• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KEGIATAN SOSIALISASI PONED

N/A
N/A
Ajeng Febrina

Academic year: 2023

Membagikan "KERANGKA ACUAN KEGIATAN SOSIALISASI PONED"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT DINAS KESEHATAN

P U S K E S M A S B A T U J A J A R

Jl. Raya Batujajar No. 383 Kecamatan Batujajar Telp. 022-6868614 email : [email protected]

KERANGKA ACUAN KEGIATAN SOSIALISASI PONED

I. PENDAHULUAN

Dalam upaya penurunan AKI dan AKB, grand strategy yang ditetapkan Indonesia adalah Making Pregnancy Safer (MPS). Dalam MPS ditetapkan berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mendukung penurunan AKI dan AKB. Salah satu hal yang diupayakan adalah pengadaan Puskesmas dengan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar). Puskesmas PONED diharapkan mampu menjadi rujukan antara sebelum Rumah sakit untuk mengatasi kegawatdaruratan yang terjadi pada ibu hamil, melahirkan dan nifas. Sebagaimana telah diketahui bahwa salah satu faktor penyebab kematian ibu adalah keterlambatan merujuk ke Rumah Sakit apabila ada kegawatdaruratan.

II. LATAR BELAKANG

PONED merupakan pelayanan untuk menanggulangi kasus-kasus kegawatdaruratan obstetric dan neonatal. PONED dilaksanakan di tingkat puskesmas dan menerima rujukan dari tenaga atau fasilitas kesehatan di tingkat desa atau masyarakat dan merujuk ke rumah sakit.

PONED merupakan pengembangan pelayanan medik spesialistik di Puskesmas dalam rangka mendekatkan pelayanan rujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini adalah beberapa pelayanan kegawatandaruratan kebidanan dan bayi baru lahir. Pengembangan tersebut dalam pelaksanaannya harus memperhatikan berbagai persyaratan tenaga, sarana sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain di Puskesmas, PONED bisa diselenggarakan di sarana pemberi layanan kesehatan lainnya sepanjang itu memenuhi syarat – syarat yang ditetapkan.

Kematian ibu dan bayi sering terjadi karena komplikasi yang terjadi pada masa sekitar persalinan, maka intervensi ditekankan pada kegiatan

(2)

pertolongan persalinan yang aman oleh tenaga kesehatan terlatih. Melalui pertolongan yang baik dan benar, diharapkan komplikasi akibat salah penanganan bisa dicegah, mengetahui dengan cepat komplikasi yang timbul dan dengan segera memberikan pertolongan termasuk merujuk bila diperlukan. Kegiatan difokuskan pada kegiatan peningkatan penyediaan pelayanan kesehatan ibu berkualitas dan pemanfaatannya.

Di harapkan semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batujajar melahirkan di fasilitas kesehatan, terutama bersalin di Puskesmas Batujajar.

III. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Meningkatkan kunjungan ke Poned b. Tujuan Khusus

1. Lintas sektor mensosialisasikan kepada kader untuk dapat mengedukasi ibu hamil untuk bersalin di Poned Puskesmas Batujajar 2. Lintas sektor mensosialisasikan kepada kader untuk dapat

mengedukasi ibu bersalin dengan risiko tinggi untuk datang ke Poned agar mendapatkan penanganan yang tepat

3. Semua ibu bersalin melahirkan di fasilitas kesehatan IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

N O

KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN

1 Mensosialisasikan pelayanan Poned

1. Pelayanan yang tersedia di Poned

2. Jaminan yang bisa digunakan untuk bersalin di Poned

3. Tindakan pra rujukan kegawatdaruratan

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

NO RINCIAN KEGIATAN CARA MELAKSANAKAN

KEGIATAN 1 Mensosialisasikan pelayanan

poned

Menerangkan tentang

pelayanan, jaminan dan Tindakan pra rujukan dengankegawatdaruratan yang

(3)

ada di Poned VI. SASARAN

Lintas sektor wilayah kerja Puskesmas Batujajar VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

NO KEGIATAN 2023

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1

0 1 1

1 2 1 Sosialisasi

pelayanan Poned

X

VIII. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Pelaksanaan kegiatan sosialisasi Poned dilaksanakan di minggu ke satu bulan Juli.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pencatatan di laporkan kepada Kepala Puskesmas.

Batujajar, Januari 2023

Mengetahui, Koordinator Pelayanan

Kepala Puskesmas Batujajar Kesehatan Reproduksi

dr.Drajat Prih Handono Neng Herlina, Amd.Keb NIP.19771115201001106

(4)
(5)

Referensi

Dokumen terkait

Diharapkan tenaga kesehatan (bidan) di puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan KIA, khususnya dalam memberikan asuhan pada ibu hamil, bersalin, nifas , bayi baru

IP21 Berapa jumlah desa/kelurahan yang mendapat binaan dari puskesmas ini untuk sistem rujukan kegawatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, janin dan bayi baru lahir (kurang dari

Berdasarkan pelaporan Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon jumlah kematian ibu ibu hamil, melahirkan dan nifas pada tahun 2020 jumlah kematian ibu sebanyak 40 ibu dari 47.530

Kunjungan lapangan untuk pembinaan maupun monev Kunjungan pelayanan neonatal dan antenatal Meningkatkan kesehatan dengan kunjungan ibu hamil dan neonatal diwilayah kerja

KERANGKA ACUAN KEGIATAN GIZI 2019 KERANGKA ACUAN KEGIATAN UPAYA GIZI KEGIATAN SOSIALISASI STUNTING PUSKESMAS DAMAI TAHUN 2019 I.. PENDAHULUAN Stunting adalah masalah gizi

ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN KOMPLEMENTER PADA NY. “M” DI PMB NY. “N” DESA TUGUSUMBERJO KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG Erlin Koa1, Rista Dian Anggraini2, Siti Nur Farida3. Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang Email : [email protected] Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana dalam setiap prosesnya jika kurang maksimal ditinjau dengan baik dapat tumbuh menjadi masalah yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi, AKI secara langsung diakibatkan oleh perdarahan, gangguan akibat tekanan darah tinggi serta komplikasi dan infeksi pada masa kehamilan. Laporan tugas akhir ini dengan menggunakan pendekatan Continuity of Care dan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas, dan KB dengan menggunakan metode SOAP. Asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. ”M” G2P10001 UK 38/39 minggu, selama kehamilan trimester III tidak ada keluhan dan tidak ditemukan adanya komplikasi, pada saat persalinan, BBL, nifas, dan KB semuannya normal. Dan ibu memilih menggunakan KB IUD. Tidak ada kelainan selama proses asuhan komprehensif tersebut mulai dari masa kehamilan, pada saat persalinan ibu tidak cemas serta proses persalinan berjalan dengan baik dan lancar, pada masa nifas berjalan dengan baik dan nyaman, pada bayi baru lahir tidak rewel dan tidur nyenyak. Semua proses asuhan sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar asuhan. diharapkan pemilik lahan dapat selalu mempertahankan dan meningkatkan Asuhan Kebidanan khususnya Asuhan Komprehensif guna untuk mengatasi setiap keluhan pada kliennya serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar mutu pelayanan bertambah baik Kata kunci : Asuhan komprehensif kehamilan, persalinan, nifas, BBL,

Rancangan program terkait distribusi tablet penambah darah bagi ibu hamil sebagai upaya mengatasi permasalahan gizi di Kabupaten

Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) untuk ibu hamil kurang energi kronik (KEK) bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan