Nama : Kevin Antorio Ferdicha NPM 21034010125
Kelas : Bela Negara G-132
Dosen Pengampu : Dra. Sri Wibawani, M.Si., Fitri Wijayanti, S.P., M.P., Prasmita Dian Wijayanti, S.P., M.P.
1. Carilah isu-isu problematika bangsa dan negara berdasarkan keilmuan masing-masing mahasiswa!
Jawab :
Masalah sampah di Indonesia termasuk ke dalam salah satu masalah serius yang belum dapat ditangani hingga saat ini, terutama di kota-kota besar. Salah satu contoh kota besar di Indonesia yang banyak mengalami hambatan dalam mengelola sampahnya adalah kota Jakarta. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menemukan solusi permasalahan.
Menurut Trisyanti (2004), dalam penelitiannya menyatakan bahwa permasalahan utama dalam pengelolaan sampah kota Jakarta adalah sampah yang tidak mengalami proses pengolahan, sehingga menimbulkan beban lingkungan. Dominasi lahan urug dalam mengelola sampah Jakarta menimbulkan masalah serius bagi lingkungan. Hasil yang serupa didapatkan oleh penelitian Aprilia et al. (2012), yang menemukan bahwa salah satu masalah sampah yang krusial di kota Jakarta adalah rendahnya tingkat pengomposan dibandingkan dengan komposisi sampah organik yang ada.
Pada tahun 2020, Kementerian Lingkungan Hidup mencatat rata-rata sampah yang dihasilkan oleh penduduk Indonesia sekitar talah mencapai 67,8 juta ton. Artinya, terdapat sekitar 185.753 ton sampah yang setiap harinya dihasilkan oleh 270 juta penduduk Indonesia (Rais, 2021). Dari hal ini juga dapat disimpulkan bahwa rata-rata setiap penduduk Indonesia dapat menghasilkan 0,68 kg sampah per hari dan akan terus meningkat seiring berjalannya kesejahteraan dan gaya hidup masyarakat (Setiawan, 2021).
Sampah-sampah yang dihasilkan jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan.
Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah, yaitu dari paradigma kumpul–
angkut–buang, menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan
akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru. Paradigma yang menganggap sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk energi, kompos, pupuk, dan bahan baku industri.
Kegiatan pengurangan sampah bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas; melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Reduce, Reuse dan Recycle (3R) melalui upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram. Meskipun demikian, kegiatan 3R ini masih menghadapi kendala utama, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah.
2. Kemukakaan solusi Anda atas permasalahan bangsa dan negaa yang telah dipilih untuk menjadi studi kasus!
Jawab :
Upaya dari pengelolaan sampah sangat beragam, dari menggunakan teknik secara sederhana hingga penggunaan teknologi tepat guna. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam berpartisipasi mengatasi permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia.
1. Pemilahan Sampah
Pengelolaan secara zero waste merupakan pengelolaan dengan melakukan pemilahan, pengomposan dan pengumpulan barang layak jual (Ika, 2000). Hal ini dimaksudkan supaya jumlah sampah yang masuk ke TPA seminimal mungkin bahkan hingga nol sampah.
2. Pengomposan Sampah Organik
Sampah yang telah terpilah menjadi sampah basah dan kering selanjutnya dilakukan pengelolaan, yaitu pengomposan dan pengumpulan sampah layak jual. Pengomposan merupakan teknik untuk mengolah sampah organik. Ada beberapa teknik mengolah sampah organik, antara lain pengomposan, pembuatan briket dan biogas.
3. Pengelolaan Sampah Anorganik
Pemilahan diawal ketika sampah timbul memudahkan proses pengelolaan sampah anorganik. Pihak yang dapat mendukung pengelolaan sampah anorganik rumah tangga adalah para pelaku usaha daur ulang informal, seperti bank sampah (Damanhuri & Padmi, 2019). Bank sampah adalah suatu wadah yang melakukan tiga kegiatan, meliputi menghimpun sampah anorganik yang berpotensi untuk di daur ulang atau diubah menjadi bahan yang mempunyai nilai jual, menyalurkan bahan daur ulang dan produk dari sampah, dan melakukan bagi hasil dari hasil penjualan kekonsumen (Martono & Bebassari, 2011).
Selain itu, Ecobricks juga memberikan langkah perantara dalam transisi dengan menangkap semua siklus hara teknis dan bahan non-biodegradable.
4. Pengelolaan Sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)
Sampah B3 tidak dapat diolah atau dikelola oleh para pelaku daur ulang karena sampah B3 termasuk dalam sampah spesifik yang menurut UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volume memerlukan pengelolaan khusus. Sampah B3 ini tidak boleh dibuang secara langsung ke lingkungan tetapi harus dikelola oleh pihak yang berwenang seperti instansi terkait atau pelaku usaha pengolahan limbah B3 yang mengetahui cara mengolah sampah B3
3. Aktualisasikan solusi Anda ke dalam karya yang sesuai dengan bidang keilmuan anda, sebagai bentuk perwujudan karakter bela negara dalam disiplin ilmu Anda. (Artikel)
LUARAN EAS (ARTIKEL)
1
“ECOBRICK” SEBAGAI PENANGANAN SAMPAH MENUJU DESA SUGIHWARAS ZERO WASTE
Kevin Antorio Ferdicha
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Email: [email protected]
ABSTRAK
Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik pencemaran tanah maupun laut. Indonesia menduduki peringkat kedua sebesar 12 persen dari produksi sampah plastik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan di salah satu Kabupaten Lamongan, yaitu Desa Sugihwaras. Ecobrick adalah solusi yang tepat sebagai mengatasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu penelitian ini juga sebagai sumber edukasi bagi masyarakat Desa Sugihwaras agar mengetahui cara pembuatan ecobrick serta dampak yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pengumpulan data menggunakan 3 cara, yaitu observasi (pengamatan), kuesioner, dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa ecobrick ini sangat jelas berpengaruh pada kondisi lingkungan Desa Sugihwaras. Karena jumlah sampah plastik yang terkumpul dari minggu ke minggu berpengaruh pada kebersihan di lingkungan desa.
Kata Kunci: Ecobrick, Sampah Plastik
PENDAHULUAN
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang.
Menurut penelitian, penggunaan plastik yang tidak sesuai dari persyaratan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh manusia (karsinogenik). Selain itu plastik pada umumnya sulit untuk diuraikan oleh mikro organisme. Sampah plastik dapat bertahan hingga bertahun-tahun sehingga menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan (Karuniastuti, 2013).
Plastik dikelompokkan menjadi dua macam yaitu thermoplastic dan termosetting. Thermoplastic adalah bahan plastik yang jika dipanaskan sampai temperatur tertentu, akan mencair dan dapat dibentuk kembali menjadi bentuk yang
diinginkan. Sedangkan thermosetting adalah plastik yang jika telah dibuat dalam bentuk padat, tidak dapat dicairkan kembali dengan cara dipanaskan.
Berdasarkan sifat kedua kelompok plastik di atas, thermoplastik adalah jenis yang memungkinkan untuk didaur ulang.
Berikut adalah jenis plastik yang diberi kode berupa nomor untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan penggunaannya (Surono, 2013).
Gambar 1. Nomor kode plastik
2 1. PETE (Polyethylene Terephthalate)
dengan Kode 1.
PETE atau PET merupakan salah satu jenis plastik yang sering digunakan sebagai wadah makanan, air mineral, dan beberapa pembungkus. Plastik ini dirancang untuk satu kali penggunaan saja. Karena jenis plastik PETE ini sulit untuk dibersihkan dari bakteri dan bersifat racun. Jenis plastik ini sebaiknya didaur ulang dan tidak digunakan kembali.
2. HDPE (High-Density Polyethylene) dengan Kode 2.
Jenis plastik HDPE merupakan jenis plastik yang biasanya digunakan untuk membuat botol susu, botol detergen, botol sampo, botol pelembab, botol minyak, mainan, dan beberapa tas plastik. HDPE merupakan jenis plastik yang paling umum didaur ulang dan dianggap plastik paling aman.
3. PVC (Polyvinyl Chloride) dengan Kode 3.
Jenis plastik PVC memiliki sifat lembut dan fleksibel. Jenis plastik ini biasa digunakan untuk membuat plastik pembungkus makanan, botol minyak sayur, dan pelampung renang.
PVC adalah plastik beracun dan juga sukar didaur ulang. Produk PVC sebaiknya tidak digunakan kembali sebagai pembungkus makanan.
4. LDPE (Low-Density Polyethylene) dengan Kode 4.
Jenis plastik LDPE biasa ditemukan pada pembungkus baju, pembungkus buah-buahan agar tetap segar, dan pada botol pelumas.
LDPE dianggap memiliki tingkat racun yang rendah dibandingkan dengan jenis plastik yang lain, LDPE tidak umum untuk didaur ulang.
5. PP (Polypropylene) dengan Kode 5.
Jenis plastik PP bersifat kuat, ringan, dan tahan terhadap panas. Jenis plastik PP mampu
menjaga bahan yang ada di dalamnya dari kelembaban, minyak dan senyawa kimia lain.
PP juga digunakan sebagai ember, sedotan, tali, isolasi, dan kaleng plastik cat. Plastik dari PP dianggap aman jika digunakan kembali dan dapat didaur ulang.
6. PS (Polystyrene) dengan Kode 6.
Polystyrene atau styrofoam merupakan jenis plastik yang murah, ringan, mudah terpotong- potong menjadi kecil dan mudah mencemari lingkungan. Senyawa styrene pada plastik polystyrene mungkin bisa lepas dari plastik tersebut dan jika terkonsumsi dapat memicu kanker dan gangguan sistem reproduksi. Oleh karena itu, kita dapat menghindari plastik ini untuk digunakan sebagai pembungkus makanan.
7. Bahan Plastik Lain (BPA, Polycarbonate, dan LEXAN) dengan Kode 7
Jenis plastik dengan kode 7 ini digunakan sebagai kode plastik dengan bahan selain bahan yang telah dipaparkan sebelumnya. Jenis plastik ini biasanya digunakan untuk membuat aksesoris kendaraan, namun ada juga pabrik yang menggunakan plastik ini sebagai bahan baku botol minuman bayi dan pembungkus makanan (Afifah Cinthia Pasha, 2019).
Dampak yang dihasilkan dari sampah plastik
1. Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan.
Sampah plastik yang dibuang sembarangan berpotensi merusak dan mencemari lingkungan. Apabila dibiarkan begitu saja, dampak sampah plastik bisa berbahaya bagi ekosistem dan kelangsungan hidup di Bumi. Berikut ini adalah beberapa dampaknya:
3 a. Pencemaran air
Sampah plastik, baik yang bentuknya masih utuh atau sudah hancur menjadi
partikel kecil, bisa
mengakibatkan pencemaran air. Hal ini dapat terjadi karena plastik membawa zat kimia, seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida, yang dapat mengkontaminasi air serta meracuni dan merusak habitat makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya.
b. Pencemaran tanah
Partikel mikroplastik, logam berat, dan zat kimia hasil dari proses penguraian plastik dapat masuk ke dalam lapisan tanah serta menempel pada tumbuhan yang tertanam di dalamnya, seperti sayuran dan buah-buahan. Bila sayuran dan buah tersebut dikonsumsi oleh manusia, risiko terjadinya berbagai jenis penyakit pun dapat meningkat. Kontaminasi sampah plastik ini juga bisa membuat kondisi tanah menjadi tidak subur.
c. Pencemaran udara
Proses pembakaran sampah plastik yang dilakukan secara terbuka bisa mengakibatkan terjadinya polusi udara. Hal itu disebabkan oleh adanya partikel mikroplastik, logam berat seperti kadmium dan timbal, serta bifenil poliklorinasi yang terlepas dan mencemari udara. Selain berbagai polusi di atas, masalah sampah plastik juga kerap memperparah pemanasan global dan perubahan iklim di seluruh dunia.
