• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENEMUAN KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I

N/A
N/A
akreditasikbm

Academic year: 2023

Membagikan "KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENEMUAN KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWAKARTA

UPTD PUSKESMAS KONCARA

Jl.Raya Ibrahim Singadilaga No.60 – Purwakarta 41115 e-mail : [email protected]

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PENEMUAN KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)

A. PENDAHULUAN

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. Pilar paradigma sehat dilakukan dengan strategi utama kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Program pembangunan kesehatan memberikan prioritas utama terhadap upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan upaya pencegahan penyakit (preventif) selain upaya pelayanan penyembuhan atau pengobatan (kuratif), dan upaya pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dilakukan secara menyeluruh dan terpadu serta berkesinambungan.

Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini memiliki beban ganda, yaitu masalah penyakit menular dan penyakit degeneratif. Salah satu pencegahan dari masalah penyakit menular yaitu dengan imunisasi. Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular yang merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs).

Salah satu dari kegiatan prioritas ini yaitu untuk menurunkan angka kematian pada anak, imunisasi adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap

(2)

suatu penyakit. Sehingga apabila suatu saat nanti terpajan dengan penyakit tersbut tidak akan sakit atau hanya akan mengalami gejala yang ringan.

B. LATAR BELAKANG

Luas wilayah kerja Puskesmas Koncara 5.66 Km2, berdasarkan waktu tempuh untuk menuju ke sarana kesehatan (Puskesmas) waktu tempuh terlama adalah Kelurahan Cipaisan  20 menit dan waktu tempuh terpendek  15 menit untuk kelurahan Purwamekar dan Nagri Kaler.

Puskesmas Koncara dengan jumlah penduduk 54.577 orang, terdiri dari 3 kelurahan, 27 rukun warga (RW) dan 145 rukun tetangga (RT). Jarak ke ibukota Kabupaten ± 5 km, dengan waktu tempuh  15 menit.

Program Surveilans merupakan program yang wajib direncanakan, dilaksanakan, dimonitor, dievaluasi, dan ditindaklanjuti di seluruh jajaran yang ada di Puskesmas Koncara termasuk Kepala Puskesmas, penanggung jawab pelayanan klinis dan seluruh karyawan.

Penemuan kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) adalah suatu kegiatan surveilans untuk menemukan dan menyelidiki terhadap suatu penyakit yang timbul dikarenakan riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Kegiatan ini merupakan suatu tindakan dan pelaporan untuk menjadikan sinyal atau deteksi dini sebelum terjadinya wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Sedangkan angka kesakitan yang berbasis PD3I dan penyakit menular yang berpotensi KLB menurut Permenkes nomor 1501 Tahun 2010 adalah Kolera, Pes, DBD, Campak, Polio/AFP, Difteri, Pertusis, Rabies, Malaria, Avian, Influenza H5N1, Antraks, Leptospirosis, Hepatitis, Influenza A Baru (H1N1) pandemic 2009, Yellow Fever dan Chikungunya. Sedangkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah Polio/AFP, Campak, Difteri, Pertusis, Tetanus Neonatorum.

C. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Mengidentifikasi daerah yang beresiko tinggi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Koncara.

b. Tujuan Khusus

1. Menemukan semua kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Koncara

2. Melacak semua kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Koncara

(3)

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan

1 Penemuan Kasus a. Menemukan kasus tersangka Penyakit yang Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti Campak, Polio/AFP, Difteri, Tetanus Neonatorum dan Pertusis.

b. Penemuan kasus dapat dari pasien yang datang ke puskesmas, laporan kader.

2 Pelacakan Kasus a. Melakukan pelacakan kasus, menggali informasi terkait kontak erat kasus

b. Pelacakan kasus dilakukan untuk mencari kasus tambahan.

3 Pengambilan dan pengiriman spesimen

c. Pengambilan spesimen dilakukan untuk menegakkan diagnosis.

d. Pengambilan sempel di lakukan di puskesmas ,kemudian sampel di kirim ke laboratorium dinas kesehatan untuk di periksa.

4 Pelaporan a. Pelaporan dilakukan menggunakan format secara individu sesuai dengan kasus penyakit tersebut. Format individu tersebut diserahkan bersamaan dengan pengiriman specimen.

b. Kasus tersangka tersebut dilaporkan juga pada laporan W2.

(4)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

NO Kegiatan Pokok Pelaksanaan Program

Lintas Program Lintas Sektoral

1 Penemuan Kasus Pelaksana program : 1. Melakukan PE, kepada

penderita atau keada kelurga.

2. Kolaborasi dengan

bidan/perawat desa untuk melakukan investigasi.

3. Pengumpulan data : Membawa form individu

sesuai dengan penyakitnya.

Pelaksana program

melakukan koor dinasi dengan Bidan/perwat yang membina wilayah

kelurahan /desa setempat

Pelaksana program ber koordiasi dengan RT/RW setempat

2 Pelacakan Kasus a. Melakukan

kunjungan rumah ke rumah

b. Mengisi format pelacakan kasus

Pelaksana programber koor dinasi dengan

Dokter,Perawat/

bidan yang membina wilayah

kelurahan /desa setempat

Pelaksana program ber koor dinasi deangan Masyarakat , Kader, Rt/Rw

3 Pengambilan dan pengiriman spesimen

Pelaksana program melakukan pengambilan sampel di lab puskesmas.

Hasil pengambilan sampel di kirim ke laboratoirum dinas kesehatan untuk di lakukanpemeriksaan lebih lanjut.

Dokter : Mendiagnosa pasien

/penderita sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas LAB : Melakukan pengambilan sampel untuk selanjutnya di lakukan

pemeriksaan di lab kes.

-

4 Pelaporan Petugas membuat laporan dengan form individu, serta melaporkan kasus tersebut melalui laporan W2 ke Dinas Kesehatan

- -

F. SASARAN.

Sasaran penyelenggaraan surveilans PD3I yaitu tersangka yang terkena penyakit Polio/AFP, Campak, Difteri, Pertusis, dan Tetanus Neonatorum.

(5)
(6)

G. JADWAL KEGIATAN

No Kegiatan

2022 J

A N

F E B

M A R

A P R

M E

I J U N

J U

L A G T

S E P

O K T

N O V

D E S

1 Penemuan Kasus √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

2 Pelacakan Kasus √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

3 Pengambilan dan pengiriman spesimen √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

4 Pelaporan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(7)

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan untuk melihat apakah kegiatan sudah terlaksana sesuai jadwal yang telah direncanakan. Pelaksanaan kegiatan di evaluasi berdasarkan hambatan dan masalah yang ditemukan di lapangan.

I. PENCATATAN , PELAPORAN

Pencatatan dan pelaporan disesuaikan dengan form masing-masing setiap penyakit, pelaporan yang kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Serta evaluasi kegiatan dilaksanakan setiap 1 tahun sekali untuk menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pada periode berikutnya.

Mengetahui,

Kepala UPTD Puskesmas Koncara

Hj. Neni Ruhiyawati, SKM NIP. 19680821 198803 2 004

Purwakarta, Januari 2023

Adria Safitri, SKM NRTHL. 006. 012022

Referensi

Dokumen terkait