1
Khutbah Jum’at
22 Desember 2023/08 Jumadal Akhirah 1445 H
Tafsir Singkat Surat al-Kafirun
Oleh: Nur Rohmad[1]
Khutbah I
ُ دْمَلحا
ُهلل ُ
ُهكهلَم ْلا ُ
، هناَّيَّلدا ُ
ُ
ُ ة َلَ َّصلاَو
ُ لاَو
ُ م َلَ َّس
ُ
َُ َعَ
ُ دَّمَ مُ ُ
ُهدِّهيَس ُ
ُه َ ُ لدَو
ُ
،َناَنْدَع
ُ
َُ َعََو
ُ
ُههلآ
ُهههبْح َصَو ُ
ُههْيهعهباَتَو ُ
ُ
َُ َعَ
ُِّهرَم ُ
، هناَمَّزلا ُ
ُ
ُ دَهْش َ أَو
ُ
ُْن َ أ
ُ
ُ َّ
لّ
َُلهإ ُ
ُ
ُ َّ
لّهإ
ُ
ُ للا
ُ
ُ هَدْحَو
ُ
ُ َ لّ
َُكْيه َشَ ُ
َ ُُ
لُ
ُ هَّزـَن مْلا
ُهنَع ُ
ُهةَّيهمْسه ْ ُ لْا
ُهةَهه ْ ُ لْاَو
ُهناَمَّزلاَو ُ
، هن َكََمْلاَو ُ
َُُو
ُ دَهْش َ أ
ُ
َُّن َ أ اَنَدِّهيَس ُ
ُ اًدَّمَ مُ
ُ
ُ ه دْبَع
ُ
ُ
لْو سَرَو
ُْيه َّ ُ لَّا
ُ
َُن َكَ
ُ
ُ ه ق ل خ
ُ
،َنآْر ق ْ لا
ُ
اَّم َ أ
ُ
، دْعَب
َُداَبهع ُ
ُ
ُمْحَّرلا
، هن
ُِّهنإَف ُ
ُْم كْي هصْو أ ُ
ُ هسْفَنَو ُ ىَوْقَتهب ُ
ُهللا ُ
، هناَّنَملا ُ
ُهلهئاَق ْ لا ُ
ُ هف ُ
ُ
ُهههباَتهك
ُهنآْر ق ْ لا ُ
ُ:
ُْنَمَو
ُ
ُْمَل
ُْنهمْؤ ي ُ
ُه َّللّاهب ُ
ُههلو سَرَو ُ اَّنهإَف ُ
ُ اَنْدَتْع َ
أ
َُنيهرهف َكَْلهل ُ اًيرهعَس ُ
ُ(
حتفلا
ُ:
13 )
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Takwa adalah sebaik-baik bekal untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Oleh karena itu, khatib mengawali khutbah yang singkat ini dengan wasiat takwa. Marilah kita semua selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segenap larangan.
Saudara-saudara seiman,
Di antara yang wajib dilakukan setiap mukallaf adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Bahkan iman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kewajiban yang paling pokok, paling utama, paling tinggi kedudukannya dan paling harus didahulukan. Beriman kepada Allah adalah meyakini dengan bulat dan pasti bahwa Allah ta’ala ada dan bersifat dengan sifat-sifat yang layak bagi-Nya. Yakni Allah ta’ala ada, tidak ada keraguan tentang ada-Nya, ada tanpa disifati dengan sifat-sifat makhluk, tanpa ukuran, tanpa tempat dan tanpa arah. Beriman kepada Rasul-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah meyakini bahwa Muhammad bin ‘Abdullah adalah utusan Allah kepada manusia
[1] Katib Syuriyah MWCNU Dawarblandong, Kab. Mojokerto dan Pengasuh Majelis Ilmu & Dzikir NURUL FALAH, Mojokerto. No. wa: 0815-15-785-373.
2
dan jin. Ia selalu jujur dalam segala hal yang ia sampaikan dari Allah.
Mengenal Allah ta’ala disertai mengesakan-Nya dalam beribadah adalah hak Allah yang paling agung yang wajib dilakukan para hamba-Nya.