2. Dampak Sampah Plastik Bagi Kesehatan Manusia.
Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, berbagai senyawa kimia yang terkandung di dalam sampah plastik juga bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan, seperti:
a. Kanker
Berbagai senyawa kimia beracun yang berasal dari plastik bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara, makanan, dan minuman yang terkontaminasi limbah plastik.
Limbah plastik ini bisa menghasilkan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, prostat, dan kanker testis.
b. Kerusakan organ
Paparan logam berat dan mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan kulit dan memicu berbagai gangguan pada tubuh, seperti gangguan saraf, masalah pencernaan, gangguan pernapasan, dan gangguan kelenjar endokrin, misalnya penyakit tiroid. Selain itu, beberapa zat beracun dari limbah plastik atau olahan sampah plastik juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati.
c. Gangguan pertumbuhan janin dan anak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah dan zat beracun bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada janin dan anak-anak.
Selain itu, ibu hamil yang terlalu sering terpapar senyawa kimia dari sampah plastik juga berisiko tinggi
4 mengalami keguguran, bayi
terlahir prematur, atau penyakit bawaan lahir pada janin. Selain itu, kontaminasi bahan plastik, beresiko mempengaruhi tumbuh kembang anak (Wahhab, 2021).
Ecobrick
“Eco” dan “brick” artinya bata yang ramah lingkungan. Disebut “bata” karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan sebuah bangunan. Maka dari itu ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furnitur. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non- biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali (Maurilla Imron, 2021).
Manfaat Ecobrick
Dengan ecobrick, sampah-sampah plastik ini akan tersimpan terjaga di dalam botol sehingga tidak perlu dibakar, menggunung, tertimbun dan lain-lain.
Teknologi ecobrick memungkinkan kita untuk tidak menjadikan plastik di salah satu industrial recycle system, dengan begitu akan menjauhi biosfer dan menghemat energi. Di sisi lain ecobrick juga menjaga bahan-bahan plastik melepaskan CO2 yang pada akhirnya akan menyumbang pemanasan global.
Ecobrick biasanya digunakan untuk membuat furnitur, perabotan indoor, ruang hijau, dinding struktur dan bangunan seperti sekolah dan rumah. Saat ini banyak juga bank sampah yang menerima ecobrick dan bisa ditukar dengan uang (Maurilla Imron, 2021).
METODE
Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 29 November sampai dengan 10 Desember 2021. Bertempat di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Alat Dan Bahan
Sebelum dilaksanakan sebuah penelitian, maka dibutuhkan peralatan dan bahan untuk menunjang penelitian ini, adapun peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan ecobrick, yaitu sebagai berikut.
1. Alat, yaitu tongkat/kayu, gunting, &
timbangan.
2. Bahan, yaitu botol bekas, sampah plastik, kawat, & lem/perekat.
Langkah Kerja Pembuatan Ecobrick 1. Mengumpulkan limbah sampah plastik
plastik dan botol plastik 600 mL (ukuran botol bisa disesuaikan).
2. Dipilah sesuai dengan jenisnya.
3. Cuci sampah plastik yang sudah dipilah hingga bersih Kemudian dikeringkan.
4. Memotong kemasan plastik dan kantong plastik kecil-kecil dan masukan ke dalam botol secara berurutan dan rapi.
5. Pakai alat bantu tongkat atau kayu untuk mendorong potongan plastik tersebut ke dalam hingga padat dan merata pada seluruh botol.
6. Timbang botol plastik, jika menggunakan botol plastik ukuran 600
5 mL maka berat ecobrick harus minimal
200gram.
7. Bentuk kawat sesuai kebutuhan menjadi kerangka sesuai karya yang ingin dibuat.
8. Susun botol plastik kemudian lekatkan dengan lem dan bentuk sesuai karya yang ingin kita buat.
Metode Penelitian
Untuk memperoleh data yang diperlukan sebagai landasan dalam penelitian maka saya menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data menggunakan 3 cara, yaitu:
1. Observasi (pengamatan).
2. Kuesioner.
3. Wawancara.
Penyajian data dalam penelitian ini berupa tabel dari kumpulan data yang diperoleh berdasarkan hasil pada teknik pengumpulan data. dijelaskan sebagai berikut.
