KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEKERJAAN JASA KONSULTANSI DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) PEMBANGUNAN GEDUNG VTS KENDARI
PADA KANTOR DISTRIK NAVIGASI TIPE A KELAS III KENDARI TAHUN ANGGARAN 2023
URAIAN PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) Pasal 10 menetapkan bahwa sarana dan prasarana menara suar meliputi rumah penjaga, rumah generator, gudang logistik, bak penampungan air, alat penolong dan keselamatan, sumber tenaga yang memadai, sarana komunikasi dan jetty sesuai kebutuhan.
Di samping itu, Peraturan Menteri Perhubungan No. KM. 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan Proses Perencanaan di lingkungan Kementerian Perhubungan mengamanatkan adanya pelaksanaan Studi Kelayakan sebagai salah satu syarat pembangunan suatu infrastruktur keselamatan kapal, salah satunya adalah gedung VTS..
Vessel Traffic Service (VTS) yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk memonitor lalu lintas pelayaran dan alur lalu lintas pelayaran serta mendorong efisiensi bernavigasi sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan kapal dan mampu memberikan rasa aman bagi pengguna jasa pelayaran.
Mengingat akan pentingnya peran VTS dalam lalu lintas pelayaran, Distrik Navigasi Kelas III Kendari yang memiliki wilayah kerja yang sangat luas, maka diperlukan gedung VTS untuk memonitoring lalu lintas pelayaran kapal di wilayah kerja Distrik Navigasi Kelas III Kendari. Sebelumnya telah dilaksanakan pekerjaan Studi Kelayakan Gedung VTS di Wilayah Kerja Distrik Navigasi Kelas III Kendari maka diperlukan dokumen Detail Engineering Desian (DED) untuk medapatkan gambaran secara lengkap terkait rencana pembangunan gedung VTS di wilayah kerja Distrik Navigasi Kelas III Kendari.
Dalam rangka menunjang kegiatan pembangunan di lingkungan Kementerian Perhubungan, diperlukan sebuah aktivitas studi yang mampu memberikan gambaran secara lebih komprehensif tentang rencana pembangunan gedung VTS, secara terukur, sistematik dan lengkap pada beberapa aspek yang penting seperti BOQ, RAB,dan berdasarkan aspek lainnya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, pada tahun 2023 ini, Distrik Navigasi Kelas III Kendari akan melaksanakan Detail Engineering Desian (DED) Pembangunan Gedung VTS di Wilayah Keja Distrik Navigasi Kelas III Kendari.
b. Maksud dan Tujuan Maksud Detail Engineering Desian (DED) Pembangunan Gedung VTS di Wilayah Kerja Distrik Navigasi Kelas III Kendari ini adalah untuk mendapatkan desain teknis untuk pembangunan gedung VTS.
Sedangkan tujuan studi ini adalah untuk menyiapkan dokumen bagi pelaksanaan yang bersifat teknis, berskala dan terukur.
c. Sasaran Hasil dari kegiatan ini pada prinsipnya untuk dijadikan acuan bagi para pelaksana studi lanjutan maupun pelaksana pembangunan serta para pengambil kebijakan. Secara substansial, penyusunan dokumen DED ini diperlukan dalam menjamin kepastian dan pelaksanaan pembangunan yang terencana, terpadu, tepat sasaran, efisien dan berkesinambungan.
d. Lokasi Kegiatan Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Kendari, Jl. Mutiara Kessilampe Kota Kendari Prov. Sulawesi Tenggara, dan tidak terbatas pada rencana penempatan sensor site VTS pada Pelabuhan Molawe Kab. Konawe Utara dan wilayah lainnya yang dapat menunjang perluasan pemantauan kapal.
e. Sumber Pendanaan a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan jasa konsultansi APBN – PNBP
Mata Anggaran 536111 – Belanja Modal Lainnya
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan Rp. 99.791.000,- c. Output kegiatan: Studi
d. Sub output kegiatan: Studi Bangunan e. Komponen : Detail Engineering Design f. Nama dan Organisasi
Pejabat Pembuat Komitmen
1. Nama Pejabat Pembuat Komitmen :
PPK Belanja Modal Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Kendari
2. Proyek/Satuan Kerja : Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Kendari
10. Data Dasar Data - data sekunder berupa denah lay out, fasilitas bangunan/gedung sekitar, kondisi perairan dan kontur tanah di sekitar lokasi pekerjaan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah (Kecamatan) dari PEMDA setempat, bila ada.
