• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEUANGAN BAZNAS KOTA PAREPARE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KEUANGAN BAZNAS KOTA PAREPARE "

Copied!
132
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam hal ini pemanfaatan teknologi informasi akuntansi sangat penting sebagai penyusunan laporan keuangan yang efektif dan efisien serta sebagai alat pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Pemanfaatan teknologi informasi akuntansi Baznas Kota Parepare telah melakukan upaya penerapan sistem informasi manajemen (SIMBA) untuk penyusunan keuangan sesuai dengan ketentuan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku saat ini (PSAK 109).

Rumusan Masalah

Berdasarkan penafsiran tersebut terdapat indikasi permasalahan bahwa staf/pegawai Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare memiliki kemampuan komputer, namun pengelolaan laporan keuangan dengan menggunakan teknologi informasi masih sangat sedikit dan tidak ada staf BAZNAS yang memiliki kemampuan akuntansi. latar belakang, yang memberikan anggapan bahwa mereka tidak kompeten untuk memprosesnya. Fenomena tersebut menjadi dasar konsep penelitian yang berjudul “Pemanfaatan teknologi informasi akuntansi dalam meningkatkan kualitas laporan akuntansi di BAZNAS Parepare”.

Tujuan Penelitian

Untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan teknologi informasi keuangan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan pada BAZNAS Parepare.

Kegunaan Penelitian

“Akuntabilitas dan Transparansi Laporan Keuangan Berbasis Teknologi Informasi pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Deli Serdang.” Faktor penghambat belum maksimalnya pengelolaan laporan keuangan pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan berbasis teknologi informasi di BAZNAS Deli Serdang belum optimal.

Tinjauan Teori

  • Pemanfaatan Teknologi Informasi
  • Sistem Informasi Akuntansi
  • Kualitas Laporan Keuangan
  • BAZNAS

Akuntansi sebagai suatu disiplin ilmu mempunyai suatu sistem (disebut sistem akuntansi) yang tujuannya menyajikan informasi keuangan kepada penggunanya dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan menggambarkan status keuangan dan hasil bisnis suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Dengan demikian, baik buruknya keadaan keuangan organisasi dapat dilihat dari laporan keuangan organisasi tersebut.25.

Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Artinya informasi dalam laporan keuangan harus dapat diandalkan, tidak menyesatkan atau mengandung unsur manipulasi. Kualitas laporan keuangan memerlukan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat membantu sumber daya manusia (SDM) dalam penyusunan laporan keuangan.

Dengan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna diharapkan dapat membantu dan mempercepat proses integrasi laporan akuntansi33.

Tinjauan Konseptual

Sebagai lembaga Amil Zakat, kegiatan utama BAZNAS adalah pengumpulan ZIS dari muzakki dan pendistribusian ZIS kepada mustahik yang berhak menerimanya sesuai aturan agama36. . transaksi yang dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh suatu entitas. Indikator kualitas pelaporan keuangan meliputi kompetensi sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan dan karakteristik dalam pengetahuan tentang kaidah penyusunan laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Negara, pemanfaatan teknologi untuk pengolahan dan penyimpangan informasi, sistem pengendalian internal sebagai pengukuran seberapa baik pengendalian internal untuk mendorong kepatuhan terhadap kebijakan manajemen. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas laporan keuangan memerlukan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat membantu sumber daya manusia (SDM) untuk memperlancar kegiatan penyusunan laporan keuangan.

Dengan sumber daya manusia akuntansi yang berkualitas dan pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna diharapkan dapat membantu dan memudahkan proses pelaporan keuangan yang mendalam serta meningkatkan kualitas laporan keuangan.

Kerangka Pikir

54 Suwarni, Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 27 September 2022. Faktor penghambat kegagalan memaksimalkan pengelolaan laporan keuangan di Badan Amil Nasional Kota Parepare. Agensi Amil. 60 Suwarni, Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional Parepare, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 27 September 2022.

62 Suwarni, Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional Parepare, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 27 September 2022. 68 Suwarni, III Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional Parepare, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 27 September 2022. Pemanfaatan teknologi informasi akuntansi dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan di Badan Amil Zakat Nasional Kota. Kualitas Laporan Keuangan pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare.

Dalam pemanfaatan teknologi informasi keuangan di BAZNAS Kota Parepare, apa saja kendala dalam penyusunan laporan keuangan?

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Metode penelitian adalah cara peneliti mengumpulkan, memperjelas, dan menganalisis fakta yang ada di daerah penelitian dengan menggunakan langkah-langkah dalam pengetahuan untuk menemukan kebenarannya. 37 Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau metode kuantitatif.38 . Jenis penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian lapangan deskriptif kualitatif yang berlokasi di BAZNAS Parepare yang bertujuan untuk mendeskripsikan, mendeskripsikan dan mengkaji secara mendalam pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan di BAZNAS Parepare. Partisipasi yang intensif dan berjangka panjang dalam setting lapangan, yaitu dilakukan secara intensif dan peneliti berpartisipasi dalam jangka waktu yang lama di lapangan.

Pencatatan secara cermat mengenai apa yang terjadi di lingkungan dengan menulis catatan lapangan dan catatan wawancara mengumpulkan jenis bukti dokumenter lainnya, yaitu mencatat secara cermat apa yang terjadi. Refleksi analitis terhadap data dokumenter yang diperoleh di lapangan, yaitu kinerja analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan. Melaporkan hasil melalui uraian rinci, kutipan langsung dari wawancara dan komentar interpretatif, masing-masing membuat laporan penelitian rinci.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa metode kualitatif dapat dilaksanakan secara intensif, peneliti berpartisipasi di lapangan, mencatat peristiwa secara cermat, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan, dan menghasilkan laporan penelitian yang terperinci.

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Dan Pengolahan Data

Observasi merupakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian guna melihat kegiatan yang dilakukan dari dekat. Objek penelitiannya meliputi tingkah laku dan tindakan manusia, fenomena alam (peristiwa di lingkungan alam), proses kerja dan penggunaan responden kecil. Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Peneliti melakukan observasi seperti pengelolaan laporan pertanggungjawaban yang dilakukan oleh BAZNAS Parepare.

Wawancara adalah suatu proses bertanya secara lisan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara tatap muka, mendengarkan langsung suatu informasi atau pernyataan. 40 Peneliti memilih metode wawancara karena dengan metode ini peneliti akan mendapatkan informasi yang valid dan langsung dari sumbernya. Teknik dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan memperoleh informasi dari berbagai sumber atau dokumen tertulis.41. Dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data dengan cara membuat catatan dengan menggunakan data yang ada di lapangan, baik berupa data tertulis seperti buku, surat kabar, arsip, surat atau foto.

Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, sehingga data yang diperoleh merupakan data yang nyata, lengkap dan bukan data yang diperoleh atas dasar pemikiran.42.

Uji Keabsahan Data

Membandingkan tingkat keabsahan data dan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang berbeda, seperti membandingkan hasil wawancara dengan observasi, antara informasi yang disampaikan secara langsung, dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.44. Validasi data dikaitkan dengan proses perubahan perilaku manusia yang sedang berlangsung, bahkan perilaku manusia berubah seiring berjalannya waktu dan seiring berjalannya waktu. Untuk memperoleh data dan informasi yang lebih valid, peneliti harus melakukan observasi beberapa kali, pada waktu yang berbeda dan dalam kondisi yang berbeda.45.

Tekniknya melibatkan pengamatan terhadap beberapa teori, sejauh mungkin dari dua teori yang berbeda, lalu menggabungkan atau mensintesisnya atau sekaligus mengadu kekuatannya satu sama lain. Penelitian diperlukan untuk menyusun rencana pengumpulan, penelitian dan analisis yang lebih lengkap, dengan tujuan memperoleh teori yang lebih lengkap.46.

Teknik Analisis Data

55 Nursyamsi, Staf Badan Amil Zakat Nasional Parepare, Pengelola aplikasi Simba, wawancara di kantor Baznas Kota Parepare, 5 Oktober 2022. 56 Suwarni, Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional Parepare, wawancara di Baznas Kota Parepare Kantor, 27 September 2022. 57 Nursyamsi, Staf Badan Amil Zakat Nasional Parepare, Manajer Aplikasi Simba, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 5 Oktober 2022.

