KETAHANAN NASIONAL KETAHANAN NASIONAL
INDONESIA
INDONESIA
TATA URUT TATA URUT
Landasan pemikiran Landasan pemikiran
Konsepsi Konsepsi
Implementasi Implementasi
Harapan Harapan
THE ELEMENT OF NATIONAL POWER THE ELEMENT OF NATIONAL POWER
1.1. Hans MorgenthauHans Morgenthau a. Geography
a. Geography
b. Natural resources b. Natural resources
1. Food 1. Food
2. Raw material 2. Raw material
c. Industrial capacity c. Industrial capacity
d. Military preparedness d. Military preparedness
1. Technology 1. Technology 2. Leadership 2. Leadership
3. Quality & quantity of the af 3. Quality & quantity of the af
e. Population e. Population 1. Distribution 1. Distribution
2. Trend 2. Trend
f. National character g. National morale
h. The quality of diplomacy i. The quality of government
THE ELEMENT OF NATIONAL POWER THE ELEMENT OF NATIONAL POWER
2. Alfred Thayer Mahan 2. Alfred Thayer Mahan
a. Letak geografi a. Letak geografi
b. Bentuk / wujud bumi b. Bentuk / wujud bumi
c. Luas wilayah c. Luas wilayah
d. Jumlah penduduk d. Jumlah penduduk
e. Watak nasional / bangsa e. Watak nasional / bangsa
f. Sifat pemerintah f. Sifat pemerintah 3. R.S. Cline
3. R.S. Cline
a. Critical mas a. Critical mas b. Economics b. Economics
c. Military c. Military
d. National will d. National will
e. Strategy e. Strategy
KONSEPSI KONSEPSI
Pengertian tannas Pengertian tannas
Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan yang datang dari luar atau dan mengatasi segala tantangan yang datang dari luar atau dalam yang langsung / tidak langsung membahayakan dalam yang langsung / tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tunas.
negara serta perjuangan mengejar tunas.
Pengertian konsepsi tannas Pengertian konsepsi tannas
Konsepsi untuk mengembangkan seluruh aspek keidupan Konsepsi untuk mengembangkan seluruh aspek keidupan secara utuh menyeluruh dan terpadu (holistik, secara utuh menyeluruh dan terpadu (holistik, komprehensif, integral) dengan berpedoman pada komprehensif, integral) dengan berpedoman pada wasantara untuk mewujudkan kesejahteraan dan wasantara untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan nasional.
keamanan nasional.
LANDASAN PEMIKIRAN TANNAS LANDASAN PEMIKIRAN TANNAS
PancasilaPancasila
- Kebulatan yang utuh - Kebulatan yang utuh
- Nilai kebersamaan, kekeluargaan dan harmoni - Nilai kebersamaan, kekeluargaan dan harmoni
- Kedaulatan rakyat (demokrasi) - Kedaulatan rakyat (demokrasi)
UUD 1945 (pembukaan)UUD 1945 (pembukaan) - Cita-cita nasional
- Cita-cita nasional
- Tujuan nasional (embanan pemerintahan negara Indonesia) - Tujuan nasional (embanan pemerintahan negara Indonesia)
Teori eksistensi bangsa dan negaraTeori eksistensi bangsa dan negara
- Keuletan dan ketangguhan (RM. Soenardi) - Keuletan dan ketangguhan (RM. Soenardi)
- Faktor dominan jatuh bangunnya KepNas (Wan Usman) - Faktor dominan jatuh bangunnya KepNas (Wan Usman)
- Kesisteman (Soewarso dan Billy Tunas) - Kesisteman (Soewarso dan Billy Tunas)
- Pengembangan kekuatan nasional (Teori national power) - Pengembangan kekuatan nasional (Teori national power)
LANDASAN PEMIKIRAN TANNAS LANDASAN PEMIKIRAN TANNAS
WasantaraWasantara
- Geopolitik Indonesia - Geopolitik Indonesia
- Persatuan bangsa dan kesatuan wilayah (tanah air) - Persatuan bangsa dan kesatuan wilayah (tanah air) - Kepentingan nasional mengatasi konflik
- Kepentingan nasional mengatasi konflik - Kepentingan intern dan ekstern
- Kepentingan intern dan ekstern
Teori geo strategiTeori geo strategi
- Strategi dengan memanfaatkan geografi dengan segala isi - Strategi dengan memanfaatkan geografi dengan segala isi
dan penduduknyadan penduduknya
Sejarah perjuangan bangsaSejarah perjuangan bangsa
- Kemampuan mempertahankan eksistensi bangsa dan - Kemampuan mempertahankan eksistensi bangsa dan
negaranegara
Pemb. Semseta berencanaPemb. Semseta berencana
Kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan Kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan
dan ketangguhan
CITA-CITA NASIONAL CITA-CITA NASIONAL
(Alinea 2 pembukaan UUD 1945) Negara (Alinea 2 pembukaan UUD 1945) Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, Indonesia yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur.
