• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPERAWATAN-2022-ADE WIDANINGSIH.pdf

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KEPERAWATAN-2022-ADE WIDANINGSIH.pdf"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Penulisan tesis ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Universitas Binawan. Saya menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, akan sangat sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Siswani Marianna, S.Kep., MSi selaku dosen pembimbing 1, yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, motivasi dan nasehat yang bermanfaat sehubungan dengan penyusunan skripsi.

Pak. DR.Aan Sutandi, S.Kep., Ns., MN selaku dosen pembimbing 2, yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, motivasi dan nasehat yang bermanfaat sehubungan dengan penyusunan skripsi ini. Nuniek Setyo Wardani, S.Kep., M.Kep selaku penguji yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi. Mirasniati, S.Kep selaku kepala ICU Kencana RSUPN DR Cipto Mangunkusumo yang telah memberikan saya kesempatan untuk melanjutkan studi dan memotivasi saya untuk melanjutkan studi.

Saya berharap semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah mendukung saya dalam penyusunan skripsi ini. Saya menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan, untuk itu saya mengharapkan masukan dari semua pihak untuk perbaikan penelitian selanjutnya.

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penulisan
  • Manfaat Penulisan

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan paket VAP dengan perilaku pencegahan VAP perawat di unit perawatan intensif RSUP Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p = 0,006 dapat diartikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan tentang VAP Bundle dengan perilaku perawat dalam tindakan pencegahan VAP. Pada tahun 2020, tarif VAP di unit perawatan intensif RSU Dr. Cipto Mangunkusumo 5,52%, angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya 2019 yang sebesar 4,88%.

VAP merupakan penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan, salah satu upaya pencegahan VAP yang termasuk dalam program pencegahan pengendalian infeksi di rumah sakit adalah penggunaan VAP pack. Program Pencegahan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2016, paket VAP terdiri dari melakukan hand hygiene, meninggikan tempat tidur 300-450, menghentikan sedasi dan pemeriksaan ekstubasi setiap hari, profilaksis untuk pencegahan ulkus peptikum, profilaksis dan perawatan kebersihan mulut GVT dengan chlorhexidine. Berdasarkan data tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Tingkat Pengetahuan VAP Bundle Terhadap Perilaku Perawat Dalam Pencegahan VAP Di Instalasi Rawat Intensif Rumah Sakit Umum Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta”.

Berdasarkan uraian di atas, maka pertanyaan penelitian yang ditemukan peneliti adalah “Adakah hubungan antara tingkat pengetahuan tentang paket VAP dengan perilaku perawat dalam pencegahan VAP di ICU RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta?”. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang paket VAP dengan perilaku perawat dalam pencegahan VAP di unit perawatan intensif RSUP Dr. Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Konsep Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari mengetahui dan terjadi setelah seseorang mempersepsikan suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil dari pengetahuan, dan ini terjadi setelah orang merasakan objek tertentu. Pentingnya pengetahuan tentang VAP dibutuhkan perawat, karena tanpa pengetahuan yang baik, perawat tidak dapat melakukan tugasnya secara maksimal.

Berbagai indera yang dimiliki manusia meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba.Dengan alat ini, manusia memperoleh pengetahuan dari alam material. Pengetahuan tentang pencegahan VAP adalah hasil dari pengetahuan, dan ini terjadi setelah orang mempersepsikan pengetahuan. Tingkat pendidikan dapat menentukan tingkat kemampuan seseorang dalam memahami dan menyerap ilmu yang diperoleh.

Pengalaman adalah suatu proses memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dengan memecahkan masalah yang dihadapi pada masa lalu yang dapat digunakan dalam upaya memperoleh pengetahuan. 18 Universitas Binawan Dapat diartikan sebagai mengingat kembali materi yang dipelajari sebelumnya. Penerapan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya.

19 Universitas Binawan Dengan bantuan orang lain yang menerima pendapat orang lain yang memiliki kegiatan tanpa mencobanya terlebih dahulu. Kami mencapai ini dengan mengulangi pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan masalah di masa lalu. Namun, tidak semua pengalaman pribadi dapat disusun dengan benar, karena dalam hal ini diperlukan pemikiran kritis dan logis.