Mengesakan Allah dalam ibadah artinya mempersembahkan puncak perendahan diri hanya kepada-Nya.
Mengenal dan mengetahui Allah tidak-lah meliputi segala sesuatu tentang-Nya. Mengetahui Allah adalah dengan mengetahui sifat yang wajib (pasti) bagi Allah ta’ala seperti keazalian Allah, keesaan Allah, kemahatahuan Allah tentang segala sesuatu dan bahwa Allah tidak menyerupai semua makhluk. Juga dengan menyucikan Allah dari perkara yang mustahil bagi-Nya seperti kemustahilan adanya sekutu bagi Allah, kemustahilan berlakunya ukuran, bentuk, rupa dan gambar bagi-Nya, serta mustahilnya Allah berada di suatu tempat dan arah. Juga dengan mengetahui apa yang jaiz bagi Allah seperti menciptakan suatu perkara dan tidak menciptakannya.
Imam Ahmad ar-Rifa’i, perintis dan pendiri tarekat Rifa’iyyah radliyallahu ‘anhu menegaskan:
ُ ةَي َغَ
ُهةَفهرْعَم ْلا ُ
ُهللاب ُ
ُ
ُ ناَقْيلإا
ُهههدوجوب ُ
ُ
َُعَت لىا
ُ
ُ َلَب
ُ فْي َك ُ
ُ
ُ َ لَّو
ُ ن َكََم ُ
“Puncak pengetahuan hamba terhadap Allah adalah dengan meyakini adanya Allah ta’ala tanpa disifati dengan sifat-sifat makhluk dan tanpa tempat.” Artinya batas akhir yang bisa dicapai oleh seorang hamba dalam mengenal Allah adalah meyakini secara pasti tanpa keraguan sedikit pun akan adanya Allah tanpa disifati dengan sifat-sifat makhluk dan tanpa tempat. Perkataan ar-Rifa’i “bi la kaif” adalah tegas menafikan jism,2 ruang, bentuk, gerak, diam, menempel, berpisah dan duduk dari Allah ta’ala. Jadi al Kaif mencakup sifat apapun di antara semua sifat makhluk.
Dengan demikian, orang yang meyakini bahwa Allah ada tanpa disifati dengan sifat-sifat makhluk dan tanpa tempat, maka ia telah mencapai batas akhir yang bisa dicapai oleh seorang hamba dalam mengenal Allah tabaraka wata’ala.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Sedangkan mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan mengetahui sifat-sifat yang wajib bagi para nabi, hal-hal yang mustahil bagi mereka dan perkara yang jaiz bagi mereka.
2 Sesuatu yang memiliki dimensi; panjang, lebar dan kedalaman.
3
Beriman kepada Allah ta’ala wajib disertai dengan beriman terhadap kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Karenanya, menggabungkan antara dua kalimat syahadat dan meyakini makna keduanya mutlak harus dilakukan untuk selamat dari kekekalan yang abadi di neraka. Karena orang yang meyakini bahwa Allah ada dan tidak beriman kepada Muhammad, maka dia bukan mukmin dan bukan muslim. Hal itu berdasarkan al Qur’an surat al Fath ayat 13 seperti yang kami baca di atas. Hal ini tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian orang musyrikin: “Sungguh kami akan diberi di akhirat sesuatu yang lebih bagus dari yang diberikan kepada kalian.” Allah ta’ala berfirman menegaskan kedustaan mereka:
ُ مْلاُ لَعْجَنَف َ
َُينهمهرْج م ْلَكََُينهمهلْس أ
ُ
ُ:ملقلا(
35 )
Maknanya tidak sama menurut Allah antara orang-orang yang beriman kepada Tuhan mereka dan orang-orang kafir. Ini adalah istifham (pertanyaan) yang menunjukkan kepada mereka kesalahan apa yang mereka katakan, sekaligus mengandung celaan dan pengingkaran yang keras kepada mereka.