berdaulat, adil dan makmur.
TUJUAN NASIONAL TUJUAN NASIONAL
(alinea 4 pembukaan UUD 1945) (alinea 4 pembukaan UUD 1945)
Melindungi segenap bangsa Indonesia Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan berdasarkan kemerdekaan dan
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pencapaian cita-cita dan tujuan nasional Pencapaian cita-cita dan tujuan nasional
Sejarah
bangsa Sosbud
Falsafah bangsa
Wawasan Nasional Lingkungan
Kemampuan Tantangan
Ancaman Hambatan Gangguan
TN
Kemampuan yang dikembangkan ? (Power / strength)
SKEMA KETAHANAN NASIONAL SKEMA KETAHANAN NASIONAL
Keuletan dan
ketangguhan
Kemampuan Mengembangkan
Kekuatan nasional
Tantangan Ancaman Hambatan gangguan
Langsung Dari luar Dari dalam Tidak langsung
Hal upaya
PENGERTIAN KEULETAN DAN KETANGGUHAN PENGERTIAN KEULETAN DAN KETANGGUHAN
UletUlet
1. Liat, kuat, tidak mudah patah 1. Liat, kuat, tidak mudah patah
2. Berusaha terus dengan giat dan keras kemauan, serta 2. Berusaha terus dengan giat dan keras kemauan, serta menggunakan segala kecakapannya untuk mencapai menggunakan segala kecakapannya untuk mencapai
suatu maksud suatu maksud
TangguhTangguh
1. Kuat, sukar dikalahkan 1. Kuat, sukar dikalahkan
2. Kukuh, tidak lembek atau lemah 2. Kukuh, tidak lembek atau lemah
KeuletanKeuletan
Kualitas diri / masy / bangsa yang menunjukkan Kualitas diri / masy / bangsa yang menunjukkan kemampuan mengadsorbsi dampak lingkungan atau kemampuan mengadsorbsi dampak lingkungan atau
tantangan utk kemudian diatasi tantangan utk kemudian diatasi
KetangguhanKetangguhan
Kualitas diri / msy / bangsa menunjukkan kekuatan atau Kualitas diri / msy / bangsa menunjukkan kekuatan atau kekukuhan sebagaimana dipersepsikan dari luar oleh kekukuhan sebagaimana dipersepsikan dari luar oleh
pihak lain pihak lain
IDEOLOGI AKAN KOKOH APABILA IDEOLOGI AKAN KOKOH APABILA
MENGANDUNG 3 DIMENSI MENGANDUNG 3 DIMENSI
1.1. Dimensi realitasDimensi realitas
Ideologi mengandung nilai-nilai hidup yang terkandung Ideologi mengandung nilai-nilai hidup yang terkandung di dalam bangsa
di dalam bangsa
2.2. Dimensi idealismeDimensi idealisme
Ideologi memberikan harapan kepada pelbagai Ideologi memberikan harapan kepada pelbagai golongan yang ada di dalam bangsa untuk menuju golongan yang ada di dalam bangsa untuk menuju kehidupan yang lebih cerah
kehidupan yang lebih cerah 3.3. Dimensi fleksibilitasDimensi fleksibilitas
Ideologi memiliki kemampuan untuk mewarnai proses Ideologi memiliki kemampuan untuk mewarnai proses pengembangan mesayarakat dan menemukan pengembangan mesayarakat dan menemukan pengertian-pengertian baru terhadap nilai-nilai dasar
pengertian-pengertian baru terhadap nilai-nilai dasar
PENGAMALAN IDEOLOGI PENGAMALAN IDEOLOGI
1.1.
