PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI KERJA BERDAMPAK PADA
KINERJA GURU SMK NU MUARA PADANG
TESIS
Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam menempuh gelar Magister Manajemen
Nama : HUSNIATI NPM : 184041037
KONSENTRASI: SUMBER DAYA MANUSIA
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
2020
DAFTAR ISI
Halaman LEMBAR JUDUL ………...………...………...
LEMBAR PERSETUJUAN………...………....
DAFTAR ISI ………...
DAFTAR TABEL ...
DAFTAR GAMBAR ...
i ii iii v iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Identifikasi Masalah ... 7
1.3. Pembatasan Masalah ... 8
1.4. Perumusan Masalah... 8
1.5. Tujuan dan Kegunaan Penelitian... 9
1.5.1. Tujuan Penelitian... 9
1.5.2. Kegunaan Penelitian... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kinerja ... 11
2.1.1. Pengertian Kinerja ... 11
2.1.2. Indikator Kinerja... 16
2.2 Motivasi Kerja ... 18
2.2.1. Pengertian Motivasi Kerja ... 18
2.2.2. Hakikat Motivasi Kerja ... 20
2.2.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi ... 21
2.3 Gaya Kepemimpinan ... 23
2.3.1. Pengertian Gaya Kepemimpinan ... 23
2.3.2. Jenis Gaya Kepemimpinan ... 30
2.4 Kompensasi ... 35
2.4.1. Pengertian Kompensasi ... 35
2.4.2. Jenis-jenis Kompensasi... 39
2.4.3. Tujuan Kompensasi ... 39
2.5 Hasil Penelitian Lain Yang Relevan... 40
2.5.1. Penelitian tentang Gaya Kepemimpinan ... 40
2.5.2. Penelitian tentang Kompensasi... 40
2.5.3. Penelitian tentang Motivasi Kerja ... 41
2.6 Kerangka Berfikir ... 41
2.6.1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja ... 41
2.6.2. Pengaruh Kompensasi Terhadap Motivasi ... 42
2.6.3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja ... 42
2.6.4. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja ... 42
2.6.5. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja ... 43
2.6.6. Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Secara Bersama-Sama
Terhadap Motivasi ... 44
2.6.7. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompensasi Dan Motivasi Secara Bersama-Sama Terhadap Kinerja ... 44
2.7. Hipotesis Penelitian ... 45
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 46
3.1.1 Tempat Penelitian ... 46
3.1.2 Waktu Penelitian... 46
3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling ... 47
3.2.1 Populasi ... 47
3.2.2 Sampel dan Teknik Sampling... 47
3.3 Desain Penelitian ... 48
3.4. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel ... 48
3.4.1 Variabel Kinerja Guru ... 48
3.4.2 Variabel Motivasi Kerja ... 49
3.4.3 Variabel Gaya Kepemimpinan ... 51
3.4.4 Variabel Kompensasi... 52
3.5. Instrumen Penelitian ... 53
3.5.1 Metode Pengumpulan Data ... 53
3.5.2 Uji Instrumen ... 53
3.6 Teknik Analisis Data ... 55
BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Analisis ... 68
4.1.1 Deskriptif Data Demografis Responden... 68
4.1.2 Deskriptif Data Jawaban Responden ... 69
4.1.3 Uji Validitas Data ... 80
4.1.4 Uji Reliabilitas... 81
4.1.5 Uji Hipotesis ... 83
4.2 Pembahasan Hasil... 88
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 95
5.2 Saran ... 96
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
Tabel 1.1 Penerapan Standar Pengembangan Kinerja Guru di SMK
NU Muara Padang 2019 ... 5
Tabel 2.1 Konsiderasi dan Struktur Inisial ... 1
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ... 7
Tabel 3.2 Jumlah Guru di SMK NU Muara Padang berdasarkan Status Kepegawaian Tahun 2019... 8
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Kinerja Guru... 1
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Motivasi... 2
Tabel 3.6 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Gaya Kepemimpinan... 3
Tabel 3.7 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Kompensasi ... 4