Dalam memperoleh pengetahuan dengan cara melakukan pengamatan langsung dan melakukan pencatatan terhadap semua fakta yang berkaitan dengan objek penelitian. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau kuisioner yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden terhadap pengetahuan yang akan diukur dan dapat disesuaikan dengan level domain pengetahuan. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan implementasi paket VAP yang optimal sesuai standar yang berlaku di rumah sakit.

Konsep Perilaku

Pengetahuan intensif dokter tentang VAP di departemen di Dr. RS Hasan Sadikin Bandung memperoleh rata-rata skor kuesioner perawat sebesar 73,63% (Fajar, 2017). Ada hubungan antara pengetahuan petugas dengan penerapan VAP bundle di ICU RS Abdoel Moeloek Provinsi Lampung dengan r=0,364 dan p=0,024 yang artinya semakin tinggi pengetahuan maka semakin optimal implementasi VAP- paket. Perilaku menurut Skinner dalam (Notoatmodjo, 2003) adalah reaksi atau tanggapan seseorang terhadap rangsangan atau rangsangan dari luar.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku adalah segala kegiatan atau kegiatan manusia, baik yang diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh orang luar. Respon terhadap stimulus ini terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran dan sikap yang tidak dapat diidentifikasi secara jelas. Jawabannya sudah berupa tindakan, praktek, yang bisa diamati dengan mudah oleh orang lain.

Proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh pengalaman, keyakinan, fasilitas, sosiokultural, pengetahuan, persepsi, sikap, keinginan, motivasi dan niat. Faktor perilaku adalah gaya hidup individu yang dapat mendukung timbulnya dan sulitnya masalah kesehatan. Penilaian untuk mengidentifikasi kebijakan dan sumber daya yang dapat diterapkan yang dapat memfasilitasi atau menghambat proses implementasi.

24 Universitas Binawan menawarkan, interaksi dengan petugas kesehatan yang merekomendasikan perubahan perilaku dan pengalaman mencoba mengubah perilaku serupa. Penelitian oleh (Torres et al., 2017) menunjukkan bahwa perawat yang berpengalaman memiliki pencegahan VAP yang lebih baik daripada mereka yang kurang berpengalaman. Perilaku seseorang terhadap penyakit dan penyakit sesuai dengan tingkat perawatan kesehatan secara keseluruhan sesuai dengan tingkat pencegahan penyakit, yaitu.

Pengukuran atau cara mengamati tingkah laku dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung yaitu melalui pengamatan (observation), yaitu pengamatan terhadap tindakan subjek dalam rangka menjaga kesehatannya. Notoatmodjo, 2005) Berdasarkan penelitian (Mawardah, 2020) perilaku dapat dikategorikan menjadi dua yaitu perilaku baik dan buruk. Perilaku pencegahan VAP dapat dikategorikan menjadi dua yaitu perilaku baik dan perilaku buruk dengan penilaian ≥75% termasuk dalam kategori perilaku baik dan ≤ 75% termasuk dalam kategori.

Kerangka Teori

Kerangka Konsep

Definisi Operasional

Hipotesis

Populasi dan Sampel

Tempat dan Waktu Penelitian

Instrumen Penelitian

Walaupun penelitian yang dilakukan tidak merugikan atau membahayakan subjek (Notoatmodjo, 2014 dikutip dalam buku Etika Penelitian & Penulisan Ilmiah, IM Sukamerta, dkk., 2017). Dimana dalam hal ini penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku perawat terhadap pencegahan VAP di RSUD Dr. Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo. Peneliti menggunakan inisial responden pada lembar kuesioner untuk menggantikan identitas responden sesuai dengan prinsip anonimitas (anonim).