Obyektif Obyektif
- UUD (konstitusi) - UUD (konstitusi)
- Peraturan hukum di bawahnya - Peraturan hukum di bawahnya
2.2.
Subyektif Subyektif
Pengalaman oleh pribadi / perorangan Pengalaman oleh pribadi / perorangan
KETAHANAN IDEOLOGI DITENTUKAN OLEH
KETAHANAN IDEOLOGI DITENTUKAN OLEH
KETAATAN DAN KESADARAN
KETAATAN DAN KESADARAN
PENGALAMAN OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF
PENGALAMAN OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF
TANTANGAN, ANCAMAN, HAMBATAN, DAN GANGGUAN TANTANGAN, ANCAMAN, HAMBATAN, DAN GANGGUAN
TANTANGANTANTANGAN
adalah suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan adalah suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan
menggugah kemampuan menggugah kemampuan
ANCAMANANCAMAN
adalah suatu hal atau upaya yang bersifat dan atau adalah suatu hal atau upaya yang bersifat dan atau bertujuan dan merombak sistem / kebijaksanaan yang bertujuan dan merombak sistem / kebijaksanaan yang
dilaksanakan secara konsepsional dilaksanakan secara konsepsional
HAMBATANHAMBATAN
adalah suatu hal yang bersifat atau menghalangi secara adalah suatu hal yang bersifat atau menghalangi secara tidak konsepsional yang berasal dari dalam sistem tidak konsepsional yang berasal dari dalam sistem
ketahanan nasional ketahanan nasional
GANGGUANGANGGUAN
adalah hambatan yang berasal dari luar sistem adalah hambatan yang berasal dari luar sistem
ketahanan nasional ketahanan nasional
PENGERTIAN IDENTITAS DAN INTEGRITAS PENGERTIAN IDENTITAS DAN INTEGRITAS
INTEGRITAS (INTEGRITY)INTEGRITAS (INTEGRITY)
kesatuan menyeluruh segenap aspek kehidupan suatu kesatuan menyeluruh segenap aspek kehidupan suatu
bangsa, baik fisik maupun sosial secara harmonis bangsa, baik fisik maupun sosial secara harmonis
outcome: citra bangsa outcome: citra bangsa
IDENTITAS (IDENTITY)IDENTITAS (IDENTITY)
ciri khas suatu bangsa yang membedakannya dengan ciri khas suatu bangsa yang membedakannya dengan
bangsa lain bangsa lain
PENGATURAN DAN PENYELENGGARAAN PENGATURAN DAN PENYELENGGARAAN
Kesejahteraan
Kesejahteraan sebesar-besar kemakmuran rakyat yang sebesar-besar kemakmuran rakyat yang adil dan merata jasmaniah dan rohaniah
adil dan merata jasmaniah dan rohaniah Keamanan
Keamanan melindungi rakyat dan seluruh tanah air, melindungi rakyat dan seluruh tanah air, serta pembangunan nasional terhadap ancaman dari serta pembangunan nasional terhadap ancaman dari
dalam maupun dari luar dalam maupun dari luar
KONSEP DASAR TANNAS KONSEP DASAR TANNAS
Segenap aspek kehidupan nasional dirinci dengan Segenap aspek kehidupan nasional dirinci dengan meliputi 8 aspek atau asta gatra yang terdiri dari :
meliputi 8 aspek atau asta gatra yang terdiri dari : Trigatra (3 aspek alamiah) dan,
Trigatra (3 aspek alamiah) dan, Pancagatra (5 aspek sosial)
Pancagatra (5 aspek sosial)
ASTAGATRA ASTAGATRA
Pemetaan segenap aspek kehidupan nasionalPemetaan segenap aspek kehidupan nasional