Tabel 4.1 Guru di SMK NU Muara Padang berdasarkan Status Kepegawaian... 2
Tabel 4.2 Data Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin... 3
Tabel 4.3 Data statistik jawaban responden... 3
Tabel 4.4 Data distribusi frekuensi variabel Gaya Kepemimpinan ... 64
Tabel 4.5 Data distribusi frekuensi variabel Kompensasi... 6
Tabel 4.6 Data distribusi frekuensi variabel Kinerja ... 7
Tabel 4.7 Data distribusi frekuensi variabel Motivasi Kerja ... 8
Tabel 4.8 Loading Factor Model Final ... 3
Tabel 4.9 Hasil Pemerikasaan Reliabilitas Konstruk Berdasarkan Convergent Validity... 4
Tabel 4.10 Cross Loading ... 5
Tabel 4.11 Path Coefficients... 6
Tabel 4.12 Data Indirect Effects ... 0
Tabel 4.13 Nilai R-Square (R2)... 0
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 11. Organisasi, Pemimpin dan Motivasi Kebutuhan Dasar... 4
Gambar 11. Model Penelitian... 5
Gambar 4.1 Diagram Batang Variabel Gaya Kepemimpinan ... 6
Gambar 4.2 Diagram Batang Variabel Kompensasi ... 6
Gambar 4.3 Diagram Batang Variabel Kinerja ... 8
Gambar 4.4 Diagram Batang Variabel Motivasi Kerja ... 9
Gambar 4.5 Full Model Setelah Dikalkulasikan 1 ... 0
Gambar 4.6 Full Model Setelah Dikalkulasikan 2 ... 1
Gambar 4.7 Full Model Setelah Dikalkulasikan 3 ... 2
Gambar 4.8 Hasil uji T-Statistik Antar Variabel... 8
Gambar 4.9 Diagram Jalur Variabel... 7
ABSTRAK
HUSNIATI, Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Berdampak Pada Kinerja Guru SMK NU Muara Padang, dibawah bimbingan Ibu Dr.
Msy. Mikial, SE, M.Si, AK. CA dan Bapak Dr. Djatmiko Noviantoro, SE, M.Si
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Berdampak Pada Kinerja Guru SMK NU Muara Padang baik secara langsung Maupun secara tidak langsung. Penelitian ini dilaksanakan di SMK NU Muara Padang yang beralamat di Sidomulyo, Muara Padang, Banyu Asin Regency, South Sumatra 30975. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai SMK NU Muara Padang sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah 143 orang. Pada penelitian ini akan diambil sampel sebanyak 105 orang. Perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan perhitungan ukuran sampel yang didasarkan atas kesalahan 5%. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS), dengan cara Menilai outer model atau measurement model dan Menilai inner model atau struktural model.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Hipotesis pertama: Gaya Kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja (Y2). hasil nilai P-Value adalah 0,000≤ 0,05, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja SMK NU Muara Padang. Hipotesis kedua: Kompensasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja (Y2). hasil nilai P-Value adalah 0,000≤ 0,05, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Kompensasi terhadap Motivasi Kerja SMK NU Muara Padang. Hipotesis ketiga: Gaya Kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru (Y1). hasil nilai T P-Value adalah 0,000 ≤ 0,05, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Gaya Kepemimpinan (X1) terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang.
Hipotesis keempat: Kompensasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru (Y1). hasil nilai P-Value adalah 0,000≤ 0,05, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Kompensasi terhadap Kinerja Guru guru SMK NU Muara Padang. Hipotesis kelima: Motivasi Kerja (Y2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru (Y1). hasil nilai P-Value adalah 0,000≤ 0,05, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh signifikan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang memiliki pengaruh yang tidak langsung dengan Motivasi Kerja sebagai variabel mediasi atau variabel perantara dibuktikan dengan nilai P-Value adalah 0,000 ≤ 0,05.
Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang memiliki pengaruh yang tidak langsung dengan Motivasi Kerja sebagai variabel mediasi atau variabel perantara dibuktikan dengan nilai P-Value adalah 0,001≤ 0,05. Dapat dilihat nilai R2 untuk variabel laten Kinerja Guru sebagai variabel mediasi sebesar 0,907, yang artinya nilai tersebut mengidentifikasi bahwa variasi Kinerja Guru dapat dijelaskan oleh variabel laten eksogen (Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi) sebesar 90,7% sedangkan sisanya sebesar 9,3 % dijelaskan oleh variabel lain dan nilai R2 untuk variabel laten Motivasi Kerja sebesar 0,951, yang artinya nilai tersebut mengidentifikasi bahwa variasi Motivasi Kerja dapat dijelaskan oleh variabel eksogen sebesar 95,1% sedangkan sisanya sebesar 4,9% dijelaskan oleh variabel yang tidak terdapat dalam penelitian.
Dari model yang dibangun pada penelitian ini, dan dari hasil uji hipotesis menggunakan Smart-PLS, maka dapat disarankan kepada SMK NU Muara Padang. Untuk program peningkatan kinerja. Dari 3 variabel yang digunakan untuk melihat pengaruh terhadap kinerja, yaitu Gaya Kepemimpinan, Kompensasi dan Motivasi Kerja, semuanya memiliki pengaruh positif terhadap kinerja,. Namun dari ketiga variabel tersebut, dapat diprioritaskan peningkatan Kompensasi. Karena dari 11 indikator Kompensasi, 4 indikator memiliki nilai cross loading yang cukup tinggi, yaitu lebih dari 0,9. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lainya terhadap kinerja Pegawai selain ketiga variabel tersebut untuk menemukan karakter dan
perilaku Pegawai di SMK NU Muara Padang. yang berpengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja, dan hasil pada penelitian ini juga sangat mungkin berbeda untuk fokus (variabel) yang lain.
Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Kompensasi, Motivasi Kerja, Kinerja
ABSTRACT
HUSNIATI, The Effect of Leadership Style and Compensation on Work Motivation Impacts the Performance of Muara Padang Vocational School Teachers, under the guidance of Mrs.
Dr. Msy Mikial, SE, M.Sc, AK. CA and Mr. Dr. Djatmiko Noviantoro, SE, M.Sc
This study aims to determine and prove the Effect of Leadership Style and Compensation on Work Motivation Impacts the Performance of Muara Padang Vocational School Teachers both directly and indirectly. This research was conducted at Muara Padang NU Vocational School which is located in Sidomulyo, Muara Padang, Banyu Asin Regency, South Sumatra 30975. The population in this study were all employees of Muara Padang Vocational School NU, while the sample was part of the population that would be the object of research. In this study the population was 143 people. In this study 105 samples will be taken. Calculation of the number of samples using the Slovin formula with a sample size calculation based on a 5%
error. Data analysis was performed using the Partial Least Square (PLS) method, by assessing the outer model or measurement model and assessing the inner model or structural model.
The results of this study indicate that, the first Hypothesis: Leadership Style (X1) has a positive and significant effect on Work Motivation (Y2). the result of the P-Value value is 0,000≤ 0.05, so it can be concluded that there is a significant influence of Leadership Style on Work Motivation at Muara Padang Vocational High School. The second hypothesis: Compensation (X2) has a positive and significant effect on Work Motivation (Y2). the results of the P-Value is 0,000 ≤ 0.05, so it concluded that there was a significant effect of Compensation on Work Motivation at Muara Padang Vocational High School. Third Hypothesis: Leadership Style (X1) has a positive and significant effect on Teacher Performance (Y1). the results of the T-P value were 0,000≤ 0.05, so it was concluded that there was a significant influence of the Leadership Style (X1) on the Performance of Muara Padang Vocational School Teachers. The fourth hypothesis: Compensation (X2) has a positive and significant effect on Teacher Performance (Y1). the result of the P-Value value is 0,000 ≤ 0.05, so it can be concluded that there is a significant effect of Compensation on Teacher Performance of Muara Padang Vocational School teachers. The fifth hypothesis: Work Motivation (Y2) has a positive and significant effect on Teacher Performance (Y1). the results of the P-Value is 0,000≤ 0.05, so it can be concluded that there is a significant influence of Work Motivation on the Performance of Muara Padang Vocational School Teachers. The Effect of Leadership Style on Teacher Performance in Muara Padang Vocational High School has an indirect effect on Work Motivation as a mediating variable or an intermediate variable as evidenced by the P-Value of 0,000 ≤ 0.05. Effect of Compensation on the Performance of Muara Padang Vocational School Teachers has an indirect effect on Work Motivation as a mediating variable or an intermediate variable as evidenced by the P-Value value of 0.001 ≤ 0.05. It can be seen that the R2 value for the latent variable of Teacher Performance as a mediating variable is 0.907, which means that the value identifies that variations in Teacher Performance can be explained by exogenous latent variables (Leadership and Compensation Style) of 90.7% while the remaining 9.3% is explained by Other variables and R2 for the latent variable of Work Motivation are 0.951, which means that the value identifies that variations in Work Motivation can be explained by exogenous variables at 95.1% while the remaining 4.9% is explained by variables not found in the study.
From the model built in this study, and from the results of hypothesis testing using Smart-PLS, it can be suggested to SMK NU Muara Padang. For performance improvement
programs. Of the 3 variables used to see the effect on performance, namely Leadership Style, Compensation and Work Motivation, all have a positive influence on performance. But of the three variables, priority can be given to increasing compensation. Because of the 11 compensation indicators, 4 indicators have a high cross loading value, which is more than 0.9. It is expected that further researchers can examine other variables on employee performance in addition to the three variables to find the character and behavior of employees at Muara Padang Vocational High School. which has a significant positive effect on performance, and the results in this study are also very likely to be different for other focus (variables).
Keywords: Leadership Style, Compensation, Work Motivation, Performance
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Peran guru sangat strategis pada kegiatan pendidikan jalur formal, non formal maupun informal. Keberhasilan pendidikan sesungguhnya akan terjadi bila ada interaksi antara pendidikan dengan peserta didik. Dalam kondisi inilah guru memegang peranan penting. Semua kebijakan pendidikan bagaimanapun bagusnya tidak akan memberi hasil optimal, sepanjang guru belum atau tidak mendapatkan untuk mewujudkan otonomi pedagoginya yaitu kemandirian guru dalam memerankan fungsinya secara proporsional dan professional. Pendidikan mempunyai peran sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas, kemajuan dan perkembangan suatu negara pada umumnya generasi muda pada khususnya, oleh karena itu pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas guru. Tugas guru memang berat tetapi juga mulia, karena guru memiliki dua fungsi yaitu sebagai pengajar sekaligus juga sebagai pendidik, sehingga tugasnya tidak hanya memberikan dan mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada anak didiknya tetapi juga membina perserta didik untuk memiliki dan mengembangkan sikap serta kepribadian yang positif dan dapat dipertanggungjawabkan di lingkungan masyarakat. Disini diperlukan adanya interaksi antara guru dan peserta didik baik di kelas maupun di luar kelas.
Keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya tidak akan lepas dari kepercayaan yang diberikan pimpinan sekolah. Prestasi tersebut tidak akan
mencapai hasil yang maksimal apabila tidak ada gaya kepemimpinan, Kompensasi dan motivasi kerja antar kepala sekolah dan guru atau guru dengan guru.
Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain (Suranta, 2012). Gaya kepemimpinan cocok apabila tujuan sekolah telah dikomunikasikan dan bawahan telah menerimanya. Seorang Kepala Sekolah harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang Kepala Sekolah akan sangat mempengaruhi keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. Sekolah menggunakan penghargaan atau hadiah dan ketertiban sebagai alat untuk memotivasi Guru. Kepala Sekolah mendengar ide- ide dari para bawahan sebelum mengambil keputusan. Gaya kepemimpinan yang tepat akan menimbulkan motivasi seseorang untuk berprestasi. Sukses tidaknya Guru dalam prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan Kepala Sekolah.
Untuk mencapai tujuan yang diinginkan maka diperlukan kerjasama yang baik antara kepala sekolah dan guru. Salah satunya dengan proses komunikasi yang baik. Komunikasi yang terjadi di sekolah terutama antara kepala sekolah dan guru, jika dilakukan secara baik dan intensif, maka akan mempengaruhi sikap guru dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, yang berujung pada peningkatan kinerjanya di sekolah. Sebaliknya, apabila proses komunikasi yang terjadi di sekolah kurang baik, maka dapat menimbulkan sikap yang otoriter, terutama ketika terjadi perbedaan pendapat yang berkepanjangan
antara kepala sekolah dan guru. Jika hal itu terjadi, maka dapat berdampak pada kinerja guru yang kurang maksimal.
Upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja biasanya juga dilakukan dengan cara memberikan insentif, memberikan motivasi dan meningkatkan kompetensi. Sementara kinerja guru dapat ditingkatkan apabila insentif diberikan tepat waktunya, dan pihak manajemen sekolah bisa mengetahui apa yang diharapkan dan kapan bisa harapan-harapan diakui terhadap hasil kerjanya.
Kompensasi tehadap guru adalah sebagai pendorong yang dapat memotivasi guru untuk lebih bekerja keras secara efektif. Insentif terkait erat dengan kinerja guru. Terdapat timbal balik dua arah antara Kompensasi dengan kinerja. Insentif diberikan karena adanya kinerja yang baik dan diberikan untuk lebih meningkatkan kinerja lagi dimasa mendatang.
Kompensasi merupakan salah satu hal pokok yang harus diperhatikan oleh sekolah. Bergairah tidaknya guru bisa juga disebabkan oleh besar kecilnya insentif yang diterima. Apabila guru tidak mendapatkan insentif yang sesuai dengan besarnya pengorbanan dalam bekerja, maka guru tersebut cenderung malas bekerja dan tidak bergairah yang pada akhirnya mereka bekerja semaunya tanpa ada motivasi yang tinggi. Kinerja merupakan hal yang penting dalam memonitoring kemajuan sekolah dan merupakan fungsi operatif penting dalam sebuah sekolah, karena tanpa kinerja yang tinggi dari seluruh guru maka akan sulit bagi sekolah untuk mencapai hasil yang optimal. Kinerja yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan
pada guru tersebut, sehingga akan langsung berpengaruh terhadap produktivitas guru.
Selain hal diatas banyak factor lain yang harus diperhatikan agar pegawai dapat menghasilkan kinerja yang baik misalnya motivasi. Motivasi dipandang sebagai elemen sentral ketika melalui sebuah proses pembelajaran pada manusia.
Jika sebuah organisasi tidak dapat memotivasi peningkatan kemampuan pegawai, pengetahuan dalam sebuah organisasi tidak akan dapat dipraktekkan dan dipergunakan secara maksimum. Motivasi mengikuti pendidikan dan pelatihan menjadi tujuan dari semua kesuksesan organisasi yang sedang belajar untuk menemukan faktor yang mampu memotivasi guru untuk secara terus menerus belajar dan memperoleh keunggulan dari pengetahuan yang di dapat sepanjang hidup.
Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan (Hasibuan, 2012 : 23).
Pengertian motivasi yang dikemukakan hasibuan tersebut bersifat internal karena faktor pendukung atau faktor pendorong itu munculnya dari dalam diri seseorang yang merangsangnya untuk melakukan tindakan. Faktor pendorong dapat berupa kebutuhan, keinginan hasrat yang ada pada diri manusia.
Sedangkan Siagian (2013 : 7) memberikan pengertian motivasi sebagai keseluruhan proses pemberian motif bekerja pada bawahan sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan. Pengertian yang diberikan Siagian lebih bersifat eksternal karena dorongan yang muncul pada diri seseorang itu diberi motivasi oleh faktor luar, bukan murni dari dalam
diri. Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang dan motivasi yang ada diluar diri seseorang mempunyai persamaan yaitu adanya tujuan atau reward yang ingin dicapai oleh seseorang dengan melakukan suatu kegiatan.
SMK NU Muara Padang merupakan satu-satunya sekolah kejuruan swasta di Banyuasin Sumatera Selatan yang bernaung dibawah yayasan LP Ma'arif Banyuasin. SMK NU Muara Padang ini mendidik dengan sistem kurikulum pendidikan nasional dan kepesantrenan. Dengan SK Pendirian Sekolah : 425/053/Pendidikan/BPT/2015, Tanggal SK Pendirian : 2015-08-07, SK Izin Operasional : 425/053/Pendidikan/BPT/2015 serta Tanggal SK Izin Operasional : 2015-08-07. Belum terwujudnya optimalisasi kinerja guru di SMK NU Muara Padang disebabkan oleh masih rendahnya motivasi para guru dalam menyelesaikan pekerjaan, kepemimpinan kepala sekolah yang masih kurang melibatkan partisipasi guru dan kurang optimalnya kinerja guru dalam menyelesaikan tugas di sekolah, kurangnya keharmonisan dan keterbukaan dalam proses komunikasi antara kepala sekolah dan guru. Adapun standar pengembang kinerja guru di SMK NU Muara Padang disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 1.1
Penerapan Standar Pengembangan Kinerja Guru di SMK NU Muara Padang 2019
Aspek Indikator Standar Realisasi
Teknis Proses belajar
mengajar
pengantar + 10%, materi
pokok + 80%, dan untuk penutup + 10%
pengantar + 20%, materi
pokok + 50%, dan untuk penutup + 5%
Penilaian hasil Belajar
Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan
Penilaian Acuan Norma (PAN)
Patokan (PAP).
Pengembangan Pelatihan 3 kali dalam satu tahun
1 kali dalam satu tahun
Seminar 2 kali dalam satu tahun
1 kali dalam satu tahun
Sumber : Pedoman Penilaian Kinerja Guru SMK NU Muara Padang 2019
Dari tabel diatas Standar Capaian Kinerja Guru di SMK NU Muara Padang tahun 2019 masih belum optimal hal itu terlihat dari indikator Proses belajar mengajar , Penilaian hasil Belajar, Pelatihan dan Seminar masih belum sepenuhnya terealisasi. Dengan berbagai dinamika yang terjadi, secara kontekstual harapan sebagaimana dijelaskan diatas belum sepenuhnya terwujud sehingga optimalisasi Kinerja Guru SMK NU Muara Padang masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Kompensasi yang dilaksanakan belum berdampak pada peningkatan kinerja guru, masih rendahnya motivasi yang dimiliki para guru yang terlihat dari masih rendahnya guru yang menunjukkan prestasi kerja, sumber daya yang tersedia belum memadai sehingga membawah dampak kepada tingkat kualitas kinerja di sekolah dan menurunnya produktifitas kerja guru sehingga membawa pengaruh terhadap kinerja sekolah, masih rendahnya keinginan guru untuk meningkatkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi dan masih rendahnya kecintaan guru terhadap bidang pekerjaannya, kepala Sekolah belum sepenuhnya mampu menjadi motivator bagi peningkatan kinerja guru. Hal ini tercermin dari peluang untuk berprestasi masih minim, karena penempatan pada jabatan tidak berdasarkan prestasi kerja dan kinerja guru belum terlaksana secara optimal, hal ini tercermin dari belum optimalnya kuantitas dan kualitas kerja sesuai target yang diharapkan, serta kecepatan dan ketepatan pelaksanaan pekerjaan.
Dari penjelasan diatas, maka untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Berdampak Pada Kinerja Guru dapat dilakukan melalui penelitian dengan judul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Berdampak Pada Kinerja Guru SMK NU Muara Padang”.
1.2. Identifikasi Masalah
Sesuai uraian pada latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi masalah yang mempunyai pengaruh Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang antara lain :
1. Masih rendahnya motivasi para guru dalam menyelesaikan pekerjaan
2. Kepemimpinan kepala sekolah yang masih kurang melibatkan partisipasi guru dan kurang optimalnya kinerja guru dalam menyelesaikan tugas di sekolah.
3. Kurangnya keharmonisan dan keterbukaan dalam proses komunikasi antara kepala sekolah dan guru.
4. Kompensasi yang dilaksanakan belum berdampak pada peningkatan kinerja guru.
5. Masih rendahnya motivasi yang dimiliki para guru yang terlihat dari masih rendahnya guru yang menunjukkan prestasi kerja.
6. Masih rendahnya keinginan guru untuk meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan masih rendahnya kecintaan guru terhadap bidang pekerjaannya
7. Kepala Sekolah belum sepenuhnya mampu menjadi motivator bagi peningkatan kinerja guru. Hal ini tercermin dari peluang untuk berprestasi masih minim, karena penempatan pada jabatan tidak berdasarkan prestasi kerja.
8. Kinerja guru belum terlaksana secara optimal, hal ini tercermin dari belum optimalnya kuantitas dan kualitas kerja sesuai target yang diharapkan, serta kecepatan dan ketepatan pelaksanaan pekerjaan.
1.3. Pembatasan Masalah
Disebabkan adanya keterbatasan-keterabatasan dalam diri penulis baik menyangkut kemampuan, waktu, maupun dana dan agar penelitian ini lebih terfokus, maka dari beberapa
masalah yang telah teridentifikasi diatas penulis membatasi permasalahan yang akan diteliti hanya pada Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Berdampak Pada Kinerja Guru SMK NU Muara Padang.
1.4. Perumusan Masalah
Adapun masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Guru SMK NU
Muara Padang?
2. Apakah Terdapat Pengaruh Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang?
3. Apakah Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang?
4. Apakah Terdapat Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang?
5. Apakah Terdapat Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang?
6. Apakah Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang?
7. Apakah Terdapat Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang?
1.5. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.5.1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang diinginkan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis, mengetahui dan membuktikan pengaruh :
1. Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang.
2. Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang.
3. Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang.
4. Kompensasi Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang.
5. Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK NU Muara Padang.
6. Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang.
7. Gaya Kompensasi terhadap Kinerja Guru melalui Motivasi Kerja Guru SMK NU Muara Padang.
1.5.2. Kegunaan Hasil Penelitian
Dengan penelitian ini diharapkan hasil-hasil yang didapat akan ada manfaatnya bagi : (a) Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai Pengaruh Gaya Kepemimpinan
Dan Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Berdampak Pada Kinerja Guru SMK NU Muara Padang.
(b) Sebagai sumbangan bagi SMK NU Muara Padang untuk lebih memperhatikan Gaya Kepemimpinan, Kompensasi dan Motivasi dalam pengembangan sumber daya manusia sehingga kinerja guru benar-benar ditingkatkan dan pedoman untuk menyusun rencana pembangunan dan pembinaan sumber daya manusia.
(c) Secara teoritis :
1) Diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan bidang Manajemen Sumber Daya Manusia yang terkait dengan masalah Gaya Kepemimpinan, Kompensasi dan Motivasi dengan Kinerja.
2) Dapat dijadikan sebagai salah satu bahan referensi bagi pihak yang ingin melakukan kajian lebih lanjut.
