KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 257 TAHUN 2020
TENTANG
PENUGASAN KEPADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI UNTUK MENYELENGGARAKAN PELAYANAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM PERKOTAAN DALAM RANGKA PENANGANAN MASA DARURAT PANDEMI
CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) TAHUN ANGGARAN 2020
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona
Virus Disease 2019 (Covid-19), pengendalian transportasi dilakukan melalui pembatasan jumlah penumpang dan/atau penerapan jaga jarak fisik (physical distancing) pada sarana transportasi serta larangan sementara penggunaan sarana transportasi;
b. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 10 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 9 Tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum
Mengingat
Perkotaan, telah diatur penyelenggaraan pelayanan angkutan penumpang umum perkotaan dapat dilaksanakan melalui penugasan kepada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah yang bergerak di bidang angkutan umum;
c. bahwa untuk mendukung upaya Pemerintah melaksanakan pengendalian transportasi dalam rangka penanganan masa darurat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), perlu dilakukan percepatan penyediaan pelayanan angkutan penumpang umum perkotaan melalui penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) Damri;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penugasan Kepada Perusahaan Umum (Perum) Damri untuk Menyelenggarakan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Dalam Rangka Penanganan Masa Darurat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020;
: 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297);
2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5052);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 260, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5594);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2018 tentang Perusahaan Umum (Perum) Damri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 124);
5. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 75);
6. Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2015 tentang Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 216);
7. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203);
8. Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai Bencana Nasional;
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 110 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1555);
10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 122 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1756);
11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 9 Tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum Perkotaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 153);
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 361) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 587);
Menetapkan
PERTAMA
KEDUA
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fi tri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 405);
MEMUTUSKAN:
: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PENUGASAN KEPADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) DAMRI UNTUK MENYELENGGARAKAN PELAYANAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM PERKOTAAN DALAM RANGKA PENANGANAN MASA DARURAT PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) TAHUN ANGGARAN 2020.
: Memberikan Penugasan untuk Menyelenggarakan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Dalam Rangka Penanganan Masa Darurat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020 kepada:
a. Nama Perusahaan : b. Dasar Pendirian :
c. Alamat :
d. NPWP :
e. Nama Direktur Utama :
Perusahaan Umum (Perum) DAMRI
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2018 tentang Perusahaan Umum (Perum) Damri
Jalan Matraman Raya No. 25 Jakarta Timur, 13140
01.001.533.5-093.000 Setia Nurul Milatia Moemin.
: Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA terhitung sejak tanggal 1 Mei 2020 sampai dengan paling lama tanggal 31 Desember 2020.
KETIGA : Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA berdasarkan pada rute pelayanan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat atau Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sesuai dengan kewenangannya.
KEEMPAT : Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA diberikan kompensasi oleh Pemerintah.
KELIMA : Dalam melaksanakan penugasan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, Perusahaan Umum (Perum) DAMRI wajib:
a. mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan serta peraturan perundang- undangan lainnya;
b. melaksanakan kewajiban berdasarkan perjanjian kerja/kontrak yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan direktur utama atau pejabat yang dikuasakan;
c. melaksanakan pencatatan penyaluran dana kompensasi Penyelenggaraan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Dalam Rangka Penanganan Masa Darurat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020 sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum; dan
d. melaporkan secara tertulis pelaksanaan Penyelenggaraan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Dalam Rangka Penanganan Masa Darurat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020 setiap bulan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
KEENAM
KETUJUH
KEDELAPAN :
KESEMBILAN :
KESEPULUH :
Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dituangkan dalam perjanjian antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Direktorat Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun Anggaran 2020 dengan Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) DAMRI atau yang dikuasakan.
Kompensasi Penyelenggaraan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Dalam Rangka Penanganan Masa Darurat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Direktorat Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun Anggaran 2020 dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam hai setelah dilakukan verifikasi terdapat kekurangan kompensasi Penyelenggaraan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum Perkotaan Dalam Rangka Penanganan Masa Darurat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Tahun Anggaran 2020, Perusahaan Umum (Perum) DAMRI tetap melanjutkan pengoperasian angkutan penumpang umum tersebut sampai dengan akhir tahun anggaran 2020.
Kekurangan kompensasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDELAPAN dibayarkan oleh Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara perubahan pada tahun berjalan atau tahun anggaran berikutnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sesuai dengan kewenangannya melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri ini.
KESEBELAS : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai day a laku surut sejak tanggal
1 Mei 2020.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 September 2020 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BUDI KARYA SUMADI Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;
3. Menteri Keuangan;
4. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
5. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
6. Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan;
7. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan;
8. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi;
9. Direksi Perusahaan Umum (Perum) DAMRI.
dengan aslinya O HUKUM,
ADJI HERPRIARSONO