Manfaat dari penelitian ini adalah dengan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku, diharapkan perawat ICU dapat mengubah perilakunya menjadi lebih aktif dalam penerapan VAP bundle di lingkungan kerja ICU. 33 Universitas Binawan Peneliti akan melakukan prosedur penelitian sesuai dengan prosedur penelitian agar hasilnya bermanfaat bagi responden. Jika responden dalam penelitian ini mengalami kerugian yang berujung pada cedera, sakit, stres tambahan, maka responden akan dikeluarkan dari penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Tujuannya untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata dan persentase data demografi, pengetahuan keperawatan dan perilaku keperawatan untuk pencegahan VAP. Jika p ≤ 0,05 = Ho ditolak, maka ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku perawat tentang pencegahan VAP di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Jika p > 0,05 = Ho tidak dapat ditolak, maka tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku perawat tentang pencegahan VAP di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil analisis data seperti terlihat pada tabel, 13 responden (61,9%) memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dalam tindakan pencegahan VAP. 43 Universitas Binawan Responden dengan tingkat pengetahuan rendah dengan perilaku yang baik untuk mencegah VAP sebanyak 8 responden (38,1%). Responden dengan tingkat pengetahuan baik dengan perilaku buruk dalam tindakan pencegahan VAP sebesar 95,7%.

Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan VAP diberi nilai p-value = 0,006 < nilai alpha 0,05, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang VAP bundle dengan perilaku perawat dalam mencegah VAP. Faktor lain yang mempengaruhi penerapan VAP bundle antara lain adalah sikap, motivasi, beban kerja, dan perubahan SOP. Kurangnya motivasi perawat dalam melaksanakan tindakan pencegahan VAP juga dapat mengurangi perasaan peduli, sehingga dapat terjadi perilaku yang kurang baik pada saat penerapan tindakan pencegahan VAP. Hasil uji statistik pada penelitian ini diberikan nilai p = 0,006 artinya p < 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan perilaku perawat dalam pencegahan VAP.

Perawat sebagai ujung tombak pelayanan di rumah sakit khususnya perawat di unit perawatan intensif harus memiliki pemahaman dasar tentang penggunaan VAP bundle dan harus mampu melakukan tindakan pencegahan VAP. Moewardi Surakarta, Kurangnya motivasi perawat dalam menerapkan tindakan pencegahan VAP dapat mengurangi perasaan peduli, sehingga masih terjadi perilaku yang kurang baik dalam penerapan tindakan pencegahan VAP. Berdasarkan hasil survei, jumlah responden yang kurang pengetahuan dan berperilaku buruk untuk mencegah VAP adalah 4,3%.

Fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi pengetahuan perawat tentang bundel VAP pada perilaku perawat untuk mencegah VAP untuk mengurangi tingkat VAP di pengaturan perawatan kesehatan. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk pengembangan pendidikan dalam proses pembelajaran mengenai peranan pengetahuan perawat paket VAP terhadap perilaku perawat dalam pencegahan VAP di ruang ICU RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo untuk mencegah peningkatan kejadian VAP. Kami berharap peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara pengetahuan dan faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku pencegahan VAP pada kejadian VAP di ICU.

Analisis faktor yang berhubungan dengan pengetahuan perawat tentang pencegahan VAP di ruang ICU RSUD Dr. Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Perawat dalam Pencegahan VAP di ICU Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok.

Tabel 4.1 Frekuensi jenis kelamin responden di ruang ICU Dewasa  RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo
Tabel 4.1 Frekuensi jenis kelamin responden di ruang ICU Dewasa RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo

Gambar

Tabel 4.1 Frekuensi jenis kelamin responden di ruang ICU Dewasa  RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo
Tabel 4.3 Frekuensi pendidikan responden di ruang ICU Dewasa  RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo
Tabel 4.2 Frekuensi usia responden di ruang ICU Dewasa RSUPN  Dr.Cipto Mangunkusumo
Tabel 4.4 Frekuensi lama kerja responden di ruang ICU Dewasa  RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo
+4

Referensi

Dokumen terkait

Saya adalah mahasiswa program studi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara yang akan melaksanakan penelitian dengan judul “Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu