• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ORAL HYGIENE MENGGUNAKAN SIWAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) PADA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT - Repository UPN Veteran Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ORAL HYGIENE MENGGUNAKAN SIWAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) PADA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT - Repository UPN Veteran Jakarta"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

100

Syifa Putri Salsabila, 2023

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ORAL HYGIENE MENGGUNAKAN SIWAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) PADA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Kesehatan, Pendidikan Profesi Ners Program Profesi [www.upnvj.ac.id − www.library.upnvj.ac.id − www.repository.upnvj.ac.id]

BAB V PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan penerapan evidence based nursing oral hygiene menggunakan siwak pada pasien terpasang ventilasi mekanik, dapat diarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Proses asuhan keperawatan pada pasien terpasang ventilasi mekanik dimulai dengan melakukan pengkajian secara komprehensif, menganalisa data dan menegakkan diagnosa keperawatan, menyusun rencana keperawatan, melaksanakan tindakan keperawatan termasuk oral hygiene menggunakan siwak, dan mengevaluasi tindakan keperawatan.

b. Ditemukan tiga masalah keperawatan utama pada pasien kelolaan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan napas, risiko perfusi serebral tidak efektif ditandai dengan infeksi otak (meningitis), dan risiko infeksi ditandai dengan efek prosedur invasif.

Intervensi EBN oral hygiene menggunakan siwak dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif dan risiko infeksi.

c. Alat yang digunakan untuk mengukur kesehatan mulut pasien yaitu menggunakan skala BOAS dengan menilai lima area mulut meliputi bibir, gusi dan oral mukosa, lidah, gigi, serta saliva. Hasil skor BOAS dapat dijadikan acuan untuk menentukan frekuensi oral hygiene pada pasien.

Pasien kelolaan diberikan oral hygiene menggunakan siwak setiap 12 jam.

d. Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan VAP pada pasien yaitu menggunakan CPIS yang meliputi penilaian suhu tubuh, sekret trakeal, jumlah leukosit, gambaran radiologis paru, hasil pemeriksaan kultur, dan status oksigenasi. Hasil skor CPIS >6 mengindikasikan bahwa pasien mengalami VAP.

e. Hasil tindakan keperawatan oral hygiene menggunakan siwak yang dilakukan selama 5x24 jam, terjadi penurunan skor BOAS dan skor CPIS

(2)

101

Syifa Putri Salsabila, 2023

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ORAL HYGIENE MENGGUNAKAN SIWAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) PADA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Ilmu Kesehatan, Pendidikan Profesi Ners Program Profesi [www.upnvj.ac.id − www.library.upnvj.ac.id − www.repository.upnvj.ac.id]

pada pasien kelolaan. Skor BOAS pada hari ke-1 intervensi adalah 10 dengan interpretasi gangguan ringan. Pada hari ke-5, didapati bahwa skor BOAS pasien yaitu 5 dengan interpretasi tidak bermasalah pada kesehatan mulut. Penurunan skor BOAS mengindikasikan adanya perbaikan pada kesehatan mulut pasien. Skor CPIS pasien pada hari ke-1 menunjukan skor 4, kemudian pada hari ke-5 skor menjadi 3 dengan interpretasi tidak terdapat perkembangan VAP. Terjadi perubahan pada sekret traekal yang purulen menjadi non purulen sehingga mempengaruhi penurunan skor CPIS.

f. Siwak dapat digunakan sebagai alternatif dalam pelaksanaan oral hygiene.

Siwak yang memiliki sifat sebagai anti bakteri, anti plak, dan anti gingivitis sehingga mampu mempertahankan kesehatan mulut, memberikan rasa nyaman, dan mengurangi risiko VAP pada pasien terpasang ventilasi mekanik di ICU.

V.2 Saran

a. Bagi Akademis

Karya tulis ilmiah ini diharapkan menjadi referensi dalam penulisan dan pengembangan ilmu keperawatan khususnya untuk pencegahan VAP pada pasien di ICU.

b. Bagi Instansi Rumah Sakit

Disarankan bagi instansi rumah sakit khususnya pada unit perawatan intensif agar memberikan pelayanan kesehatan pada pasien berdasarkan evidence based sebagai strategi dalam pencegahan infeksi di rumah sakit.

c. Bagi Perawat

Disarankan bagi perawat dapat menerapkan oral hygiene secara komprehensif meliputi pengkajian kesehatan mulut, teknik brushing, pemberian pelembab bibir, dan bahan alami yang digunakan salah satunya yaitu menggunakan siwak. Perawat yang berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan disarankan menerapkan evidence based nursing sebagai upaya pencegahan VAP pada pasien di ICU.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hal tersebut di atas peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh mobilisasi (ambulasi) dan Fisioterapi dada terhadap kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada

Tesis yang berjudul : “PERBEDAAN EFEKTIVITAS IODINE POVIDONE 1% DAN LISTERINE® SEBAGAI PREPARAT PERAWATAN MULUT TERHADAP PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA” ini

Untuk mengetahui pola bakteri penyebab Ventilator Associated Pneumonia (VAP) awitan dini dan pola kepekaannya terhadap antibiotik di ICU RSUP H. Adam Malik

Tesis yang berjudul : “PERBEDAAN EFEKTIVITAS IODINE POVIDONE 1% DAN LISTERINE® SEBAGAI PREPARAT PERAWATAN MULUT TERHADAP PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA” ini

Early tracheostomy is recommended since it improves the respiratory function, reduces the risk of ventilator- associated pneumonia (VAP), improves patients’ comfort

149 ICASH-A22 THE IMPLEMENTATION OF VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA BUNDLE VAP IN THE ICU OF EKA HOSPITAL, PEKANBARU Erna Maria*, Vetty Yulianty Permanasari Master’s Program

08.55 WITA 09.00 WITA mengalami penurunan kesadaran Hasil: setelah dilakukan oral hygiene tampak pasien di lakukan suctioen dan di bersihkan jugaa dengan tissue kering -