Saudara-saudara seiman,
Dengan demikian, wajib beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Jangan dipedulikan orang yang menyalahi hal ini, sehingga menyamakan antara orang mukmin dan selainnya dan mengajak orang untuk beribadah kepada sesembahan yang mereka inginkan selain Allah, wal
‘iyadzubillah. Sungguh akhirat pasti akan tiba. Perhitungan amal pasti terjadi. Dan perkara terpenting yang akan dipertanggungjawabkan seseorang di akhirat kelak adalah iman.
Suatu ketika, sebagian kafir Quraisy meminta agar Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam menyembah berhala-berhala mereka satu tahun dan mereka akan menyembah tuhan Nabi satu tahun. Maka Allah ta’ala menurunkan surat al Kafirun. Allah berfirman:
َُنو رهف َكَ ْ لاُاَهُّي َ
أُاَيُ ْل ق (
ُ:نورفكَلا 1)
Maknanya: “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir”” (QS. al Kafirun: 1)
Yakni katakanlah Wahai Muhammad. Allah memerintah Nabi-Nya dalam ayat tersebut agar menyeru mereka dengan panggilan “wahai orang- orang kafir”.
َُنو د بْعَتُاَمُ د بْع َ أُ لّ َ
ُ
ُ:نورفكَلا(
2)
4
Maknanya: “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah” (Q.S. al Kafirun: 2)
Yakni tidak sekarang, tidak juga dalam sisa umurku.
ُ د بْع َ
أُاَمَُنو دهب َعَُْم تْن َ أُ لَّو َ
ُ
ُ:نورفكَلا(
3 )
ُ
Maknanya: “Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah” (QS. al Kafirun: 3)
Yakni tidak sekarang dan tidak di masa yang akan datang. Karena Allah ta’ala mengetahui pada azal bahwa mereka ini tidak akan beriman.
ُْم تْدَبَعُاَمٌُدهب َعَُاَن َ أُ لَّو َ
ُ،
ُ د بْع َ
أُاَمَُنو دهب َعَُْم تْن َ أُ لَّو َ
ُ(
ُ:نورفكَلا 4
- 5 )
Maknanya: “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah” (QS. al Kafirun: 4-5)
Ini adalah taukid (penguatan makna) yang bertujuan menguatkan berita bahwa mereka akan meninggal dalam kekufuran, tidak akan masuk Islam selamanya dan tidak akan beriman.
َُ هلَوُْم ك نيهدُْم ك َل
ُهنيهد ُ
ُ(
ُ:نورفكَلا ٦
)
Dalam ayat ini terdapat makna tahdid (peringatan dan ancaman).
Firman Allah ta’ala:
ُْم ك نيهدُْم ك َل
Artinya: Bagi kalian agama kalian yang batil, yaitu syirik yang kalian yakini.
ُهنيهدَُ هلَو
ُ
Maksudnya: Bagiku agamaku yang merupakan agama yang benar, yaitu Islam. Yakni bagi kalian syirik kalian dan bagiku tauhidku. Ini adalah puncak penegasan tentang keterlepasan Nabi dari perkara batil yang diyakini oleh orang-orang musyrik. Serupa dengan ayat ini dalam menunjukkan makna peringatan dan ancaman adalah firman Allah ta’ala:
ُْر فْكَيْلَفَُءاَشُ ْنَمَوُ ْنهمْؤ ي ْلَفَُءاَشُْنَمَف (
ُ:فهكلا 2٩
)
Yakni orang yang memilih iman tidaklah seperti orang yang memilih kekufuran. Orang yang memilih kekufuran akan disiksa dan orang yang memilih iman akan dibalas dengan pahala. Lanjutan ayat ini menunjukkan maksud dari penggalan ayat tersebut, yakni peringatan dan ancaman, yaitu :
5
َُ سُ ْمهههبُ َطاَح َ
أُاًراَنُ َينهمهلا َّظلهلُاَنْدَتْع َ أُاَّنهإ
ُ هلْه م ْلَكَُ ءاَمهبُاو واَي يُاو ويهيَتْسَسُ ْنهنَوُاَه ههدا
ُاًقَفَتْر مُ ْتَءاَسَوُ باَ َّشَّلاُ َسْئهبَُهو ج و ْلاُيهوْشَس (
ُ:فهكلا 2٩
ُ)
Maknanya: “Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang kafir itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek” (QS. al Kahfi: 29)
Hadirin,
Walaupun kita meyakini kekufuran orang-orang kafir dan bahwa mereka -jika mati dalam keadaan kufur- kelak akan dimasukkan ke dalam neraka selamanya, namun dalam pergaulan sehari-hari di negara kita, kita semestinya tetap menjaga kerukunan dengan mereka. Kita bedakan antara ranah akidah dan ranah pergaulan sosial. Kita teladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para ulama terdahulu yang tetap bergaul dengan baik dengan tetangga-tetangga mereka yang non-Muslim.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Akhirnya, kita memohon kepada Allah ta’ala agar menghidupkan kita dalam keadaan muslim dan mewafatkan kita dalam keadaan mukmin serta menyelamatkan kita dari berbagai fitnah dalam agama.