Penyederhanaan, tetapi harus dapat merefleksikan sifat Penyederhanaan, tetapi harus dapat merefleksikan sifat asli atau nyata dari tata kehidupan nasional
asli atau nyata dari tata kehidupan nasional
• Geografi, kekayaan alam dan kependudukan
TRIGATRA ALAMIAH TRIGATRA ALAMIAH
Aspek yang melekat pd negara
PANCAGATRA PANCAGATRA
• Ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, pertahanan dan keamanan
(tantangan selalu dihadapi aspek ini)
GAMBARAN UMUM BIN TANNAS GAMBARAN UMUM BIN TANNAS
PS
UUD 1945 WASANTARA UU / PERATURAN
Geografi Sumber kekayaan
alam
Kependudukan
PEMERINTAHAN DAN
MASYARAKAT
Lingkungan strategis
Ideologi Politik Ekonomi SosBud HanKam
TANTANGAN
GEOGRAFI GEOGRAFI
LOKASI LUAS IKLIM BENTANG ALAM PERBA TASAN
ke dalam
ke luar geografi
•Sifat
•Tata laku
•Identitas
•bangsa
•Kondisi lingk
•Hub. antar bangsa
dgn lingk.
Kesatuan wilayah
Kepentin gan bangsa
Geo negara
Posisi pusat ruang hidup bangsa
PENGARUH WUJUD
&
PANDANGAN HIDUP
•Daratan
•Pulau
•Kepulauan
•Kombinasi
•Circum marine Darat
Laut
Udara Angkasa
Posisi Silang
BAGAN PENGELOMPOKAN KEKAYAAN ALAM BAGAN PENGELOMPOKAN KEKAYAAN ALAM
(MENURUT JENISNYA) (MENURUT JENISNYA)
kekayaan alam
hayati
non hayati
nabati
hewani
pertanian kehutanan
peternakan perikanan air / laut
energi non mineral & air
mineral tanah r.angkasa
mineral energi mineral
logam mineral industri
radioaktif minyak bumi
panas bumi gas bumi
batubara besi (ferrous)
non-besi (non ferrous)
MENURUT SIFATNYA MENURUT SIFATNYA
kekayaan alam
tak terbarukan
terbarukan
abadi
bahan tambang galian & fosil flora (nabati) fauna (hewan) tak bersyarat
bersyarat
panas matahari, iklim air hujan
panas bumi, sumber
daya air laut / samudera udara lingkungan
Pengelolaan SKA sesuai asas manfaat, lestari dan daya saing
KEPENDUDUKAN KEPENDUDUKAN
MASALAH PENDUDUK
Jumlah
Pertumbuhan Penduduk
Komposisi Penduduk
Sebaran Penduduk
Kualitas Penduduk
Positif
-angkatan kerja Negatif
-angkatan kerja vs lap. kerja kualitas angkatan kerja
peningkatan produktivitas
Umur, grup, etnik, agama, sex Pendidikan, profesi
Tidak merata, terpusat pada wil strategi ekonomi
Fisik kebugaran, gizi, kesehatan Non fisik Mental, intelektual
KEHIDUPAN POLITIK KEHIDUPAN POLITIK
SISTEM POLITIK
SUPRA STRUKTUR
INFRA STRUKTUR
INPUT
POLICY
UMUM KEPUTUSAN
POLITIK
PEMERINTAH OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT
DARI RAKYAT
PERAN SERTA RAKYAT PERNYATAAN
KEINGINAN TUNTUTAN
TUNAS
GATRA EKONOMI GATRA EKONOMI
Segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam Segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam pengelolaan faktor produksi dalam rangka produksi dan pengelolaan faktor produksi dalam rangka produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat, distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat,
baik materiil, maupun spirituil baik materiil, maupun spirituil
