PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI DAN RE-ENVIRONMENT TERHADAP KINERJA GURU DI SD BUDAYA UJUNGKATINTING INPRES KECAMATAN PA'JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG. Pengaruh Kompetensi, Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru di SD Gugus Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng Dibimbing oleh Muh Hidayat dan Haeranah Alwy.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Untuk mencapai hal tersebut tentunya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kinerja guru untuk jenjang pendidikan yang diharapkan. Namun berdasarkan observasi awal yang dilakukan, diketahui bahwa kinerja guru di kelompok SD Inpres Ujungkatinting masih perlu ditingkatkan, salah satu dilatornya adalah kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing guru antara lain: kemampuan guru merancang pelajaran yang sesuai. rencana.
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitiann
- Kompetisi Pedagogik
- Pengertian Konpetensi Pedagogik
- Kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek- aspek pedagogik, yaitu
- Ruang Lingkup Kompetensi Pedagogik
- Kompetensi Kepribadian
- Pengertian Kompetensi Kepribadian
- Kompetensi Propesional
- Pengertian Kompetensi Profesional
- Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek Kompetensi
- Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapat diamati dari aspek perofesional adalah
- Ruang Lingkup Kompetensi Kepribadian
- Kompetensi Sosial
- Pengertian Kompetensi Sosial
- Ruang Lingkup Kompetensi Sosial
Berjudul “Pengaruh Kompetensi Profesional dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Ekonomi Sekolah Menengah Se-Kabupaten Pemalang Melalui Motivasi Kerja”. Dengan Judul Pengaruh Kompetensi Profesional Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Ekonomi Sekolah Menengah Di Kabupaten Pemalang Melalui Motivasi Kerja.
Motivasi
- Pengertian Motivasi
- Teori Motivasi
- Motivasi Mengajar Guru
- Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Mengajar Guru Winardi (2011) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang
Motivasi berarti dorongan yang menyebabkan seseorang berperilaku untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi dapat menyebabkan seseorang berperilaku menuju tujuan yang diinginkan dan memaksa seseorang melakukan sesuatu untuk mengurangi kesenjangan yang dirasakan. Dari penjelasan di atas dapat kita artikan bahwa motivasi adalah gerak jiwa dan raga yang menggerakkan manusia untuk bertindak guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.
Fungsi motivasi antara lain sebagai berikut (1) Sebagai tenaga atau penggerak bagi manusia, seperti bahan bakar pada kendaraan, (2) Mengatur pilihan alternatif antara dua atau lebih kegiatan yang saling bertentangan, (3) Pengatur atau pengatur tujuan dalam melakukan kegiatan 9 Motivasi sangat dibutuhkan agar bawahan mau bekerja dengan giat dan semangat untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan maksimal. Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs, Safety Needs) Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, muncul kebutuhan baru yang diinginkan masyarakat yaitu kebutuhan akan rasa aman dan rasa aman. Kebutuhan Penghargaan (Egoistic Needs) Setelah kebutuhan kelompok terpenuhi, muncul kebutuhan baru yang diinginkan masyarakat, yaitu kebutuhan akan penghargaan atau keinginan untuk berprestasi.
Kebutuhan aktualisasi diri (Self-actualization needs, Self-realization needs, Self-fulfillment needs, Self-expression needs) Setelah kebutuhan esteem terpenuhi, muncul kebutuhan baru yang diinginkan orang yaitu kebutuhan aktualisasi diri atau realisasi diri atau pemenuhan kepuasan atau keinginan yang diinginkan.
Lingkungan Kerja
Sedarmayanti menyatakan bahwa jenis lingkungan kerja secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu; lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja yang tidak memadai akan menurunkan kinerja, sebaiknya lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan kinerja. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa lingkungan non fisik disebut juga dengan lingkungan kerja psikologis, yaitu keadaan sekitar tempat kerja yang bersifat non fisik.