َُنَيهفاَع يُنأوُ َ ْينهنمؤ مُاَناَّفَوَتَيُنأوُ َ ْينهمهلْس مُاَنَيهيْحـ يُنأُلىاعتَُللاُ لَأسن
ُفُ ه َتَهفلاُنمُا
.م كلوُليَُللاُ رهفْيَتسأوُاَذهُ هلْو َقُ لوقأُ.نيِّلدا
Khutbah II
ُ دْمَ ْ لحَا
ُهلل ُ
ُ
، َفََكَو
ُِّْ هل َص أَو ُ
ُ مِّهلَس أَو ُ
ُ
َُ َعَ
اَنهدِّهيَس ُ
ُ دَّمَ مُ ُ
ُ
، َفَ َط ْص مْلا
ُ
َُ َعََو
ُههلآ ُ
ُ
ُهههباَح ْص َ أَو
ُهلْه َ ُ أ
ُ اَفَوْلا
ُ.
ُ دَهْش َ أ
ُ
ُْن َ أ
ُ
ُ َّ
لّ
َُلهإ ُ
ُ
ُ َّ
لّهإ
ُ
ُ للا
ُ
ُ هَدْحَو
ُ
ُ َ لّ
َُكْيه َشَ ُ
ُ
، ل َ
ُ
ُ دَهْش َ أَو
ُ
َُّن َ أ اَنَدِّهيَس ُ
ُ
اًدَّمَ مُ
ُ
ُ ه دْبَع
ُ
ُ
لْو سَرَو .ُ
ُ اَّم َ
أ
ُ
، دْعَب
ُ اَيَف
ُ اَهُّي َ
أ
،َنْو مهلْس م ْلا ُ
ُْم كْي هصْو أ ُ
ُْ هسْفَنَو ُ ىَوْقَتهب ُ
ُهللا ُ
ُِّه هلَع ْ لا ُ
ُهمْيهظَع ْ لا ُ
ُ
اْو مَلْعاَو
ُ
َُّن َ أ
ُ
َُللا
ُ
ُْم كَرَم َ أ
ُ رْم َ ُ أهب
، مْيهظَع ُ
ُ
ُْم كَرَم َ أ
ُهة َلَ َّصلاهب ُ
ُهم َلَ َّسلاَو ُ
ُ
َُ َعَ
ُههِّهيهبَن ُ
ُهمْيهر َكْلا ُ
ُ
َُلاَقَف
َُّنهإ ُ:
ُ
َُللا
ُ هَتَكهئ َلََمَو ُ
ُ
َُنوُّل َص ي
ُ
َُ َعَ
،ِّه هبَّلنا ُ
ُاَي
ُ اَهُّي َ
أ
َُنيه َّ ُ لَّا
ُ او نَمآ
ُ اوُّل َص
ُههْيَلَع ُ او مِّهلَسَو ُ
ُ
6
،اًميهلْسَت
ُ
ُ للَا
َُّم ه
ُِّهل َص ُ
ُ
َُ َعَ
اَنهدِّهيَس ُ
ُ دَّمَ مُ ُ
ُ
َُ َعََو
ُهلآ ُ اَنهدِّهيَس ُ
ُ دَّمَ مُ ُ
ُ اَمَك
ُ
َُتْيَّل َص
ُ
َُ َعَ
اَنهدِّهيَس ُ
ُ
َُمْيههاَرْبهإ
ُ
َُ َعََو
ُهلآ ُ اَنهدِّهيَس ُ
َُمْيههاَرْبهإ ُ
ُْكهراَبَو ُ
ُ
َُ َعَ
اَنهدِّهيَس ُ
ُ دَّمَ مُ ُ
ُ
َُ َعََو
ُهلآ ُ اَنهدِّهيَس ُ
ُ دَّمَ مُ ُ
ُ اَمَك
ُ
َُت كَراَب ْ
ُ
َُ َعَ
اَنهدِّهيَس ُ
َُمْيههاَرْبهإ ُ
ُ
َُ َعََو
ُهلآ ُ اَنهدِّهيَس ُ
َُرْبهإ ُ
،َمْيهها
ُْ هف ُ
َُ ْينهم َلاَعْلا ُ
َُكَّنهإ ُ
ٌُدْيه َح ُ
ٌُدْيه َمَ ُ
ُ.
