalkan budaya Bali kepada dunia. Dalam penyelenggaraan kepariwisataan budaya di Bali, penting untuk memperhatikan aspek keberlanjutan agar kepariwisataan budaya dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Selain itu, perlu juga diperhatikan aspek keamanan dan keselamatan wisatawan serta pelestarian warisan budaya agar tidak terjadi kerusakan atau penghilangan budaya yang ada di Bali. Dalam artikel ini, akan diuraikan lebih lanjut mengenai dasar hukum dan penyelenggaraan kepariwisataan budaya di Bali serta upaya pelestarian warisan budaya yang dilindungi di Bali.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja dasar hukum dan dasar penyelenggaraan yang mengatur kepariwisataan budaya di Bali?

(4)

2. Apa saja warisan budaya yang dilindungi di Bali dan bagaimana upaya pelestariannya dilakukan?

C. Kajian Teori

Literatur menjadi hal yang sangat penting dalam penulisan artikel ilmiah, berkaitan dengan kepustakaan literatur merupakan suatu jembatan untuk peneliti mendapatkan landasan teoritik, kajian pustaka atau kajian teoritis mempunyai peranan penting dalam hal penelitian.

Dengan kajian pustaka peneliti mengidentifikasi masalah penelitian dan arah penelitian.

Dalam kajian teoritis penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis. Dalam menulis artikel ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau penelitian hukum doktrinal biasanya menggunakan studi bahan hukum yang berupa peraturan perundang-undangan, keputusan/ketetapan pengadilan, kontrak/perjanjian, teori hukum, dan pendapat para sarjana.

Oleh sebab itu, perlu mencantumkan kajian pustaka guna mendukung pelaksanaan penelitian ini. Adapun kajian pustaka tersebut yang mencakup, dari sumber internet dengan judulArak Bali Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb). serta dari Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

(5)

PEMBAHASAN

A. Dasar Hukum dan Dasar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya di Bali

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali, mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan kepariwisataan budaya Bali adalah kepariwisataan Bali yang berlandaskan kepada kebudayaan bali yang oleh filosofitri hita karanayang bersumber dari nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sad kerthi serta berbasis taksu Bali. Penyelenggaraan kepariwisataan budaya bali wajib bersumber pada asas yang telah dijiwai dari filosofitri hita karana dan kearifan lokal sad kerthi meliputi asas ramah lingkungan, keseimbangan, kerakyatan, kebersamaan, partisipatif, transparansi, akuntabel, dan kebermanfaatan. Standar yang telah ditetapkan untuk penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali dalam Peraturan daerah Bali No.5 Tahun 2020 bertujuan sebagai pelestarian lingkungan di daerah Bali serta kebudayaan yang telah dimiliki dengan dijiwai filosofi tri hita karana dan berdasarkan nilai-nilai yang termuat dalam sad kerthi, serta dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan kepariwisataan Bali.

Bali dikenal dengan keragaman budaya yang menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali. oleh karena itu, dalam meningkatkan potensi yang dimiliki dari budaya Bali, maka, perlu adanya penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali dengan berbasis kearifan lokal dan disertai dengan pelayanan, produk, dan pengelolaan.

Budaya Bali yang telah ditetapkan sebagai daya tarik wisata (DTW), mempunyai keunikan, keindahan, serta nilai-nilai yang bersumber dari keberagaman budaya dan unsur spiritual menjadikan budaya bali sebagai sasaran dan tujuan bagi wisatawan untuk berkunjung. Hal ini menjadikan budaya bali sebagai ruang lingkup dari penyelenggaraan pariwisata sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi bali No. 5 pada pasal 4 huruf e dan f , bahwa ruang lingkup dari peraturan daerah ini meliputi penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali, dan penyelenggaraan pariwisata digital budaya Bali.

Pada pasal 23 ayat (2) Peraturan daerah Provinsi Bali, No 5 Tahun 2020, menjelaskan tentang penyelenggaraan kepariwisataan Bali oleh pemerintah daerah, swasta, desa adat, dan masyarakat meliputi: perencanaan, pembangunan, pengembangan, pengelolaan, dan pengawasan. Dilanjutkan pada pasal 24 bahwa penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali wajib memperhatikan hal berikut ini :

1) berdasarkan kearifan lokal serta sumber dari penyelenggaraanya harus berdasarkan nilai-nilai filosofitri hita karanadansad kerthi

2) memperhatikan alam sekitar dengan melindungi maupun melestarikannya.

(6)

3) memenuhi standar yang telah ditentukan meliputi keamanan, kesehatan, dan keselamatan.

4) tetap memanfaatkan SDM yang dimiliki serta memberdayakan potensi ekonomi dari masyarakat

5) mengembangankan kreatifitas usaha-usaha pariwisata yang berkenlanjutan.

B. Warisan Budaya Yang Dilindungi di Bali

Warisan budaya merujuk pada segala hal yang berasal dari masa lalu dan memiliki nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat saat ini. Warisan budaya dapat berupa benda-benda seperti bangunan, artefak, dan benda seni, maupun praktik-praktik dan tradisi-tradisi seperti adat istiadat, bahasa, musik, tarian, dan upacara keagamaan. Warisan budaya memiliki nilai historis, estetika, dan sosial yang penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, warisan budaya perlu dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Bali memiliki banyak warisan budaya yang diakui secara internasional dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Beberapa warisan budaya yang dilindungi di Bali berdasarkan tak benda antara lain:

1) Candidasa: Candidasa adalah sebuah situs sejarah dan arkeologi yang terletak di kawasan Karangasem, Bali. Situs ini merupakan kompleks candi Hindu yang dibangun pada abad ke-10 Masehi. Candi Dasa diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Nasional pada tahun 1995.

2) Taman Nasional Bali Barat: Taman Nasional Bali Barat adalah sebuah kawasan konservasi alam yang terletak di barat Bali. Taman ini merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna langka, termasuk anjing hutan Bali yang terancam punah. Taman Nasional Bali Barat diakui sebagai Warisan Budaya Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 2012.

3) Subak: Subak adalah sebuah sistem irigasi tradisional yang digunakan oleh petani di Bali untuk mengairi sawah. Sistem ini diatur oleh petani dan diwariskan dari generasi ke generasi. Subak diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2012.

4) Ogoh-ogoh: Ogoh-ogoh adalah patung raksasa dari bahan kayu atau bambu yang dibuat untuk mengusir roh jahat pada malam sebelum Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh biasanya berbentuk makhluk mitologis atau binatang dan diarak oleh pemuda-pemuda desa. Ogoh-ogoh diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2015.

(7)

5) Tari Kecak: Merupakan tarian yang diciptakan pada tahun 1930 oleh seniman Jerman yang tinggal di Bali, yaitu Walter Spies. Tarian ini menampilkan gerakan dan nyanyian yang dilakukan oleh sekelompok pria yang duduk bersila membentuk lingkaran. Tari Kecak juga dikenal sebagai Tari Api karena pertunjukan ini biasanya dilakukan dengan menyalakan api di tengah-tengah lingkaran penari.

Berikut adalah beberapa Warisan Budaya yang Dilindungi di Bali kategori benda:

1) Keris: Keris adalah senjata tradisional Indonesia yang digunakan di Bali dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Keris terkenal karena keindahan dan keunikannya, serta memiliki nilai simbolis dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Bali. Pemerintah Indonesia mengakui Keris sebagai Warisan Budaya Nasional pada tahun 2005.

2) Prasasti: Prasasti adalah benda bersejarah yang berisi tulisan atau gambar yang dipahat pada bahan batu, tembaga, atau logam. Prasasti-prasasti di Bali seperti Prasasti Blanjong dan Prasasti Sangguran merupakan saksi sejarah yang penting dalam perkembangan agama Hindu di Bali dan diakui sebagai Warisan Budaya Nasional pada tahun 1993.

3) Arca: Arca adalah patung kecil yang terbuat dari bahan batu, kayu, atau logam, dan digunakan sebagai media pemujaan dalam agama Hindu di Bali. Arca-arca Bali terkenal karena keindahannya dan keunikan bentuknya, serta menjadi saksi sejarah seni rupa Bali. Arca-arca diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai Warisan Budaya Nasional pada tahun 2013.

4) Kain Songket: Kain Songket adalah kain tradisional Bali yang dihiasi dengan sulaman emas atau perak. Kain Songket terkenal karena keindahannya dan menjadi salah satu benda penting dalam kehidupan adat Bali. Kain Songket diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai Warisan Budaya Nasional pada tahun 2016.

5) Barong: Barong adalah patung atau kostum yang digunakan dalam pertunjukan tari tradisional Bali yang menggambarkan makhluk mitologis berbentuk singa atau harimau. Barong terkenal karena keindahannya dan menjadi salah satu simbol penting dalam kehidupan adat Bali. Barong diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 1980.

Dengan adanya perlindungan dari pemerintah Indonesia maupun pengakuan dari UNESCO, diharapkan warisan budaya tersebut dapat terus dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.

(8)

PENUTUP

Kesimpulan

Dapat disimpulkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 membahas tentang standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali. Penyelenggaraan kepariwisataan budaya bali wajib bersumber pada asas yang telah dijiwai dari filosofitri hita karana dan kearifan lokal sad kerthi. Standar yang telah ditetapkan untuk penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali dalam Peraturan daerah Bali No.5 Tahun 2020 bertujuan sebagai pelestarian lingkungan di daerah Bali serta kebudayaan yang telah dimiliki dengan dijiwai filosofi tri hita karanadan berdasarkan nilai-nilai yang termuat dalamsad kerthi, serta dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan kepariwisataan Bali. Bali memiliki banyak warisan budaya yang diakui secara internasional dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Beberapa warisan budaya yang dilindungi di Bali berdasarkan tak benda antara lain: Candi dasa, Taman Nasional Bali Barat, subak, ogoh-ogoh, tari kecak dan contoh warisan budaya yang dilindungi di Bali kategori benda yaitu: keris, prasasti, arca, kain songket, barong.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Geria, I. M. (2017, March). KAJIAN ARKEOLOGI LANDSKAP TANTANGAN KE DEPAN DALAM PELESTARIAN WARISAN BUDAYA DI BALI. InForum Arkeologi(Vol. 19, No. 1, pp. 8-18).

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentangStandar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.(Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2020 Nomor 5).

(NOREG Peraturan Daerah Provinsi Bali : 5-62/2020).

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pelaksanaannya, penyelenggaraan kepariwisataan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan ini materinya berkaitan dengan

Dalam pelaksanaannya, penyelenggaraan kepariwisataan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan ini materinya berkaitan dengan antara

Perencanaan dan pengembangan kawasan wisata budaya adalah merupakan salah satu bentuk konkret dari pelestarian budaya dan manfaat bagi pengembangan kepariwisataan baik

Pemerintah Bali sudah menggalakkan upaya pelestarian budaya baik dari segi sekolah maupun dari segi pementasan rutin yang dapat membangkitkan semngat generasi muda untuk

Asumsi inilah yang melatarbelakangi dipilihnya topik penelitian “Pengelolaan UPT Taman Budaya Dalam Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali” untuk diteliti yang bertujuan

Desa Pakraman memiliki andil yang besar dalam upaya pelestarian pariwisata budaya di Bali, hal tersebut tersurat dalam ketentuan Pasal 25 Perda Provinsi Bali

Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan Daerah Peraturan Bupati Lingga nomor 36 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,

Peraturan daerah ini mengatur tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya untuk memajukan kebudayaan daerah dan meningkatkan kesejahteraan