Lingkungan kerja semacam ini tidak dapat ditangkap secara langsung oleh panca indera manusia, tetapi dapat dirasakan keberadaannya. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa lingkungan non fisik disebut juga lingkungan kerja psikologis, yaitu keadaan sekitar yang non fisik. Lingkungan kerja non fisik merupakan lingkungan kerja yang hanya dapat dialami oleh pegawai dalam hal ini guru.
Oleh karena itu, lingkungan kerja non fisik dapat memberikan rasa aman dan kepuasan serta dapat mempengaruhi perilaku karyawan ke arah yang positif seperti yang diharapkan oleh organisasi.
Kinerja Guru
- Pengertian Kinerja Guru
- Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
- Kompetensii guru terdiri dari
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 41 Tahun 2007, untuk memberikan pengertian kinerja guru adalah hasil pengajaran sebagai hasil kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam tugas pokok dan fungsinya dalam realisasi yang konkrit, yang logis. Konsekuensinya sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan. Burhanudin, berpendapat bahwa kinerja guru merupakan gambaran kualitas kerja yang dimiliki guru dan diwujudkan melalui penguasaan dan penerapan kompetensi guru. Guru Kinerja guru terwujud karena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, karena guru dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi kompetensi atau kriteria yang harus dimiliki oleh setiap guru. Kinerja guru dapat dilihat ketika ia melakukan interaksi belajar mengajar di kelas meliputi persiapannya baik dalam bentuk program semester maupun dalam bentuk persiapan pembelajaran. H2 : Kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja guru di SD Inpres Kecamatan Ujung Katinting.
H3 : Kompetensi paling berpengaruh terhadap kinerja guru di SD Inpres Ujung Katinting Kecamatan.
Definisi Operasional
Hipotesis merupakan rasio yang dapat benar dan sering dijadikan dasar untuk mengambil keputusan atau memecahkan masalah, adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :. H1 : Kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja guru di SD Inpres Kecamatan Ujung Katinting. H2 : Kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja guru di SD Inpres Kecamatan Ujung Katinting. Kompetensi berpengaruh paling dominan terhadap kinerja guru di SD Inpres Kecamatan Ujung Katinting.
Variabel kompetensi dalam penelitian ini adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki oleh guru di SD Gugus Inpres Ujungkatinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Motivasi dalam penelitian ini merupakan faktor yang dapat menggerakkan dan mendorong masyarakat, dalam hal ini para guru di SD Gugus Inpres Ujungkatinting untuk mencapai tujuan. Variabel lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah kondisi fisik yang dapat mempengaruhi guru di gugus Inpres SD.
Secara khusus, hasil yang ingin dicapai oleh para guru di Gugus SD Inpres Ujungkatinting, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Pendekatann Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasii dan Sampell
Teknik PengumpulannData
Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku, literatur, jurnal, referensi yang berkaitan dengan penelitian ini dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Jenis dan Sumber Dataa
Metode Analisis Data
- Analisiss Deskriptif
- Analisiss Kuantitatif
- Teknik Analisiss Data .1 Ujii Reliabilitas
- Uji Validitas
- Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)
- Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
- Koefisien Determinasi (R2)
Untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap masing-masing variabel maka berdasarkan skor rata-rata. Menurut Augusty Ferdinand (2006), angka pada jawaban responden tidak dimulai dari angka 0, melainkan dimulai dari angka 1 sampai dengan 5. Ho : Variabel independen (kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja) secara parsial tidak berpengaruh signifikan. ke variabel dependen (Kinerja).
Ha : Variabel bebas (kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel terikat (kinerja). Dalam penelitian ini uji F digunakan untuk secara simultan (simultan) mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2005). Ho : Variabel independen Kompetensi, Motivasi dan Lingkungan Kerja tidak secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Guru.
Ha : Variabel independen kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel dependen yaitu kinerja guru.
Hasil Penelitian
- Profil Obyek Penelitian
- Profil Responden
- RespondenBerdasarkanUsia
- Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Kompetensi (X 1 )
- Uji Instrumen
- Uji Validitas Instrument
- Uji Reliabilitas Instrumen
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Pengujiann Heteroskedastisitas
- Uji Hipotesis
- Analisi Regresi Linier Berganda
- Uji Hipotesis
Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan dalam penelitian ini memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa terdapat 51 responden dalam penelitian ini, terdapat 1 (1,96%) responden bergelar magister (pascasarjana) dan responden bergelar sarjana dengan jumlah yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah sarjana, yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru SD Gugus Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng sudah berpendidikan tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa dan guru di SD Inpres Gugus Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang sudah cukup dan berkelanjutan. Pengujian ini untuk menguji apakah variabel bebas kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja guru di SD Gugus Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Dari tabel diatas terlihat nilai t hitung sebesar 0,533 dengan signifikansi 0,596, maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung < t tabel.
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa nilai t-score adalah 1,654 dengan signifikansi 0,105, maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai t-score < t-tabel (1,654..lt;1,678) dan signifikan nilai lebih besar dari gt; . 0,05), sehingga hipotesis lingkungan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (H3) ditolak dan (H0) diterima.
Pembahasan
- Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Guru di Gugus SD Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten
- Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Di Gugus SD Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa’jukukang Gugus SD Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa’jukukang
- Pengaruh Kompetensi, Motivasi dan Lingkungan Kerja secara simultan Terhadap Kinerja Guru Pada Gugus SD Inpres Ujung simultan Terhadap Kinerja Guru Pada Gugus SD Inpres Ujung
Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru di SD Kelompok Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Guru Pada Kelompok Sekolah Dasar Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru di Gugus SD Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kecamatan Pa'jukukang Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng.
Kondisi lingkungan kerja meliputi sarana dan peralatan kerja (lingkungan kerja fisik), lingkungan kerja dan lingkungan kerja (lingkungan kerja non fisik). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru di SD Gugus Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Pengaruh Konkuren Kompetensi, Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru Di SD Gugus Inpres Ujung Katinting Secara Bersamaan Terhadap Kinerja Guru Di SD Inpres Gugus Serentak Terhadap Kinerja Guru Di SD Gugus Inpres Ujung Katinting Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng.
Hasil uji F menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru di SD Gugus Inpres Ujung Katinting.
Kesimpulan
Saran
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala UPTD Diklat dan Sarana Prasarana Terhadap Kinerja Pegawai UPTD Di Kecamatan Muko-Muko Pelepat dan Bathin III Kabupaten Bungo. Tesis. Tidak diterbitkan. Mempromosikan dan meningkatkan profesionalisme peran pendidik melalui peningkatan kompetensi guru dan sekolah sebagai pusat pembelajaran Bandung: UPI. Pengaruh Kompetensi Profesional, Manajemen Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta Tahun Pelajaran 2015/2016.
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK TRIATMA JAYA Singaraja Tahun Ajaran 2012/2013. Saya mohon kesediaan Anda untuk secara jujur dan terbuka mengisi kuesioner (daftar pertanyaan) yang saya ajukan. Daftar pertanyaan ini saya kirimkan semata-mata untuk kepentingan penelitian sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program Magister Manajemen (MM), program pascasarjana di STIE Nobel Indonesia.
Daftar pertanyaan ini adalah tentang masalah kompetensi, motivasi, lingkungan kerja dan kinerja yang Anda alami di SD Group SD Inpres Ujungkatinting Kabupaten Bantaeng.
PetunjukPengisian
2 Saya mampu menguasai kompetensi profesional yaitu kemampuan merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar. 2 Saya memiliki lingkungan kerja (non fisik), yaitu hubungan kerja yang baik dengan atasan dan rekan kerja yang dapat menunjang kinerja saya.
OUTPUT SPSS VERSI 26
ANALISIS DESKRIPTIF
UJI INSTRUMEN
Uji Asumsi Klasik
Uji Hipotesis