KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 165 TAHUN 2022
TENTANG
PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KP 2053 TAHUN 2018 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN MENTERI
PERHUBUNGAN SELAKU PENANGGUNG JAWAB PROYEK KERJA SAMA DALAM PELAKSANAAN KERJA SAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA BANDAR UDARA KOMODO LABUAN BAJO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR KEPADA
DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
Mengingat
a. bahwa dalam rangka pelaksanaan tindakan hukum untuk kegiatan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, perlu dilakukan penyesuaian terhadap Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2053 Tahun 2018 tentang Pendelegasian Kewenangan Menteri Perhubungan Selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama dalam Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Kepiitusan Menteri Perhubungan tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2053 Tahun 2018 tentang Pendelegasian Kewenangan Menteri Perhubungan Selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama dalam Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara;
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Negara Nomor 5295);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142);
4. Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 62);
5. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 33);
6. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 4 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 829) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 2 Tahun 2020 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 144);
7. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Penyediaan Infrastruktur Melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Atas Prakarsa Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1513);
8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 178 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Jasa Pengguna Bandar Udara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1771);
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 260/PMK.08/2016 tentang Tata Cara Pembayaran Ketersediaan Layanan pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 11);
10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 58 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Transportasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 885);
11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.08/2018 tentang Fasilitas untuk Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 897);
Menetapkan
PERTAMA
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 81 Tahun 2021 tentang Kegiatan Pengusahaan di Bandar Udara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor
1146);
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 815);
MEMUTUSKAN:
: KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KP 2053 TAHUN 2018 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN MENTERI PERHUBUNGAN SELAKU PENANGGUNG JAWAB PROYEK KERJA SAMA DALAM PELAKSANAAN KERJA SAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA BANDAR UDARA KOMODO LABUAN BAJO PRO VINSI NUSA TENGGARA TIMUR KEPADA DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA.
: Mengubah DIKTUM PERTAMA dan DIKTUM KEDUA Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2053 Tahun 2018 tentang Pendelegasian Kewenangan Menteri Perhubungan Selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama dalam Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, sehingga berbunyi sebagai berikut:
1. PERTAMA : Mendelegasikan kewenangan Menteri Perhubungan selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dalam Pelaksanaan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Komodo Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur Kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara dan dalam hai Direktur Jenderal Perhubungan Udara belum ditetapkan, maka Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara menerima pendelegasian kewenangan Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).
2. KEDUA : Direktur Jenderal Perhubungan Udara atau Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara selaku penerima pendelegasian kewenangan PJPK sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA, mempunyai tugas dan tanggung jawab, terdiri atas:
a. menganggarkan biaya pelaksanaan pengadaan dan pelaksanaan perjanjian KPBU;
b. menetapkan Tim KPBU dan Panitia Pengadaan;
c. menyediakan ruangan data dan informasi (data room)\
d. memberikan persetujuan pada perubahan dokumen pengadaan yang diajukan oleh Panitia Pengadaan;
e. melaksanakan penjajakan minat pasar dalam melaksanakan transaksi;
f. menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS) pada pemilihan badan penyiapan;
g. menetapkan pemenang pelelangan atau seleksi;
h. menerbitkan surat pemenang pelelangan atau seleksi;
i. menerbitkan surat penunjukan badan usaha pelaksana penyiapan;
j. menetapkan hasil penunjukan langsung;
k. menjawab sanggahan;
l. menyatakan proses prakualifikasi atau pemilihan gagal;
m. menandatangani perjanjian penyiapan;
n. menandatangani perjanjian, amandemen, dan pengakhiran perjanjian KPBU; dan
o. kegiatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
KEDUA : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan segala tindakan hukum yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara atau Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara sebelum pendelegasian kewenangan ini tetap berlaku secara sah dan merupakan satu kesatuan dan bagian dari pendelegasian Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 13 September 2022 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
BUDI KARYA SUMADI
Salinan Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:
1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;
3. Menteri Keuangan;
4. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
5. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
6. Gubernur Nusa Tenggara Timur;
7. Bupati Manggarai Barat;
8. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan;
9. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan;
10. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Salinan sesuai dengan aslinya BIRO HUKUM,
RUSDIHANTO