• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Konsep Penelitian Pengetahuan Personal Hygiene Anak Usia Sekolah dan Sikap Personal Hygiene

N/A
N/A
Afada Risa

Academic year: 2024

Membagikan " Kerangka Konsep Penelitian Pengetahuan Personal Hygiene Anak Usia Sekolah dan Sikap Personal Hygiene"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB III

KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN HIPOTESIS

Pada BAB ini akan dibahas mengenai kerangka konsep penelitian, hipotesis penelitian serta definisi operasional

3.1 Kerangka Konsep

Menurut Notoatmodjo (2018), kerangka konsep merupakan suatu uraian dan visualisasi hubungan antara konsep satu dengan konsep yang lainnya atau antara variabel satu dengan variabel lainnya dari masalah-masalah yang akan diteliti. Kerangka konsep penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen yaitu pengetahuan personal hygiene anak usia sekolah dengan variabel dependen yaitu sikap personal hygiene anak usia sekolah.

3.1.1 Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang menjadi sebab atau mempengaruhi timbulnya dependen (Hidayat, 2018). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah pengetahuan personal hygiene anak usia sekolah.

(2)

20

3.1.2 Variabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat adanya variabel bebas. Variabel ini juga disebut sebagai variabel efek, hasil, outcome, atau event (Hidayat, 2018). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah sikap personal hygiene anak usia sekolah.

Kerangaka konsep yang terdapat pada penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu pengetahuan personal hygiene dan variabel dependen yaitu sikap personal hygiene anak usia sekolah di TPA Masjid At-taqwa Pondok Ungu Permai, oleh karena itu peneliti membuat kerangkan konsep yang digambarkan dalam skema sebaga berikut:

Bagan 3.1 Kerangka Konsep

Variabel Independen Variabel Dependen

Bagan 3.1 Kerangka Konsep Penelitain Keterangan :

Diteliti Tidak diteliti Pengetahuan

Personal Hygiene

Sikap Personal Hygiene Anak Usia Sekolah

Variabel Confounding

- Usia Anak Sekolah - Jenis Kelamin

Anak

(3)

21

3.1.3 Hipotesis

Hipotesis adalah hasil jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah sudah dinyatakan dalam bentuk pertayaan. Hipotesis harus dapat diuji artinya variabel-variabel yang tercantum alam suatu hipotesis harus dapat diukur, data hasil pengukuran dapat diuji sehingga dapat membuktikan kebenarannya (Nursalam, 2020).

Ho : Tidak adanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap personal hygiene sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi anak usia sekolah di TPA Masjid At- Taqwa Pondok Ungu Permai.

Ha : Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap personal hygiene sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi anak usia sekolah di TPA Masjid At-Taqwa Pondok Ungu Permai.

3.1.4 Definisi Operasional

Definsi operasional adalah mendeskripsikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, hal ini memungkinkan penelitian untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Nursalam, 2020).

(4)

22

Tabel 3.1 Definisi Operasional

NO Variable Definisi

Operasional

Alat Ukur Hasil Ukur Skala Variabel Independen

1. Pengetahuan personal hygiene anak

Hasil tahu yang bersumber dari pengalaman mendapatkan informasi yang dimiliki anak usia sekolah terkait personal hygiene

Kuesioner ini dibuat oleh peneliti dengan teori yang diambil dari sumber buku Notoatmodjo (2018) dan Tarwoto &

Wartonah (2011) diukur menggunakan skala Guttman dengan 13 pertanyaan yaitu memilih jawaban

yang sudah

dikategorikan : 1: Ya

2: Tidak

1= pengetahuan kurang baik jika responden mendapatkan skor mean < 9 2= pengetahuan baik jika responden mendapatkan skor mean ≥ 9

Ordinal

Variabel Dependen 2. Sikap personal hygiene

anak usia sekolah

Suatu pemahaman yang berdasarkan pada pendirian atau keyakinan anak usia sekolah mengenai personal hygiene

Kuesioner ini dibuat oleh peneliti dengan teori yang diambil dari sumber buku Tarwoto & Wartonah (2011) diukur menggunakan skala Likert dengan 14 pertanyaan yaitu memilih jawaban

yang sudah

dikategorikan : 4: Sangat Setuju 3: Setuju 2: Tidak Setuju 1: Sangat Tidak Setuju

1= personal hygiene kurang baik jika responden mendapatkan skor mean < 43 2= personal hygiene baik jika responden mendaptkan skor mean ≥ 43

Ordinal

Variabel Confouding Karatkeristik Responden

3. Usia Anak Sekolah Lamanya hidup responden yang dihitung sejak tanggal dan tahun dilahirkan hingga penelitian

dilakukan

Kuesioner Dalam Tahun Rasio

4. Jenis Kelamin Anak Karakteristik biologis dan anatomi yang dibagi menjadi laki-laki dan perempuan

Alat ukur kuesioner cara ukur : pengukuran

dilakukan dengan cara memilih jenis kelamin yang sesuai

1: laki-laki 2 :Perempuan

Nominal

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tesis : PENGARUH PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN SKABIES PADA ANAK USIA SEKOLAH DI KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2013

Dari 16 pertanyaan kuesioner yang dilakukan mengenai sikap responden terhadap personal hygiene , didapatkan hasil yang menyatakan bahwa masih ada anak yang

Karakteristik keluarga berperan besar dalam pembentukan kebiasaan penerapan personal hygiene pada anak usia sekolah.Tujuan dilakukannya penlitian untuk melihat hubungan

Terapi sleep hygiene pada anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi dapat diterapkan dengan baik karena didukung oleh kemampuan kognitif dan adaptif anak usia

penelitian tentang pengaruh personal hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian skabies pada anak usia sekolah di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli. Serdang

Masih banyak remaja putri berpengetahuan cukup dengan sikap negatif sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan tentang personal hygiene dari pihak sekolah (Guru

Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Dengan Kejadian Kecacingan Pengetahuan personal hygiene Infeksi cacing P-value Positif Negatif N % N % Baik Kurang 0 1 0 3,22 30 0

Hubungan Pengetahuan Dengan Personal Hygiene Pada Penjamah Makanan Kantin Sekolah Dasar di Kecamatan Banjarsari Pengetahuan tersebut juga sangat penting untuk terbentuk tindakan