• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAYA KEPEMIMPINAN BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT TABIR KABUPATEN MERANGIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "GAYA KEPEMIMPINAN BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT TABIR KABUPATEN MERANGIN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

121

http://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/JMS/index Vol. 1, No. 2, Juni 2021, Hal. 121-127

e-ISSN 2275-0132

http://dx.doi.org/10.36355/jms.v1i2

GAYA KEPEMIMPINAN BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR CAMAT TABIR

KABUPATEN MERANGIN

Misra Yeni R1*, Andi Prastyo2,

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muara Bungo, Indonesia [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif- kuantitatif. Popolasi dan sampel berjumlah 31 orang yang merupakan pegawai pada kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin.

Penelitian menggunakan analisis Regresi Linier Berganda yaitu: Y = 4,494 + 0.847 (X1) + 0.120 (X2) + e. Berdasarkan output Anova Secara parsial hanya variabel gaya kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Lingkungan Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Secara simultan terdapat pengaruh kedua variable terhadap kinerja. Nilai R Square sebesar 0.617 dimana variabel terikat (Y) dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas sebesar 61,7%, sedangkan sisanya sebesar 38,3%

dipengaruhi oleh dimensi lain diluar penelitian.

Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan; Lingkungan Kerja; Kinerja

Abstract: The purpose of this study was to determine how much influence the leadership style and physical work environment had on the performance of the Tabir Camat office employees Merangin Regency with partial or simultaneously. The method of this research is descriptive-quantitative. The population and sample are 31 people who are employees at the Tabir sub-district office, Merangin Regency. This study used Multiple Linear Regression analysis, namely: Y = 4.494 + 0.847 (X1) + 0.120 (X2) + e. Based on the output of Anova, only the leadership style has to affect employee performance. Simultaneously there is an effect of these two variables on performance. The R Square value is 0.617, where the dependent variable (Y) can be explained by two independent variables with 61,7 % and 38.3% by other dimensions outside the study.

Keywords: Leadership Style; Work Environment; Performance DOI: http://dx.doi.org/10.36355/jms.v1i2.553

Article History:

Received: 07-05-2021 Revised : 14-05-2021 Accepted: 18-06-2021 Online : Juli 2021

Copyright © 2021 JMS

(2)

PENDAHULUAN

Peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas henyaknya selalu dikelola oleh organisasi untuk mendapat kinerja yang diharapkan sebelumnya, (Roni, Moein, &

Effendi, 2018). Kinerja dapat diartikan sebagai kesuksesaan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan, dan juga bagaimana cara seseorang menyelesaikan pekerjaannya, (Roni et al., 2018). Dokumen kinerja yang dihasilkan oleh para pegawai dipengaruhi oleh gaya

kepemimpinan. Gaya

kepemimpinan diartikan sebagai perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan pemipinan dalam mempengaruh pikiran, perasaan, sikap, dan perilaku organisasinya.

Cara kerja pegawai bukan pada apa yang seharusnya mereka kerjakan, tetapi berdasarkan perintah atasan dan petunjuk kerja yang tidak memiliki ikatan pertanggung jawaban sehingga sangat mudah bagi mereka untuk melalaikan pekerjaan (Pramusinto dkk, 2009).

Selain gaya kepemimpinan, lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi perkembangan karyawan. Lingkungan kerja dapat dikatakan sebagai salah satu komponen penting bagi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Lingkungan kerja dalam perusahaan ada dua, yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non-fisik.