Kondisi dinamik suatu bangsa di bidang kehidupan Kondisi dinamik suatu bangsa di bidang kehidupan ekonomi, tercermin pada keseimbangan struktur ekonomi, tercermin pada keseimbangan struktur ekonomi, bersamaan dengan tersedianya kebutuhan ekonomi, bersamaan dengan tersedianya kebutuhan hidup sehari-hari secara merata dan terjangkau oleh hidup sehari-hari secara merata dan terjangkau oleh
rakyat banyak rakyat banyak
GATRA SOSBUD GATRA SOSBUD
Dari Dari pola pola hubungan hubungan manusia manusia dalam dalam hidup hidup bermasyarakat melahirkan sosial:
bermasyarakat melahirkan sosial:
- Tertib sosial - Tertib sosial
- Organisasi sosial - Organisasi sosial
- Sistem sosial - Sistem sosial - Norma sosial - Norma sosial - Status sosial - Status sosial
- Kelompok, asosiasi & institusi - Kelompok, asosiasi & institusi
1. Struktur sosial
2. Pengawasan sosial 3. Media sosial
4. Standar sosial
BUDAYA BUDAYA
Sistem nilai: hasil hubungan manusia dengan cipta, rasa Sistem nilai: hasil hubungan manusia dengan cipta, rasa dan karsa
dan karsa penggerak kehidupan penggerak kehidupan
Cara hidup yang tampak pada tingkah laku dan hasil Cara hidup yang tampak pada tingkah laku dan hasil tingkah laku (karya)
tingkah laku (karya)
Tercipta oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan Tercipta oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam, lingkungan psikologis dan lingkungan sejarah
alam, lingkungan psikologis dan lingkungan sejarah
Masyarakat budaya membentuk pola budaya dengan Masyarakat budaya membentuk pola budaya dengan satu atau beberapa fakus budaya (misal; religius, satu atau beberapa fakus budaya (misal; religius,
ekonomis, dsb) ekonomis, dsb)
GATRA HANKAM GATRA HANKAM
DAYA UPAYA RAKYAT DENGAN AP SEBAGAI INTI DAYA UPAYA RAKYAT DENGAN AP SEBAGAI INTI DAN MERUPAKAN FUNGSI UTAMA PEMERINTAHAN DAN MERUPAKAN FUNGSI UTAMA PEMERINTAHAN NEGARA DENGAN TUJUAN MENCAPAI KEMANAN NEGARA DENGAN TUJUAN MENCAPAI KEMANAN BANGSA DAN NEGARA SERTA KEAMANAN BANGSA DAN NEGARA SERTA KEAMANAN PERJUANGANNYA DILAKSANAKAN DENGAN PERJUANGANNYA DILAKSANAKAN DENGAN
MENYUSUN, MENGERAHKAN DAN
MENYUSUN, MENGERAHKAN DAN
MENGGERAKKAN SELURUH POTENSI DAN MENGGERAKKAN SELURUH POTENSI DAN
KEKUATAN NASIONAL SECARA TERINTEGRASI KEKUATAN NASIONAL SECARA TERINTEGRASI
HUBUNGAN ANTAR GATRA DALAM ASTA GATRA HUBUNGAN ANTAR GATRA DALAM ASTA GATRA
GEO
SKA KEP
I
HK POL
EK SB
Trigatra dan pancagatra merupakan satu Trigatra dan pancagatra merupakan satu kesatuan yang bulat
kesatuan yang bulat Astagatra Astagatra
Tannas hakikatnya tergantung kepada Tannas hakikatnya tergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam kemampuan bangsa dan negara di dalam memanfaatkan Trigatra sebagai modal dasar memanfaatkan Trigatra sebagai modal dasar peningkatan kondisi Pancagatra dalam peningkatan kondisi Pancagatra dalam
rangka pembangunan yang berkelanjutan rangka pembangunan yang berkelanjutan