KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI ATAS KAPAL PERIKANAN PELATIHAN PENANGANAN HASIL TANGKAPAN DI ATAS KAPAL
Mendukung Program Penanganan Ikan Terukur(PIT) di Kab. Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo 11 – 16 September 2023
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan Perikanan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bitung
“ Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu kegiatan untuk
menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan cara
peningkatan serta pemeliharaan kesehatan tenaga kerja baik
jasmani, rohani dan sosial.”
Peraturan K3 Di Atas Kapal
Berikut ini peraturan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di atas kapal:
1.UU 1 Th. 1970 mengenai keselamatan kerja
2.Peraturan Menteri 4 Tahun 1980 mengenai syarat- syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan
3.SOLAS 1974 beserta amandemen - amandemennya mengenai persyaratan keselamatan
4.STCW 1978 Amandemen 1995 mengenai standar pelatihan bagi para
5.ISM Code mengenai code manajemen internasional untuk keselamatan pengoperasian kapal dan
pencegahan
6.Occupational Health 1950 mengenai usaha kesehatan kerja
7.International Code of Practice mengenai petunjuk - petunjuk tentang prosedur / keselamatan kerja pada suatu peralatan, pengoperasian kapal
STCW adalah kepanjangan dari
Standards of Training, Ce rtification and Watchkeepi ng. STCW adalah sebuah
konvensi internasional yang disepakati
oleh International Maritime O rganization (IMO)
. Konvensi ini mengatur
standar pelatihan, sertifikasi dan dinas jaga bagi awak kapal, termasuk kapal
penangkap ikan. Konvensi ini mulai berlaku pada tahun
1978
Kecelakaan kerja bisa terjadi dimana saja, baik itu di darat, udara maupun di laut. Masing-masing wilayah memiliki standar serta alat keselamatan kerja yang berbeda-beda, tergantung area kerja dan jenis pekerjaannya. Begitu juga saat bekerja di atas kapal, ada standar keamanan yang diatur oleh badan organisasi PBB melalui IMO mengeluarkan SOLAS (Safety of Life At Sea).
Peraturan dan pedoman yang dikeluarkan harus diikuti oleh kapal dengan ukuran GT > 25 ton. Namun untuk kapal ukuran < GT 25 ton bisa mengikuti aturan masing-masing Negara.
Semua peraturan dan pedoman yang dibuat semata-mata hanya untuk kepentingan keselamatan pekerja. Pasalnya, pekerjaan di atas kapal bukanlah hal yang mudah, bahkan penuh dengan resiko.
Untuk itu, menjaga keamanan dan keselamatan pekerja akan
menjadi tanggung jawab semua pihak.
Peralatan K3 dan Alat Keselamatan Lainnya
SOLAS tidak hanya mengatur pedoman keselamatan, namun didalamnya juga terdapat rekomendasi alat keselamatan kerja saat di atas kapal. Mulai dari peralatan K3 hingga sekoci termasuk diantaranya:
1.Jaket Pelampung
Jaket pelampung merupakan salah satu peralatn K3 yang wajib ada di kapal. Jaket berbentuk seperti safety vest ini berfungsi untuk membuat penumpang dapat
mengapung saat berada di laut. Dalam kondisi darurat, seperti saat kapal akan tenggelam, semua penumpang atau pekerja harus segera menggunakan jaket
pelampung ini. Jaket ini harus berwarna oranye dan memiliki sticker reflective untuk meningkatkan visibilitas.
2. Ban Pelampung (Lifebuoys)
Ban pelampung atau lifebuoys ini merupakan ban penyelamat yang dilengkapi dengan tali panjang. Ban ini akan dilemparkan ke laut saat ada pekerja atau penumpang yang berada dalam kondisi darurat. Sama seperti jaket pelampung, ban ini juga harus
berwarna oranye untuk meningkatkan visibilitas.
3. Helm Safety
Helm safety juga merupakan peralatan K3 yang wajib digunakan saat bekerja di atas kapal. Fungsi helm safety ini adalah untuk melindungi pekerja dari kejatuhan benda dan juga cuaca ekstrim. Dengan menggunakan helm safety, tentunya keselamatan pekerja akan lebih terjamin.
4. Baju Pelindung
Baju pelindung menjadi alat pelindung diri K3 selanjutnya yang perlu digunakan. Baju ini bisa berupa baju wearpack bagi pekerja di atas kapal. Baju wearpack berfungsi untuk melindungi pekerja dari cairan berbahaya atau minyak saat bekerja.
5. Sarung Tangan Safety
Alat pelindung diri K3 selanjutnya yang harus ada adalah sarung tangan safety. Seperti yang Anda juga tahu bahwa beberapa pekerjaan di atas kapal adalah pekerjaan berat. Dengan begitu, keselamatan tangan juga harus diperhatikan agar terhindar dari luka sayatan atau tusukan.
6. Sepatu Safety
Alat pelindung diri K3 yang terakhir adalah sepatu safety. Biasanya
sepatu safety yang digunakan untuk pekerja diatas kapal adalah sepatu boot. Alasan menggunakan sepatu boot adalah resistensi terhadap air.
Dengan menggunakan sepatu safety, pekerjaan akan lebih mudah dan lebih aman untuk dilakukan.
7.Isyarat Visual (Pyrotechnis)
Isyarat visual adalah isyarat yang digunakan untuk memberi tanda kepada kapal penolong saat keadaan darurat. Isyarat ini bisa berupa smoke signal dan hanya efektif untuk di siang hari, karena tidak memancarkan cahaya.
8. Sekoci Penyelamat
Sekoci penyelamat adalah kapal evakuasi kecil yang dapat digunakan saat keadaan darurat. Kapal kecil ini memiliki kapasitas kecil untuk beberapa orang dan terdapat perlengkapan keselamatan didalamnya. Sekoci ini harus ditempatkan di area yang mudah dijangkau sehingga dapat meluncur dengan cepat saat akan digunakan.
9. Rakit Penolong
Rakit penolong terdiri dari 2 tipe, rakit kaku dan rakit tiup. Tipe kedua dapat digunakan saat sekoci penyelamat tidak berhasil diturunkan. Sekarang ini, rakit penolong dirancang sedemikian rupa
agar lebih mudah digunakan. Rakit tersebut biasanya berbentuk kapsul yang dilengkapi dengan tali panjang. Cara penggunaannya adalah dengan menarik tali tersebut sesaat setelah kapsul di lempar ke laut, lalu rakit akan secara otomatis menggembung.
10. Line Throwing Apparatus
Alat keselamatan kerja di atas kapal yang terakhir adalah line throwing apparatus. Alat ini
berfungsi sebagai penghubung antara rakit penolong atau sekoci dengan kapal penyelamat. Alat pelempar ini harus memiliki kemampuan melempar hingga 230 meter.
Menyebabkan terancamnya keselamatan jiwa pada saat melakukan pekerjaan di atas kapal perikanan