Terciptanya lingkungan kerja yang nyaman, aman, dan menyenangkan merupakan salah satu cara perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja para pegawai. Menurut wawancara yang telah dilakukan, kepribadaian kepemimpinannya sangat baik, ramah dan tidak segan utuk mengajari pegawai yang kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Pemimpin juga tak ragu untuk mengajak pegawai untuk bertukar pikiran mengenai pekerjaan yang dilakukan. Pemimpin juga dapat membuat pegawai bekerja lebih giat dan lebih bersemangat dalam bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut pengamatan sementara peneliti, di Kantor Camat Tabir sendiri mempunyai lingkungan fisik maupun non fisik cukup memadai, akan tetapi belum sempurna. Masih kurang lengkapnya peralatan pada bagian pelayanan masyarakat dan perkantoran seperti kurangnya jumlah komputer, finger print, mushala, kantin, dan lain sebagainya dan pada akhirnya menyebabkan kinerja pegawai tidak maksimal.

Berangkat dari latar belakang yang sudah penulis paparkan diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin”.

(3)

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGANHIPOTESIS Gaya Kepemimpinan

Menurut Kartono, (2008) gaya kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, tempramen, watak dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain.

Kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.

Indikator yang digunakan:

1. kemampuan mengambil keputusan

2. kemampuan memotivasi 3. kemampuan komunikasi 4. kemampuan menggendalikan

bawahan

5. tanggung jawab

6. kemampuan mengendalikan emosional

Lingkungan Kerja

Menurut Siagian (2014:56) mengemukakan bahwa lingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya sehari-hari.

Indikator yang digunakan 1. Bangunan tempat kerja 2. Peralatan yang memadai 3. Fasilitas

4. Tersedianya sarana agkutan (Siagian,2014)

Kinerja

Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses

manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (Sedarmayanti, 2011). Indicator yang digunakan adalah, (Sedarmayanti, 2011):

1. Kualitas Kerja (Quality of work) 2. Kuantitas Kerja (quantity of work) 3. Ketepatan Waktu (Pomptnees) 4. Inisiatif (Initative)

5. Kemampuan (Capability) 6. Komunikasi (Communication)

Kerangka Konseptual

Berdasarkan latar belakang masalah, kerangka konseptual ini adalah untuk melihat pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, pengaruh linkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin. Secara sistematis di gambarkan seperti gambar di bawah ini :

H1

H2

H3

Gambar 1. Kerangka Konseptual Keterangan:

Pengaruh secara parsial Pengaruh secara simultan Berdasarkan gambar 1 kerangka konseptual penelitian mempunyai 3 hipotesis, yaitu:

Lingkungan kerja (X2)

Kinerja Pegawai (Y) Gaya

Kepemimpinan (X1)

(4)

1. H1 : Diduga Bahwa Gaya Kepemimpinan Secara Parsial Memiliki Pengaruh Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin

2. H2 : Diduga Bahwa Lingkungan Kerja Secara Parsial Memiliki Pengaruh Terhadap Kinerja

3. H3 : Diduga Bahwa Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Secara Simultan Memiliki Pengaruh Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin

METODEPENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif- kuantitatif. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive Sampling.

Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang. Angka 32 orang diperoleh dari jumlah pegawai sebanyak 31 orang dikurangi kepala camat tabir 1 orang. Kepala camat tidak dijadikan sampel karena menjadi objek penelitian. Metode Analisis Data Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel 1. Definisi Operasional Variabel

N o

V ariabel Pe n elitian

De finisi Op erasional

In dikator S k ala

1 Gaya Kepemimp inan (X1)

Gaya kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, tempramen, watak dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam

berinteraksi dengan orang lain.kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.

(Kartono, 2008)

1. kemampuan mengambil keputusan 2. kemampuan

memotivasi 3. kemampuan

komunikasi 4. kemampuan menggendalika n bawaha 5. tanggung

jawab 6. kemampuan

mengendalikan emosional (Kartono, 2008)

Likert

2 Lingkunga n kerja (X2)

lingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya sehari-hari (Siagian, 2014)

1.Bangunan tempat kerja 2. Peralatan yang

memadai 3. Fasilitas 4. Tersedianya

sarana agkutan (Siagian,2014)

Likert

3 Kinerja (Y) Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan).

(Sedarmayanti, 2011)