Teknik Pengumpulan Data 1. Tahap Observasi
Pada tahap yang pertama, penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan terjun ke lapangan yaitu di Desa Sugihwaras. Dibantu dengan beberapa warga yang ikut menyusuri setiap RT/RW yang menjadi pusat atau tempat pembuangan sampah plastik.
2. Tahap Kuesioner
Pada tahap ini saya membuat beberapa pertanyaan kepada warga mengenai pengaruh serta manfaat sebelum dan sesudah adanya kegiatan ecobrick.
3. Tahap Wawancara
Setelah tahap kuesioner, tahap selanjutnya adalah saya melakukan wawancara kepada warga yang ikut serta dalam kegiatan maupun tidak dengan mengajukan pertanyaan mengenai pengaruh serta manfaat sebelum dan sesudah adanya kegiatan ecobrick.
Teknik Penyajian Data
Teknik penyajian data yang saya tuliskan dan jelaskan pada penelitian ini nantinya akan berbentuk tabel yang berisi kuesioner serta hasil perbandingan dari dampak dari kegiatan pembuatan ecobrick.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Setelah dilakukannya ketiga metode, yaitu observasi, kuesioner, dan wawancara. Diperoleh hasil sebagai berikut yang saya sajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 1. Jumlah ecobrick yang terkumpul
Minggu Ke-
Jumlah Sampah Plastik Yang
Terkumpul (Kg)
Jumlah Botol Ecobrick
Yang Dihasilkan
(Botol)
1. 220 11
2. 260 13
Total Botol = (11 + 13)
= 24 botol
6 Tabel 2. Hasil Angket Pengaruh ecobrick
di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan.
7. Reaksi warga terhadap lingkungan sebelum program ecobrick.
√
8. Reaksi warga terhadap lingkungan sebelum program ecobrick.
√
Keterangan Penilaian:
1 = Sangat Buruk/ Kurang 2 = Buruk/ Kurang
3 = Cukup 4 = Baik
5 = Sangat Baik
Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat dilihat pada tabel (4.1).
Data hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada minggu pertama sampai minggu kedua, jumlah sampah yang terkumpul sebanyak 480 Kg, dengan jumlah botol ecobrick yang diperoleh sebanyak 24 botol. Dapat diketahui ecobrick ini sangat jelas berpengaruh pada kondisi lingkungan Desa Sugihwaras.
Karena jumlah sampah plastik yang terkumpul dari minggu ke minggu berpengaruh pada kebersihan di lingkungan desa.
Selain itu dapat dilihat pada tabel (4.2), hasil angket setelah melakukan wawancara kepada masyarakat setempat No. Pernyataan Penilaian
1 2 3 4 5 1. Sampah di
Desa Sugihwaras sebelum ada program ecobrick.
√
2. Sampah di Desa
Sugihwaras sesudah ada program ecobrick.
√
3. Kondisi lingkungan sebelum ada ecobrick.
√
4. Kondisi lingkungan sesudah ada ecobrick.
√
5. Pengetahuan warga tentang ecobrick sebelum diterapkan.
√
6. Pengetahuan warga tentang ecobrick sesudah diterapkan.
√
7 menunjukkan bahwa, kondisi lingkungan
desa saat ini tampak lebih baik dari pada sebelum ada kegiatan ecobrick. Sampah plastik yang sebelumnya berserakan kini nampak berkurang, dari pernyataan hasil angket semua mengarah ke arah yang lebih baik.
Saat ini masyarakat Desa Sugihwaras mengerti dampak serta sisi positif dari kegiatan ecobrick ini.
Masyarakat mulai memahami mengapa kita melakukan kegiatan ecobrick. Apa dasar dan filosofi dibalik melakukan kerja keras ini. Mengapa kita harus melakukan daur ulang limbah sampah plastik, apa efek atau manfaat dari kegiatan ini bagi lingkungan kedepannya. Bagaimana kita harus mengubah gaya hidup kita untuk mengurangi sampah plastik. Dari semua pernyataan tersebut melalui kegiatan ecobrick ini semua sudah terjawab. Kondisi lingkungan kini lebih baik dari pada sebelumnya.
Membuat ecobrick adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu lama serta usaha yang keras, tapi justru disinilah dampak positifnya. Semua botol-botol ecobrick ini dapat digunakan atau dibuat berbagai bentuk macam, seperti furnitur atau yang lainnya. Untuk itu, ecobrick sangat cocok diterapkan di lingkungan masyarakat seperti pedesaan yang jauh dari TPA. Oleh karena itu, ecobrick merupakan solusi untuk mengurangi limbah sampah plastik.
PENUTUP
Berdasarkan data dan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa.
Dengan adanya kegiatan ecobrick, lingkungan di Desa Sugihwaras menjadi
lebih bersih dan bebas sampah plastik.
Sebelum ada kegiatan ecobrick ini lingkungan tampak kumuh dengan pemandangan sampah plastik di mana- mana. Kegiatan ecobrick ini disampaikan kepada masyarakat melalui sosialisasi dengan menggunakan sistem volunteer atau relawan yang melakukannya secara sukarela.
Saran dari penelitian ini adalah diharapkan kegiatan ecobrick ini dapat disosialisasikan dan diterapkankan kepada masyarakat lain di Daerah Lamongan sebagai bentuk meminimalisir sampah plastik serta diharapkan masyarakat juga mengurangi penggunaan sampah plastik.
Sehingga hal itu akan berdampak positif bagi kita dan lingkungan lebih bersih dan baik dari pada sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
(Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan Dan Kesehatan Manusia – DPPKBPMD Bantul, n.d.)Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Kesehatan Manusia – DPPKBPMD Bantul. (n.d.). Retrieved November 30,
2021, from
https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/dam pak-sampah-plastik-bagi-lingkungan- dan-kesehatan-manusia/.
Ecobricks — Zerowaste.id. (n.d.).
Retrieved November 29, 2021, from https://zerowaste.id/manajemen- sampah/ecobricks/.
Ekobrik, Seni Memanfaatkan Sampah Plastik - Pikiran-Rakyat.com - Halaman 2. (n.d.). Retrieved November 29, 2021, from https://www.pikiran- rakyat.com/jawa-barat/pr-
01293611/ekobrik-seni-memanfaatkan- sampah-plastik-419645?page=2.
8 Indonesia Darurat Sampah Plastik |
Indonesia Baik. (n.d.). Retrieved November 29, 2021, from https://indonesiabaik.id/infografis/indo nesia-darurat-sampah-plastik.
Kabupaten Lamongan Selesaikan Masalah Sampah Lewat Samtaku, Kini Bernilai Ekonomis - Surya.co.id. (n.d.).
Retrieved November 29, 2021, from https://surabaya.tribunnews.com/2021/
10/06/kabupaten-lamongan-selesaikan- masalah-sampah-lewat-samtaku-kini- bernilai-ekonomis.
Karuniastuti, N. (2013). BAHAYA PLASTIK TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN. Swara Patra, 3(1).
http://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/s p/index.php/swarapatra/article/view/43 PENGERTIAN DAN PENGELOLAAN
SAMPAH ORGANIK DAN
ANORGANIK | Dinas Lingkungan Hidup. (n.d.). Retrieved November 29,
2021, from
https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi /detail/artikel/pengertian-dan-
pengelolaan-sampah-organik-dan- anorganik-13.
PRODUKSI SAMPAH PLASTIK CAPAI 5.4 JUTA TON PER TAHUN | Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. (n.d.). Retrieved November 29, 2021, from http://kominfo.jatimprov.go.id/read/um um/38482.
Surono, U. B. (2013). Berbagai Metode Konversi Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak. Jurnal Teknik, 3, 32–40.
Jenis Plastik dan Bahaya yang Terkandung di Dalamnya, Kenali Sekarang - Citizen6 Liputan6.com. (n.d.).
Retrieved November 29, 2021, from
https://www.liputan6.com/citizen6/rea d/3920475/jenis-plastik-dan-bahaya- yang-terkandung-di-dalamnya-kenali- sekarang.