11. Standar Teknis Hasil yang diperoleh dari pekerjaan survey lapangan dan analisis ahli masing-masing bidang dari Penyedia Jasa Konsultansi harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan telah berpedoman pada aturan yang berlaku, di antaranya adalah:
§ Technical Standards and Commentaries for Port and Harbour Facilities in Japan, 2009
§ Peraturan Perencanaan Beton Bertulang Indonesia (SK SNI : 03-2847-2002)
§ Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SK SNI :03-1729-2002)
§ Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung (SK SNI: 1726-2019)
§ Peraturan Pembebanan Indonesia (SK SNI:1727-2013)
§ Pedoman Standar Lingkungan Permukiman Kota (DPMB, Departemen PU)
§ Peraturan Pemerintah Standar Pedoman Mendirikan Bangunan Gedung.
§ Ketentuan tentang survei dan pengukuran serta investigasi (apabila diperlukan);
12. Studi Terdahulu - Feasilibity Study Gedung VTS
13. Referensi Hukum - Undang-undang Nomor 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia
- Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang,
- Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran - Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan
Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
- Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan
- Peraturan Pemerintah No.5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian - Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan
- Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan - Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahan -perubahannya.
- Peraturan Menteri Perhubungan No. KM. 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan Proses Perencanaan di lingkungan Departemen Perhubungan.
- Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran
- Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
- Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
- Peraturan-peraturan Pemerintah Daerah yang berhubungan dengan peruntukan lahan seperti: GSB (Garis Sepadan Bangunan, dan Koefisien Dasar Bangunan).
14. Lingkup Kegiatan Ruang lingkup kegiatan Detail Engineering Desain (DED) Pembangunan Gedung VTS di Wilayah Distrik Navigasi Kelas III Kendari meliputi:
1. Survey Pendahuluan
Kegiatan survey pendahuluan meliputi kegiatan pengumpulan data sekunder meliputi Gambaran umum wilayah, identifikasi fasilitas pendukung, studi kepustakaan.
2. Survei Penyelidikan Tanah
Survei penyelidikan tanah dilakukan untuk mendapatkan informasi kedalaman tanah keras, dapat berupa CPT atau SPT yang disesuaikan dengan kebutuhan desain.
3. Analisa Teknis
Kegiatan analisa teknis dilakukan untuk beberapa aspek kegiatan, seperti analisa konsep arsitektur, analisa struktur, analisa untuk Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP).
4. Kesimpulan
Kegiatan kesimpulan diperlukan untuk merangkumkan seluruh informasi yang akan disampaikan, sehingga pesan tersebut sampai kepada orang lain.
15. Keluaran - Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan teknis kondisi dan tata ruang daratan
- Merumuskan kriteria-kriteria persyaratan pembangunan gedung VTS dan fasilitasnya.
- Menentukan lokasi Gedung VTS yang dapat dibangun - Menentukan type/bentuk/model gedung VTS
- Analisa matriks lokasi Gedung VTS terpilih disertai kelebihan dan kekurangan.
- Merumuskan alternatif7rekomendasi pemecahan masalah guna mengatasi permasalahan teknis pada pelaksanaan pembangunan.
- Hasil analisa kelayakan terhadap pembangunan gedung VTS.
16. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
Sesuai dengan Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan, maka laporan pekerjaan yang harus dihasilkan oleh pihak konsultan terdiri dari 2 (dua) jenis laporan dengan perincian sebagai berikut:
1. Laporan Pendahuluan
Tim pelaksana dalam tahap ini harus menyusun Laporan Pendahuluan sebanyak 2 (dua) eksemplar, yang diserahkan kepada pemberi tugas 2 (dua) minggu setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan. Laporan Pendahuluan mencakup pemahaman konsultan tentang kerangka acuan yang diberikan. Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Pekerjaan juga berisi masukan untuk penyempurnaannya, metodologi pendekatan yang digunakan, produk akhir kegiatan, ruang lingkup, jadwal rencana kegiatan serta tugas dan tanggung jawab tenaga ahli yang terlibat dalam kegiatan.
Laporan ini merupakan acuan dalam pengendalian kegiatan secara keseluruhan.
2. Laporan Akhir
Konsep laporan akhir memuat hasil analisis, rangkuman potensi permasalahan dan rancangan rekomendasi yang berisi:
- Analisa Aspek Arsitektural - Analisis Struktur
- Analisa MEP
- Estimasi BoQ dan RAB
- Gambar dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
17. Jangka Waktu
Penyelesaian Kegiatan
Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan adalah 60 (Enam Puluh) hari Kalender.
18. Personil Tenaga yang dibutuhkan meliputi : - Tenaga Ahli = 1 Orang
Pendidikan = minimal S1 Teknik Sipil/Arsitek Pengalaman professional = Minimal 2 tahun
Memiliki Sertifikat Keahlian Minimal tingkat Muda yang sesuai
- Operator Komputer = 1 Orang
Pendidikan = minimal SLTA sederajat
Pejabat Pembuat Komitmen
Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Kendari
Nirwan, ST
NIP. 19820210 200604 1 001