1. Kualitas Kerja (Quality of work) 2. Kuantitas

Kerja (quantity of work) 3. Ketepatan

Waktu (Pomptnees) 4. Inisiatif

(Initative) 5. Kemampuan

(Capability) 6. Komunikasi (Communicatio n)

(Sedarmayanti, 2011)

Likert

HASILDANPEMBAHASAN

Tabel 2. Karakteristik Responden No Jenis

Kelamin

Laki-laki 16 1. Usia 20-30 Tahun 12

2. Pendidikan S1 15

Dari data karakteristik rseponden diketahui bahwa dari 32 orang pegawai memiliki keseimbangan antara pegawai laki-laki dan perempuan demikian pula untuk usia dan Pendidikan hamper sebagian pegawai Kantor Camat Tabir usianya masih tergolong muda dan produktif, dengan jenjang Pendidikan 50% pada jenjang S1.

(5)

Pengujian Validitas dan R eliabilitas Dalam uji instrument pada penelitian ini diperoleh dari nilai signifikan 0,05 dengan uji dua sisi dan jumlah responden yang diuji sebanyak 31 orang didapatkan nilai sebesar 0,3550. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua butir instrument valid, dan untuk variabel penelitian mempunyai Cronbach’s Alpha> 0,60 sehingga seluruh butir-butir pernyataan pada masing-masing variabel penelitian dinyatakan reliable

Tabel 3. Hasil Uji t

a. Dependent Variable: TOTAL_Y Sumber : Output SPSS (olah data)

Berdasarkan table 3 hasil pengujian dengan analisis Regresi Linier Berganda. Adapun persamaannya adalah:

Y = 4,494 + 0.847 (X1) + 0.120 (X2) + e Penjelasan dari regresi linier berganda secara parsial adalah sebagai berikut :

a. Konstanta = 14.999

Jika variabel gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja dianggap sama dengan nol, maka variabel kinerja adalah 4,494.

b. Koefisien Regresi variabel Gaya kepemimpinan = 0.847

Jika variabel gaya kepemimpinan mengalami kenaikan 1 satuan, sementara variabel lingkungan kerja diasumsi tetap, maka kinerja pegawai Kantor Camat Tabir akan meningkat sebesar 0.847.

c. Koefisien Regresi variabel Lingkungan kerja = 0.120

Jika variabel lingkungan kerja mengalami kenaikan 1 satuan, sementara variabel gaya kepemimpinan diasumsi tetap, maka kinerja akan meningkat sebesar 0.120.

Hasil Uji t

Dapat dilihat dari hasil uji t bahwa variabel Gaya Kepemimpinan mempunyai nilai signifikan 0,000 <

0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin. Sementara variabel Lingkungan Kerja mempunyai nilai signifikan 0,484 >

0,05, hal ini menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin. Selanjutnya hasil uji F dapat dilihat pada table 4.

Tabel 4. Hasil Uji F

a. Dependent Variable: TOTAL_Y

b. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1 Sumber: Output SPSS (olah data)

Berdasarkan output table 4, dapat dilihat bahwa nilai Fhitung adalah 22,534 > Ftabel sebesar 3.34.

Sehingga H0 ditolak dan Ha

diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa varibel gaya kepemimpinan (X1) dan lingkungan kerja (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y) pegawai Pada Kantor Camat Tabir

(6)

Kabupaten Merangin. Penelitian ini selanjutnya mengukur koefisien determinasi yang hasilnya dapat dilihat pada table 5.

Tabel 5. Koefisien Determinasi (R2)

a. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1 b. Dependent Variabel : Total_Y

Sumber : Output SPSS (olah data)

Berdaarkan table 5 nilai R Square sebesar 0.617 atau 61,7%.

Besarnya nilai tersebut artinya menunjukkan kontribusi variabel gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap variable kinerja (Y) dapat dijelaskan oleh kedua variabel bebas sebesar 61,7%, sedangkan sisanya sebesar 38,3% dipengaruhi oleh dimensi lain diluar penelitian.

PENUTUP Kesimpulan

Pada Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan hasil dari uji t untuk variabel Gaya Kepemimpinan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin dimana nilai t hitung (5,868) > t table (2,04841).

Hasil dari uji t menunjukkan bahwa variable Lingkungan Kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin. Berdasarkan output Anova di atas dapat dilihat bahwa varibel gaya kepemimpinan (X1) dan lingkungan kerja (X2) secara

simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y) pegawai Pada Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin.

Saran

Disarankan kepada pimpinan Kantor Camat Tabir Kabupaten Merangin untuk meningkatkan lingkungan kerja yang berhubungan dengan sarana prasarana untuk peningkatan kinerja.

DAFTARPUSTAKA

Afner Rerung P. (2015). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara.

(2009). Manajemen sumber daya manusia. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Arikunto, Suharsimi. (2012).

Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). PT. Rineka Cipta.

Jakarta.

Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, Damodar. (2004). Basic Econometrics (Ekonometrika Dasar). Alih Bahasa Sumarno Zain. Jakarta: Penerbit Eelangga.

Hasibuan, S.P.Malayu. (2012).

Manajemen Sumber Daya

(7)

Manusia, Edisi Revisi. Bumi Aksara, Jakarta

Kartono Kartini. (2016). Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu ?.

PT Raja Graimdo Persada.

Jakarta

Kartono, (2008) Pemimpin Dan Kepemimpinan. Jakarta: Raja Grafindo

Mangkunegara Anwar Prabu.

(2006). Pengukuran Kinerja Pegawai, Rajawali, Jakarta Nawawi Hadari. (2003). Manajemen

Sumber Daya Manusia, Gadjah Mada Universitas Press, Yogyakarta

Nitisemito, A. S. (2002). Manajemen Personalia, Edisi Revisi.

Jakarta: Ghali

Roni, K. A., Moein, A., & Effendi, N.

I. (2018). Determination of Work Motivation and its Implication on Employee Performance Secretariat of Kpu Se-Province Jambi. International Review of Management and Marketing, 8(6), 72–77.

Sedarmayanti. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia:

Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negri Sipil. Aditama. Bandung

Sedarmayanti, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: Refika Aditama.

Siagian, Sondang P. 2014.

Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. jakarta Simamora, Henry. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia : Edisi 2. STIE YKPN. Yogyakarta

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, dan R&D.

Bandung : Alfabeta, CV.

Sutrisno, Edy. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia.

Kencana Prenada Media Grup.

Jakarta

Thoha, Miftah. (2013).

Kepemimpinan Dalam Manajemen, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Wahjosumidjo. 2011. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahnya.

Rajawali Pers. Jakarta

Wibowo. (2010.) Manajemen Kinerja, Rajawali Pers, Jakarta

Wursanto. (2009). Manajemen Kinerja. PT. Rajagrafindo Persada: Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengujian hipotesis telah membuktikan terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan dengan motivasi

Dari hasil uji F dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa variabel gaya kepemimpinan direktif (X 1 ), gaya kepemimpinan suportif (X 2 ), gaya

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap disiplin kerja pegawai dengan hasil t hitung sebesar 3,641

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap disiplin kerja pegawai dengan hasil t hitung sebesar 3,641 dan

Dari pembahasan umum tentang gaya kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi dan kinerja karyawan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan diterapkannya gaya

Berdasarkan hasil analisis, diskusi, dan pembahasan yang telah dijabarkan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya organisasi birokratis dan gaya kepemimpinan

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh gaya kepempinan, motivasi dan insentif terhadap kinerja pegawai Kantor Camat Tanjungbalai Utara. Gaya kepemimpinan, movitasi,

PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “Perilaku Kepemimpinan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Motivasi