ُ للَا
َُّم ه
ُْرهفْغا ُ
َُ ْينهمهلْس مْلهل ُ
ُهتاَمهلْس م ْلاَو ُ
َُ ْينهنهمْؤ م ْلاو ُ
ُهتاَنهمْؤ م ْلاَو ُ
ُهءاَيْح لْا َ ْ ُ
ُْم هْنهم ُ
، هتاَوْم َ ْ لْاَو ُ
ُ
للهما
ُ
ُْعَفْدا
ُ اَّنَع
ُ
َُء َلََ ْ لْا
ُ
َُء َلََي ْ لاَو
ُ
َُءاَبَوْلاَو
ُ
َُءا َشْحَف ْ لاَو
َُُو
َُرَكْن مْلا
ُ
َُ ْغَ ْ لْاَو
ُ
ُ َفْو ي ُّسلاَو
ُ
َُةَفهلَتْخ م ْلا
َُدهئاَد َّشلاَو ُ
، َنَحهم ْلاَو ُ
ُ اَم
ُ
َُرَه َظ اَهْنهم ُ
ُ اَمَو
ُ
، َن َطَب
ُْنهم ُ اَنه َلََب ُ
ُ اَذَه
ُ
ًُة َّصاَخ
ُْنهمَو ُ
ُ
ُهناَ لَ ب ْ
َُ ْينهمهلْس م ْلا ُ
ُ
،ًةَّم َعَ
َُكَّنهإ ُ
ُ
َُ َعَ
ُِّه كُ ُ
ُ ء ْ َشَ
ٌُرْيهدَق ُ
ُ
َُداَبهع
،هللا ُ
ُ
َُّنإ
ُ
َُللا
ُ
ُ م ْ أَي
ُ ر
ُهلْدَع ْ ُ لاهب
ُهنا َسْح لإاَو ْ ُ
ُهءاَتْيهنَو ُ يهذ ُ
ُ
َُبْر ق ْ لا
ُ
ُ َهْنَيو
ُهنَع ُ
ُ
ُهءا َشْحَفلا
ُهر َكْن مْلاَو ُ
، ه ْغَلْاَو ُ
ُْم ك ظهعَي ُ
ُ
ُْم كَّلَعَل
ُ
َُنْو رَّكَذَت
ُ . او ر كذاَف
ُ
َُللا
َُمْيهظَع ْ لا ُ
ُ
ُْم كْر كْذَي
ُ رْكه لََّو َ ُ
ُهللا ُ
ُ
ُ َبْك َ أ .
Ustadz Nur Rohmad, Pengurus Wilayah Majelis Dai Kebangsaan Prov. Jawa Timur, Tinggal di Dawarblandong, Kab. Mojokerto
Website : www.nurrohmad.com
Telegram : https://t.me/Ngaji_NURROHMAD YouTube : @NurRohmadAbuNabiel
Facebook : Nur Rohmad (Abu Nabiel) Instagram : nur_rohmad_abu_nabiel TikTok : @nurrohmadabunabiel Email : [email protected] No. Wa : 0815-15-78-53-73
Aplikasi Play Store: Ustadz Nur Rohmad