3) Sebagai salah satu input atau masukan bagi SMK NU Muara Padang.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta
Anoraga, Panji, 2011. Psikologi Kerja, Rineka Cipta, Jakarta.
Alan Cowling & Philips james. 2011. The Essence Of Personnel Management an Industrial Relation (terjemahan) . Yogyakarta : ANDI
Dharma, Surya. 2014. Manajemen Kinerja Falsafah Teori dan Penerapannya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Ghozali, Imam (2008) .Structural Equation Modeling Metode Altenatif dengan Partial Least Square. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gibson, M. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke dua. Jakarta:
Erlangga.
Haryono, Siswoyo, 2004. Metodologi Penelitian Bisnis. Unanti, Palembang.
Husein, Umar. 2014, Strategic Management in Action. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Hadari, Nawawi, 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif. Yogyakarta: Gajah Mada University
Heidjracman Ranupandajo dan Suad Husnan, 2012, Manajemen Personalia.
Yogyakarta.
Kreitner, Robert, 2015. Prilaku Organisasi, Salemba Empat, Jakarta
Koontz, H., C. O’Donnell, dan H. Wehrich, 2013, Manajemen, Jilid 2, Terjemahan, Erlangga, Jakarta.
Kartono, Kartini. (2015). Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kismono, Gugup. 2011. Bisnis Pengantar. Edisi Dua. BPFE UGM: Yogyakarta.
Luthans, Fred. 2012. Organizational Behavior : An Evidence-Based Approach.
New York: McGraw-Hill.
Mulia Nasution, 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Miftah, Thoha, 2014. Prilaku Organisasi, Konsep dan Aplikasinya.
PT.Rajagrafindo Persada, Jakarta
Malayu SP. Hasibuan, 2012, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta.
Marwan Sopi, 2017. Pengaruh Pengembangan Organisasi Dan Kompetensi Kerja Terhadap Pengembangan Karir Serta Implikasinya Pada Kinerja Pegawai Pt. Bank Sumsel Babel Di Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung. Jurnal Strategi Volume 7, No. 12, April 2017.
Magister Manajemen Universitas Tridinanti Palembang
Notoatmojo, Soekidjo. 2013. Analisis Serta Perumusan Kebijaksanaan dan Strategi Organisasi. Gunung Agung, Jakarta
Pedler, H. dan Boydell H, W. (2012). Management. 8th Edition. Singapore : Mc.
Graw Hill Book Company.
Steers (Magdalena, 2014) & Hersey, P. & Blanchard H.K. 2008. Manajemen Perilaku Organisasi: Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Penerjemah Agus Dharma, SH, med, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Suranta, Sri. 2012. Dampak Motivasi Karyawan Pada Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Kinerja Karyawan Perusahaan Bisnis.
Empirika.Vol 15. No 2. Hal: 116-138.
Sukma, 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sulita, Bandung
Soelaiman, Sukmalana. 2007. Langkah dan Kebijakan Evaluasi Kinerja, Universitas Tridinanti Palembang.
Soeprihanto,Jhon. 2013. Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan, Edisi Pertama, Cetakan Kelima BPFE, Yogyakarta.
Sarwoto, 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara, Jakarta Simamora, 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia, Sekolah Tingi Ilmu
Ekonomi YKPN. Yogyakarta
Susilo Martoyo, 2014. Manajemen Personalia, CV. Akademi Pustaka, Jakarta.
Siagian Sondang P. 2013. Organisasi Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi.
Gunung Agung. Jakarta
Sarwoto, 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara, Jakarta
Stephen P. Robbins, 2013. Prilaku Organisasi, PT. Prenhallindo, Jakarta
T. Hani Handoko, 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta.
Liberty
Wahjosumidjo.2012. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Rajagrafindo Persada
Winardi, 2013. Kepemimpinan dalam Manajemen. PT. Rinika Cipta Jakarta.