• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel

N/A
N/A
Mahesa Rifqi

Academic year: 2024

Membagikan "Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel "

Copied!
65
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Tinjauan Pustaka

Kepribadian Tokoh Utama Viktor Larenz dalam Terapi Romawi karya Sebastian Fitzek: Teori Psikoanalitik Freud. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama Viktor Larenz dalam novel Die Therapie karya Sebastian Fitzek, mendeskripsikan dinamika tokoh utama dalam novel Die Therapie karya Sebastian Fitzek, dan mendeskripsikan perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Die Therapie karya Sebastian Fitzek. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah: (1) Struktur kepribadian tokoh utama Viktor Larenz terdiri dari Id, Ego dan Superego.

Kemiripan dengan penelitian penulis terletak pada sama-sama mempelajari psikologi sastra, mempelajari kepribadian tokoh utama dengan bantuan teori psikoanalitik Sigmund Freud. Skripsi yang ditulis oleh Muslichatun Universitas Negeri Yogyakarta dengan judul Analisis Tokoh Tokoh Utama dalam Novel Mas Kumambang Karya Naniek p.m. (studi psikologi sastra).8. Dengan rumusan masalah: 1) Bagaimanakah watak tokoh utama menurut struktur kepribadian Sigmund Freud? dan 2) Apa konflik psikologis yang dialami tokoh utama ditinjau dari teori Sigmund Freud? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakter tokoh utama dilihat dari struktur kepribadian Sigmund Freud dan bagaimana pandangan konflik psikologis yang dialami tokoh utama dari teori Sigmund Freud.

Ketiga struktur kepribadian berupa id, ego, dan superego tersirat dan tertulis pada tokoh utama novel Mas Kumambang karya Naniek P.M. Persamaan penelitian penulis adalah sama-sama menggunakan analisis tokoh atau kepribadian tokoh utama dalam novel (kajian psikologi sastra).

Kerangka Teori

10 Albertine Minderop, Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori lan Tuladha Kasus, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010, kaca 2. 13 Albertine Minderop, Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori lan Tuladha Kasus, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia , 2010, kaca 22. 22 Albertine Minderop, Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori lan Tuladha Kasus, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010, kaca 2.

24 Albertine Minderop, Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, lan Tuladha Kasus, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010, kaca 8. 25 Albertine Minderop, Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, lan Tuladha Kasus, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010, pp. 8-9. 34 Albertine Minderop, Psikologi Sastra: karya sastra, metode, teori lan tuladha kasus, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010, hal 22.

38 Albertine Minderop, Psikologi sastra: karya sastra, metode, teori lan tuladha, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010, kaca 8. 42 Albertine Minderop, Psikologi sastra: karya sastra, metode, teori lan tuladha, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia , 2010, kaca 22.

Metode Penelitian

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Sastra dan Teori Sigmund Freud

Sepanjang abad ke-20, penelitian terhadap karya sastra seringkali menggunakan pendekatan psikologis, khususnya menggunakan teori yang diperkenalkan oleh Sigmund. Dalam penerapan teori antara bidang sastra dan psikologi, tidak mungkin terhindar dari kesalahan dan kesalahpahaman, seperti: pertama, peneliti terlalu mendalami ilmu sastra pada bidang psikologi sehingga meninggalkan hakikat sastra itu sendiri. Kedua, peneliti sering mengkaji karya sastra dengan pendekatan psikologis, sehingga menghasilkan hasil analisis yang mistis.

Ketiga, para peneliti di bidang psikologi seringkali belum memahami kaidah-kaidah kajian karya sastra secara komprehensif.23 Meskipun kesalahan dan kesalahpahaman dalam kajian karya sastra dengan pendekatan psikologi masih sering terjadi, namun hal tersebut tidak menghalangi para peneliti untuk terus menerapkannya. teori untuk kepentingan mereka sendiri. Tinjauan Literatur. Sebelum melakukan kajian sastra dengan pendekatan psikologi, seorang peneliti akan mengkaji terlebih dahulu karya sastra tersebut berdasarkan teori, konsep dan definisi yang terangkum dalam bidang sastra, serta hakikat teori psikologi. Dengan penjelasan di atas, maka teori sastra yang mendukung dan paling dekat dengan kajian karya sastra adalah teori kepribadian psikoanalitik.

Psikologi Kepribadian

  • Teori Kepribadian Psikoanalisis
  • Struktur Kepribadian Sigmund Freud
  • Dinamika Kepribadian

Dominasi id pada diri Zahra membuatnya menjadi pribadi yang keras kepala, hal ini terlihat ketika Zahra bertengkar dengan ibunya seperti pada kutipan dibawah ini. Pada kutipan pernyataan di atas, jawaban saya selalu sama “Saya tidak akan menikah, tidak akan pernah!” menunjukkan bahwa Zahra mempunyai sifat keras kepala. Zahra berdebat dengan ibunya dan menolak untuk menikah, id Zahra inilah yang membuatnya menjadi keras kepala karena itu adalah sifat dasarnya, ia selalu ingin menang sendiri dan tidak mau mendengarkan omongan orang lain.

Sistem id yang ada di dalam diri Zahra mendorongnya untuk mau mengikuti semua yang dikatakan Malik, hal ini terlihat pada kutipan berikut. Pada kutipan diatas terlihat Zahra dikuasai oleh id, rayuan yang diberikan Malik membuatnya tidak mampu mengendalikan id sehingga mendorong ego dalam diri Zahra untuk mau mengikuti Malik, padahal superego merasa jijik tidak bisa. kalahkan ego dalam diri Zahra. Pernyataan Zahra pada kutipan di atas yang mengatakan “…agar ayahku tidak mengetahui rahasiaku” menegaskan bahwa dorongan id telah menjadikan dirinya sebagai sosok yang suka berbohong.

Diri Zahra selama ini didominasi oleh aspek id, dimana id dalam diri Zahra mendorongnya untuk menyembunyikan fakta bahwa dirinya sedang hamil dan melakukan aborsi. Aspek id muncul dan menguasai Zahra ketika teringat akan lamaran Majid sehingga mendorong Zahra untuk berbohong. Aspek id Zahra merasa tidak nyaman dengan situasi ini, sehingga ia memilih diam dan berbicara sedikit saja.

Sifat nekat Zahra terlihat dari tindakannya saat mengetahui dirinya mengandung anak penembak jitu. Kutipan di atas pada pernyataan “Saya pikir satu-satunya jalan keluar adalah bunuh diri” menunjukkan bahwa Zahra memiliki kepribadian yang sembrono. Hal ini memaksa id dalam diri Zahra bertindak sembarangan dan tidak memikirkan akibat yang akan dideritanya.

Pada dua kutipan di atas terlihat bahwa aspek id dan ego Zahra dikendalikan oleh super ego atau hati nuraninya, untuk menunjukkan kepedulian terhadap orang lain dan sembrono dalam melakukan hal-hal yang membahayakan, tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Naluri kematian Zahra muncul saat ia berada dalam situasi perang saudara di Lebanon. Pada kutipan di atas, Zahra terlihat khawatir kemana dia akan pergi jika meninggalkan Afrika dan takut orang lain mengetahui rahasianya.

Hingga kegelisahan ini mendorong ego Zahra untuk bunuh diri, ia kembali berpikir jika ia bunuh diri maka semua orang akan tahu bahwa ia hamil. Terlihat pada kutipan di atas, Zahra merasa khawatir sekaligus takut karena setiap hari dilecehkan oleh pamannya yang membuat Zahra merasa tidak nyaman. Namun kedua tuntutan ego dan superego tidak dapat mengesampingkan tuntutan sistem id dalam diri Zahra.

Dinamika kepribadian tokoh utama Zahra, dalam novel Hikayat Zahra karya Hanan al-Sheikh, menurut kajian psikologi dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud menunjukkan bahwa naluri mati dan hidup muncul dalam diri Zahra akibat adanya tekanan energi psikis yang berasal dari dalam diri Zahra. dari energi fisik berupa id, selain naluri kematian dan naluri hidup, Zahra juga mempunyai kecemasan berupa kecemasan neurotik dan kecemasan obyektif.

Referensi

Dokumen terkait

2.2.1 Pergolakan Batin sebagai Sumber Timbulnya Psikoneurosis 14 2.2.2 Teori Kepribadian Psikoanalisis Sigmund Freud

Secara psikologi tokoh Niyala dalam novel Setetes Embun Cinta Niyala karya Habiburrahaman El Shirazy, apabila dianalisis menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud:

watak dan perilaku tokoh utama menyikapi masalah yang dihadapinya dengan. menerapkan teori psikologi sastra dan teori psikoanalisis

Dinamika kepribadian tokoh utama Corinne, dalam roman Die Weiße Massai karya Corinne Hofmann menurut kajian psikologi dengan teori psikoanalisis Freud, memperlihatkan bahwa

Secara psikologis tokoh Alif Fikri dalam novel Negeri Lima Menara dan Ranah Tiga Warna Karya A.Fuadi, dianalisis menggunkana teori kepribadian Sigmund Freud; (1) Tokoh Alif

Teori yang dipaparkan oleh Sigmund Freud membahas tentang struktur psikologi kepribadian (id, ego dan superego) kedua tokoh utama yang tidak memiliki keseimbangan yang

Fuadi pada tokoh Martiaz, yaitu sebagai ayah Hepi menurut teori Sigmund Freud, maka didapatkan struktur kepribadian yang lebih dominan pada tokoh Martiaz adalah bagian Id, sebagaimana

Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini membahas tentang masalah kejiwaan tokoh utama menggunakan kajian psikologi sastra teori psikoanalisis Sigmund Freud dengan judul “Kecemasan