• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELUARGA YANG BERDUKA: GINSA PAPUTUNGAN (Istri)

N/A
N/A
Ismanto Lihawa

Academic year: 2024

Membagikan "KELUARGA YANG BERDUKA: GINSA PAPUTUNGAN (Istri)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Sungguhnya tak terasa hari-hari telah berlalu, mengiringi duka hati kami untuk melepasnya pergi selamanya, kembali kepada Khaliknya.

Dengan ikhlas, kami mengantarkan dan mengembalikan ia keharibaan-Mu, karena sesungguhnya Engkaulah yang Empunya dan kepada Engkaulah kelak kami akan kembali.

Berjuta kenangan indah yang ia tinggalkan, berjuta tauladan yang ia berikan. Segalanya menjadi bekal kami menapak hidup yang masih akan kami jalani. Alangkah besarnya pengorbanan dan betapa banyak jasa yang ia tinggalkan. Ia pergi hanya berbekal ibadah dan muamalah. Kami yang ditinggalkan, tiada bekal yang mampu kami berikan selain panjatan do’a. Semoga arwah almarhumah tercinta beroleh tempat yang mulia di sisi Allah SWT.

Dengan segala kerendahan hati, kami mohon keikhlasan Bapak, Ibu, Saudara/i untuk memohonkan ampunan kepada Allah SWT, semoga diampuni segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya agar memperoleh jalan yang lapang dalam menghadap, kembali kepada-Nya.

Semoga Allah SWT, melimpahkan segala rahmat dan kebahagiaan, serta membalas budi baik Bapak, Ibu, Saudara/i sekalian..

Amin Yaarobbal’alamin

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KELUARGA YANG BERDUKA :

GINSA PAPUTUNGAN (Istri)

Anak-Anak :

MOMEN MANOPPO

NURSIA MANOPPO

MANAP MANOPPO

SEFINA MANOPPO

MENANTU-MENANTU

CUCU-CUCU

(2)

MENGENANG 40 HARI WAFATNYA SUAMI/AYAH/OPA/SAUDARA KAMI TERCINTA

ALMARHUM

Nurdin Manoppo

Lahir : Motabang, 01 Juli 1962 Wafat : Manado, 29 Juli 2023 ُهْنَع ُفْعا َو ِهِفاَع َو ُهْمَح ْرا َو ُهَل ْرِفْغا َّمُهّللا

ُهْلِسْغا َو ُهَلَخْدَم ْعِّس َو َو ُهَلُزُن ْم ِرْكَا َو ِءاَمْلِب

ىَّقَنُي اَمَك اَياَطَخْلا َن ِم ِهِّقَن َو ِد ْرَبْلا َو ِجْلَّشلا َو ا ًرْيَخا ًراَد ُهْلِدْبَا َو ِسَن َّدلا َنِم ُضَيْبَ ْلْا ُب ْوَّثلا ْن ِم اًرْيَخ اًج ْوَز َو ِهِلْهَا ْنِم اًرْيَخ ًلًْهَا َو ِه ِراَد ْنِم ْن ِم ُهْذِعا َو َةَّنَجلا ُهْل ِخْدا َو ِه ِج ْوَز ِربَقْلا ِباَدَع

ِباَذَع ْنِم َو ِهِتَنْتِف َو

Artinya : Wahai Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah dia.

Dam muliakanlah tempat tinggalnya,

luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia

dengan air yang jernih dan sejuk, dan

bersihkanlah dia dari segala kesalahan

seperti baju putih yang bersih dari kotoran,

dan gantilah rumahnya dengan rumah yang

lebih baik daripada yang ditinggalkannya,

dan keluarga yang lebih baik, dari yang

ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke

surga, dan lindungilah dari siksanya kubur

serta fitnahnya, dan siksa api neraka.

(3)

Suamiku, kepergianmu memang menyakitkan, Menerpakan beban berat di badan, Kenyataan pahit ketika kita berjauhan, Dan tak ada lagi kata pertemuan.

Namun selepas itu, akupun mulai menyadari, Tentang nasib dan takdir diri,

Bahwa kepergianmu adalah bukti, Rasa sayang Sang Ilahi.

Suamiku sayang, Jarak yang membentang diantara kita, Takkan jadi penyusut semangat Do’a, Yang akan terus-menerus kubaca, Dan kukirimkan kepada engkau di Surga.

Suamiku, aku tak dapat berbuat apa-apa,

Ketika Allah mengangkatmu dari dunia,

Untuk menjadi pendamping Dia di Surga,

Serta bukti rasa sayang-Nya

Referensi

Dokumen terkait