58 Suwarni, Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional Parepare, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 27 September 2022. 59 Nursyamsi, Staf Badan Amil Zakat Nasional Parepare, Manajer Aplikasi Simba, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 5 Oktober 2022. 63 Nursyamsi, Staf Badan Amil Zakat Nasional Parepare, pengelola aplikasi Simba, wawancara di kantor Baznas Kota Parepare, 05 Oktober 2022.

65 Nursyamsi, pegawai Badan Amil Zakat Nasional Parepare, Manajer Aplikasi Simba, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 5 Oktober 2022.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Laporan Pertanggungjawaban Keuangan di Badan Amil Zakat
  • Faktor Penghambat belum Maksimalnya Pengelolaan Laporan
  • Pemanfaatan Teknologi Informasi Keuangan dalam
  • Memberikan kemudahan hasil laporan otomatis
  • Mewujudkan tranparansi pelaporan

Pemanfaatan teknologi kemudian menjadi bagian terpenting dalam penelitian ini.Di lembaga BAZNAS Kota Parepare, peneliti terlebih dahulu menjelaskan lebih lanjut mengenai Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang merupakan lembaga yang bekerja sama dengan pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi. pengumpulan dan pendistribusian Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) tingkat nasional. 52 Suwarni, SH, Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional Parepare, wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 27 September 2022. Terkait dengan pertanyaan selanjutnya yaitu berkaitan dengan proses penyusunan laporan keuangan yang dilakukan oleh operator pada Baznas Kota Parepare.

53 Nursyamsi, S.Kom, Staf Badan Nasional Parepare Amil Zakat, Manajer Aplikasi Simba, Wawancara di Kantor Baznas Kota Parepare, 5 Oktober 2022. Berikut petikan wawancara dengan narasumber terkait SDM secara online Staf/Operator Aplikasi Simba di Baznas Kota Parepare. 66 Nursyamsi, Staf Badan Nasional Parepare Amil Zakat, Manajer Aplikasi Simba, wawancara di kantor Baznas Kota Parepare, 5 Oktober 2022.

69 Nursyamsi, Parepare National Amil Zakat Agency Staff, Simba Application Manager, interview på Parepare City Baznas Office, 5. oktober 2022.

Tabel 4.2 Laporan Perubahan Dana
Tabel 4.2 Laporan Perubahan Dana

Pembahasan

  • Faktor yang Menghambat belum Maksimalnya Pengelolaan
  • Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi dalam
  • Kemampuan menggunakan perangkat komputer dengan persepsi

Peran teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan yaitu dengan menggunakan teknologi (komputer) dan sistem informasi aplikasi SiMBA akan membantu dalam pengolahan data transaksi akuntansi Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare. Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas informasi pelaporan akuntabilitas di Baznas Kota Parepare. Berdasarkan hasil penelitian, pegawai BAZNAS di Kota Parepare lebih banyak yang bukan berasal dari pelatihan akuntansi, namun dari hasil wawancara yang dilakukan menunjukkan bahwa pegawai Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare sering mengikuti pelatihan manajemen akuntansi yaitu “DIGITALISASI.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dapat disimpulkan bahwa kualitas laporan keuangan Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare memenuhi karakteristik relevan, andal, dapat diperbandingkan dan dapat dipahami. Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare menggunakan teknologi berbasis komputer dalam mengelola laporan pertanggungjawaban dan telah menerapkan SiMBA sejak tahun 2017. Apakah teknologi informasi keuangan yang digunakan BAZNAS Kota Parepare memberikan kemudahan dan kecepatan untuk memperoleh laporan keuangan yang berkualitas?

Merupakan penyajian laporan keuangan BAZNAS Kota Parepare yang disusun setiap periode sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP). Apakah pegawai bagian keuangan BAZNAS Kota Parepare menyampaikan laporan keuangan tepat waktu pada setiap akhir periode? Apakah BAZNAS Kota Parepare menyajikan laporan keuangan sesuai karakteristik kualitas laporan keuangan sesuai PP Nomor 71 Tahun 2010?

Gambar 4.1 Laporan Auitor
Gambar 4.1 Laporan Auitor

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Tabel 4.2 Laporan Perubahan Dana
Tabel 4.3 Laporan Arus Kas
Gambar 4.1 Laporan Auitor

Referensi

Dokumen terkait

Sumber daya manusia kompeten yang dimiliki oleh perusahaan memberikan nilai tambah yang menguntungkan, namun seringkali dalam perusahaan ada faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja